<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302</id><updated>2012-01-25T10:55:18.960+07:00</updated><category term='Tokoh Lingkungan'/><category term='Dari Sahabat Hijau'/><category term='Green Box'/><category term='Iklim'/><category term='Program Lingkungan yang Aplikatif'/><category term='Cara Gaul Jaga Lingkungan'/><category term='Green Teacher'/><category term='Pahlawan Inspirasiku'/><category term='combat climate change (3C)'/><category term='penanggulangan sampah'/><category term='English'/><category term='Cara Unik Jaga Lingkungan'/><category term='Sains'/><category term='GSJ News'/><category term='Hot Info'/><category term='Climate Change'/><category term='CGaF'/><category term='Info Cagar Biosfer'/><category term='GSA Campaign'/><category term='Tips Hijau'/><category term='How To Save The Water'/><category term='Info Green'/><category term='Green Holic'/><category term='For Us'/><category term='Green Techno'/><category term='Cara Mengajak Teman Menjaga Lingkungan'/><category term='tokoh lingkungan inspirasiku'/><category term='our green inspiration'/><category term='Laporan peserta H2C'/><category term='Green Arsitektur'/><category term='green word'/><category term='Go Green PLTA 2009'/><category term='Green School'/><category term='the young hero'/><category term='The Best Green'/><category term='Pidato Severn Suzuki'/><category term='Green Community'/><category term='Save The Earth'/><title type='text'>Green Student Journalists</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Hendrawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_LDFzTostmJY/SFNS0qwPniI/AAAAAAAAAic/MZss4gU3rxM/S220/Hendrawan.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>734</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-5307745989185357249</id><published>2012-01-25T10:49:00.001+07:00</published><updated>2012-01-25T10:55:18.972+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the young hero'/><title type='text'>The Young Hero: Punya Banyak Tempat Sampah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-gwmz1RHRZ4s/Tx97hD8EpNI/AAAAAAAAA4k/cuPBV6170VE/s1600/36-tengku.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-gwmz1RHRZ4s/Tx97hD8EpNI/AAAAAAAAA4k/cuPBV6170VE/s320/36-tengku.JPG" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tengku Febrian Merlang Hasbi&lt;br /&gt;SMP Negeri 9 Pekanbaru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menurut saya lingkungan yg sehat itu ialah lingkungan yg terbebas dari polusi , memiliki banyak tempat pembuangan sampah, ditumbuhi banyak tumbuhan hijau, memiliki banyak sungai yg bersih, jauh dari pabrik-pabrik yang dapat mencemari udara. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lingkungan yang bersih dan sehat juga yang tidak ada sampah. Kemudian ada tanaman seperti pohon yang selain bisa membuat mata enak memandang juga dapat menghasilkan udara yang bersih. Kalau kita ingin menghasilkan lingkungan yang bersih dan sehat, jangan dulu deh berharap sama orang lain, tapi dari diri dan keluarga kita sendiri. Gak usah jauh-jauh, lingkungan rumah aja dulu. &lt;br /&gt;Menurut kalian rumah kalian masing-masing udah bersih belum sih? bisa dikatakan lingkungan rumah yang bersih dan sehat nggak sih? Nah, kalo udah syukurlah, tapi kalo belum, kalian wajib untuk waspada!***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-5307745989185357249?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/5307745989185357249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/punya-banyak-tempat-sampah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/5307745989185357249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/5307745989185357249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/punya-banyak-tempat-sampah.html' title='The Young Hero: Punya Banyak Tempat Sampah'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-gwmz1RHRZ4s/Tx97hD8EpNI/AAAAAAAAA4k/cuPBV6170VE/s72-c/36-tengku.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-2924801444889517598</id><published>2012-01-25T10:47:00.002+07:00</published><updated>2012-01-25T10:47:37.785+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Cagar Biosfer'/><title type='text'>Info Cagar Biosfer: Aquilaria beccarian,Penyeimbang Alam dan Manusia</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mengulas keanekaragaman hayati Giam Siak Kecil-Bukit Batu (GSK-BB) tak pernah ada habisnya. Satu diantaranya adalah pohon gaharu atau Aquilaria beccariana. Pohon gaharu ini merupakan satu diantara pohon lain yang menjadi indikator bagi hutan rawa yang terdapat di cagar biosfer.&lt;br /&gt;Pohon gaharu merupakan jenis tanaman yang paling banyak diburu orang. Penyebabnya yaitu tingginya nilai ekonomis dari kayu gaharu itu sendiri. Tumbuhan yang menjadi buruan ini bisa dikatakan merupakan tanaman saingan dari kayu cendana. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bisa dikatakan demikian sebab keduanya memiliki nilai ekonomis yang tinggi akibat kegunaannya sebagai bahan baku pembuatan aneka jenis wewangian yang dipakai manusia.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Sekarang pohon gaharu tergolong spesies tanaman yang rentan punah. Hal itu disebabkan minimnya jumlah bibit gaharu akibat minimnya upaya pelestarian kayu gaharu tersebut.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pohon gaharu ini memiliki keunikan. Adapun keunikan dari pohon gaharu adalah proses terciptanya gubal gaharu atau damar wangi yaitu bahan yang dipakai untuk bahan baku wewangian. Bila tanaman pada umumnya akan sakit dan mati terinfeksi penyakit sehingga orang akan berusaha mencari cara menyingkirkan tanaman dari segala infeksi, tapi semua itu tidak berlaku pada pohon gaharu.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Yang anehnya, pohon gaharu ini akan bermanfaat akibat terinfeksi penyakit. Infeksi ini terjadi akibat kapang parasit dari sejenis jamur yang bernama Phaeoacremonium parasitica. Infeksi ini menjadikan terciptanya gubal gaharu atau damar wangi yang bisa dimanfaatkan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Budidaya dari gaharu masih sedikit dilakukan, bisa dihitung beberapa orang saja yang melakukannya. Hal tersebut tidak lepas dari masih rendahnya kesadaran masyarakat, mereka lebih senang mencari kayu gaharu dari hutan bahkan penjarahan pohon gaharu dilokasi budidaya kerap terjadi.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Namun berbeda halnya&amp;nbsp; yang dilakukan oleh Sinarmas Forestry (SMF), untuk melestarikan pohon gaharu dengan hasil yang baik. Kepedulian perusahaan swasta yang menginisiasikan cagar biosfer Riau tersebut terlihat jelas dengan dicanangkannya program penelitian inokulan gaharu pada 2012 ini.&lt;br /&gt;Inokulan gaharu merupakan salah satu bentuk pengembangbiakkan gaharu dengan cara penyuntikkan. Penyuntikkan gaharu&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kegiatan yang masih dalam proses tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat untuk mengembangkan gaharu dengan baik dan benar. Sehingga pemanfaatannya sebagai pembangkit nilai ekonomi mejadi penyeimbang hubungan alam dan manusia.(pia-gsj/news)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-2924801444889517598?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/2924801444889517598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/info-cagar-biosfer-aquilaria.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/2924801444889517598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/2924801444889517598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/info-cagar-biosfer-aquilaria.html' title='Info Cagar Biosfer: Aquilaria beccarian,Penyeimbang Alam dan Manusia'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-576785293142700966</id><published>2012-01-25T10:46:00.001+07:00</published><updated>2012-01-25T10:46:33.982+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GSJ News'/><title type='text'>GSJ News: Pemuda Australia Kunjungi Pusat Penangkaran Kupu-Kupu Rokan Hulu</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 38 Pemuda yang tergabung dalam Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia mengunjungi Pusat Informasi dan Penangkaran Kupu-Kupu Sumatera di Pasirpangaraian, Hapanasan, Selasa,(17/1). Kegiatan tersebut ditaja oleh Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) yaitu persatuan purna pertukaran pemuda Indonesia. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Saya adalah mahasiswi jurusan Biologi, berada di Indonesia merupakan pengalaman baru bagi saya, apalagi di Rokan Hulu. Masyarakat di sini masih ada niat untuk memelihara lingkungan dalam bidang konservasi,” tutur Isabel, pemudi Australia yang turut dalam kunjungan tersebut.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kunjungan ke pusat informasi kupu-kupu tersebut&amp;nbsp; merupakan puncak acara kegiatan PCMI yang telah dilaksanakan sejak tanggal 16 Desember 2011 lalu. Selama di Rokan Hulu mereka di dampingi oleh Bapak Dahnil Kabid Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan Rokan Hulu sekaligus Ketua pelaksana kegiatan.&lt;br /&gt;Menurut Falip, rekan senegara Isabel yang sedikit bisa berbahasa Indonesia mereka memang menyukai dan peduli tentang alam dan lingkungan hidup. Jadi tidak aneh jika banyak pertanyaan yang meluncur dari para peserta kegiatan. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ulat Troides cuneifera sepanjang 12 cm, empat&amp;nbsp; kepompong yang berada di dalam penangkaran, ulat dan kepompong jenis Atrophaneura antiphus yang lengkap dengan 20 ekor papilio demolion yang baru menetas dua hari menjadi objek favorit perhatian peserta. Kumpulan ulat, kepompong dan kupu-kupu tersebut menambah meriah dan membuat suasana kunjungan benar-benar alami.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Selain mengunjungi pusat penangkaran kupu-kupu peserta juga menikmati air terjun Aek Mertua dan pemandian air panas yang berada tidak jauh dari lokasi tersebut. selesai kunjungan para pemuda tersebut tidak lupa untuk melakukan penanaman. Tanaman yang mereka tanam adalah sirih hutan berdaun jari tiga dengan nama lokal Aka Spotuih (Aristolochia rokana). Tanaman itu merupakan makanan kupu-kupu jenis Troides Cuneifera.(tya-gsj)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan gambar&lt;br /&gt;Gbr. 1 dan 2 Pengunjung sedang serius mengamati ulat dan kepompong Troides Cuneifera&lt;br /&gt;Gbr. 3 melihat spesies di gedung Pusat Informasi Kupu Sumatera&lt;br /&gt;Gbr. 4. Isabel mewakili teman dari Australia menanam Aristolochia rokanan&lt;br /&gt;Gbr. 5. Foto bersama Pemuda-Pemudi PCMI (Purna Caraka Muda Indonesia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian&lt;br /&gt;Jika ada pertananyaan dan konfirmasi silahkan kontak saya Mbak&lt;br /&gt;Terima kasih&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-576785293142700966?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/576785293142700966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/gsj-news-pemuda-australia-kunjungi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/576785293142700966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/576785293142700966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/gsj-news-pemuda-australia-kunjungi.html' title='GSJ News: Pemuda Australia Kunjungi Pusat Penangkaran Kupu-Kupu Rokan Hulu'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-5931577544538889925</id><published>2012-01-25T10:45:00.000+07:00</published><updated>2012-01-25T10:45:23.707+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GSJ News'/><title type='text'>Journey: Teknologi Baru Lestarikan Fauna Endemik</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-HUf9plABRTU/Tx96eoRPbrI/AAAAAAAAA4c/zwkInbcgFk8/s1600/36-ikan+lais.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-HUf9plABRTU/Tx96eoRPbrI/AAAAAAAAA4c/zwkInbcgFk8/s1600/36-ikan+lais.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pelestarian fauna endemik sangat penting untuk dilakukan mengingat lokasi persebarannya tidak memiliki kelimpahan yang luas. Biasanya, selain digunakan sebagai maskot suatu daerah, fauna endemik juga dapat dimanfaatkan sebagai komoditas ekonomi. Namun tidak semua fauna endemik dapat dimanfaatkan sebagai komoditi karena keberadaannya yang terancam punah dan tergantung pada jenis spesiesnya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Ikan lais atau yang juga dikenal dengan nama selais dalam bahasa melayu, merupakan fauna endemik pada ekosistem floodplain river (sungai paparan banjir) yang menjadi maskot kota Pekanbaru. Ikan lais ini merupakan ikan endemik yang memiliki nilai ekonomis tinggi karena bersifat sebagai ikan konsumsi terutama jika telah diolah menjadi ikan lais salai (smoked fish). Bahkan belakangan ini, produk ikan lais salai juga sudah mulai diekspor ke negara tetangga seperti Malaysia. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ikan lais biasanya di dapatkan dari hasil tangkapan para nelayan di sungai-sungai paparan banjir. Namun sejauh ini pembudidayaan ikan lais belum banyak dilakukan seperti pembenihan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus), ikan baung (Ompok hypophthalmus), ikan patin (pangasius hipothalmus) dan beberapa ikan budidaya lainnya. Meski status lais belum dinyatakan sebagai fauna yang terancam punah, namun populasinya di alam sudah cenderung menurun. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Tidak mudah dalam membudidayakan ikan lais mengingat kemampuan beradaptasinya hanya terdapat pada habitat sungai paparan banjir, untuk itu perlu adanya pembudidayaan yang mampu menyelamatkan keberadaan maskot kota Pekanbaru tersebut,” jelas Dr. Roza Elvyra S.Si, M.Si, dosen biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Riau saat ditemui jum’at (13/01) lalu. &lt;br /&gt;Roza, sapaan akrabnya juga menambahkan bahwa di alam, proses perkembangbiakan ikan lais dipengaruhi oleh musim yaitu pada awal pergantian antara musim panas ke musim hujan, sementara jika dikaitkan dengan perubahan iklim global yang melanda dunia saat ini, kondisi cuaca yang tidak menentu sangat mempengaruhi proses reproduksi ikan lais tersebut.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Teknologi yang diterapkan dalam pembudidayaan ini adalah dengan penyuntikan hormon ovaprim pada induk jantan dan betina ikan lais. Cara ini merupakan teknik pembenihan yang dilakukan oleh para peneliti dari berbagai universitas di Riau, Agusnimar, Johan TI, Setiaji J, Rosyadi, Ediwarman, dan Nuraiani pada 2003-2005 lalu, yang turut berusaha untuk melestarikan maskot kota Pekanbaru tersebut. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ”Teknik itu telah diuji coba untuk pertama kalinya melalui pelatihan Iptek bagi Masyarakat (IbM) kepada Kelompok Tani Pembenihan Ikan yang berada di lingkar Danau Buatan Kelurahan Lembah Sari, Kecamatan Rumbai Pesisir pada akhir tahun 2011 yang lalu,” ujar Roza.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Teknik pembudidayaan ikan lais ini dapat dikatakan lebih cepat jika dibandingkan dengan perkembangbiakan secara alami yang harus menunggu pergantian musim. Sementara untuk teknik ini hanya membutuhkan pemilihan bibit ikan lais yang benar-benar telah matang untuk bereproduksi agar siap untuk di suntik hormon ovaprim. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Waktu yang diperlukan mulai dari proses penyuntikan hormon pada induk ikan lais hingga menetasnya telur-telur ikan lais tersebut hanya berkisar dua hari.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; “Hal ini dapat mempersingkat waktu jika dibandingkan dengan proses perkembangbiakan secara alami yang membutuhkan waktu yang lebih lama,” ucap Roza menjelaskan disela-sela kesibukkannya di ruang kerjanya. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Namun, Roza menambahkan bahwa hal yang tersulit adalah menentukan induk yang sudah benar-benar matang dan siap untuk di suntik, karena sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembenihan ikan lais.(diah-gsj)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-5931577544538889925?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/5931577544538889925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/journey-teknologi-baru-lestarikan-fauna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/5931577544538889925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/5931577544538889925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/journey-teknologi-baru-lestarikan-fauna.html' title='Journey: Teknologi Baru Lestarikan Fauna Endemik'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-HUf9plABRTU/Tx96eoRPbrI/AAAAAAAAA4c/zwkInbcgFk8/s72-c/36-ikan+lais.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-5243701024071373986</id><published>2012-01-25T10:42:00.004+07:00</published><updated>2012-01-25T10:42:55.532+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Holic'/><title type='text'>For Us Bike Community: Fixstop, Gaul dan Tetap Ramah Lingkungan</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sering kita mendengar ungkapan bahwa menjaga lingkungan saat ini berarti mewariskan lingkungan yang lebih baik untuk generasi muda di masa depan. Namun bagaimana dengan generasi muda sekarang? Pedulikah mereka dengan masa depan sendiri? Masa depan dengan lingkungan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menjawab hal itu, For Us Bike Community (FBC) berbincang dengan perwakilan generasi muda yang hobi bersepeda, Enda (22). Ia merupakan anggota Fixie Street of Pekanbaru (Fixstop). “Awalnya bersepeda karena hobi,” tutur Enda memulai perbincangan, Jumat (20/1). Namun, tambahnya, sekarang bersepeda lebih kepada kebutuhan. Karena lingkungan kita membutuhkan kita untuk tidak memaksa mereka (lingkungan, red) menghirup karbon dioksida (CO2) dari kendaraan yang kita pakai.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Oleh karena itu, para anggota Fixstop selalu memakai sepeda untuk pergi ketempat gaul mereka. “yah, gaul dengan sepeda berarti kita pergi main ke tempat-tempat nokrong itu sambil bersepeda. Gak pake kendaraan bermotor lagi. Sekalipun kita punya,” ujar Alumni Politeknik Caltex Riau itu.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pria yang hanya menginginkan disebut dengan nama Enda itu juga menceritakan tentang jadwal Fixstop gowes.&amp;nbsp; Ada dua jadwal, pertama siang dan sore hari. Jadwal Fixstop gowes malam adalah Rabu dan Jumat malam. “Malam sekitar jam delapan kita akan berkumpul dulu di Jalan Diponegoro tepatnya di depan patung perjuangan, kemudian setelah dirasa oke, kita akan jalan ke pruna MTQ. Di sanalah tempat kita bisa latihan freestyle Fixie sambil ngungkapin, anak muda juga bisa jaga lingkungan tanpa ketinggalan untuk gaul,” terang Enda.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jadwal kedua dilakukan pada sore hari. Namun ini tidak tentu, setelah jadwal sore biasanya kita akan informasikan secara internal, tambah Enda. Hal unik lain dari komunitas ini adalah tidak adanya hirearki senioritas atau struktur organisasi baku. “Siapa yang gabung, ikut aja pas kita lagi gowes, udah deh, gabung sama kita,” tutur karyawan kontraktor itu.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kegiatan lain komunitas dengan anggota sekitar&amp;nbsp; 70 tersebut juga selalu hadir di Car Free Day setiap Ahadnya. “Bersepeda merupakan aktivitas yang menyehatkan dan ramah lingkungan. Namun semahir apapun kita bersepeda, harus tetap utamakan keselamatan (safety),” pesan Enda.(tya-gsj) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-5243701024071373986?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/5243701024071373986/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/for-us-bike-community-fixstop-gaul-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/5243701024071373986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/5243701024071373986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/for-us-bike-community-fixstop-gaul-dan.html' title='For Us Bike Community: Fixstop, Gaul dan Tetap Ramah Lingkungan'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-4540111368536419233</id><published>2012-01-25T10:40:00.002+07:00</published><updated>2012-01-25T10:41:52.415+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Holic'/><title type='text'>For Us Bike Community: CMBC, Asiknya Menelusuri Bukit dengan Berepeda</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ohAi8c5Ztjg/Tx9592BlHlI/AAAAAAAAA4U/hr_EyH6V90s/s1600/cmbc1+%25284%2529.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-ohAi8c5Ztjg/Tx9592BlHlI/AAAAAAAAA4U/hr_EyH6V90s/s320/cmbc1+%25284%2529.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Menelusuri bukit atau gunung dengan bersepeda sudah biasa, namun menelusuri bukit dengan sepeda gunung (MTB) dapat membuat kita memperoleh sesuatu yang baru. Challenger Mountain Bike Club atau yang biasa disebut CMBC Pekanbaru merupakan salah satu klub sepeda gunung (MTB) yang dapat menyalurkannnya, club ini ada Indonesia khususnya Pekanbaru. &lt;br /&gt;“CMBC sendiri berdiri pada tannggal 12 Mei 2004 yang pada mulanya hanya beranggotakan 10 orang yan gmana Suyatno dan Syaiful merupakan dua orang pioner dari berdirinya klub sepeda gunung ini,” jelas Edward yang merupakan ketua ke III CMBC yang kini menjabat sebagai penasehat.&lt;br /&gt;Dikomandoi oleh Robin Gunawan yang kini memegang tongkat estafet ke VI ketua CMBC, club ini dari waktu ke waktu telah memiliki cukup banyak anggota. Mulai dari yang tua hingga yang muda, mulai dari eksekutif muda sampai berbagai golongan pekerjaan tanpa mengenal kasta semua ada di club ini membaur dalam kebersamaan.&lt;br /&gt;Selain demi menjaga lingkungan untuk tetap bersih terbebas dari polusi, CMBC sendiri memiliki visi dan misi dalam setiap tahunnya, seperti untuk terus berjuang menjadi club sepeda gunung (MTB) terbaik khususnya di kota Pekanbaru.&lt;br /&gt;“Misi kami yakni membina kegiatan bersepeda, khususnya sepeda gunung. Selain itu kami juga ingin mengajak masyarakat untuk memasyarakatkan kegiatan bersepeda seperti Bike to Work, Bike to School maupun Bike to Campus,” tambah Edward yang merupakan asli kelahiran Palembang ini.&lt;br /&gt;Tenayan, Rumbai dan Alamayang merupakan rute dalam kota yang sering ditempuh anggota CMBC. Selain berkumpul pada setiap hari minggu pagi di car free day dengan beroff road ria, setiap 3 atau 4 bulan sekali CMBC juga melakukakan aktifitas keluar kota. Seperti melakukan touring ke luar kota menjajal single track di Sumatera Barat terutama kota Payakumbuh ataupun Bukit Tinggi.&lt;br /&gt;Track Gunung Sago, Track Gunung Singgalang dan Manggilang merupakan salah satu lokasi yang sering dipilih setiap melakukan touring. Hal ini dipilih karena rata-rata track sendiri hampir 90 persennnya merupakan offroad, seperti menyebarang sungai, menobros semak-semak, melewati lembah dan terutama mendaki tanjakan curam.&lt;br /&gt;Challenger Mountain Bike Club sendiri merupakan salah atu club sepeda yang juga sangat perduli terhadap lingkungan sekitar, seperti pada tahun 2007 saat Sungai Siak meluap dimana CMBC melakukan bakti sosial. Selain itu setiap melakukan touring, club sepeda ini sangat menjaga kebersihan lingkungan sekitar mereka. Salah satunya dengan membawa perbekalan seperti nasi yang hanya dibungkusi dengan daun pisang, biasa nasi ini disebut nasi berburu, sehingga tidak menimbulkan sampah baru.&lt;br /&gt;“Berbeda jika kita membawa nasi bungkus setiap mendaki gunung, sampah plastik yang ada pasti akan sulit terurai bahkan bisa bertahun-tahun lamanya, karena itu kami memerintahkan setiap anggota untuk hanya membawa perbekalan berupa nasi berburu yang hanya dibungkusi daun pisang,” lajut Edward pria kelahiran 40 tahun silam ini.&lt;br /&gt;Challenger Mountai Bike Club sendiri sudah cukup terkenal, hal ini dibuktikan dengan dipercayanya anggota CMBC untuk ikut serta melakukan survey track sepeda gunung untuk acara Petualang&amp;nbsp; yang diselenggarakan oleh salah satu stasiun TV swasta yang ada di Indonesia.&lt;br /&gt;Semoga saja dengan adanya club sepeda seperti ini, kelak ke depannya akan banyak masyarakat yang lebih memasyarakatkan budaya bersepeda dan akan lebih memperdulikan lingkungan alam sekitarnya, terutama Challenger Mountain Bike Club sendiri yang akan lebih peduli terhadap keindahan dan juga kelestarian alam terutama perbukitan ataupun pegunungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-4540111368536419233?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/4540111368536419233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/for-us-bike-community-cmbc-asiknya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/4540111368536419233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/4540111368536419233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/for-us-bike-community-cmbc-asiknya.html' title='For Us Bike Community: CMBC, Asiknya Menelusuri Bukit dengan Berepeda'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ohAi8c5Ztjg/Tx9592BlHlI/AAAAAAAAA4U/hr_EyH6V90s/s72-c/cmbc1+%25284%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-4977529875417548417</id><published>2012-01-25T10:38:00.002+07:00</published><updated>2012-01-25T10:39:31.563+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Save The Earth'/><title type='text'>Cara Mengajak Teman Menjaga Lingkungan: Selalu Ada Jalan Cegah Panas Bumi</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-DYJ6jZoTedo/Tx95HkQ6ghI/AAAAAAAAA4M/TRlnsIjvbEM/s1600/34-Ifa.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-DYJ6jZoTedo/Tx95HkQ6ghI/AAAAAAAAA4M/TRlnsIjvbEM/s320/34-Ifa.jpg" width="118" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; SELALU ada jalan. Ungkapan yang belum terlambat diucapkan&amp;nbsp; untuk Bumi Lancang Kuning yang semakin mencekam panasnya. bagaimana tidak, sebelum tibanya musim kemarau pun yang mendominasi Indonesia, Riau memang sudah terkenal dengan kota panas dikarenakan julukan kota minyaknya. &lt;br /&gt;Panas yang mencapai dua derajat celsius, naik daripada suhu normal. Panasnya Kota Pekanbaru mebuat siapapun, terutama masyarakat Riau tidak betah berlama-lama untuk berada diluar. &lt;br /&gt;Semakin banyaknya, sampah yang berserakan, hutan yang ditebang, penggunaan kendaraan, penggunaan listrik, pembangunan dimana-mana. Ditambah lagi, pembangunan tiga tahun belakangan ini khusus di wilayah Pekanbaru. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pembangunan besar-besaran, yang terkesan hanya bertugas untuk pembangunan saja, namun tidak melihat dampak negative&amp;nbsp; yang mampu membuat Bumi Lancang Kuning ini semakin panas. Dalam hal ini tentulah tidak bisa hanya menyalahkan pemerintah daerah. Tidak lain adalah kita sendiri, kita selaku manusia, masyarakat yang mendiami, menetapi kota ini. dengan apa? tentunya dimulai dari hal-hal kecil yang perlu diniatkan, dilaksanakan dengan ikhlas.Caranya, tidak susah kan mengambil sampah yang terlihat kemudian sebelum dimasukkan ke tempat sampah, dipisahkan terlebih dahulu, mana sampah organik dan non organik. &lt;br /&gt;Mematikan lampu jika tidak digunakan lagi, tidak menggunakan kendaraan untuk jarak-jarak dekat, mematikan AC, menanam sekaligus merawat tanaman-tanaman yang sudah ada dan sebaginya. Namun apa kendala untuk melakukan itu semua, hmm, menurut saya, jika disadari,&amp;nbsp; memang setiap orang mau dan mampu melakukannya, lalu kendalanya apa?. Yang sangat disayangkan, kegiatan itu hanya akan dilakukan ketika di awal saja. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Seperti adanya acara-acara penanaman pohon.&amp;nbsp; Habis ditanam ya ditinggal. kemudian apa lagi? Adanya kampanye untuk mematikan listrik dijam-jam tertentu. Kemudian setelah 3 hari kebiasaan itu akan hilang kemudian . Berusaha hidup sehat dengan berjalan kaki, bersepeda, berolahraga setiap pagi, namun terkadang hanya dikarenakan kesibukan kecil, maka kebiasaan hidup sehat itu hilang lagi. Nah, lalu bagaimana agar hal itu dapat dihindari dan tetap dilaksanakan secara konsisten, berkala, dan kalau bisa untuk selamanya?. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mungkin saya punya satu cara unik yang mampu mengubahnya. terpikir ketika berjalan mengelilingi kota Pekanbaru, melihat banyaknya iklan Kartu Perdana di pinggir-pinggir jalan yang menawarkan banyak sms murah, telpon murah, dan internetan murah, waah, ini kesempatan banget nih, menyadari hal itu dan mengingat sifat alamiah manusia adalah selalu lupa jika tidak diingatkan, nge sms, nelpon 10 detik, dan nge tag di akun-akun jejaring sosial, menjadi hal yang unik ketika ditjukan kepada teman-teman setiap pagi sebelum beraktifitas di luar membuat cara terbaik untuk mengurangi panas bumi ini dan menjaga lingkungan agar tetap hijau dan segar selalu. sehingga dengan terbiasa di sms, kemudian dilakukan, berharap akan banyak teman-teman melakukannya, untuk Bumi Lancang Kuning tercinta khususnya. ***&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-4977529875417548417?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/4977529875417548417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/selalu-ada-jalan-cegah-panas-bumi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/4977529875417548417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/4977529875417548417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/selalu-ada-jalan-cegah-panas-bumi.html' title='Cara Mengajak Teman Menjaga Lingkungan: Selalu Ada Jalan Cegah Panas Bumi'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-DYJ6jZoTedo/Tx95HkQ6ghI/AAAAAAAAA4M/TRlnsIjvbEM/s72-c/34-Ifa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-3432939326626373052</id><published>2012-01-25T10:36:00.004+07:00</published><updated>2012-01-25T10:39:55.386+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Save The Earth'/><title type='text'>Program Lingkungan Yang Aplikatif: Pasar Tanpa Kantong Plastik</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-c9MV2tDSz50/Tx94rUJpX8I/AAAAAAAAA4E/8-fcjeWERLQ/s1600/Winarni.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-c9MV2tDSz50/Tx94rUJpX8I/AAAAAAAAA4E/8-fcjeWERLQ/s320/Winarni.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; SETIAP hari saya mengajar anak-anak tingkat kanak-kanak (TK) , setiap sebulan sekali biasanya hari sabtu, kami selalu membawa anak-anak untuk belajar&amp;nbsp; diluar ruangan. Tidak harus belajar seperti biasanya, tetapi lebih kepada mengenalkan lingkungan sekitar kepada mereka.&amp;nbsp; Kami mengajari mereka cara mendaur ulang limbah plastik. Segala jenis plastik. Termasuk botol plastiki yang dijadikan bunga atau hiasan sederhana lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Beranjak dari hal tersebut saya sering kepikiran tentang kondisi lingkungan dan sampah plastik. Manusia tidak bisa dipisahkan dari kebiasaan menggunakan plastik karena memang plastk sangat praktis di bawa keman-mana. Hanya saja sampah plastik tersebut siapapun tahu sangat sulit untuk diuraikan. Maaf kalau saya salah, bukan sulit tapi tidak bisa diuraikan oleh tanah. Jikapun bisa maka itu butuh waktu yang lama dan panjang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kemudian pikiran saya melayang ke Italia, ketika peringatan hari bumi 2010, Negara pizza tersebut mencanangkan supermarket tanpa plastik. Supermarket yang tidak memberikan plastik untuk menempatkan barang belanja para pelanggannya akan mendapatkan penghargaan khusus dari pemerintahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bukan hanya itu, mereka juga mencanangkan kota bebas sampah plastik, steoroform, kaleng&amp;nbsp; bekas minuman yang sekiranya akan menyulitkan tanah untuk mengurainya. Hal tersebut menurut saya sangat bagus untuk diterapkan di kota kita ini. Yah, susah juga sih, jika pemerintah tidak langsung turut andil. Sebab pasar-pasar (baca minimarket, supermarket ) pasti tidak akan begitu mudah memberikan kantong yang lebih ramah lingkungan kepada para pelanggannya. Karena memang kantong tersebut mahal untuk dibagikan secara cuma-cuma.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Namun ada cara lain yang bisa kita terapkan di kota tercinta ini. Kenapa tidak bagi pelanggan minimarket atau supermarket yang tidak meminta kantong plastik usai dari kasir, namun membawa sendiri keranjang dari rumah (mungkin desain kerancang lebih unik dan lucu-lucu biar nggak malu karena nenteng-nenteng keranjang belanja dari rumah). Nah orang-orang seperti itu oleh supermarket atau minimarket diberi hadiah atau penghargaan apa gitu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Buat supermarket atau minimarketnya, pemerintahlah yang menilai mereka. Apakah akan diberi penghargaan sebagai minimarket of the year atau minimarket ter go green, bisa saja kan? Sebenarnya banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menekan penggunaan plastik. Namun semua kembali kepada kemauan dan inovasi dari pemerintah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Namun, supermarket atau minimarket tersebut juga harus mengumumkan kepada para pelanggannya untuk selalu ramah lingkungan. Untuk selalu menerapkan prilaku mencintai lingkungan. Dengan cara yang sederhana seperti tadi, cukup lah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Di sini kita telah menerapkan dua hal. Pertama menjaga lingkungan dari sampah plastik. Nah kedua, kita kan harus membawa keranjang atau kantong sendiri dari rumah. Kenapa tidak kantong tersebut juga dibuat dari hasil daur ulang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Namun pemerintah harus mengembangkan masyarakat yang memiliki usaha daur ulang sampah plastik menjadi tas-tas untuk dipakai kembali berbelanja ke pasar. Sebab butuh kreativitas dan keterampilan untuk mengerjakannya. Itu tidak gampang baik dari segi dana maupun dari segi keterampilan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kena tidak pemerintah kemudian mengadakan pelatihan khusus secara kontiniu untuk para masyarakat atau ibu-ibu rumah tangga keterampilan mendaur ulang&amp;nbsp; limbah plastik. Siapa tahu dengan program seperti ini, penghargaan sebagai kota terbesih yang dipertahankan Pekanbaru hingga berkali-kali bisa kita pertahankan berkali-kali lagi. Pekanbaru bisa menjadi kota percontohan khusus untuk daur ulang limbah plastik. Bisakah?***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Arma Winarni&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Guru Playgroup &amp;amp; TK Islam Akmarunnas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-3432939326626373052?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/3432939326626373052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/pasar-tanpa-kantong-plastik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/3432939326626373052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/3432939326626373052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/pasar-tanpa-kantong-plastik.html' title='Program Lingkungan Yang Aplikatif: Pasar Tanpa Kantong Plastik'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-c9MV2tDSz50/Tx94rUJpX8I/AAAAAAAAA4E/8-fcjeWERLQ/s72-c/Winarni.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-1221710977438802130</id><published>2012-01-09T16:53:00.003+07:00</published><updated>2012-01-09T16:53:58.018+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='For Us'/><title type='text'>For Us:  Hentikan Penambangan Batu Alam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Hentikan Penambangan Batu Alam&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Bunyi suara menyaring dari kegiatan penambangan batu alam pukulan batu alam terdengar keras di sepanjang Jalur Lintas Riau-Sumatera Barat. Enam pekerja sibuk memahat batu alam  di ruas Jalan Koto Panjang, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar. Batu alam dikumpul menjadi satu untuk di jual kepada penampung. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Laporan Mashuri Kurniawan, Kampar mashuriurniawan@riaupos.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PARA penambang yang berasal dari penduduk setempat, Kamis (5/1) lalu sibuk dengan aktivitas penambangan ilegal tersebut. Explorasi batu pada bagian bukit di tepi jalan sangat membahayakan dan juga memprihatinkan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Membahayakan karena tebingnya yang tinggi apabila ada hujan bisa mengakibatkan longsor. Memprihatinkan karena mungkin tanpa nya suatu perencanaan ataupun kerusakan yang dihasilkan tidak  di imbangi dengan proses penghijauan.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Disisi lain larangan menambang batu alam di sepanjang jalur lintas itu terpasang. Tambang batu jelas saja membuat tebing rawan longsor. Namun, itu tidak diindahkan penduduk setempat. Aktivitas ini sudah berlangsung sejak lama hingga meninggalkan lubang-lubang menganga di dinding tebing.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Para penambang tanpa izin menggali dan menggerus tebing-tebing yang terjal. Ini tentunya berakibat pada lereng-lereng di sekitar jalur tersebut menjadi gundul dan semakin curam. Sebuah pemandangan yang sangat tidak bagus, bila terus dilanjutkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Riau Pos saat melihat pekerjaan para penambang berusaha mencari informasi tentang kegiatan yang mereka lakukan. Disebuah podok kayu berukuran 4x5 meter persegi, beratap daun, para pekerja berkumpul untuk beristirahat. Waktu menunjukan pukul 16.45 WIB. Pondokan yang berlokasi di tepi jalan tersebut, duduk lima orang penambang. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Saat didekati, penambangan batu alam tersebut tersenyum ramah. Hanya saja ketika disebutkan identitas diri dari Riau Pos, satu persatu pekerja meninggalkan pondok itu. Hanya Riyanto (37) yang hanya duduk di dalam pondok.     &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Riyanto mengaku, kegiatan penambangan batu alam yang dilakukannya hanya untuk memenuhi kebutuhuhan keluarga saja. Pria yang hanya tamatan SMP ini, memiliki empat orang anak yang masih sekolah dan membutuhkan biaya yang besar. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan penambangan dilakukan setiap sore hari. Bahkan pada malam hari dengan menggunakan penerangan senter dia bersama dengan lima orang temannya bekerja hingga pukul 04.25 WIB. Alat yang digunakan seperti pahat, palu, dan tali. Peralatan tradisional ini menjadi barang berharga bagi setiap penambang.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Siang hari dia bekerja sebagai penarik becak di pasar. Sudah lima tahun lamanya dia melakukan kegiatan penambangan. Walaupun diketahuinya, kegiatan penambangan batu alam sangat melelahkan dan memberikan dampak buruk bagi lingkungan maupun nyawanya, pekerjaan itu tetap dilaksanakan.     &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;‘’Kalau saya baru bekerja menjadi penambang tahun 2005 lalu. Kalau bapak bertanya kapan pertama kali terjadi penambangan batu, menurut saya sudah ada sejak tahun 2003 lalu. Tapi, pekerjaan ini sebagai mata pencarian kami,’’ ungkapnya kepada Riau  Riau Pos. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pengamatan di lapangan menunjukkan, dinding-dinding tebing di sepanjang Kampar hingga memasuki wilayah Sumatera Barat telah dikapling oleh kelompok pekerja. Sedikitnya dua penambang batu tampak asyik memukul-mukul dinding tebing dengan peralatan sederhana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Hanya mengenakan tali tambang sebagai pengaman, pekerja yang umumnya laki-laki itu mendaki hingga ketinggian 10-15 meter di atas tanah. Bongkah-bongkah batu sebesar buah semangka satu per satu terlepas dan bebas meluncur ke bawah. Tepat di tepian jalan, gundukan batu menggunung. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang lainnya memukuli bongkah batu hingga menjadi bongkah yang lebih kecil siap dijual kepada pembeli. Umumnya, pembeli telah siap menjemput kumpulan batu dengan menggunakan truk- truk berukuran sedang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;‘’Batu alam ini di jual kepada penampung di wilayah Sumatera Barat dan Riau. Biasanya Pak, batu ini digunakan untuk pembangunan jalan,’’ ujarnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa itu terus dilakukan secara terus menerus oleh masyarakat sekitar. Padahal aktivitas penambangan batu alam ilegal di sepanjang tebing di jalur lintas barat Riau-Sumatra Barat (Sumbar) bisa saja mengancam keselamatan jiwa penambang maupun pengendara jalan.   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, pepohonan dikhawatirkan bisa saja amblas kebawah karena batu alam yang menjadi penyanggah mulai habis dikikis.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dari lokasi penambangan Riyanto dan temannya, Riau Pos terus bergerak menuju di Km-78 di Desa Tanjung Alai, Bangkinang Barat. Lokasi pebekas penambangan batu pada bibir bukit terlihat cekung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tingkat bahaya longsor makin besar karena tanah di bagian atas tidak lagi ditopang sepenuhnya oleh dinding batu. Ditempat ini memang tidak ada pekerja, hanya bekas galian saja dan tangga kayu masih terlihat. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang masyarakat sekitar yang ditemui Riau Pos, Suwandi (47) mengatakan, maraknya penambangan karena permintaan akan batu untuk bahan bangunan makin meningkat. Makanya sekarang ini banyak penambang batu alam yang bekerja malam hari, daripadari pagi atau siang. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;‘’Lebih aman mungkin mereka bekerja malam hari,’’ ujarnya. Dikatakan, sudah seharusnya penambangan batu alam menjadi perhatian serius pemerintah. ‘’Kalaulah pemerintah membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat, pasti tidak ada lagi penambangan batu ini,’’ ungkapnya.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dinas Pertambangan dan Kepala Dinas Pertambangan Kabupaten Kampar, Jalinus, mengatakan, makin maraknya penambangan liar di Kampar menjadi perhatian serius pemerintah. Pihaknya, sudah membuat papan larangan untuk tidak melakukan penambangan. Namun lanjutnya, kegiatan itu terus dilakukan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dia menghimbau, pelaku penambangan, pemilik modal, pemangku kepentingan pengelolaan usaha pertambangan tanpa izin yang menggunakan peralatan mekanis seperti bor, eskavator, pompa isap, stone crusher, sarana angkut muat dan bongkar diimbau untuk menghentikan kegiatan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu kepada para rekanan pemerintah, Pemkab Kampar, BUMD/BUMN dan perusahaan swasta juga diharapkan tidak  menggunakan, memanfaatkan, menampung dan membeli bahan baku hasil kegiatan pertambangan tanpa izin tersebut.&lt;br /&gt;Menurut Jalinus, apa yang disampaikannya sesuai dengan pengumuman Bupati Kampar Nomor 545/Distamben-PU/2010/79 yang diedarkan ke seluruh Kabupaten Kampar.&lt;br /&gt;Kemudian, kepada para pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang masih berlaku, juga diingatkan untuk memenuhi kewajiban sesuai dengan IUP yang telah diberikan memasang patok batas IUP, menyampaikan laporan eksplorasi, operasi produksi, dan melunasi iuran, pajak dan retribusi sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskannya bahwa bagi yang melakukan pertambangan tanpa izin, dan menampung, menggunakan, membeli hasil pertambangan tanpa izin, bahkan pemilik IUP yang melanggar akan dikenakan sanksi tegas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan pasal 71 ayat (1) Perda Kampar Nomor 9/2008, pasal 158 UU Nomor 04/2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara, pasal 109 UU Nomor 32/2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan pasal 160 ayat (1). Di samping itu ada juga sanksi pidana yang diatur dalam KUHP.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang atau badan hukum yang memiliki izin tidak tetapi tidak memenuhi ketentuan yang berlaku, maka dapat dikenakan pula sanksi administrasi berupa peringatan tertulis, penghentian sementara hingga pencabutan IUP, dan sanksi pidana dan denda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Jalinus menegaskan, bahwa bagi orang yang merintangi atau mengganggu kegiatan usaha pertambangan dari pemegang IUP yang telah memenuhi syarat yang berlaku sesuai pasal 136 ayat 2 UU Nomor 4/2009, dapat juga hukum dengan pidana kurungan paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp100 juta rupiah,” ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ditambahkannya, untuk kelancaran penerapan peraturan ini diperlukan kerjasama dari Camat, Kepala Desa/Lurah dan aparat terkait untuk melakukan pembinaan, perlindungan kelancaran operasional penambangan terhadap kegiatan pertambangan yang telah memiliki izin dari pejabat yang berwenang seperti Menteri ESDM, Gubernur, Bupati dan atau pejabat lain yang ditunjuk berdasarkan pelimpahan wewenang sesuai kewenangan masing-masing. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, aktivitas penambangan liar atau penambangan tanpa izin di Kampar harus dihentikan, karena dinilai akan berdampak buruk bagi lingkungan. Bagi pelaku yang tetap saja membandel akan ditindak tegas.***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-1221710977438802130?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/1221710977438802130/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/for-us-hentikan-penambangan-batu-alam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/1221710977438802130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/1221710977438802130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/for-us-hentikan-penambangan-batu-alam.html' title='For Us:  Hentikan Penambangan Batu Alam'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-7024815898839554505</id><published>2012-01-09T16:51:00.002+07:00</published><updated>2012-01-09T16:51:40.733+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Save The Earth'/><title type='text'>Save The Earth: Perjuangkan Hutan Desa bagi Masyarakat Semenanjung Kampar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;Perjuangkan Hutan Desa bagi&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;Masyarakat Semenanjung Kampar&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-NCujbwTrddI/Twq4bZv-K9I/AAAAAAAAA38/wdzIiQueiWQ/s1600/34-YMI.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://4.bp.blogspot.com/-NCujbwTrddI/Twq4bZv-K9I/AAAAAAAAA38/wdzIiQueiWQ/s320/34-YMI.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;CANAL BLOCKING: Pembuatan Canal Blocking yang digagas Yayasan Mitra Insani&amp;nbsp; bersama&amp;nbsp; masyarakat.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) Nomor 49 Tahun 2008 tentang hutan desa memberi peluang bagi masyarakat desa di sekitar hutan. Mereka kini memiliki legalitas untuk dapat mengelola hutan, sama halnya dengan perusahaan. Di daerah Semenanjung Kampar, hal itu tengah diwujudkan oleh Yayasan Mitra Insani (YMI).  Sekitar 4.000 hektare hutan desa dalam proses pengukuhan dan masih berpotensi berkembang hingga 26.000 hektare.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Saat ini ada enam desa yang sedang dipersiapkan untuk memiliki hutan desa di Semenanjung Kampar,” ujar Zainuri Hasyim, Direktur YMI kepada For Us Riau Pos (4/1). Dua hutan desa di Desa Segamai dan Serapung telah berada di meja menteri, sementara dua hutan desa lainnya akan ke Bupati, yaitu Desa Teluk Meranti dan Pulau Muda. Dua desa lagi, tambahnya, akan dipersiapkan untuk juga memiliki hutan desa yaitu Desa Teluk Lanus dan Penyengat. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, tutur Zen, begitu panggilan akrabnya, penguasaan hutan di Indonesia sebagian besar dimiliki oleh perusahaan.  Kemudian keluarlah Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) nomor 49 tahun 2008 tentang hutan desa. Itu menjadi peluang bagi masyarakat desa untuk memiliki hutan secara legal berdasarkan undang-undang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Meskipun pada prinsipnya keberadaan hutan desa tidak mengubah sistem pengelolaan hutan di Indonesia. “Namun itu menjadi solusi praktis yang ada saat ini, agar masyarakat juga turut memiliki dan mengelola hutan secara komunal,” terang Alumni Mapala Phylomina Faperika UNRI tahun 1998 itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;YMI sendiri, katanya, akan turut terus mendampingi masyarakat desa dalam pengelolaan hutan tersebut. Mengingat program hutan desa ini masih terbilang skema baru. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kiprah YMI dalam memperjuangkan upaya konservasi dan penyelamatan lingkungan, sebenarnya tidak hanya hutan desa. Sebelumnya, lembaga yang berdiri tahun 1998 ini juga menggagas kegiatan kembali ke ladang, bioright dan canal blocking. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Program kembali ke ladang dirancang untuk menjawab kegamangan masyarakat menghadapi masa depan yang tidak jelas. “Dulu perekonomian masyarakat sangat tergantung pada hasil hutan, bahkan kegiatan illegal logging menjadi salah satu sumber pendapatan mereka. Sementara ladang-ladang ditinggalkan begitu saja,” cerita pria 37 tahun ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Nah, tambahnya, YMI berinisiatif untuk menggalang gerakan kembali ke ladang, kami mengajak masyarakat kembali menanam ladang mereka dengan jagung, padi dan karet termasuk perikanan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sementara, bioright adalah sistem peminjaman dana tanpa bunga dan tanpa agunan yang diberikan kepada masyarakat di desa-desa yang di support oleh The International Union for Conservation of Nature (IUCN)  sebagai organisasi lingkungan internasional mitra YMI. Selanjutnya untuk program canal blocking sendiri difokuskan kepada para nelayan di kawasan Sungai Serkap.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Para nelayan di sepanjang Sungai Serkap menghasilkan satu ton ikan segar dan satu ton ikan salai perbulannya,” jelas Koordinator Telapak Badan Teritorial (BT) Riau itu. Namun para nelayan sering dihadapkan pada masalah sampah dan rembesan air asam yang keluar dari kanal. Sampah menutupi alat tangkap ikan, sementara air asam mengurangi ikan hasil tangkapan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil musyawarah dengan masyarakat, maka YMI bersama dengan para nelayan membuat canal blocking atau dam. Itu berfungsi untuk menghalangi sampah dan rembesan air asam masuk ke lokasi pengilar nelayan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Pengerjaannya sebagian besar dilaksanakan oleh masyarakat dan bahan-bahannya pun berasal dari sekitar kanal,” cerita pria yang juga didaulat sebagai focal point di Jaringan  Pemantau Independent Kehutanan (JPIK) tersebut. Sejauh ini sudah lebih dari 30 dam yang kita buat bersama masyarakat, tambahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;YMI didedikasikan untuk tercapainya pengelolaan lingkungan yang adil, baik secara ekologi, sosial, budaya dan ekonomi di wilayah pedesaan dan sekitar hutan. Hal itu memastikan kegiatan YMI kerap di desa-desa yang kadang tidak tercapai jangkauan media. Sehingga pada tahun 2010 YMI menggagas Gurindam 12, media online yang sekaligus juga mendokumentasikan kegiatan-kegiatan YMI.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Anda tentu sudah mengenal Wisata Bono yang terkenal dengan tujuh gelombang hantunya. Nama River Defender tak terpisahkan dari populernya Bono saat ini. Tahun 2010 YMI menjadi salah satu inisiator komunitas relawan itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt; ”Kita membutuhkan komunitas yang bersifat volunteer,” ungkap bapak dari Dida dan Al ini. Sehingga kemudian, jadilah River Defender sebagai komunitas penjaga sungai yang bersifat sukarelawan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Melalui ekspedisi Sungai Kamparlah River Defender memperkenalkan Gelombang Bono di situs mereka. Hal itu menarik perhatian para surfer internasional, seperti ripcurl. Dan, jadilah Bono sebagai satu dari kawasan wisata wajib kunjung di Riau. River Defender juga menggagas ritual penanaman pohon di bantaran sungai di Pekanbaru setiap dua pekan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Selain hutan desa, YMI yang juga anggota Jikalahari itu memiliki beberapa program lingkungan baru yang  dicanangkan 2012 ini. Program-program itu antara lain pencegahan kebakaran hutan dan lahan, konservasi mangrove dan kawasan pesisir, energi terbarukan dari biogas dan konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS).&lt;b&gt;(tya-gsj)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-7024815898839554505?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/7024815898839554505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/save-earth-perjuangkan-hutan-desa-bagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/7024815898839554505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/7024815898839554505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/save-earth-perjuangkan-hutan-desa-bagi.html' title='Save The Earth: Perjuangkan Hutan Desa bagi Masyarakat Semenanjung Kampar'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-NCujbwTrddI/Twq4bZv-K9I/AAAAAAAAA38/wdzIiQueiWQ/s72-c/34-YMI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-156623761109215574</id><published>2012-01-09T16:48:00.000+07:00</published><updated>2012-01-09T16:48:13.266+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='our green inspiration'/><title type='text'>Our Green Inspiration (Joseph J. Romm): Jaga Lingkungan dengan Tulisan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Joseph J. Romm&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;Jaga Lingkungan dengan Tulisan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-5-me47h2NmU/Twq3qTLsd5I/AAAAAAAAA30/HE4FcoNCNlM/s1600/34-jo.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="217" src="http://4.bp.blogspot.com/-5-me47h2NmU/Twq3qTLsd5I/AAAAAAAAA30/HE4FcoNCNlM/s320/34-jo.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ZOMBI&amp;nbsp; IKLIM: Joe Romm berfoto bersama zombi iklim yaitu sebuah acara yang memprotes industri yang tidak ramah lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Joseph J. Romm itulah namanya. Tapi kini ia lebih dikenal dengan nama Joe Romm, seorang blogger dan penulis yang memiliki perhatian yang tinggi terhadap lingkungan dan perubahan iklim. Melalui blognya ia menyebarkan virus-virus cinta lingkungan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-P1SDE2tREQA/Twq3o_HM2uI/AAAAAAAAA3s/bq0xQ9JD73Q/s1600/34-Joseph.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-P1SDE2tREQA/Twq3o_HM2uI/AAAAAAAAA3s/bq0xQ9JD73Q/s320/34-Joseph.jpg" width="251" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lahir pada tanggal 27 Juni 1960, Joseph J. Romm atau yang lebih dikenal dengan Joe Romm. Romm kecil dibesarkan di Middleton, New York dari ayah seorang manager editor, Al Romm dan ibu seorang penulis, Ethel Grodzins Romm. Setelah menyelesaikan studinya di Middletown High School, Romm melanjutkannya di Massachusetts Institute of Technology.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Setelah menyelesaikan Phd nya pada tahun 1987, Romm bekerja sebaga asisten khusus untuk keamanan internasional di Rockefeller Foundation. Lalu, dari tahun 1991 sampai 1993 ia menjadi peneliti di Institute Rocky Mountain. Berangkat dari sini dia melakukan analisis lingkungan pertama dari sistem bahan bakar untuk Global Environment and Technology Foundation.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;    Sejak itu juga ia mulai menulis banyak buku tentang lingkungan. Salah satunya diterbitkan pada tahun 1999 dan menjadi acuan terbaik bagi perusahaan dengan teknologi yang maju untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Judul bukunya tersebut adalah Cool Companies: How the Best Businesses Boost Profits and Productivity by Cutting Greenhouse Gas Emissions.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Romm menjadi Senior Fellow di Center for American Progress sejak akhir tahun 2006. Dimana ia memelihara dan menulis blog tentang iklim. Kemudian, pada tahun 2008 majalah Time memasukkan blog Romm ke dalam “Top 15 Situs Web Hijau”. Menurut majalah Tima, Romm menulis dengan analisis yang tajam dan asli. Argumen yang digunakannya kuat dan berkesan serta bisa memunculkan tindakan yang luar biasa untuk menghadapi pemanasan global.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ternyata tulisan Romm berdampak banyak. Ia beberapa kali bersaksi pada Komite Kongres tentang Energi dan Isu pemanasan global. Ia juga menawarkan padangan pada pemerintah untuk bisa mengekang pemanasan global. Misalnya saja, pada bulan April 2010 Romm bersaksi di depan the Ways and Means Committee of the U.S. House of Representatives tentang cara mengoptimalkan Energy Tax Incentives Driving the Green Job Economy.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt; Tak hanya itu saja tulisan Romm pun banyak dikutip oleh berbagai kalangan dan wartawan pun banyak mewawancarainya untuk menjelaskan tentang permasalahan lingkungan. Misalnya saja pada tahun 2011, Washington Post meminta persetujuan Romm untuk menggunakan literatur ilmiahnya tentang perubahan iklim. Bukunya yang terakhir berjudul Straight Up sebagian besar diisi berdasarkan postingan tulisan blognya terkait dengan isu perubahan iklim. Buku ini rilis pada April 2010. Romm juga mengisi seminar pada KTT Green Car yang diadakan Washington Auto Show. Berangkat dari sini juga, maka Romm pun terpilih menjadi The Heroest of Environtment 2009 versi majalah Time. Blognya, thinkprogress.org juga termasuk ke dalam 25 daftar Blog Terbaik 2010 Majalah Time. So, keep writing guys!&lt;b&gt; (afra-gsj/int/new)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-156623761109215574?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/156623761109215574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/our-green-inspiration-joseph-j-romm.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/156623761109215574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/156623761109215574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/our-green-inspiration-joseph-j-romm.html' title='Our Green Inspiration (Joseph J. Romm): Jaga Lingkungan dengan Tulisan'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-5-me47h2NmU/Twq3qTLsd5I/AAAAAAAAA30/HE4FcoNCNlM/s72-c/34-jo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-6435058944603307064</id><published>2012-01-09T16:46:00.001+07:00</published><updated>2012-01-09T16:46:12.119+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Techno'/><title type='text'>Green Techno: China Ciptakan Baterai Terbesar</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;China Ciptakan Baterai Terbesar&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-0g5lFTzvMI0/Twq3S486ztI/AAAAAAAAA3k/aEUFuNoESlI/s1600/34-cina.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="282" src="http://1.bp.blogspot.com/-0g5lFTzvMI0/Twq3S486ztI/AAAAAAAAA3k/aEUFuNoESlI/s320/34-cina.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;CHINA: Sebagai negara dengan wilayah yang luas China kini mempunyai sebuah inovasi baru dengan menciptakan baterai dengan kapasitas terbesar.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;Ternyata China tak hanya identik dengan wilayah yang sangat luas serta penduduk terbanyak di dunia. Kini inovasi terbaru hadir di China. Salah satu provinsi di China, Provinsi Hebei menciptakan baterai terbesar di dunia dengan kapasitas 36 megawatt perjam listrik. Baterai ini diklaim mampu menghidupi 12.000 rumah tiap jamnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;State Grid Corporation of China (SGCC) dan perusahaan mobil listrik BYD adalah dua perusahaan yang menciptakan baterai terbesar ini. Proyek ini diperkirakan akan menjadi solusi untuk pengembangan energi terbaharukan di China. Selain itu ini juga menguntungkan bagi China untuk bisa mengembangkan mobil bertenaga listriknya. Sekarang China sudah melakukan sesuati yang mengejutkan, dunia akan melihat dan belajar dari mereka. Pada tahun 2012 ini diperkirakan akan mulai bermunculan proyek penyimpanan energi semacam ini di berbagai penjuru dunia. (afra-gsj/int/new)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-6435058944603307064?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/6435058944603307064/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/green-techno-china-ciptakan-baterai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/6435058944603307064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/6435058944603307064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/green-techno-china-ciptakan-baterai.html' title='Green Techno: China Ciptakan Baterai Terbesar'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-0g5lFTzvMI0/Twq3S486ztI/AAAAAAAAA3k/aEUFuNoESlI/s72-c/34-cina.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-3535695696591608808</id><published>2012-01-09T16:45:00.001+07:00</published><updated>2012-01-09T16:45:05.682+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Green'/><title type='text'>Info Green: Prediksi 2012 Jadi Tahun Terpanas dan Ikan Herring mati di Pantai Norwegia</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Prediksi 2012 Jadi Tahun Terpanas&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-YMZBHwMsmOE/Twq222wo_xI/AAAAAAAAA3Y/6ff38tiLOCw/s1600/34-panas.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/-YMZBHwMsmOE/Twq222wo_xI/AAAAAAAAA3Y/6ff38tiLOCw/s320/34-panas.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;PANAS: Suhu bumi diperkirakan akan semakin panas di tahun 2012 ini. Kenaikan suhu bahkan bisa mencapai setengah derajat dari suhu rata-rata sebelumnya.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Ternyata tak hanya ancaman banjir besar saja yang akan mengancam bumi di tahun 2012. Tapi suhu panas tertinggi dilaporkan juga akan mengancam bumi di tahun ini. Dilaporkan oleh Badan Nasional Cuaca Inggris, Met Office. Suhu temperatur global akan naik setengah derajat Celcius dari rata-rata sebelumnya 14 derajat dari kurun waktu 1961-1990. Diperkirakan suhu akan lebih hangat 0,48 derajat dibanding suhu rata-rata global tersebut, jadi rentang suhunya ada di antara 0,34 sampai 0,62 derajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selain itu jika fenomena cuaca La Nina juga akan kembali terjadi di tahun 2012, memang diperkirakan tidak sekuat tahun lalu. Namun, masih mempengaruhi temperatur. Bahkan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pun memperkirakan hal yang sama. (afra-gsj/int/new)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Ikan Herring mati di Pantai Norwegia&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-gVvfhDndR4Y/Twq22bvy7WI/AAAAAAAAA3U/eZaKnb35kg0/s1600/34-Mati.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://1.bp.blogspot.com/-gVvfhDndR4Y/Twq22bvy7WI/AAAAAAAAA3U/eZaKnb35kg0/s320/34-Mati.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;MATI: Lautan ikan herring yang mati memenuhi bibir pantai Norwegia.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Lebih dari 20 ton ikan herring mati dan terdampar di pantai Kwaenes, Nordreisa, Norwegia awal tahun ini. Para ahli belum sepakat soal penyebab kematian ikan-ikan ini. Lautan ikan mati ini pertama kali ditemukan warga bernama Jan Petter Jorgensen (44) pada saat berjalan di pantai tersebu bersama anjingnya. Menurut Jorgensen kejadian seperti ini pernah terjadi pada dasawarsa 80-an dan mungkin mati akibat lingkungan yang kekurangan oksigen. Kejadian ini pun membuat banyak peramal hari kiamat mempunyai bahan untuk diperbincangkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ada juga teori yang berkembang mengatakan kalau ikan-ikan tersebut terjebak ombak besar saat lari dari predator. Sementara teori lain mengatakan ini dikarenakan badai. Tapi, setidaknya ini mengisyaratkan kepada kita untuk lebih menjaga lingkungan, mulailah dari diri sendiri. Save our Earth! (afra-gsj/int/new)&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-3535695696591608808?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/3535695696591608808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/info-green-prediksi-2012-jadi-tahun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/3535695696591608808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/3535695696591608808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/info-green-prediksi-2012-jadi-tahun.html' title='Info Green: Prediksi 2012 Jadi Tahun Terpanas dan Ikan Herring mati di Pantai Norwegia'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-YMZBHwMsmOE/Twq222wo_xI/AAAAAAAAA3Y/6ff38tiLOCw/s72-c/34-panas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-411829463044410890</id><published>2012-01-09T16:42:00.001+07:00</published><updated>2012-01-09T16:42:23.633+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Program Lingkungan yang Aplikatif'/><title type='text'>Program Lingkungan yang Aplikatif (Andes): Menanam dan Pelihara Pohon</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Menanam dan Pelihara Pohon&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-OTJYpIx0zYM/Twq2LsxVGJI/AAAAAAAAA3M/LRhf1wiY7Uo/s1600/35-Andes.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="188" src="http://4.bp.blogspot.com/-OTJYpIx0zYM/Twq2LsxVGJI/AAAAAAAAA3M/LRhf1wiY7Uo/s320/35-Andes.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Kiriman:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Andes&lt;br /&gt;Dosen Politeknik Negeri Bengkalis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;SEBUAH artikel di JPNN mengabarkan tentang sebuah program lingkungan dari  Pemda Lombok Barat tentang cara mereka mengajak masyarakat agar mau turut serta dalam melestarikan hutan. Bupati Lombok Barat memberikan syarat khusus bagi muda-mudi yang ingin melangsungkan perkawinan. Dua mempelai itu diharuskan sudah menanam dan merawat sekurang-kurangnya dua batang pohon agar bisa dinikahkan oleh penghulu sekaligus tercatat di KUA.  Program itu disebut dengan program Wedding Trees atau Pohon Perkawinan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya sejak dicanangkan program wedding trees ini telah berhasil menanam kurang lebih 25 ribu pohon. Inilah yang menjadi salah satu alasan Kementerian Kehutanan menobatkan Lobar sebagai juara tiga dalam program Penanaman Satu Milyar Pohon 2011 lalu. Hingga pihaknya dan masyarakat Lombok Barat telah berhasil menanam dan merawat sekitar 5,6 juta batang pohon. Selain dengan masyarakat lokal, mereka juga dukungan oleh sejumlah pihak termasuk para penggiat lingkungan dan NGO asing.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dan, lebih mengagumkannya, Pemda Lombok Barat juga membuat Peraturan Daerah (Perda) Jasa Lingkungan, yang mengharuskan setiap pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Lombok Barat untuk menyisihkan 1.000 rupiah saat membayar tagihan bulanan. Dana ini kemudian digunakan untuk pelestarian daerah hulu mata air. Bahkan Perda tersebut menjadi rujukan bagi daerah lain di Indonesia dalam melakukan konservasi hutan dan air. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, program ini menjadi hal yang dapat dicontoh oleh Pemda Riau. Bukan hanya Pekanbaru, namun seluruh kabupaten/kota yang ada di Riau. Ehm… mungkin sedikit dimodifikasi sesuai dengan daerah masing-masing, tak apalah. Jangan terlalu mencontek betul. Lagi pula mencontek hal yang baik, juga membuat kita ikut baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Misalnya modifikasi, jika di Lombok Barat itu adalah wedding trees. Tentang pengantin. Maka bagaimana kalau di Riau diwujudkan kepada para Pegawai Negeri Sipil dan Swasta. Jadi setiap PNS atau Calon PNS jika hendak diterima menjadi PNS maka salah satu syarat penerimaannya adalah harus sudah menanam dan memelihara minimal satu pohon di rumah atau di tempat tertentu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ini juga berlaku untuk perusahaan swasta dan badan usaha milik nasional atau daerah. Jika ingin menerima karyawan lain, bikin peraturan bahwa mereka harus sudah menanam atau memelihara minimal satu pohon meskipun bukan di halaman rumahnya atau di tanah mereka sendiri. Tapi adalah satu pohon, terserah di mana saja. Namun catatan harus masih dalam lingkup wilayah kabupaten kota tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Saya rasa hal ini cukup mudah dan sederhana untuk diterapkan di Riau. Apalagi Riau dalam program Green PON dan Green Riaunya ingin mengajak masyarakat turut serta dalam setiap aksi menjaga lingkungan. Jadi kenapa tidak, menanam pohon kita jadikan kewajiban, bukan lagi hanya sekedar ajakan saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kegiatan ini juga efektif dalam penanaman pohon. Sebab masyarakat tidak hanya menanam. Kemudian ditinggal begitu saja, tanpa perawatan apapun. Yang dihitung berapa banyak bibit yang ditanam. Padahal hal tersebut salah. Bagaimana bisa hijau jika habis ditanam tidak dirawat. Pohon pasti akan mati, baik karena kekurangan air atau karena hal teknis lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Memelihara, itulah kuncinya. Sebab peraturan itu jelas menyatakan harus menanam dan memelihara. Jadi secara otomatis. Pohon yang ditanam oleh seseorang juga sekaligus akan menjadi peliharaannya dia. Ini bisa menjadi kunci keberhasilan penanam pohon di daerah-daerah. Dan proses penanaman pohon bukan hanya sekedar ceremonial belaka. Serukan?***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-411829463044410890?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/411829463044410890/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/program-lingkungan-yang-aplikatif-andes.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/411829463044410890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/411829463044410890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/program-lingkungan-yang-aplikatif-andes.html' title='Program Lingkungan yang Aplikatif (Andes): Menanam dan Pelihara Pohon'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-OTJYpIx0zYM/Twq2LsxVGJI/AAAAAAAAA3M/LRhf1wiY7Uo/s72-c/35-Andes.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-6877730214596667190</id><published>2012-01-09T16:40:00.000+07:00</published><updated>2012-01-09T16:40:06.616+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cara Mengajak Teman Menjaga Lingkungan'/><title type='text'>Cara Mengajak Teman Menjaga Lingkungan (Agus Yogi Radinpradipta): Contohkan dengan Aksi Nyata</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Contohkan dengan Aksi Nyata&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-VCHuTJLp4Is/Twq1lAHKDmI/AAAAAAAAA3E/j9Vh4qB-2lE/s1600/35-yogiok.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-VCHuTJLp4Is/Twq1lAHKDmI/AAAAAAAAA3E/j9Vh4qB-2lE/s320/35-yogiok.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kiriman:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agus Yogi Radinpradipta&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Institut Pertanian Stiper (Instiper) Jogjakarta&lt;br /&gt;Co GSJ Pelalawan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;MENGAJAK temen menjaga lingkungan, pasti semua orang punya pengalaman itu. Jika tidak ada, ehm.. itu urusan mereka, hehehe…. Bagi saya, mengajak temen menjaga lingkungan adalah bagian dari aktivitas saya sehari-hari. Sebab dulu, 2010-2011 selain sebagai siswa di SMAN 1 Pangkalan Kerinci, saya juga aktif di organisasi lingkungan sekolah yang di beri nama Beesa, atau Bee SMAN 1 Pangkalan Kerinci. Kemudian saya juga bagian dari coordinator Green Student Journalists (GSJ) Riau Pos daerah Pelalawan. Sekarang saya telah kuliah di Yogyakarta, but go green is still my style. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namun sebelum saya melakukan penyelamatan lingkungan atau mengajak teman-teman menjaga lingkungan saya harus membenahi diri untuk cinta lingkungan terlebih dahulu. Dari sinilah  cinta akan menjadi sayang, dari sayang pasti kita akan menjaganya. Nah,  bagaimana bukti kita menjaganya, dimulai dari hal yang sekecil mungkin. Misalnya, pertama, selama saya kos di Yogyakarta, saya menyiapkan tong sampah khusus untuk plastik dan dipisahkan dari kertas. Sampah kertas dikumpulkan menjadi satu dan bisa dijual. Perbuatan saya ini, kerap ditiru oleh teman-teman saya sesama kos. Kadang kami mengumpulkan sampah kertas bersama-sama untuk di jual kembali. Meski sempat terpikir untuk mendaur ulang sendiri. Namun karena keterbatasan waktu, mungkin itu lain kali saja. Jika banyak waktu pasti saya manfaatkan. Bagi saya di sini melalui perbuatan atau aksi nyata, saya telah mengajak teman-teman saya menjaga lingkungan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, menanam tumbuhan di sekeliling kita, contoh kecil bunga saja. Ketiga, mematikan lampu dan AC setelah keluar ruangan. Biasanya dalam hal ini saya juga kerap mengingatkan teman-teman. Kita juga sama-sama menyadari selain hemat energi juga hemat biaya listrik. Keempat, berjalan kaki ketika pergi kuliah, kendaraan ada tapi saya mengunakannya ketika penting dan darurat saja kalau sehari-hari biasanya jalan kaki karena untuk mengurangi pencemaran udara. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saya juga punya pengelaman bekerja sama dengan teman-teman dan pihak lain untuk menanam pohon. Seperti yang telah kami lakukan pada tanggal 18 Desember 2011 lalu, di kawasan merapi yang terkena letusan gunung merapi beberapa tahun silam. Sekitar 8.000 pohon telah kami tanam dengan menggerakkan 100 mahasiswa Instiper, sekaligus dengan diadakanya pelantikan UKM olahraga. Ibarat pepatah yang mengingatkan “sambil menyelam minum air sekaligus menangkap ikan”. Hehehe…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sekali jalan ada dua pekerjaan yang didapat yang bermanfaat dan bermakna. Nah, dulu ketika SMA saya mengajarkan kepada adik-adik kelas saya untuk melakukan pemanfaat barang-barang bekas yang ada di sekeliling mereka. Seperti sampah plastik yang diolah menjadi beberapa produk yang bernilai seperti tas, vas bunga. Dan kertas juga kami jadikan sebagai produk bernilai seperti hiasan, sandal, dan lain-lain. Kami membuat tanah dari kertas bekas ujian atau ulangan yang tidak terpakai lagi di sekolah. Sekarang sekolah saya tempat menimba ilmu di SMA dulu memiliki tanah dari kertas. Seru. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, saya juga mengajak teman-teman dan adik-adik kelas saya untuk ikut aktif di kegiatan GSJ Riau Pos. karena dari kegiatan tersebut kami mendapat banyak ilmu tentang lingkungan dan menulis tentang pengalaman lingkungan yang kami miliki. Semua yang saya lakukan tersebut muncul dari rasa cinta, pengetahuan, informasi dan pengalaman yang saya peroleh untuk lingkungan. Lagipula lingkungan memang sangat penting dalam kehidupan kita. Sesuatu akan terlihat indah jika lingkungan kita indah.***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-6877730214596667190?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/6877730214596667190/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/cara-mengajak-teman-menjaga-lingkungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/6877730214596667190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/6877730214596667190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/cara-mengajak-teman-menjaga-lingkungan.html' title='Cara Mengajak Teman Menjaga Lingkungan (Agus Yogi Radinpradipta): Contohkan dengan Aksi Nyata'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-VCHuTJLp4Is/Twq1lAHKDmI/AAAAAAAAA3E/j9Vh4qB-2lE/s72-c/35-yogiok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-7722185750219991505</id><published>2012-01-09T16:37:00.002+07:00</published><updated>2012-01-09T16:37:24.379+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='green word'/><title type='text'>Green Word-Ahad, 8 Januari 2012</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Setiap negara tidak akan kehilangan pemimpin yang berwibawa jika pemudanya masih suka menjelajahi hutan dan mendaki gunung.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Henry Dunnant&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-7722185750219991505?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/7722185750219991505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/green-word-ahad-8-januari-2012.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/7722185750219991505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/7722185750219991505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/green-word-ahad-8-januari-2012.html' title='Green Word-Ahad, 8 Januari 2012'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-4470707927349492355</id><published>2012-01-09T16:36:00.003+07:00</published><updated>2012-01-09T16:36:54.020+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cara Unik Jaga Lingkungan'/><title type='text'>Cara Unik Jaga Lingkungan (Alfiah Hasanah): Hijau dan Segar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Hijau dan Segar &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ZpN9jXckhk4/Twq1LMvT-uI/AAAAAAAAA28/VlGRf228g2c/s1600/36-yh.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-ZpN9jXckhk4/Twq1LMvT-uI/AAAAAAAAA28/VlGRf228g2c/s320/36-yh.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Aku Alfiah Hasanah dari  SD Negeri 047 Bukitraya /SDN  146 Pekanbaru. Menurutku, lingkungan baik dan sehat adalah lingkungan bebas sampah, penyakit dan debu. Lingkungan hijau juga dapat menjaga kesehatan karena dengan melihat sesuatu yang hijau maka mata akan lebih segar dan sehat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itulah lingkungan sehat sangat kita butuhkan. Penghijaun di sekitar lingkungan rumah dapat dilakukan dengan cara sederhana yakni menanam pohon, buah dan bunga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan sehat juga harus bebas dari sampah maka mulai sekarang mari kita bersama-sama menjaga lingkunga agar terbebas dari sampah. Dengan cara tidak membuang sampah sembarangan dan buang lah sampah pada tempat nya. Gak susah kan membuat lingkungan sehat? So, tunggu apa lagi?***&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-4470707927349492355?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/4470707927349492355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/cara-unik-jaga-lingkungan-alfiah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/4470707927349492355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/4470707927349492355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/cara-unik-jaga-lingkungan-alfiah.html' title='Cara Unik Jaga Lingkungan (Alfiah Hasanah): Hijau dan Segar'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ZpN9jXckhk4/Twq1LMvT-uI/AAAAAAAAA28/VlGRf228g2c/s72-c/36-yh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-485977777963438790</id><published>2012-01-09T16:34:00.000+07:00</published><updated>2012-01-09T16:34:01.866+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Cagar Biosfer'/><title type='text'>Info Cagar Biosfer: Bukit Batu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Bukit Batu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-N4bCkmzeMw8/Twq0dIdFFgI/AAAAAAAAA20/TVt7nEJsy1Q/s1600/36-kecamatan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="227" src="http://3.bp.blogspot.com/-N4bCkmzeMw8/Twq0dIdFFgI/AAAAAAAAA20/TVt7nEJsy1Q/s320/36-kecamatan.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;BUKIT BATU: Zona inti Cagar Biosfer GSK-BB yang menjadi bagian dari wilayah Bukit Batu tampak indah.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Bukit Batu adalah sebuah nama yang diambil dari satu kecamatan di Kabupaten Bengkalis. Yaitu Kecamatan Bukit Batu. Dimana nama tersebut adalah nama belakang dari cagar biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu (GSK-BB) Provinsi Riau. Selain dari pada itu, nama Bukit Batu juga merupakan nama dari suaka margasatwa. Yaitu Suaka Margasatwa Bukit Batu yang memiliki luas 21.500 Ha.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penduduk yang berada di Bukit Batu, sebagian besar bermukim di ibu kota Bukit Batu yaitu Sungai Pakning. Dulunya Kota Bukit Batu dikenal dengan julukan kota “Atas minyak, bawah minyak.” Selain dari pada itu, Bukit Batu juga mempunyai hutan yang luas, sebagian besar wilayah Bukit Batu berisi perkebunan sawit, karet dan kelapa. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, kekayaan alam Bukit Batu tersebut tidak lepas dari tindakan yang merugikan. Seperti halnya Bukit Batu pernah menjadi objek eksplorasi minyak bumi. Eksplorasi minyak banyak dilakukan di daerah perbatasan dengan Kecamatan Mandau dan Merbau yang kaya minyak. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Luas kecamatan yang merupakan bagian dari zona inti cagar biosfer ini adalah 1.128 Km2. Bukit Batu memiliki garis pantai yang cukup panjang karena berada dipesisir Selat Bengkalis-Selat Malaka. Sehingga suhu rata-rata harian wilayah Bukit Batu cukup tinggi. Berkisar 27-30 derajat celcius.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bukit Batu memiliki 14 desa, satu diantaranya adalah Desa Temiang. Desa Temiang tersebut merupakan lokasi budidaya ikan baung, selais dan labi-labi. Hal tersebut merupakan program kerja dari Sinarmas Forestry (SMF). Pihak swasta pertama di dunia yang menginisiasikan cagar biosfer pertama di Riau tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Selain memiliki 14 desa. Kecamatan yang rata-rata wilayahnya bertanah gambut dan liat ini juga kaya akan flora dan faunanya. Seperti Serindit (maskot fauna Riau), Tekukur, Elang, Ular. Selain itu, hutan mangrove banyak terdapat diwilayah ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan alam Bukit Batu menambah kekayaan alam cagar biosfer GSK-BB. Menjadi sebuah investasi alam untuk perkembangan alam cagar biosfer yang memiliki tiga zona tersebut.&lt;b&gt;(pia-gsj/news)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-485977777963438790?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/485977777963438790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/info-cagar-biosfer-bukit-batu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/485977777963438790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/485977777963438790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/info-cagar-biosfer-bukit-batu.html' title='Info Cagar Biosfer: Bukit Batu'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-N4bCkmzeMw8/Twq0dIdFFgI/AAAAAAAAA20/TVt7nEJsy1Q/s72-c/36-kecamatan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-6607273471365918696</id><published>2012-01-09T16:32:00.003+07:00</published><updated>2012-01-09T16:32:49.682+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GSJ News'/><title type='text'>GSJ News: GSJ Open Rekrutmen 2012</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;GSJ  Open  Rekrutmen 2012&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-O6GKObG53BI/Twq0MZX8mRI/AAAAAAAAA2s/CO3OCP-9AMo/s1600/36-gsj.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-O6GKObG53BI/Twq0MZX8mRI/AAAAAAAAA2s/CO3OCP-9AMo/s320/36-gsj.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;KRU GSJ: Anggota GSJ berfoto bersama usai pelatihan jurnalistik lingkungan.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;GREEN Student Journalists (GSJ) kembali membuka pendaftaran untuk anggota baru tahun 2012. Pendaftaran ini dapat diikuti oleh pelajar setingkat Sekolah Menengah Atas sederajat maupun mahasiswa yang ada di Indonesia. GSJ telah membuka pendaftaran dari tanggal 1 Januari 2012.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Direktur Eksekutif Save Earth Foundation (SEFo) Riau Pos, Andi Noviriyanti menuturkan dalam wawancara oleh GSJ (6/1) bahwa Open Recruitment ini diperuntukkan kepada pelajar dan mahasiswa yang peduli dengan lingkungan. Dan ingin menyalurkan inspirasinya melalui tulisan. Para pendaftar dapat mendownload formulirnya di grup facebook Green Student Journalists. Selain harus mengisi formulir pendaftaran, para peserta juga diharuskan untuk menjawab pertanyaan yang telah tersedia dan melampirkan satu lembar foto close-up.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pendaftar yang lolos akan dihubungi oleh pihak GSJ untuk dapat mengikuti pelatihan dan praktek jurnalistik lingkungan. “Tidak mesti dari Riau, selagi memiliki keinginan yang kuat untuk menyebarkan virus cinta lingkungan, pelajar atau mahasiswa tersebut dapat bergabung dengan GSJ. Buktinya saja, pada Open Recruitment GSJ 2011, terdapat anggota yang berasal dari luar Pulau Sumatera” jelas Novi, begitu panggilannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pelatihan jurnalistik lingkungan nantinya akan diperuntukkan kepada anggota GSJ 2012. Diselenggarakan pada tanggal 21 dan 22 Januari 2012 nantinya. Tidak hanya sampai di situ. Para pendaftar yang diterima, akan diikuti pada event yang diselenggarakan oleh GSJ serta event yang berbau lingkungan yang diadakan oleh pihak lain yang diikuti oleh GSJ.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Pada awal Februari kita akan mengikuti kegiatan Rever Defender, dan pada pertengahan Februari, kita akan mengikuti kegiatan Happy Hiking in Chevron (H2C) yang diselenggarakan oleh PT. Chevron Pasific Indonesia untuk GSJ,” tambahnya&lt;b&gt;.(timang-gsj) &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-6607273471365918696?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/6607273471365918696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/gsj-news-gsj-open-rekrutmen-2012.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/6607273471365918696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/6607273471365918696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/gsj-news-gsj-open-rekrutmen-2012.html' title='GSJ News: GSJ Open Rekrutmen 2012'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-O6GKObG53BI/Twq0MZX8mRI/AAAAAAAAA2s/CO3OCP-9AMo/s72-c/36-gsj.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-763992768626155355</id><published>2012-01-09T16:28:00.003+07:00</published><updated>2012-01-09T16:28:48.158+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GSJ News'/><title type='text'>GSJ News: MSDC Adakan Transplantasi Karang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;MSDC Adakan Transplantasi Karang&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-rOcv83AAJCA/TwqzBTAtNaI/AAAAAAAAA2k/-wJ2Q96gLvY/s1600/36-msdc3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-rOcv83AAJCA/TwqzBTAtNaI/AAAAAAAAA2k/-wJ2Q96gLvY/s320/36-msdc3.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;foto:tim MSDC for riau pos&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;BIBIT: Tim MSDC sedang terlihat sibuk menyemai bibit terumbu karang yang akan di transplantasikan di Pantai Kasiak.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Mengawali tahun 2012 Marine Science Diving Club (MSDC) Universitas Riau melakukan transplantasi karang, hal ini diharapkan akan memperbaiki ekosistem terumbu karang. Kegiatan dilakukan dengan penanaman kembali terumbu karang dengan cara di letakkan di sekitar karang yang rusak. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, dimulai pada 30 Desember hingga tanggal 3 Januari ini dilaksanakan di lokasi konservasi kelautan nasional Pariaman, Sumatera Barat. Selain dii kuti oleh sekitar 30 anggotanya, MSDC juga bekerjasama dengan Diving Proklamator dari Universitas Bung Hatta, Padang dan Kurau Diving Club yang berasal dari Fakultas Kelautan dan Ilmu Perikanan Universitas Riau.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Transplantasi nya dilakukan tanggal 1 Januari,  sengaja di paskan dengan momen tahun baru,” ungkap Surya, salah satu anggota MSDC.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Transplantasi karang dimulai dari pencarian bibit karang, kemudian pemasangan bibit ke meja transplan dan peletakan meja transplan ke lokasi tranplantasi. Tidak hanya itu, aksi bersih pantai juga di lakukan sebagai bentuk kepedulian MSDC akan lingkungan laut dan pesisir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;MSDC juga melakukan latihan perairan terbuka,yang merupakan tahap awal dari proses menjadi anggota di MSDC, sekaligus diklat untuk anggota MSDC yang baru.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Diklat itu dimaksudkan untuk mencetak orang-orang yang ingin menjadi penyelam dan sekaligus mampu menyelamatkan dan peduli akan alam dan sekitarnya,” ujar Jefri Affandi, Humas Informasi dan Publikasi MSDC.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Mengingat pentingnya keberlangsungan ekosistem terumbu karang, yang menjadi tempat berkembang biak ikan dan berbagai makhluk air lainnya, transplantasi ini penting untuk dilakukan, disamping di Pulau Kasiak sendiri saat ini kondisi terumbu karang yang ada disana sudah mulai rusak.&lt;br /&gt;“Keberadaan terumbu karang ini juga bermanfaat sebagai pelindung sempadan pantai dari terjangan arus kuat dan gelombang besar, hal itu lah yang menjadi salah satu alasan MSDC untuk mencoba memperbaikinya dengan melakukan transplantsi karang,” lanjut Jefri.&lt;b&gt;(asrul-gsj) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-763992768626155355?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/763992768626155355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/gsj-news-msdc-adakan-transplantasi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/763992768626155355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/763992768626155355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/gsj-news-msdc-adakan-transplantasi.html' title='GSJ News: MSDC Adakan Transplantasi Karang'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-rOcv83AAJCA/TwqzBTAtNaI/AAAAAAAAA2k/-wJ2Q96gLvY/s72-c/36-msdc3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-3495365307922771346</id><published>2012-01-03T09:14:00.001+07:00</published><updated>2012-01-03T09:14:21.809+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='For Us'/><title type='text'>For Us: Bebaskan Hutan Lindung Bukit Suligi dari Sawit</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;Beb&lt;/b&gt;&lt;b&gt;askan Hutan Lindung Bukit Suligi&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;dari Sawit&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Dalam angka-angka di atas kertas, Hutan Lindung Bukit Suligi memiliki luas 25.160,96 hektare. Namun ril di lapangan, kini yang tersisa hanya 600 hektare.&amp;nbsp; Hutan itu bersaing dengan perkebunan sawit ilegal yang berada di dalamnya. Kini Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, berupaya untuk mempertahankan yang tersisa agar tidak terus dirambah. Pelan-pelan juga akan&amp;nbsp; membebaskan hutan itu dari keberadaan kebun-kebun sawit ilegal. Mampukah?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan Mashuri Kurniawan Tandun&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mashurikurniawan@riaupos.co.id&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Hutan Lindung Bukit Suligi berada di kawasan Desa Aliantan, Kecamatan Kabun dan Desa Dayo Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Hamparan hutan tropis&amp;nbsp; basah di atas lahan tersebut merupakan salah satu habitat flora dan fauna di Riau.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bila masuk ke kawasan hutan lindung itu awalnya masih terlihat suasana asri dan sejuk langsung menyambut. Pepohonan yang rindang dengan batang besar dan tinggi menjulang, banyak terlihat di sepanjang jalan. Pohon meranti berjejer menyambut. Hanya saja pemandangan itu bisa dilihat hanya sebentar saja. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Begitu memasuki jalan tanah kuning selebar empat meter, pepohonan dan jenis tanaman lainnya berubah menjadi lahan perkebunan sawit dan karet. Hamparan perkebunan sawit milik masayarakat dan para pengusaha tersebut begitu menggiurkan bagi pemiliknya. Ribuan hektare kebun sawit&amp;nbsp; yang siap panen itu dan memberikan keuntungan bagi pemiliknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan lainnya, kayu hasil olahan tanpa pemilik dibiarkan begitu saja di pinggir jalan setapak tanah kuning itu. Raungan mesin chainsaw dari dalam tengah hutan terdengar sayup-sayup. Artinya, masih terjadi pembalakan di dalam kawasan hutan lindung itu sekarang ini. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan itu terlihat jelas ketika Riau Pos berkunjung belum lama ini memasuki kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi. Hutan yang seharusnya dilindungi dan dilestarikan flora dan faunanya justru dijadikan lahan pencari uang. Hutan yang sangat layak untuk dikunjungi karena terdapat didalamnya anak sungai yang memiliki air jernih itu sekarang sudah tidak seindah dahulu lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Hamparan pepohonan hijau menjulang tinggi yang bisa dilihat tahun 1960-an lalu sudah tidak bisa dinikmati lagi keindahannya. Sesuai data dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), dari luas awal hutan Lindung Bukit Suligi di Kecamatan Tandun dan Kabun yang mencapai 25.160,96 hektar. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Saat ini luas hutan tersebut hanya bersisa sekitar 600 hektare lagi. Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, sudah memiliki perencanaan untuk melakukan reboisasi. Ini sebagai bentuk penyelamatkan kawasan dari jarahan oknum tidak bertanggungjawab dialihfungsikan menjadi perkebunan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Zainal salah seorang warga Desa Aliantan, Kecamatan Kabun menjelaskan, penebangan pohon dilakukan oknum pengusaha yang ingin menambah luas lahan perkebunan sawit mereka. Kayu yang sudah dirambah dibawa dengan mempergunakan truk untuk dibawa ke Sumatera Utara dan Pekanbaru. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, kata dia, kayu dibawa pada malam hari. Bahkan ada yang dibawa pagi hari juga ketika petugas tidak ada yang patroli. Hutan ini dahulunya, sambung Zainal, menjadi habitat hewan seperti harimau, monyet, macan tutul, burung murai batu, dan jenis hewan lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;‘’Tahun 1960-an banyak pohon tinggi besar di Hutan Lindung Bukit Suligi.Pemandangannya juga sangat bagus. Alamnya sejuk, air sungai yang mengalir didalamnya menjadi salah satu penarik wisatawan datang. Hanya saja sekarang berubah, pohon sudah tak ada lagi,’’ ungkapnya kepada Riau Pos. &lt;br /&gt;Dari penuturan Zainal, pembukaan kebun sawit itu terjadi sejak tahun 2000-an lalu. Banyak masyarakat dan pengusaha berbondong ke Hutan Lindung Bukit Suligi untuk merambah hutan tersebut. Pertama hanya, lima atau enam orang saja yang membuka lahan secara diam-diam dalam hutan itu. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Namun, seiring dengan waktu banyak masyarakat yang melakukan pembukaan lahan perkebunan sekarang ini. Bunyi suara chainsaw, ungkap Zainal, masih bisa di dengar juga didalam hutan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Warga lainnya, Surya (53) menambahkan, hutan itu banyak tumbuh pepohonan buah seperti durian, rambutan dan jenis pohon lainnya. Hanya saja, sekarang sudah tidak bisa ditemukan lagi, habis ditebang. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;‘’Hutan sudah banyak beralih fungsi menjadi kebun sawit. Ada juga kebun karet, tapi tidak banyak,’’ ungkapnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Surya sangat berharap, pemerintah segera melakukan tapal batas yang jelas kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi itu. Untuk menghindari terjadinya permasalahan dengan masyarakat yang sudah memiliki lahan perkebunan sejak lama. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bahkan hutan Bukit Suligi yang dikelilingi sejumlah desa di Kecamatan Tandun, seperti Desa Suligi, Tandun, Sei Kuning, Puo Raya, Kumain, Dayo, dan Bono Tapung, termasuk Kecamatan Kabun, seperti Desa Bonca Kusuma, Koto Ranah, dan Desa Aliantan, juga ada sejumlah desa yang masih masuk dalam kawasan hutan lindung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam rencana penyelamatan hutan lindung Bukit Suligi, kini masuk dalam pembahasan serius Pemkab dengan sejumlah instansi. Pemkab berkonsentrasi, dalam penyelamatan 600 hektare kawasan yang tersisa. Karena, jika dikaji lagi ke belakang, masyarakat sudah menyalahi hukum, sebab mereka sudah berani masuk ke dalam kawasan hutan diklat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Wakil Bupati Rokan Hulu Ir H Hafith Syukri MM, meminta agar pengawasan hutan lindung dan hutan diklat Bukit Suligi dibawah komando kades setempat. Dimana usaha itu untuk selamatkan sisa hutan 30 persen lagi, dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan disatukan, sehingga dua kewenangan tidak timpang tindih.Pemerintah, tegasnya, sangat komitmen dalam pengawasan hutan di Rohul. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah juga sangat konsisten mengembalikan fungsi hutan tersebut dan tidak ada tarik ulur lagi. Direncanakan untuk pengaman hutan yang tersisa, hutan dijadikan hutan pendidikan dan pelatihan sertapenelitian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, lanjutnya, di kawasan Hutan Lindung Suligi saat ini ada pembangunan rumah liar yang dijadikan sebagai kegiatan bersenang-senang. Selain itu juga terdapat kebun kelapa sawit. Untuk memfungsikan kembali kawasan Hutan Lindung Suligi, perlu dilakukan koordinasi terpadu lintas sektor, yakni kepolisian, kejaksaan, pemerintah serta komponen masyarakat. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Untuk tahap awal, tertibkan rumah liar tempat hiburan di kawasan hutan. Penertiban ini jelas akan ada aspek hukum dan perlawan dari masyarakat. Itu pentinyanya koordinasi terpadu lintas sektor. Diperlukan juga aktifnya seluruh elemen masyarakat menjaga kawasan hutan alam yang ada. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, kawasan hutan lindung tetap menjadi hutan lindung. Sedangkan yang telah dirambah akan dikembalikan seperti semula. Diharap, pengembaliannya tidak memakan waktu yang terlalu lama. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dia juga berpendapat, belakangan ini banjir tak bisa dicegah, semua akibat hutan mulai gundul dan tak mampu menahan air. Sehingga pada musim kemarau, air makin sulit ditemukan masyarakat karena tak ada hutan serapan lagi. Dan dari sekitar 25 ribu hektare luas hutan Bukit Suligi, kini tinggal 2.183 hektare luas hutan diklat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Rokan Hulu, Hen Irpan menjelaskan, Hutan Lindung Bukit Suligi harus mendapatkan perlindungan seluruh elemen masyarakat. Bagaimana hutan lindung bisa dijaga ke alamiannya dan tetap menjadi kawasan hijau milik masyarakat Riau.Dishutbun Rohul, sambungnya, dengan jumlah petugas yang hanya sekitar 30 an orang pihaknya selalu melakukan patroli di Hutan Lindung Bukit Suligi. Hanya, saja dalam pelaksanaannya petugas kucingan dengan perambah hutan. Ketika petugas, datang di lokasi sangat sepi sekali aktivitas. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Namun begitu, pihak Dishutbun Rohul terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar untuk tidak melakukan penebangan dan pembukaan lahan perkebunan sawit. ***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-3495365307922771346?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/3495365307922771346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/for-us-bebaskan-hutan-lindung-bukit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/3495365307922771346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/3495365307922771346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/for-us-bebaskan-hutan-lindung-bukit.html' title='For Us: Bebaskan Hutan Lindung Bukit Suligi dari Sawit'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-1512708137014778452</id><published>2012-01-03T09:11:00.002+07:00</published><updated>2012-01-03T09:11:38.403+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Save The Earth'/><title type='text'>Save The Earth: Target Perbaikan Lingkungan Riau 2012 Fokus ke Kualitas Air dan Udara</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Target Perbaikan Lingkungan Riau 2012&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;Fokus ke Kualitas Air dan Udara&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2012 akan menjadi tahun air dan udara yang bersih dan sehat bagi masyarakat Riau. Hal itu diungkapkan oleh Fadrizal Labay Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Riau.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tim Riau Pos For Us berkesempatan berbincang dengan Fadrizal Labay (27/12). Ketika ditanya tentang kondisi umum lingkungan hidup di Riau selama tahun 2011, Labay, begitu ia akrab dipanggil menyatakan bahwa kondisi lingkungan hidup Riau masih relatif dalam artian rata-rata. “Sepanjang tahun 2011 program-program lingkungan yang telah kita canangkan atau agendakan berjalan sesuai dengan rencana semula,” ungkapnya menjelaskan makna rata-rata tersebut. Meski, tambahnya, saya belum bisa yakin bahwa program-program tersebut efektif. Sebab sangat banyak indikator yang menentukan kondisi suatu lingkungan&amp;nbsp; layak dinyatakan sebagai lingkungan yang baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan rangking lingkungan hidup 2011 yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia, kondisi lingkungan hidup Riau berada diperingkat 22 dari seluruh provinsi di Indonesia. “Hal tersebut dinilai berdasarkan luas atau tipisnya tutupan hutan alami yang masih dimiliki oleh masing-masing provinsi,” jelasnya.&lt;br /&gt;Sementara untuk tahun 2012, ungkap labay, dibidang lingkungan hidup Pemerintahan Riau akan lebih menitik beratkan pada perbaikan kualitas air bersih dan penurunan pencemaran udara. “Tahun 2012 Riau akan mendapatkan banyak kunjungan dengan adanya penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON), oleh karena itu jangan sampai polusi udara akibat pembakaran lahan danhutan menurunkan image Riau,” tuturnya.&lt;br /&gt;Untuk mengimplementasikan resolusi tersebut, tambahnya, maka ke depan Undang-Undang Lingkungan dan upaya-upaya penegakan hukum harus ditingkatkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Hal senada juga diungkapkan oleh pengamat lingkungan hidup sekaligus&amp;nbsp; Penggagas yayasan Center for Tropical Peat Swamp Restoration and Conservation Indonesia (CTPRC),&amp;nbsp; Haris Gunawan ketika diwawancara di tempat terpisah (30/12). Ia menyatakan kondisi lingkungan hidup di Riau masih jauh dari bagus. Belum ada usaha optimal untuk pengelolaan lingkungan. Jika pun ada, hal itu belum menyentuh substansi persoalan lingkungan yang ada. Misalnya terus terjadi pembakaran hutan dan lahan, hingga konflik manusia dan satwa liar di sepanjang 2011 yang masih saja jadi lagu lama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga halnya dengan semakin menipisnya tutupan hutan Riau. Ia mengungkapkan bahwa dilapangan kondisinya mungkin lebih parah lagi. Beberapa tutupan hutan alam dengan kategori hutan sekunder yang sudah pulih kerap menjadi incaran untuk dikonversi menjadi perkebunan skala di bawah satu hektare. “Ini tantangan bagi kita,” tuturnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, dalam mengelola lingkungan hidup Riau, pemerintah harus mengimplementasikan Inpres Moratorium Juni 2011 atau Inpres Nomor 10 Tahun 2011 tentang penundaan pemberian izin baru dan penyempurnaan tata kelola hutan alam primer dan lahan gambut. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2012, tambahnya, pemerintah Riau harus memberdayakan masyarakat untuk penyelamatan tutupan hutan alami yang tersisa. Sebab masyarakat di sekitar hutan harus sejahtera dan harmonis hidup di lingkungannya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan sudah saatnya mengedepankan kepentingan masyarakat tempatan. Terutama masyarakat yang hidup turun temuturun di lingkungan di sekitar hutan. Selain mengedepankan aspek ekonomi, pembangunan juga harus memperhatikan lingkungan dan masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Saya yakin kalau kita tidak serius mengelola lingkungan hidup, maka Riau akan kehilangan potensi-potensi hutan alam, sumberdaya perikanan air tawar dan lahan gambutnya,” ujar Dosen Univeristas Riau yang sedang melanjutkan pendidikan S3 di Negeri Sakura.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, lanjutnya, konversi hutan alam untuk kepentingan apapun harus dihentikan. “Saya pikir sudah cukup lah lokasi pengembangan untuk pembangunan. Hutan alam yang tersisa biarkan kita kelola dengan pendekatan yang berkelanjutan dan kita pasti mampu,” katanya yakin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Selain persoalan hutan dan lahan. Haris juga menambahkan harapannya untuk lingkungan hidup Riau yang lebih baik di tahun 2012 ini. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Perbaikan sempadan-sempadan sungai dengan penanaman pohon-pohon yang menjadi ciri khas hutan sempandan sungai, penyelamatan anak-anak sungai, merupakan pekerjaan yang harus segera kita lakukan di tahun ini,” tegas Bapak dua anak ini. Yah… sebelum sungai-sungai tersebut mengering dan hilangnya, mirisnya. So, Apa resolusi Anda untuk lingkungan dan Riau yang lebih baik? Happy New Year.&lt;b&gt;(tya-gsj)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-1512708137014778452?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/1512708137014778452/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/save-earth-target-perbaikan-lingkungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/1512708137014778452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/1512708137014778452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/save-earth-target-perbaikan-lingkungan.html' title='Save The Earth: Target Perbaikan Lingkungan Riau 2012 Fokus ke Kualitas Air dan Udara'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-9207700126255487192</id><published>2012-01-03T09:09:00.005+07:00</published><updated>2012-01-03T09:09:49.974+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='our green inspiration'/><title type='text'>Our Green Inspiration: (Gavin Birch) Sang “Pemungut Sampah”</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Gavin Birch&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Sang “Pemungut Sampah”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/--nVAcEbLqIg/TwJjJIIu_nI/AAAAAAAAA2Y/AV04l1Kc9vE/s1600/34-Birch.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/--nVAcEbLqIg/TwJjJIIu_nI/AAAAAAAAA2Y/AV04l1Kc9vE/s320/34-Birch.jpg" width="234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-fL2rl1n_1o0/TwJjIpxs0LI/AAAAAAAAA2U/csaVLu658sk/s1600/34-Gavin2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-fL2rl1n_1o0/TwJjIpxs0LI/AAAAAAAAA2U/csaVLu658sk/s1600/34-Gavin2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;gt;&amp;gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;internet&lt;br /&gt;SAMPAH: Husin Abdullah bersama masyarakat sekitar pantai Sengigi tengah mengumpulkan sampah yang ada di sekitar pantai.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gavin Birch itulah namanya dulu. Tapi ketika ia mulai menetap di Lombok ia lebih dikenal dengan nama Husin Abdullah. Dilahirkan di Selandia Baru dan dibesarkan di Perth, Australia. Dia sering mengunjungi Pantai Senggigi di Lombok. Orang-orang disana sering menyebutnya sebagai “turis gila”. Hal itu karena pekerjaannya yang selalu bergumul dengan sampah setiap mengunjungi pantai Senggigi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Namun, Husin seakan tidak perduli dengan gelar yang disematkan warga sekitar padanya. Ia hanya bertekad untuk mengajak orang banyak untuk bisa hidup bersih. Baginya Indonesia itu harus bersih dan hijau.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ia bisa tiba-tiba menjadi seorang pemungut sampah di Senggigi? Kisahnya di mulai tahun 1986 saat pertama kalinya menginjakkan kaki di Pulau Lombok sebagai seorang turis. Saat itu ia kecewa karena banyaknya tumpukan sampah di pantai-pantai yang ada di sana. Niatnya untuk berlibur dan menikmati keindahan alam di Lombok pun tidak menjadi seperti impian awalnya. Bahkan pantai Ampenan yang menyimpan potensi wisata pun penuh dengan kotoran manusia.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tapi, uniknya ia tidak langsung pergi beranjak menjauh ketika itu. Ia yakin, ketika itu jika masyarakat sekitar peduli dengan kebersihan maka pantai tersebut pasti akan indah dilihat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sejak itulah ia mulai bergerak sendiri. Memungut sampah di sekitar pantai dan mengumpulkannya. Berbagai komentar mulai diterimanya. Ada yang simpati, tapi ada juga yang memandang sebelah mata. Salah satu dari masyarakat yang simpati yaitu Lurah Kampung Melayu Ampenan Haji Hairi Asmuni memintanya untuk menetap di Lombok sebagai bentuk apresiasinya. Sejak itu ia mulai menerapkan “Program Indonesia Bersih dan Hijau” yang diadopsi dari program kebersihan di Australia. Bahkan, Husin juga sempat menawarkannya kepada pemerintah di sana. Namun hal itu tidak disambut baik karena ketiadaan dana. Akhirnya ia mulai bergerak sendiri dengan menggunakan uang dari koceknya sendiri. Husin tidak mengeluh, katanya, itu sebagian dari bentuk amal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Perjuangannya selama 24 tahun pun ternyata tidak berakhir sia-sia. Kini di kawasan Jalan Raya Senggigi bersih dari sampah. Meski kini ia telah tiada pada tanggal 18 Agustus 2010 lalu. Tapi banyak hal yang telah ditinggalkannya dan sangat bermanfaat untuk orang sekitarnya. Sekedar renungan, mana yang lebih gila, turis asing yang rela menghabiskan sisa hidupnya untuk membersihkan lingkungan atau anak negeri sendiri yang suka membuang sampah di halaman rumahnya?&lt;b&gt; (afra-gsj/int/new)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-9207700126255487192?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/9207700126255487192/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/our-green-inspiration-gavin-birch-sang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/9207700126255487192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/9207700126255487192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/our-green-inspiration-gavin-birch-sang.html' title='Our Green Inspiration: (Gavin Birch) Sang “Pemungut Sampah”'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/--nVAcEbLqIg/TwJjJIIu_nI/AAAAAAAAA2Y/AV04l1Kc9vE/s72-c/34-Birch.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-6452965949593185143</id><published>2012-01-03T09:07:00.003+07:00</published><updated>2012-01-03T09:07:45.093+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Techno'/><title type='text'>Green Techno: Apple Gunakan Fuel Cell untuk MacBook</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Apple Gunakan Fuel Cell  untuk MacBook&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-egWcRuLeg_0/TwJiu0pz7mI/AAAAAAAAA2I/8fug2Lrs_F0/s1600/34-mac.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="121" src="http://4.bp.blogspot.com/-egWcRuLeg_0/TwJiu0pz7mI/AAAAAAAAA2I/8fug2Lrs_F0/s320/34-mac.png" width="320" /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;MACBOOK: Apple siap untuk mematenkan teknologi fuel cell sebagai pengganti baterai untuk MacBook.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keterbatasan dalam penggunaan baterai memicu Apple untuk membuat teknologi yang lebih tepat sebagai suber energi bagi produk laptopnya. Kini, Apple tengah mempersiappkan paten untuk teknologi baru bagi MacBook tersebut. Rencananya MacBook akan menggunakan fuel cell.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ternyata tak hanya Apple yang tertarik dengan pengganti baterai ini. Panasonic pun telah melakukan riset yang sama beberapa tahun sebelumnya. Bahkan, rencananya fuel cell panasonic ini akan mulai diproduksi di 2012. Dipastikan teknologi baterai harus berkembang lebih jauh jika tidak ingin tersingkirkan oleh fuel cell jika kedua perusahaan ini membawa fuel cell pada berbagai peralatan elektronik produksinya.&lt;b&gt; (afra-gsj/int/new)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-6452965949593185143?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/6452965949593185143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/green-techno-apple-gunakan-fuel-cell.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/6452965949593185143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/6452965949593185143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/green-techno-apple-gunakan-fuel-cell.html' title='Green Techno: Apple Gunakan Fuel Cell untuk MacBook'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-egWcRuLeg_0/TwJiu0pz7mI/AAAAAAAAA2I/8fug2Lrs_F0/s72-c/34-mac.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-5118007732236302326</id><published>2012-01-03T09:06:00.002+07:00</published><updated>2012-01-03T09:06:13.624+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Green'/><title type='text'>Info Green: Sekolah Krisis Air dan Kotoran Gajah Jadi Kertas</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Sekolah Krisis Air&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-fwBwvtmt8Pg/TwJiW6pB9xI/AAAAAAAAA18/aaiCCcjxXTI/s1600/34-keran+air.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-fwBwvtmt8Pg/TwJiW6pB9xI/AAAAAAAAA18/aaiCCcjxXTI/s320/34-keran+air.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;KERAN AIR: Hematlah penggunaan air, salah satunya dengan mematikan keran air ketika tidak digunakan lagi.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siswa SD membawa air ke sekolah itu biasa. Namun, jika ini dikarenakan air bersih yang sudah tidak ada. Itu baru luar biasa. Tapi, hal ini terjadi di SD Negeri 1 Pendem, Kelurahan Pendem, Kecamatan Negara, Bali. Di mana setiap siswa harus membawa air bersih dalam botol bekas air mineral ke sekolah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kepala Sekolah SD Negeri 1 Pendem, Desak Made Yudana, ini sudah berlangsung sekitar dua tahun. Sebanyak 224 orang siswa membawa air bersih dari rumahnya masing-masing untuk mengisi bak mandi dan keperluan cuci tangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya sekolah yang dilanda kesulitan air bersih, warga dusun pun juga mengalaminya. Langkah yang tengah berusaha dilakukan oleh sekolah kini adalah membuat sumur bor. Tapi, sampai sekarang belum juga berhasil karena pipa yang sudah dimasukkan ke dalam tanah sepanjang 40 meter belum juga mendapatkan air. Sekolah juga susah untuk memenuhi kebutuhan air bersih dari PDAM karena posisi sekolah yang cukup tinggi. &lt;b&gt;(afra-gsj/int/new)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Kotoran Gajah Jadi Kertas&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-1KAaMXV6huk/TwJiVdWEzmI/AAAAAAAAA10/ti6AGYpdUoM/s1600/34-gajah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-1KAaMXV6huk/TwJiVdWEzmI/AAAAAAAAA10/ti6AGYpdUoM/s320/34-gajah.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;GAJAH: Ternyata kotoran gajah juga bisa diolah menjadi kertas dengan kualitas yang cukup baik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siapa sangka kotoran gajah ternyata bisa diubah menjadi kertas dengan kualitas yang cukup baik. Ini terjadi di Bali. Secara tidak langsung gajah-gajah di Bali Safari and Marine Park berperan besar dalam pelestarian sumber daya alam. Proyek ini dipelopori oleh mantan petugas kebun binatang Australia, Tim Husband. Menurutnya jika kotoran gajah penuh dengan serat maka akan bisa dijadikan sebagai kertas. Prosesnya dengan memberi makan gajah 180 kilogram rumput per hari untuk setiap gajah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Proses ini tidak hanya bisa dihasilkan oleh gajah. Tetapi juga hewan pemakan serat lainnya seperti kuda, rusa, panda, domba dan kangguru. Secara tidak langsung ide pembuatan kertas dari kotoran ini juga bisa digunakan untuk menyelamatkan pohon dan lingkungan.&lt;b&gt; (afra-gsj/int/new)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-5118007732236302326?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/5118007732236302326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/info-green-sekolah-krisis-air-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/5118007732236302326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/5118007732236302326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/info-green-sekolah-krisis-air-dan.html' title='Info Green: Sekolah Krisis Air dan Kotoran Gajah Jadi Kertas'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-fwBwvtmt8Pg/TwJiW6pB9xI/AAAAAAAAA18/aaiCCcjxXTI/s72-c/34-keran+air.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-7945258629673612680</id><published>2012-01-03T09:03:00.001+07:00</published><updated>2012-01-03T09:03:37.119+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cara Gaul Jaga Lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Teacher'/><title type='text'>WINNERS OF THE YEAR !!!</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Winners of&amp;nbsp; The Year&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-xrSxWbhdr7E/TwJheKwi8EI/AAAAAAAAA1g/17141qTLptI/s1600/35-Resty.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-xrSxWbhdr7E/TwJheKwi8EI/AAAAAAAAA1g/17141qTLptI/s200/35-Resty.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-2rJcD3Rp6IY/TwJhcsotFBI/AAAAAAAAA1Y/_h5AzbjqOts/s1600/35-Cik.JPG.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-2rJcD3Rp6IY/TwJhcsotFBI/AAAAAAAAA1Y/_h5AzbjqOts/s200/35-Cik.JPG.JPG" width="149" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;TIDAK terasa ya sudah setahun berlalu. Begitu juga dengan halaman For Us kita ini. Nah, untuk edisi kali ini akan diumumkan penulis terbaik rubrik Cara Gaul Jaga Lingkungan. Dan, pengumuman spesial untuk penulis terbaik rubrik Green Teacher, yang memang sudah ditunggu-tunggu sejak lama, hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung saja ya,pertama kita umumkan untuk rubrik Cara Unik Jaga Lingkungan. Nah, Gadis yang satu ini kuliah di UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Tepatnya di Jurusan Pendidikan Kimia. Tulisannya yang berjudul Peduli Masa Depan Sendiri cukup memukau karena bahasa yang digunakan oleh penulis mengalir serta mudah dicerna oleh pembaca. Terlebih lagi isinya yang diramu dengan cukup apik sehingga menghasilkan suatu solusi yang simple dalam menjaga lingkungan. Resty Ika Prahesti, itulah namanya. Sedikit cuplikan dari tulisan Resty yaitu sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-FVF18-F-ufc/TwJhnVDbjQI/AAAAAAAAA1o/m3eu6Fi1U-c/s1600/34-bambang.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-FVF18-F-ufc/TwJhnVDbjQI/AAAAAAAAA1o/m3eu6Fi1U-c/s200/34-bambang.png" width="162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Siapin sendiri tong sampah di dalam mobil. Nah buang tuh sampah yang memang ke tempatnya. Bukan ke jalanan macam orang yang tidak beretika begitu. Easy kan?”&lt;br /&gt;Next,&amp;nbsp; kita akan mengumumkan pemenang untuk rubrik Green Teacher yang diperuntukkan bagi guru-guru yang perduli terhadap lingkungan. Penasaran gak sih! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, penulis terbaik pertama di peruntukkan kepada guru kita dengan tulisan berjudul “Jangan Jaim Mengajar Lingkungan”. Salmiyati Spd, itulah nama guru kita tersebut. Sehari-hari ia mengajar mata pelajaran Biologi di SMAN 1 Pangkalan Kerinci. Selain menginspirasi tulisannya juga menceritakan bahwa aktifitas lingkungan di sekolah tersebut telah di praktekkan dan bentuk nyata. Great! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One more, runner up Green Teacher kita adalah Bambang Karyawan YS M Pd dari SMAN Cendana Pekanbaru.Tulisannya dengan judul “Walau Sebatas Kata” berhasil menarik perhatian tim penilai &lt;i&gt;Winner Of The Year&lt;/i&gt;. Itu karena idenya sebagai guru yang super keren. Bambang mengajak para guru untuk mengajarkan cara mencintai lingkungan melalui karya-karya seperti, lagu, puisi hingga cerpen. Seru kah? &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Congratulations to the winners and happy new year 2012!&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Untuk edisi berikutnya ada berita gembira nih! Edisi Green Teacher akan dibuka untuk umum tapi dengan tema berbeda yakni Program Lingkungan yang Aplikatif untuk Dilaksanakan di Riau. Nah, bagi yang memiliki program aplikatif tersebut silahkan deskripsikan dalam 500 kata, lalu kirimkan beserta biodata diri ke email gsj.ripos@gmail.com. Ditunggu paling lambat hari rabu setiap minggunya! Ayo kirim secepatnya!!!&lt;br /&gt;Sedangkan untuk mahasiswa dan pelajar SMA/sederajat tema rubriknya tentang bagaimana cara kamu mengajak teman untuk mencintai lingkunga. Eits... jangan lupa sertakan contohnya, OK!. Ditunggu ya tulisannya! Happy New Year 2012***&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-7945258629673612680?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/7945258629673612680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/winners-of-year.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/7945258629673612680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/7945258629673612680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/winners-of-year.html' title='WINNERS OF THE YEAR !!!'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-xrSxWbhdr7E/TwJheKwi8EI/AAAAAAAAA1g/17141qTLptI/s72-c/35-Resty.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-6349202738586368038</id><published>2012-01-03T08:59:00.002+07:00</published><updated>2012-01-03T08:59:54.273+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cara Unik Jaga Lingkungan'/><title type='text'>PENGUMUMAN PEMENANG Cara Unik Jaga Lingkungan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-I-w9ajifNYA/TwJg9wOjsdI/AAAAAAAAA1M/UOAcikqpMfc/s1600/36-Dea.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-I-w9ajifNYA/TwJg9wOjsdI/AAAAAAAAA1M/UOAcikqpMfc/s200/36-Dea.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Penulis Terbaik Cara Unik&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;HORE&amp;nbsp; sudah tahun baru! Tak terasa ya waktu berlalu. Nah, berhubung sekarang tahun baru maka rubrik The Young Hero&amp;nbsp; mengumumkan pemenang untuk edisi cara unik dalam menjaga lingkungan. Duh, penasaran ya!&lt;br /&gt;Jenk...jenk..., baiklah dari pada lama menunggu langsung saja kita umumkan pemenang untuk Cara Unik dalam Menjaga Lingkungan yakni Haniva Sekar Deanty. Sobat kecil kita yang satu ini sekarang sekolah di SMP Islam As-Shofa Pekanbaru. Haniva mengirim tulisan dengan judul Berbuah dan Oksigen. Isi tulisannya tentang keuntungan memiliki tanaman buah di rumah yang mana selain membuat udara sekitar rumah jadi segar dan asri juga menghasilkan buah yang bisa dinikmati oleh kita. Selamat ya Haniva... !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;Edisi berikutnya, The Young Hero&amp;nbsp; mengusung tema Bagaimana menurut kamu lingkungan yang bersih dan sehat itu? So, bagi siswa SD dan SMP sederajat segera kirimkan tulisan ke&amp;nbsp; email &lt;br /&gt;gsj.ripos@gmail.com, ditunggu ya!&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-6349202738586368038?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/6349202738586368038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/pengumuman-pemenang-cara-unik-jaga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/6349202738586368038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/6349202738586368038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/pengumuman-pemenang-cara-unik-jaga.html' title='PENGUMUMAN PEMENANG Cara Unik Jaga Lingkungan'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-I-w9ajifNYA/TwJg9wOjsdI/AAAAAAAAA1M/UOAcikqpMfc/s72-c/36-Dea.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-385553806264234980</id><published>2012-01-03T08:58:00.001+07:00</published><updated>2012-01-03T08:58:10.341+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Cagar Biosfer'/><title type='text'>Info Cagar Biosfer: Paku Rawa, Pelengkap Makanan Pokok</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Paku Rawa, Pelengkap Makanan Pokok&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-A2ek6lv5LbI/TwJgnN7shyI/AAAAAAAAA1A/JAzPhgxDYoU/s1600/34-paku+rawa.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://1.bp.blogspot.com/-A2ek6lv5LbI/TwJgnN7shyI/AAAAAAAAA1A/JAzPhgxDYoU/s320/34-paku+rawa.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;internet&lt;br /&gt;PAKU RAWA: Salah satu tanaman yang digunakan sebagai makanan pokok di daerah sekitar cagar biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu (GSK-BB).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Indonesia patut diacungkan jempol dengan kekayaan alamnya yang luar biasa. Baik hasil lautan maupun daratannya. Demikian juga halnya dengan Giam Siak Kecil-Bukit Batu (GSK-BB).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing zonanya menyimpan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan. Baik untuk meningkatkan perekonomian maupun sebagai bahan konsumsi atau sumber makanan bagi masyarakatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nephrolepis radicans atau paku rawa adalah satu diantara tumbuhan yang tumbuh di cagar biosfer. Tumbuhan ini sama halnya dengan tumbuhan paku pada umumnya. Hanya saja tekstur dan pola perkembangbiakkannya berbeda. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Paku rawa ini merupakan keanekaragaman hayati di cagar biosfer yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan tambahan makanan pokok masyarakat. Baik dikonsumsi secara langsung, disayur, ditumis, atau dikukus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Adapun yang membedakan paku rawa di cagar biosfer ini dengan paku-pakuan lainnya adalah dari jenis dan bentuk daunnya. Jenis tumbuhan yang berordo  Polypodiales ini merupakan jenis tumbuhan air dan rawa dengan bentuk daun berspora. Sehingga mudah membedakannya dengan jenis paku-pakuan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhan berpembuluh tersebut banyak dijumpai di cagar biosfer. Karena kawasan cagar biosfer merupakan habitatnya. Sehingga dapat menopang perkembangbiakkan yang baik. Sebab, terdapatnya kawasan rawa yang merupakan rumah bagi Plantae yang satu spesies dengan Ceratopteris thalictroides Brongn ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai keanekaragaman hayati yang kaya manfaat. Paku rawa ini mudah dibudidayakan oleh masyarakat. Tidak perlu memberikan perhatian khusus dalam pengelolaannya. Karena tumbuhan ini mudah tumbuh dan berkembangbiak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, saat ini paku rawa belum terlalu dikenal oleh masyarakat kebanyakan. Adapun masyarakat lebih mengenal jenis paku-pakuan yang biasa mereka temui di pasar. Maka dari itu, dengan dikembangbiakkannya paku rawa dikawasan cagar biosfer, berharap tumbuhan ini lebih dikenal oleh masyarakat. Serta menjadi nilai tambah bagi keanekaragaman hayati GSK-BB yang patut dibudidayakan.&lt;b&gt;(pia-gsj/new)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-385553806264234980?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/385553806264234980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/info-cagar-biosfer-paku-rawa-pelengkap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/385553806264234980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/385553806264234980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/info-cagar-biosfer-paku-rawa-pelengkap.html' title='Info Cagar Biosfer: Paku Rawa, Pelengkap Makanan Pokok'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-A2ek6lv5LbI/TwJgnN7shyI/AAAAAAAAA1A/JAzPhgxDYoU/s72-c/34-paku+rawa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-6374600251219977088</id><published>2012-01-03T08:56:00.005+07:00</published><updated>2012-01-03T08:56:56.503+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='green word'/><title type='text'>Green Word, ahad-1 Januari 2012</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;Semua yang ada di dunia ini cukup untuk kebutuhan manusia, tetapi tidak cukup untuk keserakahan manusia&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(There is a sufficiency in the world for man's need but not for man's greed)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Mohandas K Gandhi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-6374600251219977088?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/6374600251219977088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/green-word-ahad-1-januari-2012.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/6374600251219977088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/6374600251219977088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/green-word-ahad-1-januari-2012.html' title='Green Word, ahad-1 Januari 2012'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-8598327288112385878</id><published>2012-01-03T08:56:00.001+07:00</published><updated>2012-01-03T08:56:19.256+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GSJ News'/><title type='text'>GSJ News: “Mencari Gunung Pertama di Riau”</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;“Mencari Gunung Pertama di Riau”&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-mpifAZLhUtA/TwJf-o9rivI/AAAAAAAAA00/0BbXxu99OH0/s1600/36-River.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://4.bp.blogspot.com/-mpifAZLhUtA/TwJf-o9rivI/AAAAAAAAA00/0BbXxu99OH0/s320/36-River.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;&amp;gt;&amp;gt; &lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;foto:River Devender for riau pos&lt;br /&gt;Foto Bersama: Tim ekspedisi Discovery First Mountain In Riau berfoto bersama di depan kantor Yayasan Mitra Insani sesaat sebelum berangkat memulai ekspedisi.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;MEMASUKI awal tahun tentu banyak yang ingin dilakukan oleh semua orang, begitu pun dengan River Defender. Komunitas lingkungan yang aktif dalam penyelamatan sungai ini pada akhir tahun lalu hingga memasuki awal tahun ini melakukan gebrakan yang luar biasa. Bersama dengan Brimapala Sungkai, dan Gurindam 12 melakukan perjalanan menguak misteri alam Riau. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ekspedisi 12-12 (dilakukan pada tahun 2012-red) oleh River Defender, bekerjasama dengan kantor Berita Gurindam 12, Yayasan Mitra Insani dan Telapak Badan Teritori Riau merancang tiga ekspedisi besar yakni, penemuan gunung pertama di Riau, kemudian penelusuran Goa Vertikal (Caving) dan menemukan potensi arung jeram di sungai yang masih merupakan sub daerah aliran sungai Kampar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ekspedisi pertama yang diberi nama Discovery First Mountain In Riau ini akan membuktikan mitos yang ada di Riau selama ini, bahwa Riau tidak memiliki potensi wisata alam gunung itu tidak benar, sehingga ekspedisi ini berusaha memecahkan mitos tersebut dengan menemukan gunung pertama di Riau, Gunung Djadi.  Dataran tinggi yang disinyalir sebagai gunung tersebut terletak di hulu sungai Kampar Kabupaten Kampar, berada dalam kawasan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Baling. Perjalanan dimulai sejak Jumat (29/12/2011) lalu dan di jadwalkan akan selesai pada Selasa (3/1) mendatang. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Menurut penuturan Zainuri Hasyim,ketua Yayasan Mitra insani, inspirasi perjalanan tersebut pada awalnya bermula dari diskusi santai antara beberapa anggota River Defender dan Gurindam 12 mengenai banyaknya informasi dari beberapa orang yang telah menjelajahi Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Baling bahwa di kawasan tersebut terdapat pucak tertinggi yang menyerupai gunung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kemudian setelah ditelusuri lebih lanjut berdasarkan peta rupa bumi Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) di kawasan tersebut teridentifikasi dengan lambang segitiga hitam yang menandakan sebuah gunung dengan ketinggian 1.091 meter diatas permukaan laut, warna hitam mengisyaratkan bahwa gunung tersebut sudah tidak aktif lagi. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan menuju lokasi dimulai pada 27 Desember dari Pekanbaru, dengan jumlah anggota tim sebanyak 9 orang terdiri dari 7 laki-laki dan 2 orang perempuan dan sampai di lokasi pada tanggal 28. Rombongan disambut baik oleh masyarakat setempat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Bahkan masyarakat tempatan menyambut antusias kedatangan tim ekspedisi, karena daerah tersebut termasuk masih terisolir dan jarang di datangi oleh orang luar,” tutur Hisam Setiawan, Koordinator Ekspedisi 12-12.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tim ekspedisi dibagi menjadi 3 bagian, pertama akan membuat peta perjalanan yang lengkap dengan informasi yang jelas sekaligus rute perjalanannya, kedua akan melakukan identifikasi kondisi sosial  masyarakat, serta merangkum vegetasi alam dan keanekaragaman hayati, kemudian yang ke tiga adalah tim dokumentasi foto dan video yang akan di ekspos dan di share terhadap masyarakat luas, sehingga keberadaan gunung tersebut memang benar-benar terbukti.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya perjalanan di lanjutkan pada 29 Desember  naik dan pada 31 Desember (malam tadi-red)  dijadwalkan sudah berada di puncak ketinggian tersebut. Hisam juga menyebutkan akan diadakan acara doa bersama disana. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Mendoakan seluruh masyarakat Riau semoga tetap dalam lindungan Tuhan ditengah-tengah kondisi permasalahan lingkungan yang tak selesai-selesai ini,” ungkapnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hisam, untuk sementara waktu dalam tahap ekspedisi ini, tim ekspedisi 12-12 sengaja tidak melibatkan pemerintah ataupun Dinas Pariwisata setempat, karena tahap ini baru tahap permulaan saja, jika sudah di peroleh informasi yang lebih matang lagi mengenai lokasi tersebut, maka pihaknya tentu akan memberitahukan dan melibatkan pihak pemerintah untuk melanjutkan masa depan kawasan tersebut sebagai tempat wisata alam yang bisa dimanfaatkan masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Sebenarnya di Riau ini banyak potensi alamnya namun masih sedikit yang difungsikan, kami berharap ekspedisi ini bisa membuka pintu kearah pengembangan potensi itu, sehingga masyarakat sekitar yang tinggal di daerah tersebut dapat meningkatkan taraf hidupnya dari pengembangan kawasan tersebut,” ujar Hasim.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Hasim juga menjelaskan bahwa antara sungai dan gunung yang sedang di selidiki tersebut mempunyai korelasi yang cukup erat. Air sungai sendiri berasal dari mata air di pegunungan,  kemudian tim yang berangkat ke sana juga mengikuti alur sungai untuk menemukan lokasi tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sayang nya komunikasi dengan tim ekspedisi 12-12 yang berada di gunung Djadi terputus dengan tim yang standby di Pekanbaru sehingga informasi lebih lanjut mengenai daerah yang disinyalir sebagai gunung tersebut masih belum di ketahui.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Kami mulai terputus komunikasi sejak Sabtu pagi ini (kemarin-red) mungkin akibat jaringan yang tidak sampai di lokasi tersebut. Kita tunggu saja mereka turun dan berada di perkampungan warga untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, “ ujar Hisam yang standby di Pekanbaru. &lt;b&gt;(asrul-gsj)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-8598327288112385878?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/8598327288112385878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/gsj-news-mencari-gunung-pertama-di-riau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/8598327288112385878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/8598327288112385878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2012/01/gsj-news-mencari-gunung-pertama-di-riau.html' title='GSJ News: “Mencari Gunung Pertama di Riau”'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-mpifAZLhUtA/TwJf-o9rivI/AAAAAAAAA00/0BbXxu99OH0/s72-c/36-River.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-290816448429277716</id><published>2011-12-25T09:43:00.000+07:00</published><updated>2011-12-25T09:43:03.176+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Box'/><title type='text'>Green Box: Musim Hujan</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;Ndit &amp;amp; Mbun Coming again..&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Uuuuh, banjir dimana-mana, musim hujan telah tiba... Ndit dan Mbun juga mau bercerita nih tentang musim hujan...&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Check it out.... !!!&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-RdcDsZco5rg/TvaNlVynfeI/AAAAAAAAA0g/oyMPb9uuzFU/s1600/ndit25des.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="112" src="http://4.bp.blogspot.com/-RdcDsZco5rg/TvaNlVynfeI/AAAAAAAAA0g/oyMPb9uuzFU/s400/ndit25des.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-290816448429277716?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/290816448429277716/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/green-box-musim-hujan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/290816448429277716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/290816448429277716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/green-box-musim-hujan.html' title='Green Box: Musim Hujan'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-RdcDsZco5rg/TvaNlVynfeI/AAAAAAAAA0g/oyMPb9uuzFU/s72-c/ndit25des.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-6264518731699441434</id><published>2011-12-25T09:40:00.001+07:00</published><updated>2011-12-25T09:40:03.745+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='For Us'/><title type='text'>For Us: Hamparan Pantai Selat Baru Nan Eksotik</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Hamparan Pantai Selat Baru&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;Nan Eksotik &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-IkBJVip1quE/TvaMySS5uVI/AAAAAAAAA0I/WTTKBqTKd0w/s1600/selat+baru2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="295" src="http://1.bp.blogspot.com/-IkBJVip1quE/TvaMySS5uVI/AAAAAAAAA0I/WTTKBqTKd0w/s400/selat+baru2.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-kgNJkhhw1Zk/TvaM2dQ_vJI/AAAAAAAAA0U/xsnS5W-hB0U/s1600/Selat+Baru.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://2.bp.blogspot.com/-kgNJkhhw1Zk/TvaM2dQ_vJI/AAAAAAAAA0U/xsnS5W-hB0U/s400/Selat+Baru.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Pasirnya halus. Memiliki hamparan landai. Airnya jernih dan terlihat pemandangan luas laut biru. Pantai Selat Baru nama tempat itu. Bila memandang ke arah laut akan terlihat warna biru Gunung Ledang yang masuk dalam kawasan Negara Malaysia. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan Mashuri Kurniawan, Bengkalis&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mashurikurniawan@riaupos.co.id&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Angin semilir di tepi pantai terasa sangat segar. Burung elang laut terbang memutar di atas langit biru diatas laut. Burung ini mencari mangsa ikan kecil. Pantai yang terletak di Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis ini memiliki pemandangan yang sangat eksotik. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Diberi nama Pantai Selat Baru karena letaknya berada dalam wilayah Kecamatan Selat Baru. Pantai Selat Baru terletak di utara ibukota Kabupaten Bengkalis. Masyarakat sekitar menyebutnya pantai penuh berkah keindahan alam. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dari Kota Pekanbaru bisa ditempuh dengan menggunakan jalur transportasi laut maupun darat. Jarak tempuhnya selama empat hingga lima jam. Sebuah perjalanan yang melelahkan memang, bila ingin menikmati keindahan alam pantai selat baru.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dari jalan utama, Anda harus menelusuri jalan kecil selama lebih kurang 15 menit. Karena jalan yang cukup kecil dan kondisinya kurang bagus, sebaiknya Anda berjalan kaki atau naik sepeda motor untuk sampai ke sana. Saat mencari lokasi pantai, harus memperhatikan penunjuk jalan dengan seksama. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Karena ukuran jalannya&amp;nbsp; kecil dan tertutup semak-semak. Namun usaha menyusuri jalan kecil dan berkelok akan terbayar dengan pemandangan hamparan pasir pantai putih bersih, dan birunya laut yang menyejukkan. Daya tarik dari pantai ini adalah airnya yang berwarna biru jernih karena belum terjamah tangan-tangan jahil.&lt;br /&gt;Ditemani masyarakat sekitar Sulaiman (54), Riau Pos belum lama ini menelusuri bibir pantai sepanjang dua kilometer. Dengan menggunakan roda dua, terlihat jelas pemandangan disekitar pantai tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Nuansa alamnya yang sangat eksotik. Ditambah dengan keelokan disekeliling pantai menjadikannya tempat bercengkrama keluarga. Namun bukan itu yang ingin dilihat Riau Pos. Alamnya masih alami dan udara segar, tanpa polusi udara dan deru kendaraan bermotor.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat sangat menjaga pantai itu agar terus alami. Karena, pantai ini merupakan sebuah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Memberikan kehidupan bagi masyarakat sekitar. Pohon kelapa berjejer indah ditepian pantai membuat suasana pantai nyaman. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Waktu menunjukan pukul 09.12 WIB pagi yang indah berada di pantai itu. Langit berwarna biru. Ditepian pantai, bisa terlihat riak gelombang kecil membawa pasir laut. Airnya terasa dingin. Ikan kecil juga bisa dilihat di tepi pantai. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dari penuturan Sulaiman, ekosistim sekiling pantai sangat terjaga karena masyarakat sekitar tidak membuang sampah di pantai. Seluruh masyarakat menjaga pantai dengan baik. Penebangan pohon kelapa di sepanjang pantai juga tidak dilakukan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dilakukan, agar kondisi pantai tetap bagus. Dengan demikian alamnya pantai bisa dirasakan dengan indah oleh masyarakat maupun pengunjung. Di tempat ini pengunjung dapat melakukan berbagai kegiatan berselancar, berjemur, menikmati sunrise dan sunsite.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan lain di Pantai Selat Baru, tanaman mangrove juga tumbuh dengan baik. Tanaman ini sengaja dibiarkan, bukan hanya karena ingin mencegah terjadinya abrasi, melainkan menjadi tempat ekosistim disekitar perairan tersebut. Pasalnya, pada areal Pantai Selat Baru juga bergantung hidup ikan, udang, kerang, dan monyet. &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Saat berjalan bersama dengan Sulaiman, Riau Pos dihampiri Zakaria. Zakaria menghampiri Sulaiman dengan senyuman dan menyapa Riau Pos dengan ramah. ‘’Anak darimana?,” tanya Zakaria kepada Riau Pos. “Dari Pekanbaru pak,” jawab Riau Pos. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Zakaria pada saat itu langsung membawa Sulaiman dan Riau Pos ke sebuah pondok kayu yang berada di tepian pantai. Ditempat ini ke dua teman akrab itu bercerita tentang Pantai Selat Baru yang menjadi kebanggan masyarakat Bengkalis. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka, pantai ini adalah segalanya. Baik itu tempat mereka mendirikan rumah, mencari nafkah, dan bercengkrama dengan keluarga. Maka dari itulah, pantai tersebut wajib dijaga dengan baik oleh masyarakat.&lt;br /&gt;’’Kami ingin Pantai Selat Baru tetap alami. Tak ada pencemaran limbah maupun pengrusakan tanaman disekitar pantai,’’ terangnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Zakaria mengatakan sejak tahun 1972 sudah tinggal bersama dengan kedua orangtuanya di Kecamatan Bantan. Pantai Selat Baru menjadi tempat bermain bersama dengan teman-temannya. Bahkan, menjadi tempat memancing paling mengasyikan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Karena keindahan alamnya yang eksotik&amp;nbsp; banyak wisatawan lokal dan asing datang mengunjungi pantai itu. Selain itu, kawasan itu digelar pesta pantai setiap tahunnya. Pada event tersebut diadakan berbagai perlombaan, seperti lomba perahu jong, gasing, dan layang-layang. Pengunjung juga dapat menyaksikan berbagai atraksi kesenian dan budaya tradisional daerah setempat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bupati Bengkalis Herliyansaleh mengatakan, Pantai Selat Baru keindahan alamnya sangat bagus. Ekosistim di sekitar pantai dan lautnya dijaga dengan baik oelh masyarakat. Keistimewaan alamnya, berupa bentangan laut dan alamnya yang hijau. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sejauh mata memandang kearah laut dari pantai, sambungnya akan terlihat pulau yang masuk dalam kawasan negara tetangga Malaysia. Pemerintah Kabupaten Bengkalis , selalu menjaga alam sekitar pantai agar tetap asri dan nyaman. Termasuk, biota yang hidup di laut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;‘’Kita ingin Pantai Selat Baru menjadi alam yang memberikan pemandangan indah dan tempat tinggal biota air. Ikan kecil, udang, dan jenis ikan laut lainnya ada di laut. Bagaimana laut itu tetap terjaga dari kerusakan, itulah yang kita lakukan,’’ ungkapnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Herliyansaleh, meski belum setenar tempat lain seperti Pangandaran di Pulau Jawa namun, pantai ini&amp;nbsp; memiliki pemandangan yang sangat Indah. Hamparan pasir putih yang ditemani oleh gemuruh ombak tenang merupakan kelebihan tersendiri bagi .***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-6264518731699441434?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/6264518731699441434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/for-us-hamparan-pantai-selat-baru-nan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/6264518731699441434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/6264518731699441434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/for-us-hamparan-pantai-selat-baru-nan.html' title='For Us: Hamparan Pantai Selat Baru Nan Eksotik'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-IkBJVip1quE/TvaMySS5uVI/AAAAAAAAA0I/WTTKBqTKd0w/s72-c/selat+baru2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-3309305496477259752</id><published>2011-12-25T09:36:00.002+07:00</published><updated>2011-12-25T09:36:34.500+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Save The Earth'/><title type='text'>Save The Earth: Bank Sampah untuk Ibu Rumah Tangga</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;Bank Sampah untuk Ibu Rumah Tangga&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ADJmFbLUO-w/TvaMAWMuL5I/AAAAAAAAAz8/Rk8sqqiseYw/s1600/huhu.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="270" src="http://2.bp.blogspot.com/-ADJmFbLUO-w/TvaMAWMuL5I/AAAAAAAAAz8/Rk8sqqiseYw/s400/huhu.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Apakah Anda ingin mendapatkan uang dari sampah yang dihasilkan di rumah, tanpa perlu diolah terlebih dahulu plus menjaga lingkungan? Jika iya, menjadi nasabah Bank Sampah adalah jawabannya. Bersempena dengan peringatan hari ibu (22/12) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) memsosialisasikan bank sampah kepada ibu-ibu di Pekanbaru.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 150 kaum ibu hadir dalam kegiatan Peringatan Hari Ibu sekaligus sosialisasi bank sampah di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP), Jalan Gajah, Pekanbaru. Mereka berasal dari beragam latar belakang keluarga dan pendidikan. Namun, punya satu masalah, yaitu bagaimana cara mengelola sampah rumah tangga sekaligus dapat menghasilkan tambahan uang jajan buat putra-putrinya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan dengan tema Peningkatan Partisipasi Masyarakat Perkotaan dalam Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan serta Perubahan Iklim tersebut bertujuan untuk mengatasi masalah sampah langsung dari sumbernya. Sumbernya tersebut adalah segala aktivitas yang menghasilkan sampah termasuk aktivitas rumah tangga&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;"Bank sampah merupakan konsep bagus untuk mengatasi persoalan sampah yang kerap mengganggu estetika lingkungan, sekaligus dapat meningkatkan pendapatan ibu rumah tangga walaupun tidak bekerja secara formal," ujar Kholis Romli, Ketua pelaksana kegiatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bank sampah sendiri didefinisikan sebagai suatu wadah yang dapat menampung sampah lingkungan dan dihargai dengan sejumlah uang. Di tingkat nasional beberapa kota besar seperti Jakarta, Bogor dan Surabaya sudah menerapkan konsep ini. Di Riau, bank sampah baru akan berjalan efektif tahun 2012 nanti.&lt;br /&gt;Kegiatan ini juga di didukung oleh Kamar Dagang Indonesia (Kadin). Direktur Eksekutif Kadin, Riau, Muhammad Irwan, menyatakan bahwa turut sertanya Kadin dalam kegiatan sosialisasi bank sampah tersebut untuk mewujudkan&amp;nbsp; satu di antara beragam misi Kadin. Misi tersebut adalah mewujudkan dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Bank sampah dianggap sebagai program yang mampu mengcover itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Irwan menyatakan dalam sambutannya bahwa ia sangat takjud dengan gagasan bank sampah yang akan dilaksanakan untuk pertamakalinya di Riau itu. Di sini, ujarnya, kita menemukan dua solusi dari sekian banyak masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Satu, adalah solusi peningkatan perekonomian rumah tangga. Kedua, adalah solusi penyelamatan lingkungan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Proses pelaksanaan bank sampah tersebut sama dengan siklus bank. Di mana terdapat nasabah, produk bank, pihak pengelola, serta aliran dana. Nasabahnya ditujukan kepada tiap-tiap rumah tangga terutama para kaum ibu. Para nasabah juga akan memiliki rekening sendiri di bank sampah. Produk perbankkannya bukanlah uang cash, namun sampah-sampah itu sendiri. Pihak pengelolanya terdiri dari sukarelawan yang telah dibentuk oleh penggagas program tersebut, yaitu Dalang Collection. Kemudian aliran dana merupakan nilai dari setiap sampah yang dikirim atau ditransfer oleh para nasabah kepada bank sampah begitu juga sebaliknya, nilai dari jumlah sampah yang dihargai oleh bank sampah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sofya Seffen atau kerap juga disapa Evi merupakan penggagas kegiatan ini. “Sekarang saatnya ibu-ibu aktif menjaga lingkungan, sebab menjaga lingkungan yang baik dimulai dari rumah kita," ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Peserta yang hampir keseluruhannya berasal dari kaum ibu tersebut datang dari berbagai latar belakang. Seperti ibu-ibu Kelurahan Rejosari, kaum ibu dari Perumahan Payung Sekaki-Kualu, para ibu guru dari sekolah-sekolah Adiwiyata, seperti SMAN 8 Pekanbaru. Anggota daur ulang Dalang Collection, Mahasiswi dari Universitas Riau. “Pokoknya yang datang semuanya kaum wanita alias ibu-ibu,” tutur ketua pelaksana kegiatan kepada tim For Us Riau Pos.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Evi menjelaskan tentang syarat-syarat menjadi nasabah bank sampah. Pertama, nasabah harus memiliki semangat dan jiwa peduli lingkungan. Kedua, memiliki rekening atau tabungan di bank sampah, untuk proses pembuatan tabungan di bank sampah tersebut para nasabah bisa datang langsung ke bank sampah yang berkantor di Pusat Kerajinan Dalang Collection, Jalan Gajah, RW 13, Kelurahan Rejosari, Pekanbaru.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, nasabah harus memilah sampah yang akan ditransfer ke bank sampah. Sampah yang dipilah terdiri dari tiga kelompok yaitu sampah anorganik, sampah organik dan sampah kertas. “Kami tidak menerima sampah yang tidak dipilah,” tegasnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Keempat, tabungan dapat diambil kurang lebih setelah tiga bulan pembuatan rekening. “Uang dari pembelian sampah tersebut tidak langsung diberikan kepada nasabah, namun harus menunggu kurang lebih tiga bulan, hal itu karena bank sampah mendapatkan dana dari hasil daur ulang, sehingga butuh waktu untuk mengumpul dana bagi nasabah kembali” tutur staf Pusat Pengembangan Ecoregional Sumatera ini. Uang tersebut juga akan diberikan pada saat-saat tertentu seperti kenaikan kelas. Sebab saat-saat seperti itu ibu-ibu butuh uang esktra untuk anak-anaknya yang ingin melanjutkan pendidikan, atau menjelang hari raya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, rekening nasabah juga bukan atas nama ibu yang mengikuti program tersebut. Tapi atas namanya anaknya. Hal tersebut untuk menanamkan kebiasaan para ibu di rumah kepada anak-anaknya bahwa menjaga lingkungan harus dimulai dari sejak dini. Sehingga ketika melihat ibunya peduli lingkungan, sedikit banyak ini akan mempengaruhi anak-anak bahwa lingkungan yang sehat itu harus dimulai dari mereka sendiri. “Sampai dewasa nanti mereka akan peduli dengan lingkungannya,” kata Evi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Layaknya kantor professional, bank sampah juga punya jam-jam operasional. Bank sampah dibuka dari jam 13.00-15.00. Hari-hari kerjanya tidak setiap hari, namun hanya senin, rabu dan sabtu. “Pekerja bank sampah kan sukarelawan jadi tidak bisa buka setiap hari, kalau digaji dananya pasti bakalan tidak cukup, dan tidak mungkin kita menggaji mereka dengan sampah, kan?” canda Evi dalam presentasinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Syarat terakhir yang harus dipenuhi oleh para nasabah adalah pemotongan biaya administrasi bagi setiap pemilik rekening, dengan ketentuan, pemotongan senilai 15 persen bagi yang mengantar sampahnya sendiri. Dan 25 persen bagi nasabah yang sampahnya di jemput. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, cerita Evi, bank sampah telah bekerjasama dengan 500 kepala keluarga di Perumahan Payung Sekaki, Kualu. Perumahan tersebut belum memiliki pengelola sampah sendiri, oleh karena itu dengan menjadi nasabah bank sampah, ketua RW Perumahan Payung Sekaki mengharapkan persoalan sampah di perumahan mereka tersebut dapat di atasi dengan baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Produk-produk yang diterima oleh bank sampah terdiri dari beragam sampah. Misalnya, plastik kemasan, botol atau gelas bekas minuman plastik, koran bekas, kertas bekas, botol, kardus, buku bekas dan sampah minuman kaleng. “Selain itu kami juga menerima sampah biji-bijian,” promosi Evi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sampah biji-bijian tersebut hakekatnya merupakan sampah organik yang mampu terurai sendiri menjadi tanah. Namun sampah biji-bijian tersebut dapat dimanfaatkan untuk hal lain. “Jika ibu-ibu biasa mengkonsumsi mangga di rumah, bijinya jangan dibuang tapi bawalah ke bank sampah,” ajak Evi. Ia menjelaskan bahwa hal itu untuk pembibitan tanaman-tanaman buah yang juga bagian dari poduk bank sampah. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Nah, jika ada program penanaman atau warga ingin menanam pohon buah di dekat rumahnya, silahkan diminta ke bank sampah,” ungkap Evi memberi info. Last, selamat hari ibu 22 Desember dan tetap ramah lingkungan.&lt;b&gt;(tya-gsj/new) &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-3309305496477259752?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/3309305496477259752/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/save-earth-bank-sampah-untuk-ibu-rumah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/3309305496477259752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/3309305496477259752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/save-earth-bank-sampah-untuk-ibu-rumah.html' title='Save The Earth: Bank Sampah untuk Ibu Rumah Tangga'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-ADJmFbLUO-w/TvaMAWMuL5I/AAAAAAAAAz8/Rk8sqqiseYw/s72-c/huhu.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-1064356908289607979</id><published>2011-12-25T09:33:00.003+07:00</published><updated>2011-12-25T09:33:54.580+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='our green inspiration'/><title type='text'>Our Green Inspiration: (Francisco Pineda) Hentikan Eksplorasi Tambang Emas El Salvador</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Francisco Pineda&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Hentikan Eksplorasi Tambang Emas El Salvador&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-I3_xRNWHdXw/TvaLZgyb0zI/AAAAAAAAAzw/fWMc-lw1pLU/s1600/34-francisco.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-I3_xRNWHdXw/TvaLZgyb0zI/AAAAAAAAAzw/fWMc-lw1pLU/s320/34-francisco.jpg" width="212" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Eksplorasi tambang emas semakin meresahkan masyarakata di El Salvador. Tak lain karena ini berhubungan langsung dengan keselamatan air yang menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat pedesaan di sana. Oleh karena itulah dengan beraninya Fransisco Pineda memimpin gerakan warga untuk memberhentikan operasi tambang emas yang telah menghancurkan serta membuat terjadinya krisis air di El Salvador. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagi petani kecil dan masyarakat di pedesaan El Salvador, air lebih berharga daripada emas. Tanpa adanya kiriman air yang teratur dari pusat air di kota, orang-orang di daerah pedesaan harus bergantung pada sumber air terdekat untuk memberi makan tanaman mereka serta mempertahankan kebutuhan pribadi mereka. Namun, diperkirakan bahwa 90 persen dari sumber air permukaan telah terkontaminasi ketika itu. &lt;br /&gt;Bahkan hampir semua air limbah kota dan industri dibuang ke sungai dan anak sungai tanpa sterilisasi terlebih dahulu. Ini berdampak pada berkurangnya ketersediaan air bersih bagi penduduk pedesaan. Hanya tiga persen dari sungai di daerah ini yang masih bersih yakni di Lempa Rio.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu jugalah hadir pertambangan emas yang menjadi ancaman besar untuk pasokan air di El Salvador ini. Perjanjian tentang perdagangan bebas (CAFTA) antara Amerika Serikat, Republik Dominika dan Amerika Tengah membuah perusahaan asing lebih mudah untuk memasuki El Salvador.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dan seperti yang kita ketahui pertambangan emas ini sangat merusak lingkungan. Operator tambang sering menggunakan proses yang dikenal sebagai leeching sianida, dimana sianida, bahan kimia yang sangat beracun, dicampur dengan air untuk mengekstrak emas. Limbah beracun ini kemudian menyebar ke wilayah sekitarnya dan sering berakhir mencemari sungai, anak sungai dan air tanah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah Pineda sebagai seorang petani dengan gelar di bidang pertanian berkelanjutan dan merupakan pendiri dan presiden dari&amp;nbsp; komite lingkungan dari Cabañas,&amp;nbsp; sebuah asosiasi relawan masyarakat memimpin masyarakat untuk melawan hal tersebut.&amp;nbsp; Dalam proses pengorganisasian masyarakat untuk melawan tempat pembuangan limbah yang menganggu pasokan air setempat ini, ia rela bersusah payah untuk belajar secara otodidak tentang ekologi air dan menjadi pemimpin lingkungan di wilayahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2002, Sebuah pertambangan dari Kanada memulai tahap eksplorasi tambang emas dan perak di Cabañas. Kekhawatiran atas konsekuensi lingkungan untuk hutan wilayah dan Lempa Rio sebagian besar diabaikan oleh pemerintah. Tapi hal ini akhirnya mendapatkan titik terang pada tahun&amp;nbsp; 2004 ketika Pineda menemukan bahwa sungai irigasi yang memasok air untuk tanaman telah benar-benar berhenti mengalir. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu Pineda berjalan di sepanjang tepi air ke daerah eksplorasi hulu dan menemukan pompa menyedot Pasifik Rim sungai. Menyadari situasi yang berpotensi akan merugikan, ia dan tetangganya langsung mendekati pejabat pemerintah lokal dengan keprihatinan mereka tentang pasokan air. Namun, para pejabat menyatakan bahwa peluang untuk lapangan kerja di pertambangan serta untuk pengembangan daerah melebihi potensi masalah tersebut. Dan setelah diamati lebih dekat, Pineda dan rekan-rekannya menyadari bahwa penduduk lokal tidak mendapatkan keuntungan apa-apa dari pertambangan tersebut. Karena itulah mereka memulai suatu gerakan untuk mengehntikan pertambangan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Pineda dan rekan-rekannya pun mengunjungi masyarakat yang menghadapi perjuangan serupa terhadap operasi pertambangan di Honduras. Dimana mereka melihat efek dari keracunan kimia pada orang-orang dan menjadi sadar akan potensi kekerasan yang akan mereka hadapi dalam perjuangan mereka melawan Pacific Rim. Pineda dan rekan-rekannya kembali ke El Salvador dan segera mulai mendidik orang-orang Cabañas dengan pergi dari pintu ke pintu. Tak hanya itu saja mereka juga menyelenggarakan pertemuan masyarakat. Sejak tahun 2004, gerakan ini telah berkembang dengan lebih dari 450 anggota. Pineda membantu mendirikan Dewan Anti-Pertambangan Nasional dan dengan koalisinya menyelenggarakan serangkaian demonstrasi lokal dan nasional untuk membawa perhatian lebih terhadap masalah ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Namun hal ini berbuntut pada terbunuhnya tiga orang rekan Pindeda pada tahun 2009. Tak hanya itu saja sebulan kemudian, sekelompok pembunuh ditetapkan untuk membunuh anggota lain dari komite lingkungan tersebut yaitu ia sendiri, tetapi ketika mereka tidak menemukan dia di rumahnya mereka membunuh istrinya yang sedang hamil sebagai gantinya. Sementara itu aktivis lainnya diculik dan tubuhnya yang telah disiksa ditemukan di sebuah sumur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itulah hidup Pineda berada di bawah perlindungan polisi. Namun, ini tidak membuatnya patah arang dan dia telah bersumpah untuk melanjutkan perjuangan tak peduli konsekuensinya. Berkat perjuangannya yang gigih inilah akhirnya dia diberikan pernghargaan Goldman Environmental Prize pada tahun 2011. Luar biasa ya pengorbanannya! &lt;b&gt;(afra-gsj/int/new)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-1064356908289607979?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/1064356908289607979/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/our-green-inspiration-francisco-pineda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/1064356908289607979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/1064356908289607979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/our-green-inspiration-francisco-pineda.html' title='Our Green Inspiration: (Francisco Pineda) Hentikan Eksplorasi Tambang Emas El Salvador'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-I3_xRNWHdXw/TvaLZgyb0zI/AAAAAAAAAzw/fWMc-lw1pLU/s72-c/34-francisco.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-8759241284383860793</id><published>2011-12-25T09:32:00.002+07:00</published><updated>2011-12-25T09:32:12.863+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Techno'/><title type='text'>Green Techno: Software Pengawasan Hutan</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Software Pengawasan Hutan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Salah&amp;nbsp; seorang mahasiswa Fakultas Teknik Informatika Universitas Gajah Putih (UGP), Takengon, Kabupaten Aceh Tengah berhasil membuat sebuah software pendeteksi untuk pengawasan hutan dan pendokumentasian adat budaya Gayo. Ada tiga Software yang telah diciptakan. Software pertama diberi nama “Pang Uten” yang merupakan alat deteksi kebakaran hutan dan penebangan liar tanpa satelit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sementara software lainnya diberi nama “Lelongohen” yang merupakan aplikasi optimalisasi titik penanaman kopi untuk menghasilkan kopi dengan cita rasa terbaik. Dan yang ketiga dinamai “Distro Deep-IX” yaitu sistem operasi berbasis Linux untuk mendokumentasikan adat dan budaya Gayo.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan UGP, Zulfikar Ahmad, ketiga temuan ini akan segera diseminarkan dan dihadiri oleh Dr Jonas Debian, pakar Linux dari Denmark, yang selama ini membantu mahasiswa dalam penyempurnaan produk ini selama dua minggu. (afra-gsj/int/new)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-8759241284383860793?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/8759241284383860793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/green-techno-software-pengawasan-hutan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/8759241284383860793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/8759241284383860793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/green-techno-software-pengawasan-hutan.html' title='Green Techno: Software Pengawasan Hutan'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-818559451036151328</id><published>2011-12-25T09:31:00.004+07:00</published><updated>2011-12-25T09:31:34.287+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Green'/><title type='text'>Info Green: Tujuh Hutan Bakau Jadi Contoh dan Botol Plastik, Tiket Masuk Monas</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Tujuh Hutan Bakau Jadi Contoh&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-UTOpFVK3LqQ/TvaKo87YX7I/AAAAAAAAAzY/4ptPakffwNs/s1600/34-bakau.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="192" src="http://1.bp.blogspot.com/-UTOpFVK3LqQ/TvaKo87YX7I/AAAAAAAAAzY/4ptPakffwNs/s320/34-bakau.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;BAKAU: Hamparan hutan bakau (mangrove). Tujuh hutan bakau di Indonesia akan menjadi areal percontohan internasional.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kerja sama tentang pengelolaan tujuh kawasan hutan bakau di Indonesia ditandatangani oleh Direktorat Jenderal Binda Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial (BPDAS dan PS) Kementerian Kehutanan dengan Japan Internastional Cooperation Agency (JICA) di Jakarta Selasa (20/12) lalu. Ketujuh hutan bakau ini nantinya akan menjadi percontohan dalam lingkup ASEAN. Selain itu juga menjadi lokasi pembelajaran bakau untuk komunitas ASEAN dan internasional.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nantinya ketujuh kawasan hutan bakau ini akan menerapkan mekanisme share learning. Ketujuh lokasi hutan bakau ini berada di Surabaya, Lampung, Bali Barat, Alas Purwo (Banyuwangi), Balik Papan, Tarakan dan Jepara. Selain sebagai lokasi pembelajaran, ketujuh kawasan hutan bakau ini nantinya juga menjadi tempat pengembangan kemampuan ekonomi masyarakat lokal. &lt;b&gt;(afra-gsj/int/new)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Botol Plastik, Tiket Masuk Monas&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-hAo0IQD-bfE/TvaKzCIu1aI/AAAAAAAAAzk/jAyUiDdQm_I/s1600/34-botol.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="208" src="http://1.bp.blogspot.com/-hAo0IQD-bfE/TvaKzCIu1aI/AAAAAAAAAzk/jAyUiDdQm_I/s320/34-botol.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;BOTOL: Sepuluh botol plastik bekas air mineral bisa digunakan sebagai tiket untuk memasuki ruang-ruang diorama di Monas.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ternyata kini tak perlu susah-susah lagi untuk membeli tiket masuk ruang diorama di Monumen Nasional (Monas) dengan uang. Karena tiketnya bisa didapat dengan&amp;nbsp; memberikan sepuluh botol kemasan bekas air mineral. Ini sebagai salah satu langkah pengelola Monas untuk mengaitkan antara wisata dengan kesadaran lingkungan hidup.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Untuk semakin melengkapinya, juga dihadirkan sebuah mesin berbentuk kotak berkelir merah-kuning yang mirip dengan mesin ATM. Tapi, bedanya mesin ini lebih besar dan dilengkapi unit untuk memindai dan lubang cukup besar. Nama alat ini adalah Reserve Vending Machine (RVM) atau dalam bahasa Indonesianya mesih pengolah sampah. Paling tidak dengan adanya program sepuluh botol plastik bekas ini bisa mengajarkan kepada masyarakat cara membuang sampah yang benar. Bagaimana dengan tempat wisata lainnya? Berminat mencoba! &lt;b&gt;(afra-gsj/int/new)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-818559451036151328?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/818559451036151328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/info-green-tujuh-hutan-bakau-jadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/818559451036151328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/818559451036151328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/info-green-tujuh-hutan-bakau-jadi.html' title='Info Green: Tujuh Hutan Bakau Jadi Contoh dan Botol Plastik, Tiket Masuk Monas'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-UTOpFVK3LqQ/TvaKo87YX7I/AAAAAAAAAzY/4ptPakffwNs/s72-c/34-bakau.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-7268401389807734409</id><published>2011-12-25T09:28:00.002+07:00</published><updated>2011-12-25T09:28:26.458+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GSJ News'/><title type='text'>GSJ News: Tadabur, Membaur dengan Alam</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt;  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;  &lt;w:TrackMoves/&gt;  &lt;w:TrackFormatting/&gt;  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;  &lt;w:Compatibility&gt;   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;   &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;   &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;   &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;   &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;   &lt;w:CachedColBalance/&gt;  &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;m:mathPr&gt;   &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;   &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;   &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;   &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;   &lt;m:dispDef/&gt;   &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;   &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;   &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;   &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;   &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;   &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt; &lt;/w:LatentStyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;&lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; text-align:justify; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}&lt;/style&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; line-height: 115%;"&gt;Tadabur,Membaur dengan Alam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&lt;/span&gt;KawasanTaman Rindu Sempadan yang terletak di perbatasan Pekanbaru - Siak sontak dipenuhisorak-sorai kedatangan rombongan siswa Madrasah Aliyah Muhammadiyah BerstandarTeknologi para guru dan mahasiswa Progam Pengalaman Lapangan (PPL) UIN SuskaRiau, Kamis (22/12) lalu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Tepat pukul 09.05 seluruh rombongan telah memasukikawasan Rindu Sempadan dengan menggunakan tiga unit bus. Para siswa tersebutakan mengikuti serangkaian pembelajaran mengenal alam di kawasan tersebut. Awalnyaacara ini kita tujukan hanya untuk siswa yang baru selesai melaksanakan ujiansemester ganjil. Namun akhirnya muncul inisiatif untuk menggabungkan acaraperpisahan enam mahasiswa UIN Suska yang sedang PPL &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dalam rangakaian tadabbur ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Drs H Saadanur, kepala sekolah MA Muhammadiyah dalamsambutannya sempat mengucapkan terimakasih atas inisiatif para mahasiswa PPLUIN Suska yang telah susah payah bekerja mewujudkan acara ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;“Tadabbur alam seperti ini baru pertama kalidiadakan oleh sekolah ini,” ujarnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Di kesempatan itu, Drs H Saadanur juga menyampaikanmateri mengenai tadabbur alam. Dalam penyampaiannya ia mengingatkan bahwa alamsemesta ini adalah sumber ilmu pengetahuan bagi orang-orang yang beriman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Ia kembali berpesan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;pada panitia agar rangkaian acara ini harus dimaksimalkan, para siswa jugadiperbolehkan berkeliling kawasan Rindu Sempadan dengan didampingi panitia danguru bidang studi biologi, meraka mendata tanaman-tanaman yang ada disana danakan membuat laporan yang akan dipresentasikan pada akhir acara.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Estafet belut menjadi acara pembuka dalam rangkaianoutbond. Siswa dibagi menjadi lima orang perkelompok dan membentuk estafetmengantarkan belut sampai ke baskom pengumpulan di ujung estafet. Guru-gurudiminta menjadi kelompok pertama oleh panitia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Selain itu, rangkaian kegiatan outbond lainnyaantara lain adalah mencari dan mengumpulkan bendera yang sengaja disembunyikanpanitia dibalik batang pohon, melintas menggunakan jaring tali dan kegiatanoutbond lainnya yang juga tersedia di kawasan taman Rindu Sempadan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;"&gt;Menutup acara, dilanjutkan dengan pembagiankenang-kenangan kepada sekolah dari mahasiswa PPL dan &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;doorprize &lt;/i&gt;kepada seluruh siswa yang telah berpartisipasi dalamkegiatan ini dan kegiatan-kegiatan yang diadakan mahasiswa PPL sebelumnya.Semua siswa dan guru saling bermaaf-maafan di akhir rangkaian acara.(&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;adhitya-gsj&lt;/b&gt;)&lt;/span&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: #00b050; font-family: SoupLeaf; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-7268401389807734409?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/7268401389807734409/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/gsj-news-tadabur-membaur-dengan-alam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/7268401389807734409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/7268401389807734409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/gsj-news-tadabur-membaur-dengan-alam.html' title='GSJ News: Tadabur, Membaur dengan Alam'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-3625126699907921044</id><published>2011-12-25T09:27:00.000+07:00</published><updated>2011-12-25T09:27:02.970+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GSJ News'/><title type='text'>GSJ News: Apotik Hidup di Depan Sekolah</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt;  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;  &lt;w:TrackMoves/&gt;  &lt;w:TrackFormatting/&gt;  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;  &lt;w:Compatibility&gt;   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;   &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;   &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;   &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;   &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;   &lt;w:CachedColBalance/&gt;  &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;m:mathPr&gt;   &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;   &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;   &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;   &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;   &lt;m:dispDef/&gt;   &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;   &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;   &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;   &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;   &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;   &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt; &lt;/w:LatentStyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;&lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}&lt;/style&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Apotik Hidup di DepanSekolah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-czf3j0u4Hdc/TvaJ5U6Z_AI/AAAAAAAAAzM/fn5J2NqfnLQ/s1600/36-guru.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-czf3j0u4Hdc/TvaJ5U6Z_AI/AAAAAAAAAzM/fn5J2NqfnLQ/s320/36-guru.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tidak seperti sekolah-sekolahmenengah atas lainnya, SMAN 4 Pekanbaru memiliki lahan khusus yangdiperuntukkan sebagai tanaman apotik hidup atau yang biasa disebut tanamanobat-obatan didepan sekolahnya yang berukuran kurang lebih 1 x 13 meter.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;SMAN 4 Pekanbaru memiliki sedikitperbedaan dibandingkan dengan sekolah lain, jika sekolah lain memilih untukmenanam taman mereka dengan berbagai jenis bunga maka SMAN 4 Pekanbaru yangberalamatkan di Jalan Adi Sucipto dekat komplek AURI ini lebih memilih untuk membuattaman depan sekolah dengan tanaman obat-obatan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“awalnya kita memang sudah adabeberapa jenis tanaman obat-obatan yang kita tanam disekitar sekolah, tapi kinikita telah memiliki lahan khusus untuk menanam tanaman apotik hidup,” jelasDharmawaty, Staf Sarana di Bidang K3 SMAN 4 Pekanbaru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Lahan khusus yang diperuntukkantanaman apotik hidup ini memang diusulkan langsung oleh Azwir, Kepala SekolahSMAN 4 Pekanbaru sendiri. Program apotik hidup didepan sekolah ini sudahberlangsung sejak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;satu bulan yang lalu.Untuk menjaga kelestarian taman yang berisikan tanaman apotik hidup tersebutpihak sekolah berkoordinasi langsung dengan petugas kebersihan sekolah selainjuga dengan guru serta murid-murid yang ada.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Beberapa jenis yang ada misalnyasaja seperti tanaman jahe merah, jahe putih, sirih merah, kumis kucing dan daundewa serta jenis tanaman obat-obatan yang lainnya. Sementara untuk bibitnya,pihak sekolah tidaklah membeli diluar melainkan mendapatkan langsung darikepala sekolah, guru maupun murid-murid yang telah memiliki bibit tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Selain mendapatkannya dari gurumaupun murid, bibit-bibit yang ada juga kami perolah dari hasil penyemaian yangkami lakukan sendiri jadi kami tidak sama sekali mengeluarkan anggaran untuktaman apotik hidup ini,” tambah Dharmawaty yang juga sebagai guru BK di SMAN 4Pekanbaru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Alasan dipilihnya tanaman apotikhidup ini sendiri memang sedikit berbeda dibandingkan dengan sekolah-sekolahlainnya. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar tanaman yang ada nantinya dapatdimanfaatkan, seperti daun dewa yang dapat mengobati kanker serta tanaman jaheyang dapat menghangatkan suhu tubuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Sangat berbeda dibandingkansekolah lain, sekolah kami memeiliki lahan khusus atau taman khusus yangdiperuntukkan untuk tanaman obat-obatan, semoga saja taman ini dapat terushidup sehingga kelak dapat kami manfaatkan hasilnya,” ungkap Millani AmastasiaKoeswardani salah satu murid di SMAN 4 Pekanbaru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kalau saja semua sekolah diPekanbaru ini mempunyai apotik hidup seperti itu, tentu akan sangat menguntungkanbagi penghuni sekolahnya. Selain untuk penghijauan serta keindahan, juga dapatsebagai pengganti obat-obatan yang ada di apotik maupun dokter.(&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;teguh-gsj&lt;/b&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-3625126699907921044?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/3625126699907921044/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/gsj-news-apotik-hidup-di-depan-sekolah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/3625126699907921044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/3625126699907921044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/gsj-news-apotik-hidup-di-depan-sekolah.html' title='GSJ News: Apotik Hidup di Depan Sekolah'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-czf3j0u4Hdc/TvaJ5U6Z_AI/AAAAAAAAAzM/fn5J2NqfnLQ/s72-c/36-guru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-1877556441736181489</id><published>2011-12-25T09:25:00.002+07:00</published><updated>2011-12-25T09:25:21.194+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Teacher'/><title type='text'>Green Teacher (Siti Aminah S Pd )Menonton Film dan Seminar</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Menonton Film dan Seminar &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-XThJpTvDwMo/TvaJaTBqc0I/AAAAAAAAAzA/PhtomoaqUZ8/s1600/35-Aminah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-XThJpTvDwMo/TvaJaTBqc0I/AAAAAAAAAzA/PhtomoaqUZ8/s320/35-Aminah.jpg" width="231" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kiriman:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siti Aminah S Pd &lt;br /&gt;Guru Bahasa Inggris &lt;br /&gt;SMKN 1 XIII Koto Kampar&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Bagi saya, lingkungan itu nomor satu.&amp;nbsp; Karena kita hidup di lingkungan. Lingkungan yang kita miliki sekarang ini hanya satu. Tuhan hanya menganugerahkan satu bumi kepada manusia. Meskipun banyak upaya oleh para ahli astronomi atau angkasa untuk mencari planet pengganti bumi. Namun hingga saat ini belum ditemukan yang benar-benar sama. Subhanallah&amp;nbsp; ciptaan Allah SWT.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kendatipun persoalan lingkungan tengah kritis-kritsinya namun masih banyak orang menyepelekan persoalan lingkungan ini, memang agak sulit untuk membangkitkan kesadaran mereka untuk menjaga lingkungan. Di&amp;nbsp; sekolah sembari berkumpul, saya sempatkan untuk mengajak rekan-rekan sesama guru untuk menjaga kebersihan lingkungan. Selalu mengingatkan para siswa untuk selalu menghargai tempat mereka bernaung. Karena di sana mereka bisa melanjutkan hidup. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Polemik bangsa kita saat ini adalah perusak lingkungan yang terdiri dari stakeholder atau para pembuat keputusan.&amp;nbsp; Mereka yang seharusnya menghasilkan keputusan baik untuk masyarakat umum malah sebaliknya menghasilkan keputusan untuk kepentingan kelompok dan diri mereka pribadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ironis memang. Namun sebagai seorang guru, adalah tugas kita untuk melindungi generasi muda dari berbagai ancaman yang datang dari orang-orang seperti itu. Memutuskan rantai perusak lingkungan adalah tugas para pendidik. Sebab rantai tersebut akan bisa putus jika kita mendidik karakter anak bangsa dengan prilaku dan pola pikir yang mencintai lingkungan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Untuk menciptakan kesadaran menjaga lingkungan terhadap anak-anak didik bisa di lakukan dengan memberikan pengetahuan tentang penyakit-penyakit yang bisa diakibatkan oleh lingkungan yg kotor ataupun bahaya-bahay bencana yang bisa ditimbulkan oleh lingkunagn yang kotor. yah... itu semua memang tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan, tapi itulah tugas yang diemban sebagai seorang guru untuk selalu mengingatkan siswa-siswi kita! &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, cara menjaga lingkungan yang bisa diterapkan oleh para siswa bisa dengan, mendaur ulang. Sebagai wali kelas atau guru kita harus kreatif, misalnya dengan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; memanfaatkan bekas kemasan minuman yang kita beli seperti botol air mineral dan sejenisnya menjadi pohon hias ruangan, atau menjadi bunga hias, dan kreasi-kreasi kreatif lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ini sudah kami terapkan di Kelas XI Agribisnis Produksi Tanaman yang kebetulan saya sendiri yang jadi wali kelasnya. Selain kelas menjadi Indah, juga bisa menciptakan kesadaran kebersihan lingkungan kepada siswa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Cara berikutnya adalah dengan dengan mengadakan acara nonton bareng di sekolah yang bertemakan bencana alam akibat ulah manusia yang tidak menjaga lingkungan. Percaya atau tidak, film merupakan media pendidikan yang cukup efektif untuk meningkatkan kesadaran siswa-siswi. Karena melalui film siswa-siswi melihat langsung bagaimana kondisi lingkungan hancur oleh akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Jalan berikutnya dengan mengadakan seminar-seminar yang bertemakan tentang lingkungan. Seperti hari Sabtu kemarin tanggal 18 Desember 2011, sekolah kami kedatangan tamu istimewa dari Daerah Aliran Sungai (DAS) yang mensosialisasikan perubahan cuaca. Mereka membahas berbagai macam dampak lingkungan yang kotor dan cara pencegahannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Melalui seminar tersebut siswa-siswi jadi belajar langsung dari para ahlinya. Kami guru-guru juga merasa sangat senang karena terbantu dalam menerapkan pola pikir ramah lingkungan kepada para siswa kami.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Begitulah yang bisa kita lakukan untuk menjadikan generasi muda kita generasi yang baik terhadap lingkungan. Kepentingan manusia untuk mengeksplorasi lingkungan mungkin memang tinggi. Namun kepentingan itu akan menjerat leher manusia sendiri jika tidak dicapai dengan cara baik-baik. Lingkungan harus dijaga dari kepentingan para serakah dan perusak.***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-1877556441736181489?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/1877556441736181489/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/green-teacher-siti-aminah-s-pd-menonton.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/1877556441736181489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/1877556441736181489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/green-teacher-siti-aminah-s-pd-menonton.html' title='Green Teacher (Siti Aminah S Pd )Menonton Film dan Seminar'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-XThJpTvDwMo/TvaJaTBqc0I/AAAAAAAAAzA/PhtomoaqUZ8/s72-c/35-Aminah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-5101949767666514732</id><published>2011-12-25T09:23:00.005+07:00</published><updated>2011-12-25T09:23:56.877+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cara Gaul Jaga Lingkungan'/><title type='text'>Cara Gaul Jaga Lingkungan (Stephanie Anggun Mering): Ubah Kebiasaan</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Ubah Kebiasaan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-iiKRDeIy_JI/TvaINMGp5II/AAAAAAAAAy0/qJnydIzrvtw/s1600/35-Sthepani.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-iiKRDeIy_JI/TvaINMGp5II/AAAAAAAAAy0/qJnydIzrvtw/s320/35-Sthepani.jpg" width="256" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kiriman:&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Stephanie Anggun Mering&lt;br /&gt;SMA Cendana Pekanbaru&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;TAK pernah terlintas di pikiran saya akan masa depan bumi ini setelah 50 tahun ke depan. Bila kini banyak orang yang bersikap acuh tak acuh terhadap lingkungan dan sumber daya yang terkandung di dalamnya. Pernahkah kita berpikir akan kelangsungan hidup anak cucu kita dengan lingkungan dan sumber daya yang mungkin sudah sangat menipis karena telah habis terpakai oleh kita? &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya mengikuti seminar tentang topik lingkungan, saya sadar akan satu hal, ternyata selama ini kita telah mewariskan neraka bagi anak cucu kita. Segala sumber daya kita pakai secara habis-habisan. Dengan melesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi, bukannya manusia dapat memanfaatkannya untuk masa depan yang baik. Sekarang malah banyak manusia yang menyalahgunakan kemajuan tersebut untuk memakai hasil alam tanpa mengenal batas. Beberapa oknum-oknum yang tidak bertangung jawab hanya dapat memakai, kemudian ditinggalkannya dalam keadaan rusak, seperti kata pepatah “habis manis, sepah dibuang.” &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin pada saat itu manusia dapat menikmati semua sumber daya secara bebas.Namun pada suatu hari nanti, mungkin 50 tahun mendatang, semua itu akan berhenti di satu titik puncak dimana bumi telah kehabisan segala suatunya. Di titik itulah manusia akan menyesal akan perbuatannya di hari-hari sebelumnya. Bayangkan anak cucu kita nanti, mungkin saja di masa-masa mereka air sudah menjadi salah satu sumber daya yang sangat langka. Air yang sekarang selalu dipandang sepele orang banyak itu mungkin saja akan menjadi emas yang berharga di kemudian hari.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menyelamatkan bumi kita ini. Mulai dari kebiasaan kecil contohnya seperti menghemat air dan menghemat segala sesuatu yang biasa kita pakai dalam kegiatan sehari-hari. Selain menipisnya Sumber Daya Alam (SDA), perusakan lapisan ozon bumi juga semakin lama semakin parah. Tak pernah kita sadari bahwa ada beberapa kelakuan kita yang secara sengaja maupun tidak sengaja telah merusak lapisan pelindung bumi. Ada pula dampak-dampak yang mungkin terjadi bila lapisan ozon semakin menipis. Contohnya saja terjadi penaikan suhu dari suhu normal suatu tempat. Kota kita pun sempat mengalami penaikan suhu dari suhu normalnya, yaitu 300C. Penaikan suhu ini tergolong dampak-dampak yang masih biasa. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, apa yang akan terjadi di tahun-tahun berikutnya bila kita terus melakukan kegiatan yang selalu merugikan bumi kita. Mungkin orang-orang akan banyak yang terjangkit penyakit atau bahkan mati karena permasalahan tersebut. Contohnya saja kanker kulit, sinar ultra violet (UV) B yang datang akibat menipisnya lapisan ozon bumi dapat mengakibatkan kanker kulit bila kulit seseorang terlalu lama terpampang oleh sinar tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Terlalu banyak permasalahan di bumi ini. Permasalahan tersebut terjadi akibat tingkah laku manusia yang seenaknya sendiri. Kita selalu melakukan sesuatu tanpa berpikir panjang, maka dari itu mulai dari sekarang. Selamatkanlah bumi kita demi masa depan anak cucu kita. Janganlah wariskan neraka pada mereka. Mari lakukan kegiatan-kegiatan positif yang bermula dari hal-hal yang kecil, karena dengan melakukan hal-hal kecil tersebut,berarti kita telah menyelamatkan sepersekian persen dari kerusakan bumi kita. &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;So, nggak kalah gaul kan? Mengubah kebiasaan dengan lebih ramah pada lingkungan bisa memperpanjang usia bumi. Kalian pilih yang mana? Gaul dengan cara merusak diri dan lingkungan serta mewariskan neraka kepada anak cucu kita. Or, Save the world for a better future!***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-5101949767666514732?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/5101949767666514732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/cara-gaul-jaga-lingkungan-stephanie.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/5101949767666514732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/5101949767666514732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/cara-gaul-jaga-lingkungan-stephanie.html' title='Cara Gaul Jaga Lingkungan (Stephanie Anggun Mering): Ubah Kebiasaan'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-iiKRDeIy_JI/TvaINMGp5II/AAAAAAAAAy0/qJnydIzrvtw/s72-c/35-Sthepani.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-4836210180653228402</id><published>2011-12-20T07:44:00.002+07:00</published><updated>2011-12-20T07:44:51.332+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Box'/><title type='text'>Green Box: Cicit Terluka</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;Ndit n Mbun Come Back...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-FU75ZDdN5Hk/Tu_aSSRrNBI/AAAAAAAAAyo/RdYx1Mh8KN0/s1600/ndit.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="112" src="http://1.bp.blogspot.com/-FU75ZDdN5Hk/Tu_aSSRrNBI/AAAAAAAAAyo/RdYx1Mh8KN0/s400/ndit.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-4836210180653228402?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/4836210180653228402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/green-box-cicit-terluka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/4836210180653228402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/4836210180653228402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/green-box-cicit-terluka.html' title='Green Box: Cicit Terluka'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-FU75ZDdN5Hk/Tu_aSSRrNBI/AAAAAAAAAyo/RdYx1Mh8KN0/s72-c/ndit.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-8789229328337742500</id><published>2011-12-20T07:43:00.002+07:00</published><updated>2011-12-20T07:43:28.630+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='For Us'/><title type='text'>For Us: Budidaya Ikan Baung di Lahan Tidur</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;Budidaya Ikan Baung di Lahan Tidur&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Ez3FmdymcWQ/Tu_ZbH1b5ZI/AAAAAAAAAyg/Xi5bd_ug0dA/s1600/Baung.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-Ez3FmdymcWQ/Tu_ZbH1b5ZI/AAAAAAAAAyg/Xi5bd_ug0dA/s320/Baung.JPG" width="320" /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;internet &lt;br /&gt;BUDIDAYA : Ikan Baung sudah mulai dilakukan pembudayaannya oleh petani ikan Desa Temiang. Bagi masyarakat sekitar ikan ini membawa berkah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;i&gt;Memanfaatkan lahan tidur untuk membudidayakan ikan baung belum banyak dilakukan petani ikan di Riau. Namun di Desa Temiang, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis budidaya itu sudah dilaksanakan dan berhasil.  &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Laporan Mashuri Kurniawan Bengkalis&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mashurikurniawan@riaupos.co.id&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ikan baung adalah nama yang termasuk ke dalam marga Hemibagrus , suku Bagridae. Penyebarannya sampai di India, Asia Tenggara, dan Cina Selatan. Biasanya jenis ikan itu membuat sarang berupa lubang di dasar perairan yang lunak dengan aliran air yang tenang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ikan baung menyukai tempat yang tersembunyi, berlindung dibawah akar pohondi dalam air. Ikan itu keluar sarang sebelum hari petang. Setelah hari gelap, ikan baung akan keluar dengan cepat untuk mencari mangsa. Namun begitu tetap berada disekitar sarang dan segera, masuk ke sarang bila ada gangguan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Riau sendiri ikan ini bisa ditemukan di Sungai Kampar dan Sungai Siak. Hanya saja, habitatnya sudah mulai berkurang. Dikarenakan, ulah manusia yang selalu melakukan eksploitasi berlebihan terhadap sungai. Pembuangan sampah dan limbah cair ke dalam sungai mengakibatkan ikan ini sulit berkembang biak. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Padahal, ikan baung ini termasuk ikan yang sangat digandrungi diseluruh dunia. Khususnya masyarakat Riau.  Secara distribusi geografis ikan baung, selain di perairan Indonesia, juga terdapat di Hindia Timur, Malaya, Indocina, dan Thailand. Ikan yang menyebar luas di India, Cina selatan dan AsiaTenggara. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia ikan ini dikenal dengan banyak nama daerah, seperti Ikan Sogo (Jawa Tengah) , Sengol (Jawa Barat) , Baung (kebanyakan Sumatera) , Ikan Teiken (Sumatera Utara) , Ikan Tagih atau Tegeh (JawaTimur) , Ikan Niken (Kalimantan Barat) , Ikan Patik (Kalimantan Selatan) , Ikan Kendiya (Kalimantan Tengah) , Ikan Baung Putih (Kalimantan Timur).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan inilah yang memerlukan perhatian serius oleh seluruh masyarakat Riau. Sebab, bila terus dilakukan pengrusakan habitat ikan pada sungai, bukan hanya ikan baung saja musnah, tetapi seluruh ekosistim di sungai bisa terganggu. Perkembangbiakan ikan harus dilakukan. Jangan sampai musnah. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Melihat permasalahan inilah, masyarakat Desa Temiang, Kecamatan Bukit Datuk, Kabupaten Bengkalis melakukan pengembangbiakan Ikan Baung. Bagi masyarakat Desa Temiang, ikan itu membawa berkah bagi seluruh masyarakat. Kelestariannya juga mulai dijaga dengan baik oleh masyarakat. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Rabu (14/12) lalu, Riau Pos berkunjung ke lokasi Desa Temiang ditemani Slamet (37). Desa ini dikelilingi perkebunan kelapa sawit dan karet. Hampir diseluruh rumah masyarakat ditanami perkebunan sawit dan karet. Kebanyakan mereka yang tinggal di Desa Temiang bekerja sebagai petani dan nelayan. Hanya sedikit sebagai PNS. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Panas terik matahari begitu terasa di kulit siang itu. Waktu menunjukan pukul 10.15 WIB. Pemandangan pohon sawit berdiri dengan buahnya yang bernilai tingi, Riau Pos menelusuri perkampungan Desa Temiang untuk melihat secara langsung lokasi pengembangbiakan Ikan Baung. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan tersebut, Riau Pos berhentilah disalah satu perumahan warga yang berhasil mengembangbiakan Ikan Baung dan Lele. Pria separuh baya ini mengaku bernama Bambang (51). Dia menyambut kedatangan Slamet dan Riau Pos masuk kedalam pekarangan rumahnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Mencari apa nak,” Tanya Bambang kepada Slamet. “Ini pakde ada teman mau melihat pengembangbiakan Ikan Baung,’’ kata Slamet. Bambang membawa Riau Pos dan Slamet menuju kolam dibelakang rumahnya. Bersama dengan enam kepala keluarga di Desa Temiang Bambang melakukan pengembangbiakan Ikan Baung. &lt;br /&gt;Selama melakukan pengembangbiakan ikan itu, Bambang dibantu Fakultas Pertanian, Universitas Islam Riau. Kolam milik Bambang berukuran 6 meter x 7 meter. Didalam kola mini ikan dimasukan dalam jarring rapat. Dengan begitu ikan tidak akan mudah keluar dari dalam jaring. Kemudian, memberikan kemudahan memberi makan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bambang menyebutkan, biasanya ikan itu paling disukai adalah perairan yang tenang, bukan air yang deras. Karenaitu, ikan baung banyak ditemukan di rawa-rawa, danau-danau, waduk dan perairan yang tenang lainnya. Sayang, kata dia, banyak rawa dan danau sekarang ini berubah menjadi bangunan beton.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pencemaran yang terjadi di sungai dan anak sungai, sambungnya, sangat mengganggu perkembangbiakan ikan tersebut. Karena, sifat ikan itu sangat rentan terhadap penyakit dan gangguan. Permasalahan inilah yang mendapatkan perhatian masyarakat Desa Temiang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, bagaimana memanfaatkan lahan tidur atau tidak dipergunakan menjadi berguna. Untuk awal pembuatan kolam memang  dinilai Bambang memerlukan waktu yang lama. Ikan Baung tidak sembarangan bisa hidup selain di habitatnya. Apalagi habitat buatan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Namun lanjutnya, dibantu Fakultas Pertanian UIR, upaya pengembangbiakan Ikan Baung berhasil dilakukan. Bahkan, sekarang ini nilai ekonomis ikan itu memberikan dampak besar pada peningkatan ekonomi mereka. &lt;br /&gt;Apalagi, kalau ikan tersebut dijadikan salai, harganya bisa mencapai Rp130.000 per kilogram. Kalau ikan basah Rp55.000 hingga Rp60.000 per kilogram. Kebanyakan pembelinya langsung datang ke Desa Temiang untuk membeli Ikan Baung salai maupun yang basah.    &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan disekeliling kolam milik Bambang ditanami pepohonan hijau dan rindang. Udara disekeliling kolam terasa sejuk. Bersama dengan Slamat, Riau Pos diperkenankan memancing Ikan Baung didalam kolamnya. Mata kail dikasih umpan cacing. Begitu mata kail masuk ke dalam air ratusan ikan langsung menyambarnya secara bergantian. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya ikan baung tidak bisa tertangkap. Usaha terus dilakukan, akhirnya setelah menunggu selama 15 menit Ikan Baung berukuran dua jempol manusia berhasil dididapatkan Slamet. ‘’Lumayan sulit narik ikannya ya pakdem’’ ujar Slamet seraya tersenyum kearah Bambang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bambang mengatakan, induk ikan baung dapat dikembangbiakkan di kawasan tersebut berasal dari Balai Benih Ikan UIR. Tetapi, ada juga dari sungai dan rawa yang ada di Desa Temiang. Hal tersebut dilakukan agar karakter dan sifat peranakan yang dihasilkan nantinya sesuai dengan tempat pemeliharaannya, yakni di dalam kolam. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Perlu diketahui bahwa sebagian besar petani ikan di Riau dan sekitarnya menggunakan media sungai sebagai tempat membesarkan ikan. Kami  di dalam kolam sebagai tempat penangkarannya,” katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Waktu menunjukan pukul 16.12 WIB, saat berbincang dengan Bambang, seorang pria yang merupakan petani ikan baung dan lele, Miriadi (47) mendatangi kolam. Wajahnya tersenyum mengarah pada Bambang. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Perbincangan antara Bambang, Misriadi, Slamet, dan Riau Pos berlangsung penuh senyuman. Dalam penjelasannya Misriadi mengemukakan, untuk penangkaran Ikan Baung memang santat perlu dilakukan mayarakat Riau. Bagi dia, ikan itu menjadi salah satu simbol keunggulan Riau. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Misriadi sendiri menmgaku memiliki kolam dengan luas 5 meter x 6 meter. Kolam itu berada di belakang rumahnya. Banyak keuntungan yang dinilai Misriadi dari ikan baung. Bukan hanya keuntungan materi saja, bila sudah mendekat ke kolam dan memberi makan bisa membuat fikiran menjadi tenang. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;‘’Cobalah dek, buat sebuah kolam. Lalu kembangbiakan Ikan Baung atau Lele, pasti bisa menambah penghasilan,’’ cerita Misriadi kepada Riau Pos. Bagi para petani ikan yang ingin mendapatkan bibit ikan baung, Misridai mempersilakan untuk datang sekaligus membelinya di Desa Temiang. Yang pasti, kata dia, Ikan Baung menjadi berkah bagi petani ikan di Desa Temiang. Cukup dengan memanfaatkan lahan tidur, ikan ini bisa dikembangbiakan dengan baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian UIR, Rosyadi mengungkapkan, pengembangbiakan Ikan Baung ini memang sudah seharusnya dilakukan masyarakat Riau. Karena, jumlah populasinya yang mulai dirasakan berkurang oleh nelayan dipinggiran sungai. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Habitatnya juga sudah mulai berkurang. ‘’Kami berusaha melakukan pembelajaran cara mengembangbiakan Ikan Baung. Alhamdulillah sebanyak tujuh KK di Desa Temiang sudah mulai menuai hasil pekerjaan mereka,’’ ungkapnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dari penuturan Rosyadi, Ikan Baung tetap memerlukan oksigen yang tinggi untuk kehidupannya.Ikan baung tumbuh dan berkembang di perairan tropis. Daya adaptasinya tergolong rendah, kurang tahan terhadap perubahan lingkungan, dan serangan penyakit&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pada fase benihyaitu dari ukuran 0,5 2 cm. Ikan baung dapat hidup pada ketinggian sampai 1.000 m di atas permukaan laut, kandungan oksigen minimal 4 ppm, dan air yang tidak terlalu keruh dengan kecerahan pada pengukuran alat secchi disk Ikan baung tergolong ke dalam benthopelagic, dan hidup di perairan tawar dan payau dengan kisaran pH 7 - 8,2 dan suhu 22 – 250 derajat Celsius. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Perlu ketelitian dalam mengembangbiakan Ikan Baung. Bila salah melakukan perkembangbiakan bisa mengakibatkan pada kematian secara masal ikan ini. Ikan baung suka menggerombol di dasar perairan. Aapa yang dilakukan di Desa Temiang merupakan hal pertama menurut dia, di Provinsi Riau. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Biasanya Ikan Baung pengembangbiakan dilakukan di dalam keramba sepanjang aliran sungai. Padahal dan danau. Budidaya Ikan Baung  ini sangat langka dilakukan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, selama ini ada kabar menyebutkan jenis ikan Baung sangat sulit untuk dibudidayakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;‘’Ternyata tak ada jenis ikan yang tidak bisa dibudidayakan asal masyarakat mau mencoba untuk mengembangkannya,’’ ujar Rosyadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Riau, Irwan Efendi mendukung penuh budidaya Ikan Baung yang dilakukan, di Desa Temiang. Ia menilai, apa yang sudah dilakukan masyarakat tersebut sudah sepatutnya ditiru oleh petani ikan lainnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Mempergunakan lahan yang tidak dimanfaatkan lagi, dibuat kolam, dan melakukan budidaya ikan, menurut dia, itu sangat bagus. Dia berharap, tidak ada lagi eksploitasi terhadap Ikan Baung dan ekosistim air Sungai, Danau dan Rawa secara berlebihan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Menjaga lingkungan tetap hijau, sungai tetap jernih dan tidak membuang sampah ke dalamnya, memang sudah sepatutnya dilakukan secara bersama. ***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-8789229328337742500?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/8789229328337742500/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/for-us-budidaya-ikan-baung-di-lahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/8789229328337742500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/8789229328337742500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/for-us-budidaya-ikan-baung-di-lahan.html' title='For Us: Budidaya Ikan Baung di Lahan Tidur'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Ez3FmdymcWQ/Tu_ZbH1b5ZI/AAAAAAAAAyg/Xi5bd_ug0dA/s72-c/Baung.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-7104697697439817270</id><published>2011-12-20T07:36:00.002+07:00</published><updated>2011-12-20T07:36:51.995+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Save The Earth'/><title type='text'>Save The Earth: Batang Sawit Pengganti Kayu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;Batang Sawit Pengganti Kayu &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-8sCCQDbZLdA/Tu_Yg_wm_VI/AAAAAAAAAyU/ws6tJaOEa8E/s1600/34-sawit7.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="259" src="http://2.bp.blogspot.com/-8sCCQDbZLdA/Tu_Yg_wm_VI/AAAAAAAAAyU/ws6tJaOEa8E/s320/34-sawit7.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Normalnya, sebanyak 180 haktare kelapa sawit yang telah berumur 30 tahun ditumbangkan setiap hari. Kerapatan batang perhektare mencapai 120 batang sawit. Dimata orang awam batangan tersebut hanya limbah tak berguna. Tapi bagi Fakhri, Dosen D3 Teknik Sipil Unversitas Riau, itu merupakan potensi besar sawit selain buahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ditemui di kantor Program Studi Diploma 3 (D3) Teknik Sipil, Universitas Riau (15/12), Fakhri, begitu ia kerap dipanggil menyambut tim Riau Pos-For Us dengan ramah. Tanpa banyak basa-basi tim langsung menanyakan tentang awal mulanya Ketua Prodi D3 Teknik Sipil ini mengolah sawit menjadikan furniture rumah tangga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Mungkin ini agak menjauh dari disiplin ilmu Teknik Sipil, hanya saja tetap ada kaitannya. Sebab, sebagai ilmu yang mempelajari tentang konstruksi bangunan, semula kita ingin mencari bahan konstruksi alternatif selain kayu, besi dan baja,” ungkapnya memulai obrolan menjelang siang itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-MQJTUqri0v8/Tu_YgSE8oeI/AAAAAAAAAyQ/yUiK7anfH6I/s1600/34-sawit8.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="256" src="http://1.bp.blogspot.com/-MQJTUqri0v8/Tu_YgSE8oeI/AAAAAAAAAyQ/yUiK7anfH6I/s320/34-sawit8.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Awalnya ada dua alternatif, lanjutnya, pertama mengolah kayu dari pohon akasia dengan umur pendek namun sudah bisa diproduksi atau mengolah sawit. Akhirnya pilihan jatuh ke sawit karena banyaknya limbah batang sawit yang tidak dikelola, padahal potensinya sangat besar. Dengan luas lahan sawit kurang lebih 20 juta haktare, Riau, menyimpan potensi ekonomis lain dari batang sawit yang telah tua, yaitu dengan menjadikannya papan pengganti kayu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Jika batangan sawit yang telah tua dan tidak menghasilkan buah lagi ditumbangkan  kemudian tidak diolah. Maka itu akan menjadi limbah yang dapat merusak lingkungan. Kita tahu bahwa tanaman sawit itu sendiri sudah cukup banyak menuai kontroversi pendapat dari kalangan aktivis. Nah, bayangkan saja jika batang sisa penumbangan karena akan diganti dengan sawit baru tidak diolah. Masalah baru lagikan?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tergerak untuk menjadi solusi terhadap persoalan itu dan juga demi mendorong perekonomian masyarakat. Maka Fakhri yang telah mengabdi sejak 1996 di Prodi D3 Teknik Sipil tersebut,  selama lima tahun terakhir telah meneliti tentang manfaat lain dari limbah sawit. “Kebutuhan masyarakat terhadap kayu tidak dapat dihentikan begitu saja. Kita akan membutuhkan kayu terus menerus. Sementara keberadaan kayu menjadi komoditi yang sangat langka dengan nilai selangit,” tuturnya. Oleh karena itu, tambah pria kelahiran Kuok, Bangkinang ini, dibutuhkan alternatif lain pengganti itu. Batang sawit merupakan pilihan yang bagus. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Memproduksi kayu dari batang sawit tua bisa dilaksanakan dengan skala usaha kecil menengah (UKM) berbeda dengan kayu partikel yang harus diproduksi secara massal sehingga harus melibatkan industri besar. Oleh karena itu, kayu batang sawit bisa menjadi alternatif bagi perekonomian masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pengolahannyapun tinggal pilih. Ingin memakai alat berat yang tentunya dengan finansial yang cukup tinggi atau secara sederhana saja namun hasil yang didapatkan tidak kalah bagusnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Fakhri berbagi ilmu bagi pembaca For Us Riau Pos yang berminat terhadap usaha pengolahan batang sawit menjadi kayu ini. pengolahannya cukup sederhana dan terdiri dari empat tahap. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah tahapan-tahapan yang dibeberkan oleh pria 42 tahun ini. Tahap pertama disebut dengan penebangan. Pohon sawit yang sudah tua dan tidak berproduksi lagi ditebangin dengan chainsaw atau alat penebang lainnya. Kemudian potong batang menjadi beberapa bagian jangan lupa untuk memberi tanda bagian luar dan dalam batang yang telah dipotong.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tahap kedua, adalah pembelahan. Belah batang sawit menjadi papan dengan ketebalan antara 2 -3 cm. Hindari ukuran bentuk balok yang tebal, lebih dianjurkan dibelah dan dipotong ukuran pendek-pendek dan tipis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tahap ketiga, dikatakan sebagai tahap pengawetan. Ini merupakan tahap yang urgent, sebab jika batang sawit yang telah dibelah tidak segera diawetkan ia akan cepat berjamur. “Ini merupakan kekurangan dan kendala dalam pengolahan limbah sawit ini,” ungkap Fakhri. Bahkan diawal-awal, ceritanya, saya kerap mengalami hal tersebut karena keterlambatan melakukan pengawetan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Batang sawit yang telah berbentuk papan atau balok diawetkan dengan memakai bahan kimia. “Kaporit merupakan pilihan yang baik untuk mengawetkannya,” seru Fakhri memberi tips. Rendamlah papan atau balok sawit dengan air telah diberi kaporit selama dua jam. Setiap 30 menit cairan pangawet diaduk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekarang masuk pada tahap keempat, yaitu pengeringan. Pada tahap ini papan sawit dikeringkan selama kurang lebih sepuluh hari. “Sampai kadar air di dalamnya mencapai 15 persen,” ungkap alumni master Teknik Sipil UGM tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui semua tahapan pembuatan batang hingga menjadi kayu. Selanjutnya tinggal pada kreasi masing-masing orang ingin menjadikan kayu tersebut menjadi apa. “Kalau dijadikan konstruksi bangunan, kayu sawit ini bukan bahan yang kuat. Karena gaya gesernya kaku,” tutur Fakhri mengungkapkan kelemahan dari kayu sawit. Struktur bangunan tersebut contohnya dijadikan jembatan yang akan dilalui oleh mobil-mobil besar. Namun kayu sawit cukup bagus untuk dijadikan peralatan rumah tangga seperti furniture atau meuble. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat bisa memanfaatkan kayu tersebut sebagai kayu bekisting (papan cor), dinding partisi, panil pintu, plafon ringan, bahan bangunan atau kreasi-kreasi lain seperti hiasan dinding, figura foto, pot bunga, asbak rokok. Hal itu juga ditunjang dengan warna dan corak dari kayu sawit yang telah dilaminasi dengan kayu lain sangat bagus dan berwarna warni.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Sudah delapan tahun ini, kursi tamu di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Riau terbuat dari kayu sawit. Kondisinya baik-baik saja sejauh ini,” promosi pria yang tengah berupaya mengembangkan desa binaan di Desa Sibuak, Kecamatan Tapung, Kampar tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Fakhri dan anak-anak Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) UNRI gelombang tiga bimbingannya di Kecamatan Tapung memang sedang memperkenalkan teknologi pengolahan limbah batang sawit ini kepada masyarakat di lokasi-lokasi perkebunan sawit. “Di sana kami lebih kepada aplikasi yang mudah, misalnya membuat pot bunga dari kayu sawit, terangnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Animo yang tinggi dari masyarakat dan dukungan penuh dari kepala desa Sibuak menjadikan Fakhri dan para mahasiswa tersebut bersemangat memperkenalkan metode ini. Saat ini yang masyarakat butuhkan adalah teknologi sederhana tepat guna, ungkap Dosen Konstruksi Kayu ini. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Teknologi tepat guna tersebut misalnya pengolahan limbah, sampah, air bersih, pangan yang murah, ekonomis, praktis namun bisa diaplikasikan dengan mudah. Oleh karena itu, dalam menunggu hak paten keluar Fakhri juga kerap mensosialisasikan penemuannya ini kepada masyarakat di pedesaan.&lt;b&gt;(tya-gsj)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-7104697697439817270?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/7104697697439817270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/save-earth-batang-sawit-pengganti-kayu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/7104697697439817270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/7104697697439817270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/save-earth-batang-sawit-pengganti-kayu.html' title='Save The Earth: Batang Sawit Pengganti Kayu'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-8sCCQDbZLdA/Tu_Yg_wm_VI/AAAAAAAAAyU/ws6tJaOEa8E/s72-c/34-sawit7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-7669904114303078732</id><published>2011-12-20T07:34:00.002+07:00</published><updated>2011-12-20T07:34:24.886+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='our green inspiration'/><title type='text'>Our Green Inspiration (Raoul Du Toit): Selamatkan Badak Hitam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Raoul Du Toit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;Selamatkan Badak Hitam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-H7_C3rXY6xc/Tu_X0MjW3PI/AAAAAAAAAyA/qWLgmI8EnkE/s1600/34-raoul+prize.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-H7_C3rXY6xc/Tu_X0MjW3PI/AAAAAAAAAyA/qWLgmI8EnkE/s320/34-raoul+prize.jpg" width="212" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kondisi habitat badak di Zimbabwe semakin menyusut ketika itu. Ditambah lagi dengan perburuan yang semakin mengancam keberadaannya. Badak hitam Afrika itu pun diambang kepunahan. Raoul sebagai seseorang yang telah menghabiskan banyak waktu luangnya di alam terpanggil untuk ikut serta menyelamatkan sia-sisa dari peradaban badak hitam tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Raoul memulai karirnya di bidang lingkungan ketika mempelajari dampak lingkungan dari proyek tenaga air di selatan Afrika. Dan kemudian ia direkrut di sebuah organisasi internasional yang terkoordinasi dan bekerja untuk konservasi badak dan gajah di seluruh benua. Dari sini, Raoul pun mulai mempromosikan model inovatif untuk konservasi badak yang terkait dengan pembangunan pedesaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-gfRjI0H0B5M/Tu_X2hpwoLI/AAAAAAAAAyI/Zz4-WvY_oeE/s1600/34-Raoul.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-gfRjI0H0B5M/Tu_X2hpwoLI/AAAAAAAAAyI/Zz4-WvY_oeE/s320/34-Raoul.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selain sebagai tokoh sentral dalam pengembangan konservasi di Zimbabwe selama tahun 1990-an. Ia juga menjadi salah sau dari para profesional yang tersisa untuk menjaga proyek-proyek penangkaran badak yang layak selama tahun 2000-an. Ketika itu banyak profesional yang meninggalkan negara tersebut, karena adanya kekurangan komoditas dasar dan bencana devaluasi mata uang Zimbabwe. Tapi, ketika itu Raoul yakin kalau ia dan timnya masih bisa melanjutkan proyek mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kini, populasi badak hitam di kawasan Lowveld telah stabil berkat upaya yang dilakukan oleh Raoul. Meskipun banyak yang mengancam populasi badak tersebut sejak tahun 2000. Sekarang ada 350 badak hitam di wilayah tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar badak kini berada di bawah pengawasan Rhono Trust Lowveld  yang didirikan olehnya pada tahun 2009 dengan dukungan dari Yayasan Badak Internasional serta sumbangan dari pemerhati badak lainnya. Programnya ini juga tidak hanya berfokus pada konservasi satwa liar, tapi ia juga menggabungkan antara kebijakan internasional, keanekaragaman hayati dalam konteks yang lebih luas serta penggunaan lahan yang seimbang antara konservasi dan pembangunan. Dan bagi Raoul pengelolaan lingkungan dan konservasi satwa liar merupakan aspek penting untuk perkembangan Zimbabwe. Tak lupa Raoul juga mengajak masyarakat setempat untuk ikut serta dalam melestarikan badak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Berkat perjuangannya inilah akhirnya Raoul dianugerahi penghargaan lingkungan Goldman Enviroment Prize pada tahun 2011 atas upayanya dalam melakukan konservasi badak hitam di Zimbabwe ini. Memang sudah seharusnya kita melestarikan keanekaragaman hayati dan satwa yang ada di negara kita sendiri. &lt;b&gt;(afra-gsj/int/new)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-7669904114303078732?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/7669904114303078732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/our-green-inspiration-raoul-du-toit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/7669904114303078732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/7669904114303078732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/our-green-inspiration-raoul-du-toit.html' title='Our Green Inspiration (Raoul Du Toit): Selamatkan Badak Hitam'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-H7_C3rXY6xc/Tu_X0MjW3PI/AAAAAAAAAyA/qWLgmI8EnkE/s72-c/34-raoul+prize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-1031720030665516212</id><published>2011-12-20T07:29:00.003+07:00</published><updated>2011-12-20T07:29:41.872+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Techno'/><title type='text'>Green Techno: Protein Bakteri Mampu Atasi Polusi</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Protein Bakteri Mampu Atasi Polusi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-nm6frBhAbGs/Tu_W1G1Pp3I/AAAAAAAAAx4/Gc7rzcNCtaQ/s1600/34-protein.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-nm6frBhAbGs/Tu_W1G1Pp3I/AAAAAAAAAx4/Gc7rzcNCtaQ/s1600/34-protein.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebuah temuan tentang bagaimana bakteri menguraikan asam fosfanat yang merupakan polutan berbahaya dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. Stabilitas asam fosfanat sebenarnya membuat senyawa ini tidak mudah di urai. Tapi ternyata sejumlah bakteri tertentu mampu memecahkan ikatan di dalam molekul yang terkait itu dengan mudah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Menurut tim peneliti, David Zechel ada sebuah protein yang diyakini melakukan langkah pemutusan untuk ikatan tersebut. Saat ini diperkirakan lebih dari 20 ribu ton asam fosfanat dilepaskan per tahun ke alam bebeas di belahan barat Bumi. Banyak di antaranya yang berakhir sebagai kontaminan di air tanah yang meningkatkan kekhawatiran akan dampaknya bagi kesehatan manusia. Namun, dengan adanya penemuan atas bakteri ini sedikitnya bisa mengurangi dampak tersebut. &lt;b&gt;(afra-gsj/int/new)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-1031720030665516212?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/1031720030665516212/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/green-techno-protein-bakteri-mampu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/1031720030665516212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/1031720030665516212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/green-techno-protein-bakteri-mampu.html' title='Green Techno: Protein Bakteri Mampu Atasi Polusi'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-nm6frBhAbGs/Tu_W1G1Pp3I/AAAAAAAAAx4/Gc7rzcNCtaQ/s72-c/34-protein.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-9099070616200787046</id><published>2011-12-20T07:28:00.002+07:00</published><updated>2011-12-20T07:30:02.425+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Green'/><title type='text'>Info Green: Australia Kembangkan Pembangkit Listrik Gelombang Laut dan Jual Beli Cendrawasih Langka di Perbatasan</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Australia Kembangkan Pembangkit Listrik Gelombang Laut&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-XNqmk57wO2A/Tu_WYknS-iI/AAAAAAAAAxo/4UJxWt93SNs/s1600/34-Pembangkit.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="119" src="http://3.bp.blogspot.com/-XNqmk57wO2A/Tu_WYknS-iI/AAAAAAAAAxo/4UJxWt93SNs/s320/34-Pembangkit.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pembangkit listrik dengan gelombang laut dikembangkan di Australia. Pembagkit Listrik ini dikenal dengan BioWave yang memanfaatkan energi gelombang laut sebagai sumber energinya.&lt;br /&gt;Energi gelombang laut ini menyerap dengan menggunakan pelampung yang kemudian dialirkan menuju generator untuk menghasilkan listrik dengan bantuan pompa hidrolik yang dikenal dengan O-Drive. Saat ini prototipe berkapasitas 250 kilo Watt ini siap beroperasi pada kedalaman 30 meter. Sedangkan untuk skala komersialnya berkapasitas 1 megaWatt yang beroperasi pada laut yang lebih dalam berkisar 40-45 meter. Tak ada salahnya juga Indonesia mencontoh yang dilakukan Australia ini bukan? &lt;b&gt;(afra-gsj/int/new)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Jual Beli Cendrawasih Langka di Perbatasan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-jb58VDKJijc/Tu_WfRc2aQI/AAAAAAAAAxw/z7Kg0ejJMss/s1600/34-cendrawasih.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-jb58VDKJijc/Tu_WfRc2aQI/AAAAAAAAAxw/z7Kg0ejJMss/s320/34-cendrawasih.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ternyata banyak hal yang bisa mengancam keberadaan satwa liar dan langka yang ada di hutan Indonesia. Tak hanya perburuan yang semakin marak, ternyata jual beli satwa langka juga marak terjadi di kawasan perbatasan, seperti di Pontianak, Kalimantan Timur dan Barat serta sejumlah titik di wilayah Sumatera.&lt;br /&gt;Beberapa lokasi di Sumatera kerap menjadi jalur penyelundupan ke Malaysia melalui jalur laut di Kepulauan Riau, Sumatera Utara dan Aceh. Sedangkan untuk ke Filipina biasanya melalui jalur laut di Maluku.&lt;br /&gt;Menurut Darori, Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan, ketatnya pengawasan melalui kerja sama pihak kepolisian setempat bekerja sama dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) diharapkan mengatasi hal tersebut.&lt;b&gt; (afra-gsj/int/new)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-9099070616200787046?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/9099070616200787046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/australia-kembangkan-pembangkit-listrik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/9099070616200787046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/9099070616200787046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/australia-kembangkan-pembangkit-listrik.html' title='Info Green: Australia Kembangkan Pembangkit Listrik Gelombang Laut dan Jual Beli Cendrawasih Langka di Perbatasan'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-XNqmk57wO2A/Tu_WYknS-iI/AAAAAAAAAxo/4UJxWt93SNs/s72-c/34-Pembangkit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-7275268322728681187</id><published>2011-12-20T07:25:00.001+07:00</published><updated>2011-12-20T07:25:32.008+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Teacher'/><title type='text'>Green Teacher (Yuli Wastuti): Ajarkan Kearifan Lokal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-x1FGMRsageI/Tu_Vs9DecBI/AAAAAAAAAxg/gYSykT9VOdM/s1600/yuli+wastuti+1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-x1FGMRsageI/Tu_Vs9DecBI/AAAAAAAAAxg/gYSykT9VOdM/s320/yuli+wastuti+1.jpg" width="113" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Ajarkan Kearifan Lokal&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Masyarakat Indonesia merupakan bagian dari rumpun besar Melayu dunia. Kita memiliki beranekaragaman kebudayaan dan adat istiadat. Riau tidak kalah dengan daerah-daerah lain. Riau kaya akan kearifan lokal yang menjadi budaya dan tata prilaku masyarakatnya. Kearifan tersebut berlaku bukan hanya antara manusia. Namun juga menjadi sebuah khasanah hidup bagi hubungan dengan Tuhan dan alam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kearifan masyarakat Melayu Riau terhadap alam tak terperi dan terbilang bijaknya. Kita memiliki pendahulu/nenek moyang yang sangat santun menyikapi alam. Mereka berkebun, mereka bertani namun mereka tidak pernah mengeksploitasi. Mereka memelihara, mencintai, menyayangi dan mengasihi. Mereka menjadikan alam sahabat. Bagi mereka jika alam kesakitan maka manusia akan lebih sakit menanggung akibatnya.&lt;br /&gt;Itu gambaran tentang penghargaan pendahulu kita kepada alam. Alam diibaratkan sebagai sumber daya namun juga sumber bencana. Oleh karena itu jika manusia mampu mengelola alam tersebut tanpa merusak keseimbangannya antara sumber daya dan bencana. Ia akan menjadi kehidupan bagi manusia. Begitu juga sebaliknya alam akan menjadi bencana jika sumber daya yang dikandungnya dikuras habis, sebab alam juga butuh diri mereka sendiri untuk mampu memenuhi kebutuhan manusia. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ajaran kearifan lokal dari leluhur kita tentang alam. Saat ini seolah sebagai ajaran kuno namun tidak klasik. Karena kalau klasik masih banyak orang yang mengincarnya untuk dijadikan pelajaran alih-alih dikoleksi. Barang kuno adalah barang yang tidak lagi berguna untuk saat ini. Karena sudah ada barang modern sebagai penggantinya yang “mungkin” lebih canggih. Namun apakah kecanggihan itu ramah terhadap alam? &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Menelaah ini, adalah tugas para pengajar, bukan hanya guru di sekolah namun juga orangtua dan masyarakat di lingkungan siswa untuk mengingatkan siswa atau anak-anak kita bahwa Riau punya kearifan terhadap alam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Nenek moyang orang Riau memiliki sudut padang berkelanjutan terhadap pengelolaan alam. Meski sekalipun mereka tidak mengenal apa itu global warming, apa itu perubahan iklim. Sebab mereka memahami bahwa jika alam rusak manusialah yang akan menanggung akibatnya. Ini secara jelas juga tercantum dalam kitab suci al-quran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sekarang para siswa kita diajarkan tentang berbagai ilmu. Mulai dari ilmu sosial, alam, etika dan sebagainya yang semuanya bernafaskan modernisasi. Namun muatan lokal hanya menggambarkan tentang budaya. Padahal dalam mata pelajaran ini termakhtub kearifan yang bisa digali oleh para guru sebagai bagian dari manusia melayu Riau seutuhnya. Manusia peduli alam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Mengajarkan siswa kearifan lokal menjadi hal yang krusial saat ini. Sebab sudah saatnya kita kembali pada kearifan yang kita miliki, kearifan lokal yang peduli kepada ala. Riau memilikinya itu tergambar dari hutan larangan adat dan adat-istiada atau prilaku lainnya yang tercermin dibeberapa masyarakat saat ini. Mereka begitu bijak bahkan meperlakukan hewan sekalipun. Sebab bagi mereka itu adalah bagian dari keseimbangan alam. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita bicara keanekaragaman hayati, mungkin mereka tidak akan mengetahuinya. Namun mereka percaya bahwa keberadaan harimau dapat mengotrol hama babi hutan dikebun mereka. Oleh karena itu si dia tidak boleh diburu sembarangan. Kemudian ketika berkebun, masyarakat pendahulu memperhatikan bahwa ada kawasan-kawasan terlarang dari hutan untuk dibuka. Karena di sana merupakan sumber daya kehidupan. Yaitu air yang mengalir. Hutan harus lestari. Hingga budaya modern datang dengan teknik perkebunan modernnya. Hutan hilang, air tiada yang muncul adalah bencana bagi manusia. Nah, sekarang siapa yang lebih modern?***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-7275268322728681187?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/7275268322728681187/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/green-teacher-yuli-wastuti-ajarkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/7275268322728681187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/7275268322728681187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/green-teacher-yuli-wastuti-ajarkan.html' title='Green Teacher (Yuli Wastuti): Ajarkan Kearifan Lokal'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-x1FGMRsageI/Tu_Vs9DecBI/AAAAAAAAAxg/gYSykT9VOdM/s72-c/yuli+wastuti+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-8541743501475898428</id><published>2011-12-20T07:22:00.002+07:00</published><updated>2011-12-20T07:22:54.711+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cara Gaul Jaga Lingkungan'/><title type='text'>Cara Gaul Jaga Lingkungan (Teguh Budianto): Sentuhan Kreativitas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Sentuhan Kreativitas&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-TA2MLSYl1F0/Tu_U55I09UI/AAAAAAAAAxY/2JmE_tfueMg/s1600/35-teguh.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-TA2MLSYl1F0/Tu_U55I09UI/AAAAAAAAAxY/2JmE_tfueMg/s320/35-teguh.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Paradigma sekarang tentang anak muda yang identik dengan kebebasan berekspresi  sepertinya patut diacungi jempol. Karena dengan adanya hal itu dapat memacu munculnya kreativitas anak muda yang terbiasa atau membiasakan dirinya berfikir di luar kotak (out of box), yaitu  mencoba menembus batas-batas fikiran yang biasanya diakui oleh orang-orang kebanyakan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pola pikir seperti ini terbukti mampu memberikan benefit di bidang industri kreatif yang tidak mengesampingkan faktor perubahan pada lingkungan. Bahkan bisa dikatakan bahwa kondisi lingkungan dan kekhawatiran manusia menjadi sebuah inspirasi penuh bagi pelaku industri kreatif untuk bisa tampil di publik. &lt;br /&gt;Sebagai contohnya, ada beberapa industri sepatu berskala rumahan yang tentunya dimotori oleh anak muda lahir dari sisa-sisa potongan kain batik yang melahirkan produk sepatu berkualitas dan punya gaya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Lalu ada industri tas dan dompet yang lahir dari sisa-sisa wallpaper juga pada dasarnya mempunyai pola pikir yang sama, yaitu jika sisa-sisa benda tersebut dibuang maka sudah pasti akan menjadi limbah yang mengganggu lingkungan, daripada dibuang lebih baik dimanfaatkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;     Adanya contoh-contoh sederhana tersebut rasanya patut kita jadikan teladan dalam hal menjaga lingkungan. Apa lagi jika kita mampu menghasilkan produk yang bagus tentu saja hal ini dapat mengangkat perekonomian kita pribadi. Faktor yang dirasa cukup penting saat kita mencoba untuk berkarya dari sisa-sisa barang bekas adalah dengan tidak melakukan plagiarism. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan dari mereka yang berkecimpung di dunia ini adalah dengan melihat kondisi di lingkungan sekitar mereka pribadi. Kita juga bisa mulai dari lingkungan sekitar kita, apa yang ada dan apa yang bisa kita perbuat. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kita yang sudah jengah dengan perilaku sekumpulan orang yang sama sekali tidak peduli dengan keadaan lingkungan, dan butuh cara baru untuk memberikan perubahan di publik mungkin bisa memilih cara ini dengan memproduksi suatu barang menjadi alternative kampanye kita terhadap lingkungan. Dengan demikian, orang-orang yang dahulunya tidak peduli sekalipun, secara tidak langsung ternyata juga mendukung soft campaign yang kita lakukan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;    Hal tersebut diatas sebagai sebagai gambaran jika kita memposisikan diri sebagai calon produsen untuk suatu produk ramah lingkungan. Namun partisipasi kita lebih sederhana lagi jika kita memposisikan diri sebagai konsumen produk ramah lingkungan, cukup dengan menggunakan produk-produk tersebut. Selain terlibat secara tidak langsung terhadap soft campaign dari produsen, kita juga turut serta dalam kampanye cinta produk dalam negeri, dan tetap mempertahankan keberlangsungan usaha kecil menengah di Indonesia. Ditambah lagi jika produk yang dibeli adalah produk fashion yang memang diproduksi khusus dengan target pasar anak muda. Benar-benar sebuah efek domino yang positif, bukan?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Hal itu kemudian akan menjadi cara gaul dalam menjaga lingkungan. Sebab dalam mengembangkan produknya tentu produsen melihat selera pasar namun mereka juga harus idealis terhadap upaya penyelamatan lingkungan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara seperti ini, tidak terasa baik produsen maupun konsumen telah ramah terhadap lingkungan. Apalagi jika kemudian, produsen sengaja menyisipkan pesan-pesan lingkungan terhadap produk-produk mereka. Lihatlah bahwa go green telah menjadi gaya hidup. Bukan hanya bagi beberapa kalangan. Namun anak muda atau remaja yang ingin punya citra bagus dilingkungannya mereka harus mengetahui apa itu semangat go  green. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pergeseran makna gaul tersebut dari yang tadinya identik dengan hura-hura sekarang lebih kepada go green merupakan kemajuan. Tapi jangan lupa sentuhan kreativitas itu perlu.***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-8541743501475898428?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/8541743501475898428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/cara-gaul-jaga-lingkungan-teguh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/8541743501475898428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/8541743501475898428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/cara-gaul-jaga-lingkungan-teguh.html' title='Cara Gaul Jaga Lingkungan (Teguh Budianto): Sentuhan Kreativitas'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-TA2MLSYl1F0/Tu_U55I09UI/AAAAAAAAAxY/2JmE_tfueMg/s72-c/35-teguh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-184214331285182708</id><published>2011-12-20T07:19:00.001+07:00</published><updated>2011-12-20T07:19:12.614+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='green word'/><title type='text'>Green Word, 18 Desember 2011</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Para pelajar yang kuliah di kampus dengan lingkungan hijau dan rindang terbukti lebih kreatif.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Nature Geoscience&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-184214331285182708?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/184214331285182708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/green-word-18-desember-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/184214331285182708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/184214331285182708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/green-word-18-desember-2011.html' title='Green Word, 18 Desember 2011'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-6717950227164076826</id><published>2011-12-20T07:18:00.000+07:00</published><updated>2011-12-20T07:18:06.643+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Cagar Biosfer'/><title type='text'>Info Cagar Biosfer: Disosialisasikan di GSJ Weekend School</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Disosialisasikan di GSJ Weekend School&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sejak Juli 2011 Green Student Journalists (GSJ) telah melaksanakan kegiatan GSJ Weekend School yang dilaksanakan setiap Sabtu-Ahad. Kegiatan tersebut merupakan upaya mensosialisasikan persoalan-persoalan lingkungan kepada para pelajar dan mahasiswa di Riau. Dalam kegiatan ini turut mengenalkan tentang Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu (GSK-BB) kepada generasi muda tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Duta cagar biosfer mengkampanyekan tentang GSK-BB kepada para pelajar di kegiatan GSJ Weekend School ini,” tutur Andi Noviriyanti, Direktur Eksekutif Save The Earth Foundations (SEFo) Riau Pos, sekaligus penggagas kegiatan tersebut. Sepanjang Juni hingga Oktober 2011 di GSJ Weekend School telah empat kali kegiatan kampanye Cagar Biosfer GSK-BB  dilakukan, tambahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, untuk terus mengenalkan tentang keberadaan cagar biosfer ketujuh di Indonesia dan satu-satunya di Riau ini para duta GSK-BB akan terus mengkampanyekannya dalam kegiatan GSJ Weekend School untuk tahun 2012 nanti. “Kita akan mulai akhir januari 2012 nanti,” lanjutnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Kegiatan GSJ Weekend School merupakan langkah strategis untuk mengenalkan cagar biosfer kapada generasi muda,” jelas Novi begitu panggilan akrabnya. Sebab di sini para generasi muda tersebut bisa melihat bahwa Riau memiliki kekayaan alam dunia yang bisa menjadi solusi bagi persoalan global yang sekarang ini menghantui dunia, yaitu global warming dan perubahan iklim.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Novi juga berharap dengan tetap disosialisasikannya cagar biosfer GSK-BB, para generasi muda akan merasa memiliki terhadap warisan Riau untuk dunia itu. Sebab meskipun ia telah ditetapkan sebagai cagar biosfer namun pengelolaannya tetap menjadi tanggung jawab bersama masyarakat Riau. Generasi muda harus memahami itu sebagai bagian dari masa depan mereka di masa yang akan datang.(tya-gsj)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-6717950227164076826?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/6717950227164076826/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/info-cagar-biosfer-disosialisasikan-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/6717950227164076826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/6717950227164076826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/info-cagar-biosfer-disosialisasikan-di.html' title='Info Cagar Biosfer: Disosialisasikan di GSJ Weekend School'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-4805138659009740011</id><published>2011-12-20T07:16:00.002+07:00</published><updated>2011-12-20T07:16:43.674+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cara Unik Jaga Lingkungan'/><title type='text'>CAra Unik Jaga Lingkungan (Cindy Muthi'ah)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Buang Sampah Pakai Sepeda&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-P6V3kNt05wY/Tu_T1UMrAcI/AAAAAAAAAxQ/A7prRoOJNz0/s1600/36-muti.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-P6V3kNt05wY/Tu_T1UMrAcI/AAAAAAAAAxQ/A7prRoOJNz0/s320/36-muti.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hai teman-teman, perkenalkan nama saya Cindy Muthi’ah Sani. Saya biasa dipanggil Muthi. Saya adalah seorang siswi di Sekolah Dasar 007 Bukit Raya, saat ini saya kelas empat. Saya lahir pada 19 September 2002. menurut saya jaga lingkungan dengan cara yang sederhana. Saya suka sekali bermain sepeda, apalagi pada saat hari libur sekolah. Saya biasa bermain sepeda di pekarangan rumah. Namun, sambilan bermain saya juga turut serta membantu umi untuk menjaga kebersihan rumah. Umi sangat memperhatikan masalah kebersihan rumah. Terutama sampah. Saya mengangkat sampah dari rumah ke tempat pembuangan sampah umum dengan memakai sepeda. Saya tidak takut untuk kotor, karena berani kotor itu baik. Dengan demikian, kita akan mendapatkan dua manfaat sekaligus loh. Ikut serta menjaga lingkungan dan membantu orangtua. Nah, bagi teman-teman, sambilan bermain saat hari libur sekolah, tidak ada salahnya kan membantu orangtua di rumah.***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-4805138659009740011?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/4805138659009740011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/cara-unik-jaga-lingkungan-cindy-muthiah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/4805138659009740011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/4805138659009740011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/cara-unik-jaga-lingkungan-cindy-muthiah.html' title='CAra Unik Jaga Lingkungan (Cindy Muthi&apos;ah)'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-P6V3kNt05wY/Tu_T1UMrAcI/AAAAAAAAAxQ/A7prRoOJNz0/s72-c/36-muti.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-8067556781165075065</id><published>2011-12-20T07:14:00.003+07:00</published><updated>2011-12-20T07:14:45.848+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GSJ News'/><title type='text'>GSJ News: Bagi-Bagi Pohon Bentuk Kreasi Diri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Bagi-Bagi Pohon Bentuk Kreasi Diri&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Memeriahkan Pekan Kreasi Mahasiswa 22 Desember mendatang, Mapala Suska ikut ambil bagian dalam ajang yang digelar kampus UIN Suska Riau dalam rangka semarak Unit Kegiatan Khusus(UKK) dan Unit Kegiatan Mahasiswa(UKM). Selain mengekspresikan diri, ajang tersebut juga akan dilombakan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai UKM yang bergerak di bidang lingkungan Mapala Suska akan mengadakan flying fox, bazar alat-alat adventure dan bagi-bagi pohon. Sekitar 50 bibit pohon trembesi dan durian telah disiapkan untuk acara tersebut dan akan di berikan secara gratis kepada mahasiswa UIN Suska.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Jenis pohonnya sengaja dipilih trembesi dan durian, karena untuk kedua jenis pohon itu tidak bisa ditanam dikampus, kampus sedang masa pembangunan jadi sulit menanam pohon trembesi disini, sedangkan durian juga tidak cocok untuk ditanam dilingkungan kampus, jadi  pohon-pohon tersebut harus dibawa pulang untuk ditanam di sekitar tempat tinggal mereka,” kata Adi perwira, Dewan Senior Mapala Suska.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Melalui kegiatan tersebut, Adi mewakili Mapala Suska berharap pohon yang diberikan dengan gratis itu dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Ditanam dengan benar dan dirawat sampai suatu saat akan memberikan manfaat kepada pemiliknya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Lagipula dengan menanam pohon, kita telah berkontribusi dalam mengurangi laju perubahan iklim. Bibit pohon yang kami sediakan hanya terbatas sehingga hanya untuk mahasiswa yang berminat dan peduli terhadap lingkungan saja,” ungkap Adi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut informasi dari Adi, bagi mahasiswa yang berminat untuk mendapatkan bibit pohon tersebut, silahkan datang langsung ke stan yang telah dipersiapkan Mapala Suska dan ungkapkan rasa minat dan peduli terhadap lingkungan, maka anda bisa pulang dengan membawa bibit trembesi atau durian dengan gratis. &lt;b&gt;(asrul-gsj)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-8067556781165075065?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/8067556781165075065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/gsj-news-bagi-bagi-pohon-bentuk-kreasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/8067556781165075065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/8067556781165075065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/gsj-news-bagi-bagi-pohon-bentuk-kreasi.html' title='GSJ News: Bagi-Bagi Pohon Bentuk Kreasi Diri'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-4263296023823951192</id><published>2011-12-20T07:13:00.002+07:00</published><updated>2011-12-20T07:13:56.530+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GSJ News'/><title type='text'>GSJ News: Universitas Riau Menuju Green Campus</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Universitas Riau Menuju Green Campus&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-BnLQYlJdPSc/Tu_THJg6xiI/AAAAAAAAAxI/o6riFHYfwbs/s1600/2.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://4.bp.blogspot.com/-BnLQYlJdPSc/Tu_THJg6xiI/AAAAAAAAAxI/o6riFHYfwbs/s320/2.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;TATAP MUKA : BEM Universitas Riau dan mahasiswa dari berbagai fakultas mengadakan tatap muka dengan beberapa orang pembicara untuk mendiskusikan wacana Green Campus.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Dalam rangka menyukseskan Universitas Riau menuju Green Campus, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) lebih khususnya Kementrian Lingkungan Hidup BEM Universitas Riau mengadakan seminar dan dialog publik, dilantai dua gedung LPM Universitas Riau, Kamis (15/12/) lalu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Acara yang dimulai pukul 09.00 wib ini dihadiri oleh Presma dan Kementerian Lingkungan Universitas Riau beserta tim teknisnya, selain itu juga dihadiri oleh tiga orang pembicara. Yakni Usman M Tang (Ketua Lembaga Penelitian Universitas Riau), Ilham Malik (Ketua Pusat Pengelolaan Ekoregion (PPE)  Sumatera) serta Zulfikar Jayakusuma (Akademisi Lingkungan Universitas Riau).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Sebenarnya saya ada acara lain diluar sana, tetapi demi acara ini saya membatalkan semuanya. Bagi saya acara ini sangatlah penting dan kami sangat mendukung sekali apabila benar adanya kalau Universitas Riau akan menjadikan kampusnya hijau, atau yang biasa kita sebut green campus,” terang Ilham Malik yang merupakan Ketua Kementrian Lingkungan Regional Sumatera.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; “Manfaat acara ini adalah agar kita mampu mengangkat isu-isu mengenai cita-cita kita tentang green campus sehingga kita mampu menyamakan persepsi terlebih dahulu sebelum berbuat sesuatu terhadap lingkungan,” jelas Zul Kariman Menteri Lingkungan BEM Universitas Riau.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Seminar dan dialog publik ini dihadiri sekitar 50 peserta yang berasal dari berbagai macam LSM serta fakultas yang ada di Universitas Riau, Mapala-mapala yang ada di Universitas Riau, diantaranya Mapala Sungkai dan Mapala Winetou.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Acara ini disambut antusias oleh peserta, hal ini terlihat dengan banyaknya perdebatan dan diskusi selama acara ini berlangsung. Mulai dari yang memperdebatkan masalah lingkungan kampus yang kotor dan banjir dibeberapa titik, memperdebatkan apa itu green campus sendiri hingga bukti nyata dari acara ini nantinya sehingga bagaimana terbentuknya green campus seperti yang diinginkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Ini langkah awal pergerakan kita untuk bisa mencapai Universitas Riau menuju green campus dan langkah ini harus dilanjutkan,” tambah Zul Kariman atau yang biasa dipanggil Zul ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Acara berakhir pukul 13.00 wib, terlontar beberapa harapan yang ada baik dari pembicara maupun peserta yang mengikuti acara ini. seperti yang dilontarkan oleh Karya Rizki atau yang biasa dipanggil Bojes selaku Ketua Brimapala Sungkai Universitas Riau.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Semoga saja ini tidak hanya sebatas sosialisasi bahwa Universitas Riau akan menuju green campus tapi mudah-mudahan tahap selanjutnya  kita langsung action untuk menjadikan kampus kita benar-benar green campus,” pungkasnya&lt;b&gt;(teguh-gsj)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-4263296023823951192?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/4263296023823951192/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/gsj-news-universitas-riau-menuju-green.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/4263296023823951192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/4263296023823951192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/gsj-news-universitas-riau-menuju-green.html' title='GSJ News: Universitas Riau Menuju Green Campus'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-BnLQYlJdPSc/Tu_THJg6xiI/AAAAAAAAAxI/o6riFHYfwbs/s72-c/2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-4771892677762532531</id><published>2011-12-11T08:09:00.001+07:00</published><updated>2011-12-11T08:10:48.417+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Box'/><title type='text'>Green Box: Tak Bisa Sendiri</title><content type='html'>Teman-teman, ndit dan mbun come back dengan cerita baru nih... yuk mariiii&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-L_kxaXko12A/TuQC3urYXCI/AAAAAAAAAxA/yhf1-t2cm38/s1600/ndit+37.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="111" src="http://4.bp.blogspot.com/-L_kxaXko12A/TuQC3urYXCI/AAAAAAAAAxA/yhf1-t2cm38/s400/ndit+37.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-4771892677762532531?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/4771892677762532531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/green-box-tak-bisa-sendiri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/4771892677762532531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/4771892677762532531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/green-box-tak-bisa-sendiri.html' title='Green Box: Tak Bisa Sendiri'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-L_kxaXko12A/TuQC3urYXCI/AAAAAAAAAxA/yhf1-t2cm38/s72-c/ndit+37.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-4319608910178352638</id><published>2011-12-11T08:05:00.001+07:00</published><updated>2011-12-11T08:06:43.730+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='For Us'/><title type='text'>For Us: Habitat Udang Galah Terancam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;Habitat Udang Galah Terancam&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-NEZSWVKrpyY/TuQB-nnlOZI/AAAAAAAAAw4/kSO6xGfgIuw/s1600/udang+galah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://2.bp.blogspot.com/-NEZSWVKrpyY/TuQB-nnlOZI/AAAAAAAAAw4/kSO6xGfgIuw/s400/udang+galah.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;UDANG GALAH: Habitat udang galah hidup pada dua habitat,&amp;nbsp; hidup di air payau dan kembali ke air tawar. Kehidupannya kini terancam karena habitatnya terganggu. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Aliran air Sungai Kampar sangat deras, Rabu ((7/12) lalu. Cuaca siang itu hujan rintik-rintik. Riau Pos bersama dengan salah seorang masyarakat yang tinggal di tepian Sungai Kampar, Muhammd Syukri (53) menggunakan sampan terus mengayuh tongkat untuk menelusuri sungai yang memiliki potensi perikanan itu. Termasuk udang galah dan ikan patin kualo.  &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Laporan Mashuri Kurniawan,Pelalawan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mashurikurniawan@riaupos.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan dimulai dari tepian sungai yang terletak di Simpang Kualo, Desa Kuala Terusan,  Kecamaatan Pangkalankerinci. Dari Ibu Kota Kabupaten Pelalawan berjarak 10 KM. Disepanjang tepian sungai terlihat jelas pemandangan hijau. Pohon meranti, tembusu, durian hutan, rumput liar masih berdiri menjulang ke langit.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, tanaman sawit lebih banyak dari jumlah pohon yang tumbuh di tepian Sungai Kampar. Sesekali, Muhammad Syukri mengusap matanya dari air hujan. Tongkat pengayuh dengan kuat digayung. Hujan semakin deras, sampan yang ditumpangi terus bergerak. Karena, hujan deras Muhammad Syukri memutuskan untuk berteduh terlebih dahulu digubuk milik masyarakat yang berada di tepian sungai. &lt;br /&gt;Digubuk dengan ukuran 3x4 meter persegi ini, sudah terlebih dahulu terlihat Tarmizi (45). Tarmizi ternyata teman dekat Muhammad Syukri. Bapak dua anak ini, bercerita tentang sumber perikanan yang ada di Sungai Kampar tersebut. &lt;br /&gt;Dari penuturannya, untuk udang galah dahulunya sangat banyak di Sungai Kampar  tersebut. Terutama di daerah Kuala Kampar dan Teluk Meranti. Yang daerahnya berada di perbatasan antara sungai air tawar dan laut.&lt;br /&gt;Tahun 1974 lalu banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sumber perikanan di sungai itu. Pada tahun itu, udang galah sangat banyak ditemukan disepanjang Sungai Kampar. Masyarakat yang tinggal ditepian sungai begitu terbantu perekonomiannya.             Seorang nelayan bisa mendapatkan penghasilan Rp500.000 hingga Rp2,2 juta dari hasil penangkapan udang galah. Walaupun sentra udang ada di Kuala Cinaku, Kabupaten Indragiri Hulu, usaha penangkapan pada perairan sungai ini jumlahnya sangat banyak saat itu. Disebabkan sebagian besar kecamatan di Kabupaten Pelalawan dilalui oleh sungai. &lt;br /&gt;Menurut Jackson (1989) dan Koeshendrajana (1997) sungai-sungai paparan banjiran tropis, seperti Sungai Kampar dan sungai-sungai lainnya yang terdapat di Kabupaten Pelalawan memberikan kontribusi yang dinamis dan produktif pada perikanan perairan umum. &lt;br /&gt;Sementara, jenis ikan yag menghuni perairan umum Kabupaten Pelalawan dapat&lt;br /&gt;dibedakan atas kelompok ikan sungai (white fishes), kelompok ikan danau, dan kelompok ikan rawa (black fishes). Khususnya udang galah cukup banyak ditemukan di Sungai Kampar.     Udang yang memiliki ciri kepalanya berbentuk kerucut , rostrus melebar pada bagian ujungnya, bentuknya memanjang dan melengkung ke atas, pada bagian atas terdapat gigi seperti gergaji berjumlah 12 buah dan bagian bawah 11 buah, rasanya sangat gurih dan manis bila sudah di goreng. &lt;br /&gt;Bentuk morfologi udang galah beruas-ruas dan tertutupi kulit luar yang keras dari chitin. Kulitnya menipis pada bagian sambungan antara ruas sehingga mudah untuk digerakan. Ruas badan terbagi atas bagian kepala (cephalus), dada(thorax), perut (abdemen) dan ekor (caudal). Bagian kepala dan dadabersatu dan disebut cephalothorac. Bagian ini dilapisi oleh kulit luar yang keras yang disebut dengan carapac.&lt;br /&gt;Banyaknya udang galah ini hanya dari tahun 1974 sampai dengan 1990 an. Untuk sekarang, Muhammad Syukri mengaku sedikit sulit mendapatkan udang galah. Apalagi saat musim hujan dan banjir. Habitat udang galah seperti pepohonan yang berada ditepian sungai berkurang.   &lt;br /&gt;Menurut dia, tidak semua orang bisa melakukan penangkapan udang galah tersebut khususnya diperaian Sungai Kampar. Terlebih lagi sungai yang berada persis dan melintasi di sepanjang perkampungan. Kondisi ini, terjadi sejak dulu kala dan sudah turun temurun. Perlu keterampilan, umpan, dan kail khusus menangkap udang galah. &lt;br /&gt;‘’Untuk menangkap ikan memang sangat mudah dik. Tapi, udang galah tidak bisa ditangkap dengan cepat. Perlu kesabaran. Terkecuali kita memancing pada lubuknya. Itupun harus pandai. Bila tidak, udang yang sudah nyangkut bisa terlepas kembali,’’ paparnya bercerita kepada Riau Pos. &lt;br /&gt;Tarmizi yang mendengarkan pembicaraan ini turut memberikan pendapat tentang udang galah di Sungai kampar tersebut. Sulitnya ditemukan udang galah menurut dia, karena habitat udang galah terancam punah. Makanan mereka seperti ikan kecil, pepohonan yang tumbuh ditepian sungai sudah mulai berkurang. Termasuk, limbah yang terus dibuang ke dalam sungai.&lt;br /&gt;Pencemaran limbah dan terganggunya ekosistim itulah penyebab utama berkurangnya udang galah. ‘’Ikan juga sulit mendapatkannya sekarang dik. Sungai Kampar sudah tidak lagi seperti dulu,’’ keluhnya. Kalau dahulu, sambungnya, banyak ikan dan udang galah bisa ditemukan. &lt;br /&gt;Tarmizi dan Muhammad Syukri dahulunya bermata pencaharian sebagai nelayan. Sejak tahun 2001 kedua teman dekat itu tidak lagi menjadi nelayan. Mereka lebih memilih usaha perkebunan daripada menjadi nelayan. Karena bagi mereka lebih menguntungkan daripada menjadi nelayan. Kegiatan yang mereka lakukan Rabu itu hanyalah untuk mengisi waktu luang.  &lt;br /&gt;Waktu menunjukan pukul 14.30 WIB, hujan reda. Namun, awan masih mendung. perjalanan dilanjutkan. Muhammad Syukri bersama dengan Riau Pos mengayuh tongkat sampan. Sedangkan Tarmizi juga melanjutkan perjalanannya.&lt;br /&gt;Setelah 15 menit perjalanan, Muhammad Syukri tiba-tiba berhenti disebuah rimbunan ranting kayu yang berada ditepian sungai. Ditanya mengapa berhenti? Muhammad Syukri menjawab, ditempat itu merupakan salah satu tempat udang galah, selais dan gurami.&lt;br /&gt;Tali diikat diranting pohon. Tiga pancing kayu bambu-pun mulai dimainkan atau ditajur. Dengan menggunakan kail berukuran kecil dan umpan roti yang sudah bercampur terasi, Muhammad Syukri dan Riau Pos memancing dibawah pohon tersebut. Sambil menunggu pancing dimakan ikan, Muhammad Syukri mengatakan, biasanya udang galah hidup bergerombolan dibawah akar kayu. &lt;br /&gt;Menurut dia lagi, perbedaan udang galah jantan dan betina terletak pada bentuk kaki jalan yang sangat besar kuat, bercapit besar, dan panjang pada udang galah jantan. Perbedaan lainnya terletak pada kepala, perut dan lubang kelamin. Perbedaan tersebut hanya bisa dilihat pada udang dewasa. Kaki jalan kedua udang jantan lebih besar dan panjang dibanding udang betina.&lt;br /&gt;Setelah menunggu lama, tiba-tiba pancing bambbu milik Muhammad Syukri beregarak. Tarik menarik-pun terjadi. Selama lima menit akhirnya mata kail terangkat keatas. Tapi, bukan udang galah yang didapat, melainkan ikan selais. Giliran pancing Riau Pos yang bergerak, setelah diangkat kedalam sampan ikan gurami kecil yang terangkat. &lt;br /&gt;Muhammad Syukri tampak sabar menantikan umpannya dimakan ikan dan udang galah. Berselang beberapa lama, pancing kedua bergerak dengan kuat. Kali ini Muhammad Syukri harus bekerja keras untuk mengangkat hasil pancingan. Tidak tahu apa yang berada difikirannya, yang pasti dia berusaha memainkan pancing dengan tenang. &lt;br /&gt;Ternyata, pancing tersebut dimakan udang galah berukuran sebesar gelas air mineral. ‘’Kita dapat udang galah dik. Harus dimainkan pancingnya, jangan langsung disentak bisa lepas udangnya. Kalau sudah keletihan udang pasti bisa didapatkan,’’ ujarnya menceritakan tentang cara memancing udang galah.    &lt;br /&gt;Hari sudah sore, waktu menunjukan pukul 17.30 WIB, Riau Pos bersama Muhammad Syukri pulang dengan membawa ikan dan satu udang galah kecil. Sampan-pun digayuh kembali ke tepian Sungai Kampar. ‘’Dahulu memang banyak udang galahnya, sekarang tidak banyak lagi dik. Lumayan dapat satu ekor,’’ ujarnya. &lt;br /&gt;Peneliti dari Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau Deni Efizon pernah menyoroti kerusakan hutan rawa gambut yang telah berdampak pada menurunnya populasi udang air tawar (udang galah). Berdasarkan penelitiannya tahun 2008,  bahwa pengaliran air gambut ke sungai dan pembuatan kanal-kanal di lahan gambut berdampak pada spesies udang galah di sungai. &lt;br /&gt;Wakil Bupati Pelalawan, Drs H Marwan Ibrahim, Kamis (8/12) lalu mengatakan, distribusi udang galah masih bisa ditemukan di Sungai Kampar yang mengalir di Kabupaten Pelalawan.  Sumber daya perikanan di sungai itu, sambungnya, dapat dipandang sebagai suatu komponen dari ekosistem perikanan yang berperan sebagai faktor produksi untuk menghasilkan suatu output yang bernilai ekonomi masa kini maupun masa mendatang. &lt;br /&gt;Pentingnya sumber daya perikanan di Kabupaten Pelalawan berdasarkan pada dua jenis ekosistem penting bagi perikanan, yakni hutan mangrove dan estuaria. Lingkungan mangrove  adalah salah satu jenis lahan rawa yang terdapat di wilayah pesisir laut dengan kharakteristik yang unik. Untuk wilayah Kabupaten Pelalawan yang memiliki ekosiste mangrove terdapat di Kecamatan Teluk Meranti dan Kecamatan Kuala Kampar. &lt;br /&gt;Dua kecamatan itu, sambungnya, dikenal dengan penghasil perikanan yang sangat bagus. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan terus melakukan program peningkatan sumber perikanan untuk masyarakat yang tinggal ditepian Sungai Kampar. ‘’Ikan patin, juaa, selais, udang galah dan jenis ikan lainnya, bagi yang melakukan pengembangannya akan dibantu pemerintah,’’ ungkapnya.  &lt;br /&gt;Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautatan Riau, Irwan Efendi mengungkapkan, sumbangan utama lingkungan mangrove bagi perikanan adalah karena  lingkungan tersebut memberikan kontribusi dalam bentuk penyediaan bahan makanan berupa zat hara bagi biota-biota laut sehingga perairan di sekitarnya sangat cocok sebagai daerah asuhan bagi berbagai jenis udang dan ikan. &lt;br /&gt;Selain itu, mangrove berfungsi juga sebagai penyaring bahan cemaran di perairan serta berfungsi sebagai penahan gelombang. Ekosistem estuaria mempunyai karakteristik yang unik, terutama adanya dinamika perubahan salinitas serta faktor-faktor terkait yang mempengaruhinya, termasuk dalam ekosistem estuaria adalah muara sungai, teluk pesisir, rawa pasang surut dan perairan yang terdapat di belakang tanggul pantai.&lt;br /&gt;Udang galah dan ikan mencari makan didekat akar pohon yang masuk kedalam air. Untuk itulah, perlu kiranya dijaga keberlangsung ekosistim sungai dan laut di Riau. Dengan begitu, sumber perikanan bisa terus ada dan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk kesejahteraan mereka.*** &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-4319608910178352638?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/4319608910178352638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/for-us-habitat-udang-galah-terancam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/4319608910178352638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/4319608910178352638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/for-us-habitat-udang-galah-terancam.html' title='For Us: Habitat Udang Galah Terancam'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-NEZSWVKrpyY/TuQB-nnlOZI/AAAAAAAAAw4/kSO6xGfgIuw/s72-c/udang+galah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-4156830455855291399</id><published>2011-12-11T08:03:00.001+07:00</published><updated>2011-12-11T08:04:46.592+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Save The Earth'/><title type='text'>Save The Earth: Awas Limbah B3, Ia Dekat dengan Anda</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Awas Limbah B3&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;Ia Dekat dengan Anda&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-g3dHMdKZOZc/TuQBhHxHsXI/AAAAAAAAAww/F6PHwePBcg8/s1600/34-Limbah+B3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-g3dHMdKZOZc/TuQBhHxHsXI/AAAAAAAAAww/F6PHwePBcg8/s320/34-Limbah+B3.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;internet&lt;br /&gt;BOTOL BEKAS: Limbah B3 juga berasal dari botol-botol bekas yang menjadi wadah bahan-bahan yang mengandung zat&amp;nbsp; kimia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Khalayak ramai sering gusar dengan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh pabrik-pabrik dan rumah sakit. Namun, pernahkah kita memikirkan bahwa ada limbah yang sangat dekat dengan kita. Bahkan sewaktu-waktu bisa menjadi mainan anak-anak. Ia adalah limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3).&lt;br /&gt;Rita Afrida, Ibu rumah tangga berusia 37 tahun mengaku belum tahu apa yang dimaksud dengan limbah B3. “Saya biasa memakai semprot nyamuk yang dijual di toko-toko untuk menghindari anak-anak dari gigitan nyamuk,” ceritanya ketika ditanya di rumah memakai obat nyamuk jenis apa, Jumat (9/12). Tapi, tambahnya, apa hubungannya dengan limbah B3, ya? Gusar Rita bertanya.&lt;br /&gt;Berdasarkan Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan lingkungan Hidup, limbah B3 dinyatakan sebagai limbah bahan berbahaya dan beracun yang berasal dari sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang mengandung B3.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Para pakar kesehatan juga menyatakan bahwa limbah jenis ini karena mengandung racun, baik jumlahnya ataupun konsentrasinya secara langsung atau tidak langsung dapat mencemari dan merusak lingkungan sehingga berbahaya bagi kehidupan manusia.  &lt;br /&gt;Rita mengaku baru sekarang mengetahui tentang limbah B3, “Itupun setelah ditanya tentang limbah ini,” tambahnya kepada tim Riau Pos For Us. Pun begitu, ia mengaku telah melakukan langkah-langkah aman untuk mencegah B3 sampai ke tangan anak-anak. Meski caranya memperlakukan B3 sama dengan sampah-sampah pada umumnya. &lt;br /&gt;“Saya hanya membuang botol bekas semprot nyamuk ke tong sampah di depan rumah, namun sebelumnya saya bungkus dengan kantong plastik, sehingga tidak terlihat oleh anak-anak,” ungkapnya. &lt;br /&gt;Masih dari cerita Rita, Alhamdulillah hingga sekarang saya belum menemukan atau mengalami yang namanya anak-anak keracunan akibat limbah B3 yang disimpan sembarangan, syukurnya.&lt;br /&gt;Hal senada juga disampaikan oleh Fadrizal Labay, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Riau ketika dihubungi  via telpon pada hari yang sama. “Kita belum menemukan atau menerima laporan tentang korban keracunan akibat limbah B3,” ungkapnya. Kendatipun begitu, tegasnya, limbah B3 sangat berbahaya bagi manusia jika tidak diolah dengan baik. Jadi masyarakat perlu diberi penjelasan atau sosialisasi tentang jenis limbah yang sangat dekat dengan kita ini.&lt;br /&gt;Limbah B3 juga menjadi perhatian masyarakat secara internasional. Bahkan, Indonesia pernah menjadi tuan rumah pertemuan Antar Bangsa Pengelolaan Limbah B3 yang disebut juga dengan Konvensi Basel yang diselenggarakan di Bali. Konvensi tersebut diikuti oleh lebih dari 1000 delegasi dari 170 negara. Di sini masyarakat internasional menunjukkan bahwa persoalan limbah B3 merupakan ancaman yang krusial bagi manusia.&lt;br /&gt;Indonesia telah meratifikasi Konvensi Basel tersebut dengan mengaplikasikannya dalam Undang-Undang No 32 tahun 2009. Satu di antara ketentuan Undang-Undang tersebut berbunyi “Setiap orang yang menghasilkan limbah B3 wajib melakukan pengelolaan limbah B3 yang dihasilkannya". &lt;br /&gt;Namun bagaimana dengan ibu rumah tangga seperti Rita? Jangankan akan mengelola limbah tersebut, mengetahui saja belum. “Yah, saya menggabungkannya saja dengan sampah lainnya, toh, sama juga kan dengan sampah,” kilahnya tersenyum. Urusan, bagaimana efeknya terhadap lingkungan, kan sudah dibawa oleh petugas kebersihan. Pasti nantinya mereka bakal olah juga. Ungkapnya sambil tertawa. &lt;br /&gt;Perihal tentang minimnya pengetahuan masyarakat tentang limbah B3, Fadrizal, menjelaskan bahwa secara khusus sosialisasi tentang limbah B3 memang belum menjadi program. Namun sosialisasinya telah dilakukan seiring dengan sosialisasi persoalan lingkungan lainnya. “Seperti pencemaran lingkungan, air, udara, nah, di sini kita memasukkan tentang bahaya limbah B3 ini. Isu-isu lain yang menjadi sekaligus disosialisasikan adalah perubahan iklim,” katanya mencontohkan.&lt;br /&gt;Ia juga memisalkan bahwa limbah B3 bisa jadi merupakan produksi rumah tangga. Contohnya saja lampu neon, tabung sisa obat nyamuk semprot, hingga oli bekas kendaraan. “Jika dibuang sembarangan, limbah ini akan berbahaya bagi lingkungan,” tegasnya. &lt;br /&gt;Lebih jauh Fadrizal yang sehari-hari bertugas sebagai kepala BLH tersebut juga mencontohkan tentang obat cair yang biasa dipakai oleh masyarakat di rumah. “Obat cair, baik itu untuk penurun panas atau obat batuk jika tidak habis dan sudah kadaluwarsa bisa menjadi limbah B3 yang membahayakan masyarakat. &lt;br /&gt;Hal itu, katanya kemudian, jika dalam pemakaian obat cair yang tidak habis kemudian dibuang sembarangan ke tanah ataupun ke selokan, got atau apapun di dekat rumah. Maka ini bisa menjadi limbah yang berbahaya bagi masyarakat di sekitarnya. Sebab limbah B3 yang berasal dari bahan kimia tersebut tidak bisa diuraikan oleh tanah. Racunnya terus berada di dalam tanah, kemudian ketika hujan datang maka ia akan meresap jauh ke dalam tanah. Bahkan mungkin memasuki sumber air, jika keluarga tersebut memakai sumber air dari sumur bawah tanah atau sumur bor. &lt;br /&gt;Sifat racun dari obat cair itu terus akan menjadi bagian dari air dan membahayakan siapa saja yang menggunakan air tersebut. “Kita harus jeli dan teliti dalam memanfaatkan segala sesuatu yang akhirnya akan menjadi limbah B3,” wantinya. &lt;br /&gt;Banyak cara yang bisa dilakukan agar Anda, anak-anak dan keluarga Anda terhindar dari bahaya limbah ini. Misalnya jangan dekatkan atau berikan anak-anak mainan berupa lampu neon yang sudah tidak terpakai. Sebab jika lampu tersebut pecah, materi-materi di dalamnya bersifat B3 sehingga berbahaya bagi kesehatan manusia. &lt;br /&gt;Selain itu, ketika obat nyamuk semprot Anda habis, maka jangan membuangnya disembarangan tempat. Jauhkan dari penglihatan dan jangkauan anak-anak. Tutupilah dengan kertas atau plastik lain secara terpisah, sehingga aman hingga petugas kebersihan membawa B3 tersebut dari rumah atau dari dekat Anda. Selain itu hati-hati dengan produk kosmetik bagi ibu-ibu atau remaja wanita karena sisa kosmetik yang telah habis juga bisa menjadi limbah B3.&lt;br /&gt;Beberapa karakteristik dari limbah B3 yang perlu kita ketahui meliputi, mudah, meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, bersifat korosif atau merusak benda yang melekat padanya.&lt;b&gt;(tya-gsj)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-4156830455855291399?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/4156830455855291399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/save-earth-awas-limbah-b3-ia-dekat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/4156830455855291399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/4156830455855291399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/save-earth-awas-limbah-b3-ia-dekat.html' title='Save The Earth: Awas Limbah B3, Ia Dekat dengan Anda'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-g3dHMdKZOZc/TuQBhHxHsXI/AAAAAAAAAww/F6PHwePBcg8/s72-c/34-Limbah+B3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-2273644713683047143</id><published>2011-12-11T08:00:00.003+07:00</published><updated>2011-12-11T08:02:53.686+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='our green inspiration'/><title type='text'>Our Green Inspiration: (Olya Melen) Pembela Hukum Bagi Lingkungan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Olya Melen&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Pembela Hukum Bagi Lingkungan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-a4XTEewlXZo/TuQA4wDypqI/AAAAAAAAAwk/7VYLNwuYKUo/s1600/34-Olya.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-a4XTEewlXZo/TuQA4wDypqI/AAAAAAAAAwk/7VYLNwuYKUo/s1600/34-Olya.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-x1HrlM3gOvA/TuQA4Tdp98I/AAAAAAAAAwg/sp-w3nf-KkE/s1600/34-Olya+melen.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-x1HrlM3gOvA/TuQA4Tdp98I/AAAAAAAAAwg/sp-w3nf-KkE/s320/34-Olya+melen.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sebagai seorang pengacara Olya Melen membuktikan bahwa ia juga bisa berpartisipasi dalam menjaga lingkungan. Hal ini dimulai ketika terjadi pembangunan kanal besar yang akan memotong jantung dari Delta Danube yaitu salah satu lahan basah dunia yang paling berharga yang terletak di pantai Laut Hitam, Rumania dan Ukraina.&lt;br /&gt;Delta Danube ini adalah sebuah labirin dari danau dan sungai yang mencapai luas lebih dari 1 juta hektar. Tak hanya itu saja ini juga merupakan “tempat tidur” bagi buluh terbesar di dunia dan banyak satwa unik lainnya. Bahkan tempat ini telah ditetapkan sebagai lahan basah yang penting secara internasional dalam Konvensi Ramsar. UNESCO pun menetapkannya sebagai situs warisan dunia dan Biosphere Reserve.&lt;br /&gt;Dan sebagai seorang pengacara Olya Melen pun ikut serta berjuang menggunakan jalur hukum untuk menghentikan sementara pembangunan dari kanal besar tersebut. Dimana kanal ini secara otomatis akan berpengaruh pada ekosistem yang ada di Delta Danube tersebut.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan Melen ini tentunya mendapatkan reaksi dari banyak pihak. Salah satunya kecaman dari pre-Orange Revolution Government yang terkenal korup dan kebal hukum. Pada tahun 2004, dengan tanpa pemberitahuan publik sebelumnya dan tentu saja melanggar hukum lingkungan internasional dan nasional. Pemerintah Ukraina memulai pengerukan dan menopang bagian sempit dan dangkal dari suatu jalur air delta sepanjang 106 mil untuk membuat kanal yang akan memungkinkan kapal besar untuk bisa melakukan  perjalanan langsung antara Sungai Danube dan Laut Hitam.&lt;br /&gt;Namun, seketika organisasi tempat dimana Melen bekerja yaitu Environmen-People-Law (EPL) langsung mengajukan tuntukan hukum terhadap proyek tersebut. Dan Melen lah yang memimpin kasus tersebut, meskipun dia sebelumnya belum memiliki pengalaman di ruang sidang. Secara tiba-tiba Melen menjadi seorang environmentalis ketika itu.&lt;br /&gt;Pemerintah tentu saja melakukan berbagai cara agar usaha yang dilakukan oleh Melen tidak berhasil. Sehingga pembangunan kanal tersebut tetap bisa dilaksanakan. Namun, Melen tidak patah arang dan tetap berusaha menggagalkan hal tersebut.&lt;br /&gt;Melen pun dianugerahi penghargaan lingkungan hidup Goldman Environment Prize pada tahun 2006 atas usahanya dalam menyelamatkan ekosistem di Delta Danube ini. Sebuah usaha yang luar biasa dari seorang pengacara muda, bagaimana dengan kita?&lt;b&gt; (afra-gsj/int/new)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-2273644713683047143?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/2273644713683047143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/our-green-inspiration-olya-melen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/2273644713683047143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/2273644713683047143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/our-green-inspiration-olya-melen.html' title='Our Green Inspiration: (Olya Melen) Pembela Hukum Bagi Lingkungan'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-a4XTEewlXZo/TuQA4wDypqI/AAAAAAAAAwk/7VYLNwuYKUo/s72-c/34-Olya.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-8889061779269478903</id><published>2011-12-11T08:00:00.001+07:00</published><updated>2011-12-11T08:00:30.107+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Techno'/><title type='text'>Green Techno: Fuel Cell Hidrogen Nissan Siap 2015</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Fuel Cell Hidrogen Nissan Siap 2015&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Blvv_4FHejA/TuQAlJS-3rI/AAAAAAAAAwY/QSV1l0DBhpc/s1600/34-nissan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="121" src="http://4.bp.blogspot.com/-Blvv_4FHejA/TuQAlJS-3rI/AAAAAAAAAwY/QSV1l0DBhpc/s320/34-nissan.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;FUEL CELL: Nissan kembali akan menghadirkan sebuah teknologi fuel cell hydrogen untuk mobilnya yang akan siap 2015 nanti.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Satu lagi kabar baru dari industri otomotif yang ramah lingkungan. Nissan akan meluncurkan sebuah mobil fuel cell hidrogen di 2015 nanti. Fuel cell ini merupakan generasi ketiga dari Nissan.&lt;br /&gt;Keunggulan dari fuel cell ini terletak pada membrane electrode assembly atau yang dikenal dengan MEA yang telah mengalami penyempurnaan dibanding generasi sebelumnya. Penyempurnaan ini membuat ukuran MEA menjadi lebih kecil sebesar 50 persen. Tak hanya itu penggunaan platina yang tergolong mahal juga berkurang sehingga biaya produksi juga turun.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namun, meski sudah terjadi penurunan pada biaya produksi. Harga sel hydrogen ini masih tetap mahal. Dimana untuk harga satu mobil Nissan ini nantinya diperkirakan berkisar US$128.000. Tapi, setidaknya harapan untuk mendapatkan mobil fuel cell yang lebih murah akan semakin mendekati nyata.&lt;b&gt; (afra-gsj/int/new)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-8889061779269478903?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/8889061779269478903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/green-techno-fuel-cell-hidrogen-nissan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/8889061779269478903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/8889061779269478903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/green-techno-fuel-cell-hidrogen-nissan.html' title='Green Techno: Fuel Cell Hidrogen Nissan Siap 2015'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Blvv_4FHejA/TuQAlJS-3rI/AAAAAAAAAwY/QSV1l0DBhpc/s72-c/34-nissan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-7484582442382071384</id><published>2011-12-11T07:58:00.001+07:00</published><updated>2011-12-11T07:59:33.814+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Green'/><title type='text'>Info Green : Bambu untuk Pabrik Coklat Bali dan Laut Mati Terancam “Mati”</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Bambu untuk Pabrik Coklat Bali&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-BrdSs1Lediw/TuQATQQkfXI/AAAAAAAAAwQ/ABbqY7LbdXU/s1600/34-bambu.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="121" src="http://4.bp.blogspot.com/-BrdSs1Lediw/TuQATQQkfXI/AAAAAAAAAwQ/ABbqY7LbdXU/s320/34-bambu.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;BIG TREE FARMS: Sebuah pabrik di Bali memiliki bahan material yang unik yaitu bambu.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bambu dijadikan sebagai bagian dari rumah sudah menjadi hal yang biasa dalam kehidupan sehari-hari. Namun, jika digunakan untuk pabrik, maka bambu dianggap sebagai eco-material.&lt;br /&gt;Sebuah bangunan di Bali yang ditengarai sebagai pabrik coklat milik Big Tree Farms akan dibuat dengan bahan baku bambu ini. Tentu itu mudah bagi Pak Cantor, sang pemilik pabrik ini. Karena ia telah berpengalaman puluhan tahun dalam membuat bangunan dari bambu. Bangunan ini dibangun dengan luas 2.460 meter persegi di Bali.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Big Tree Farms sengaja memilih bambu sebagai material bangunan pabriknya. Karena bamboo dinilai memiliki kelebihan yakni kekuatan yang sebanding dengan campuran baja lunak dengan beton. Selain itu, beberapa spesies bamboo juga mampu tumbuh dengan sangat cepat hingga mencapai 30 meter dengan diameter 15-20 cm. Namun, sebagai bagian dari tanaman pohon, bambu ini juga digemari oleh rayap. Karena itulah diberikan baric acid untuk untuk mencegah hal tersebut. Tak hanya itu, bambu ini juga diproses dahulu dengan menggunakan zat kimia seperti borax yang berfungsi sebagai anti api. &lt;b&gt;(afra-gsj/int/new)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Laut Mati Terancam “Mati”&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebuah studi menyatakan bahwa pengambilan air dari sungai-sungai yang bermuara pada laut mati akan menyebabkan pengeringan pada laut tersebut. Bahkan konflik antara Israel dengan tetangganya akan menjadi tak terhindarkan. Steven Goldstein, peneliti dari Lamont-Doherty Earth Observatory, Columbia University, Amerika Serikat menyatakan bahwa laut mati sudah mulai kering karena terlalu banyak manusia yang mengambil air ke sana. Bahkan menurutnya laut mati sendiri pernah kering meski tanpa intervensi manusia.&lt;br /&gt;Bahkan saat ini praktis tidak ada air segar yang masuk ke laut mati. Banyak masalah yang akan timbul jika sendainya laut mati benar-benar mati. Karena air sendiri merupakan faktor yang sangat menentukan dalam stabilitas politik di kawasan Timur Tengah.&lt;b&gt; (afra-gsj/int/new)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-7484582442382071384?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/7484582442382071384/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/info-green-bambu-untuk-pabrik-coklat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/7484582442382071384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/7484582442382071384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/info-green-bambu-untuk-pabrik-coklat.html' title='Info Green : Bambu untuk Pabrik Coklat Bali dan Laut Mati Terancam “Mati”'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-BrdSs1Lediw/TuQATQQkfXI/AAAAAAAAAwQ/ABbqY7LbdXU/s72-c/34-bambu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-3770077542068985124</id><published>2011-12-11T07:56:00.001+07:00</published><updated>2011-12-11T07:57:42.125+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Teacher'/><title type='text'>Green Teacher (Nurhasanah, S.Pd): Pendidikan Environmentalisme</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Pendidikan Environmentalisme&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-NhSi680qYrI/TuP_0lCBsKI/AAAAAAAAAwI/_B3J9sM7SHk/s1600/35-NURHASANAH.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-NhSi680qYrI/TuP_0lCBsKI/AAAAAAAAAwI/_B3J9sM7SHk/s320/35-NURHASANAH.JPG" width="211" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kiriman:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Nurhasanah, S.Pd&lt;br /&gt;Guru Bahasa Indonesia,&lt;br /&gt;Madrasah Aliyah Muhammadiyah 2 Pekanbaru&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia telah jadi korban ketidakadilan global. Kekayaan alam Indonesia yang harusnya dapat manfaatkan secara arif demi kesejahteraan rakyatnya telah berubah menjadi kutukan. Praktek exploitasi alam terus menjadi pilihan walau beragam peringatan telah diberikan oleh berbagai organisasi dan pemerhati lingkungan dalam dan luar negeri, bahkan alam pun sudah bertindak maha dahsyat. Walhi, menyatakan bahwa akibat intensitas dan luapan bencana yang terus bertambah sembilan bulan dalam setahun Indonesia menghabiskan sumberdayanya hanya untuk mengurus bencana.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Krisis ekologis di Indonesia tak lain disebabkan oleh jamahan tangan asing terhadap SDA Indonesia. Kooptasi antara pengurus negara melenggangkan jamahan asing terhadap SDA Indonesia, jelaslah ini hanya akan mempertebal kantong-kantong para pemangku kekuasaan. Tabiat para pengurus negara untuk mempercadangkan kekayaan bumi Indonesia secara cepat, murah, meriah dan mudah justru semakin diperteguh melalui undang-undang dan peraturan yang berorientasi pada self provit, self regulation dan self trade fairness. &lt;br /&gt;Melihat gambaran kondisi diatas, satu dari banyak cara yang bisa kita lakukan adalah membangun rakyat kritis (critical mass) sebagai wujud dari percepatan perjuangan lingkungan hidup yang sejati guna menahan laju ketidakadilan di bumi Indonesia ini. Rakyat kritis tahu bahwa ia sedang hidup dalam ancaman ekologis, berbuat untuk keselamatan kolektif dan anti terhadap model neoliberalisme yan merenggut kedamaian ekologi Indonesia.&lt;br /&gt;Maka kritislah terhadap lingkungan dan jadilah environmentalis.  Kaum environmentalis adalah seseorang atau sekelompok orang yang mendukung setiap tujuan gerakan lingkungan hidup. Kaum environmentalis memiliki pandangan yang kuat atas isu-isu lingkungan hidup dan mengamalkan nilai-nilainya sebagai aktivis, relawan, akademisi, profesional, pelajar ataupun mahasiswa. Kaum environmentalis dipandang sebagai pahlawan bumi dan lingkungan. Mereka kritis dan reaktif terhadap isu-isu lingkungan yang mendera alam, mereka anti koorporasi dan globalisasi. Mereka sadar betul bahwa semuanya itu hanyalah pelegalan dan pelelangan kepentingan. Saya memandang perlunya suatu usaha yang akan melahirkan para environmentalis-environmentalis di muka bumi ini. &lt;br /&gt;Hal tersebut demi akan didapatkannya siswa-siswa yang kritis terhadap para pengelola lingkungan atau mereka yang mengatakan ingin menjaga lingkungan. Sebab jangan salah, saat ini mereka yang menyatakan diri peduli terhadap lingkunganpun tak lebih dari mereka yang money oriented bukan karena ketulusan yang berasal dari lubuk hatinya. Mungkin banyak dari mereka yang benar-benar ingin menjaga lingkungan namun kita akan sangat mudah mengenali dari apa-apa yang telah ia lakukan dan dengan siapa ia melakukannya. Oleh karena itu anak-anak kita membutuhkan ruang untuk mengapresiasikan diri mereka secara tulus untuk menjaga lingkungan. Menurut saya cara tersebut adalah melalui metode yang disebut dengan pendidikan environmentalis. &lt;br /&gt;Pendidikan environmentalisme bisa disebut sebagai wadah kaum environmentalis. Dengan cara-cara sederhana di sekolah, seperti dengan membuka fakta dan isu-isu lingkungan kepada siswa dalam proses pembelajaran dengan mengarahkan pada penyampaian yang merangsang naluri kritis para siswa dan dinyatakan dalam pandangan dan statement siswa. Dengan intensnya kegiatan kecil seperti ini maka dengan sendirinya akan terbentuk ruang kritis dan arif dalam pikiran mereka. Seiring bertambah dewasa, mereka akan semakin matang dengan jati diri environmentalis dalam jiwa mereka. Dengan begitu, di masa yang akan datang akan lahir para pemimpin yang arif terhadap lingkungan dan yang pastinya anti terhadap self profit, self regulation dan self trade fairness. Go environmentalist people!!***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-3770077542068985124?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/3770077542068985124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/green-teacher-nurhasanah-spd-pendidikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/3770077542068985124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/3770077542068985124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/green-teacher-nurhasanah-spd-pendidikan.html' title='Green Teacher (Nurhasanah, S.Pd): Pendidikan Environmentalisme'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-NhSi680qYrI/TuP_0lCBsKI/AAAAAAAAAwI/_B3J9sM7SHk/s72-c/35-NURHASANAH.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-3584366763739303314</id><published>2011-12-11T07:55:00.001+07:00</published><updated>2011-12-11T07:56:16.015+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cara Gaul Jaga Lingkungan'/><title type='text'>Cara Gaul Jaga Lingkungan (Muhammad Fadhilah): Jadikan Pohon Soulmate</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Jadikan Pohon Soulmate&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-V3aRUW3I-W8/TuP_k9cY5LI/AAAAAAAAAwA/ZrO_DDSxxig/s1600/35-adi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-V3aRUW3I-W8/TuP_k9cY5LI/AAAAAAAAAwA/ZrO_DDSxxig/s320/35-adi.jpg" width="276" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kiriman:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Muhammad Fadilah&lt;br /&gt;Mahasiswa Ilmu Kelautan&lt;br /&gt;Universitas Riau&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Di zaman yang semakin modern seperti sekarang ini. Banyak terjadi hal-hal yang sebelumnya dianggap biasa saja, sekarang menjadi luar biasa. Misalnya saja, dulu kalau mengambil kayu di hutan itu mah dianggap biasa. Banyak warga masyarakat yang melakukan. Namun, kalau sekarang dengan semakin berkembangnya teknologi. Banyak teknologi yang bisa memudahkan dalam mengambil kayu-kayu di hutan tersebut. Dan karena sering diambil dalam jumlah besar, kayu di hutan pun hampir mendekati “punah”.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagi kamu-kamu yang mengaku sebagai anak yang gaul. Apa salahnya coba untuk ikut serta menanam satu pohon saja di rumah. Jadikan lah pohon itu sebagai soulmate kalian yang tentunya harus kalian jaga dan disayang. Jika sudah berhasil “menghidupkan” satu pohon, cobalah untuk menanam pohon kedua, ketiga dan seterusnya. Dengan begitu lingkungan rumah jadi asri dan nyaman. Nah, bagi kamu-kamu yang hobinya nyiptain lagu akan semakin berkembang karena banyak inspirasi yang akan didapat dengan adanya lingkungan yang nyaman. Betul bukan? Jangan lupa juga, untuk menularkan hal yang baik ini ke lingkungan sekitar kita. Target utamanya adalah teman-teman kalian sendiri. &lt;br /&gt;Berikutnya pilihlah tempat nongkrong yang asri seperti di taman atau di tempat rekreasi lainnya yang membuat kita semakin mengerti betapa pentingnya menjaga alam dan hutan. Misalkan saja jika kita lagi nongkrongdi taman kota Pekanbaru. Tentu banyak yang bisa kita ambil hikmah dari tempat tersebut. Seperti salah satunya kondisi danau buatannya yang jauh dari kata indah. Padahal itu merupakan taman kota Pekanbaru. Dari sini kita bisa mengambil pelajaran bahwa menjaga lingkungan itu sangat penting sekali, sangat tidak nyaman bukan melihat kondisi danau yang seperti itu. Padahal banyak cara mudah yang bisa kita lakukan untuk menjaganya, misalkan dengan selalu membuang sampah bekas makanan ke tempat sampah yang disediakan bukan malah membuang ke dalam danau tersebut, sehingga menyusahkan yang membersihkan lingkungan di sana. Atau bisa juga dengan membawakan makanan kecil untuk ibu dan bapak pengurus kebersihan taman itu, sehingga mereka menjadi semakin semangat bekerja. Jadi menjaga lingkungan sekaligus berbuat baik kepada sesama.&lt;br /&gt;Lalu, bagi kamu-kamu yang suka grafity. Tak ada salahnya bukan membuat sebuah pesan lingkungan untuk objek grafitymu. Bayangkan saja jika di sepanjang jalan itu hadir ribuan pesan lingkungan. Paling tidak setiap pengguna jalan akan semakin sadar dengan pentingnya menjaga lingkungan. Semua itu tentu ada tahapannya. Bukan hanya itu saja, siapa tahu juga kita bisa berkreasi dengan menciptakan cat yang lebih ramah lingkungan sebagai bahan dasar untuk membuat grafitynya. Semakin menyenangkan ya menjaga lingkungannya!&lt;br /&gt;Berikutnya untuk masalah kendaraan. Anak gaul tentu identik dengan kendaraan, apalagi sepeda motor yang sangat sering dimodifikasi, Tak ada salahnya bukan sesekali bereksperimen memodifikasi motor, di mana motor itu lebih ramah lingkungan. Misalnya saja, motor yang tidak menggunakan bensin, tapi menggunakan energi angin (ada ya? Hehe). Tentu itu akan sangat unik sekali, dan pastinya kamu sudah turut serta dalam usaha menjaga lingkungan kita ini.&lt;br /&gt;Atau langkah lainnya bisa juga dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor tersebut. Tidak ada salahnya bukan jika menggunaan kendaraan umum atau berjalan kaki. Selain jalan kaki itu menyehatkan kamu juga bisa menemukan banyak hal yang unik di sepanjang jalan. So, intinya setelah saya mendeskripsikan panjang lebar sejak tadi yang penting itu mulai dari diri sendiri. Semangat lestarikan lingkungan.***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-3584366763739303314?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/3584366763739303314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/cara-gaul-jaga-lingkungan-muhammad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/3584366763739303314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/3584366763739303314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/cara-gaul-jaga-lingkungan-muhammad.html' title='Cara Gaul Jaga Lingkungan (Muhammad Fadhilah): Jadikan Pohon Soulmate'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-V3aRUW3I-W8/TuP_k9cY5LI/AAAAAAAAAwA/ZrO_DDSxxig/s72-c/35-adi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-6618009258746393487</id><published>2011-12-11T07:54:00.001+07:00</published><updated>2011-12-11T07:54:48.948+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='green word'/><title type='text'>Green Word, Ahad-11 DEsember 2011</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;Bahkan ketika perangpun pohon terlarang untuk ditebang. Alangkah pentingnya ia bagi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Iwan Fals&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-6618009258746393487?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/6618009258746393487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/green-word-ahad-11-desember-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/6618009258746393487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/6618009258746393487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/green-word-ahad-11-desember-2011.html' title='Green Word, Ahad-11 DEsember 2011'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-2043299658642338738</id><published>2011-12-11T07:53:00.001+07:00</published><updated>2011-12-11T07:54:21.748+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Cagar Biosfer'/><title type='text'>Info Cagar Biosfer: Mahang, Objek Pembalakan Liar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Mahang, Objek Pembalakan Liar&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-KPSTNiD0ScM/TuP_H_yQf8I/AAAAAAAAAv4/CxyENkY0Isk/s1600/36-mahang.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-KPSTNiD0ScM/TuP_H_yQf8I/AAAAAAAAAv4/CxyENkY0Isk/s320/36-mahang.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;MAHANG: Jenis kayu mahang memiliki nilai ekonomi tinggi namun ia juga rentan sebagai objek pembalakan liar.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;KEANEKARAGAMAN hayati di cagar biosfer giam siak kecil-bukit batu (gsk-bb) sangat beragam. satu di antaranya adalah pohon mahang. namun sayangnya, keberadaan mahang kini menjadi objek pembalakan liar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Mahang adalah jenis kayu yang banyak digunakan oleh berbagai sektor produksi meuble. selain dari pada itu, Mahang juga memiliki manfaat yang besar. Diantaranya sebagai bahan bangunan, plywood, papan, rangka pintu, jendela, korek api, moulding dan pulp. Jenis kayunya yang keras serta awet, membuat mahang banyak dicari untuk diproduksi. Maka dari itu, jenis kayu Macaranga motleyana banyak diburu oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.&lt;/span&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kayu yang satu keluarga dengan Euphorbiaceae ini memiliki area penyebaran yang cukup luas. Diantaraya, Sumatera (GSK-BB), Jawa dan Kalimantan. Kemungkinan banyak dari analisa vegetasi belum dikenal baik oleh masyarakat, sehingga pemanfaatannya belum maksimal. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Agar pemanfaatan mahang beserta kelestariannya tetap terjaga. Pihak polisi hutan cagar biosfer meningkatkan kemanan dengan mengadakan pengecekkan rutin terhadap kawasan-kawasan di cagar biosfer yang rawan akan pembalakan liar. R.A Diah Sulistio Ningrum beserta ke lima teman-temannya, tidak sengaja melihat kejadian yang sungguh miris tersebut selepas mengadakan penelitian di perbatasan kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Untuk saat ini, pihak polisi hutan BBKSDA Riau beserta kawanannya, masih akan terus meningkatkan penjagaan guna mengantisipasi pembalakan liar itu lagi. Sebab, mahang tersebut merupakan salah satu keanekaragaman hayati yang dilindungi,”ujar Diah, biasa ia dipanggil, yang melihat langsung lokasi pembakalakan liar tersebut saat bercerita kepada GSJ, Senin lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ia juga menambahkan, polisi hutan BBKSDA beserta masyarakat juga meningkatkan kerjasama demi menjaga keamanan kawasan hutan cagar biosfer lebih ketat lagi, agar tidak ada pengrusakan alam di cagar biosfer yang memiliki 14 tasik unik tersebut.(pia-gsj/new)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-2043299658642338738?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/2043299658642338738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/info-cagar-biosfer-mahang-objek.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/2043299658642338738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/2043299658642338738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/info-cagar-biosfer-mahang-objek.html' title='Info Cagar Biosfer: Mahang, Objek Pembalakan Liar'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-KPSTNiD0ScM/TuP_H_yQf8I/AAAAAAAAAv4/CxyENkY0Isk/s72-c/36-mahang.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-719657522961952657</id><published>2011-12-11T07:51:00.001+07:00</published><updated>2011-12-11T07:52:35.979+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cara Unik Jaga Lingkungan'/><title type='text'>Cara Unik Jaga Lingkungan (Qonita Rifda Zahirah): Berkreasi dengan Kotak Bekas</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Berkreasi dengan Kotak Bekas&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-URJ5bYBc5CA/TuP-uOpAW9I/AAAAAAAAAvw/hbiKZod_uMI/s1600/36-YH.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-URJ5bYBc5CA/TuP-uOpAW9I/AAAAAAAAAvw/hbiKZod_uMI/s320/36-YH.jpg" width="255" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sahabat, kenalkan nama saya, Qonitah Rifda Zahirah. Saya kelas IV Ibnu Haitham SD IT Al Fityah. Saya ingin berbagi pengalaman tentang cara kecil yang bisa menyelamatkan bumi ini, yaitu dengan mengumpulkan kotak-kotak bekas. Dari kotak bekas itu biasanya sering saya buat berbagai kreasi antara lain tempat pena dan pensil, rumah-rumahan dan tempat tidur boneka Barbie, tempat membungkus hadiah bila ada yang ulang tahun/pesta, dan berbagai kreasi lainnya.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya untuk menghijaukan bumi bisa dari hal-hal kecil seperti yang saya lakukan. Mari kita selalu memanfaatkan benda-benda apa saja yang dianggap orang sebagai sampah. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan peduli.***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-719657522961952657?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/719657522961952657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/cara-unik-jaga-lingkungan-qonita-rifda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/719657522961952657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/719657522961952657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/cara-unik-jaga-lingkungan-qonita-rifda.html' title='Cara Unik Jaga Lingkungan (Qonita Rifda Zahirah): Berkreasi dengan Kotak Bekas'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-URJ5bYBc5CA/TuP-uOpAW9I/AAAAAAAAAvw/hbiKZod_uMI/s72-c/36-YH.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-6317372901632611655</id><published>2011-12-11T07:49:00.001+07:00</published><updated>2011-12-11T07:50:49.895+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GSJ News'/><title type='text'>GSJ News: BMC Unri Selamatkan Mangrove Riau</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;BMC Unri Selamatkan Mangrove Riau&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Belukap Mangrove Club atau yang disingkat BMC didirikan pada tanggal 2 Desember 2009 dan diresmikan oleh jurusan pada tanggal 5 januari 2010. Nama BMC sendiri diambil dari nama spesies mangrove Belukap.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Belukap sendiri merupakan salah satu situs legenda mangrove di kota Dumai Provinsi Riau,” terang&amp;nbsp;Syahrial, Pencetus, pendiri serta Ketua Umum Belukap Mangrove Club.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Awal berdirinya BMC yakni ketika beberapa mahasiswa Universitas Riau Ilmu Kelautan sedang melakukan kuliah kerja nyata di kota Dumai, disana mereka melihat kondisi hutan mangrove yang terus mengalami kerusakan dan luasnya pun makin berkurang.&lt;br /&gt;Karena itu, perlu dilakukan berbagai upaya untuk memulihkan kembali hutan mangrove yang rusak agar dapat kembali memberikan fungsinya bagi kesejahteraan manusia dan mendukung pembangunan wilayah pesisir. Atas dasar pemikiran tersebut dan atas kemauan yang keras serta partisipasi dari beberapa mahasiswa Ilmu Kelautan untuk melestarikan hutan mangrove maka berdirilah lembaga ini.&lt;br /&gt;“Diawal berdirinya BMC itu hanya beranggotakan 19 orang mahasiswa Ilmu Kelautan, yang ke-19 orang ini juga diangkat untuk memiliki hak veto dalam lembaga ini,” tambah Syahrial atau yang biasa yang dipanggil Rialkelahiran Dumai 29 Februari 23 tahun lalu.&lt;br /&gt;Lembaga ini merupakan study club yang berada di bawah naungan Jurusan Ilmu Kelautan Universitas Riau dan berkoordinasi dengan Badan Otorita Mahasiswa Ilmu Kelautan (BOM-IK). BMC ini saat ini mempunyai 4 orang pembina yang semuanya merupakan profesor diantaranya, Aras Mulyadi, Sofyan Husein Siregar, Rasoel Hamidy dan Bintal Amin.&lt;br /&gt;BMC mempunyai misi untuk meningkatkan keahlian dan potensi mahasiswa Ilmu Kelautan dalam pembibitan dan penanaman tumbuhan mangrove serta pensosialisasian tumbuhan mangrove kepada khalayak ramai khususnya mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Riau. Sementara visi BMC adalah sebagai pusat kegiatan mahasiswa dalam rehabilitasi dan pensosialisasian tumbuhan mangrove khususnya di jurusan Ilmu Kelautan dan mahasiswa di kawasan Sumatera pada umumnya.&lt;br /&gt;“Tujuan BMC ini sukup banyak diantaranya melestarikan hutan mangrove dan melatih serta memberikan ilmu kepada mahasiswa jurusan Ilmu Kelautan dalam hal rehabilitasi hutan mangrove khususnya pembibitan, penanaman dan pensosialisasian,” jelas Fahriansyah Sekretaris umum BMC.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sejak berdiri tahun 2009, kini BMC sudah beranggotakan 23 orang. Lembaga ini juga telah banyak melakukan berbagai macam kegiatan.Terutama kelestarian hutan mangrove yang sudah mulai terlupakan.&lt;b&gt;(teguh-gsj)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-6317372901632611655?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/6317372901632611655/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/gsj-news-bmc-unri-selamatkan-mangrove.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/6317372901632611655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/6317372901632611655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/gsj-news-bmc-unri-selamatkan-mangrove.html' title='GSJ News: BMC Unri Selamatkan Mangrove Riau'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-6549984796457772218</id><published>2011-12-11T07:47:00.001+07:00</published><updated>2011-12-11T07:49:10.779+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GSJ News'/><title type='text'>GSJ News: Ekoenzim, Penambal Ozon dari Dapur</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Ekoenzim, Penambal Ozon dari Dapur&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-N862ks8dk-I/TuP94r4UEqI/AAAAAAAAAvo/uwpk7nj8UsQ/s1600/36-1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://1.bp.blogspot.com/-N862ks8dk-I/TuP94r4UEqI/AAAAAAAAAvo/uwpk7nj8UsQ/s320/36-1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;MENIMBANG: Relawan muda-mudi Tzu Chi (Tzu Ching) menimbang gula aren dan sampah organik sebelum digunakan sebagai ekoenzim.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Sampah organik memang sangat berguna, selain  dipergunakan untuk kompos, sampah-organik dapat dijadikan ekoenzim. Seperti yang dilakukan oleh para relawan Yayasan Buddha Tzu Chi yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan dan pelestarian lingkungan hidup  beberapa minggu terakhir ini makin menggiatkan kampanye pembuatan ekoenzim. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tujuan akhirnya adalah agar masyarakat dapat mengurangi dan memanfaatkan sampah rumah tangga semaksimal mungkin dan menghindari penumpukan sampah yang dapat mencemari lingkungan. Sabtu (26/11) lalu, sekitar seratus  muda-mudi (Tzu Ching ) Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia berkumpul bersama di Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng, Jakarta Barat, untuk mempelajari dan mendukung  gerakan pelestarian lingkungan dengan memproduksi ekoenzimnya masing-masing.&lt;br /&gt;“Ekoenzim adalah cairan hasil fermentasi dari sampah-sampah organik rumah tangga seperti kulit buah dan sayur-mayur yang telah layu,” ungkap Hasan Basri yang membawakan acara pelestarian lingkungan tersebut.&lt;br /&gt;Melalui metode sederhana ini, sampah-sampah yang biasanya memenuhi keranjang sampah rumah kita dapat dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga. Sangat mudah dan menyenangkan, ekoenzim bisa digunakan sebagai cairan penganti sabun cuci piring, detergen, cairan pembersih lantai, dan yang paling terkenal adalah cairan penyulut kompos dan kompos itu sendiri. Dengan bantuan ekoenzim, kompos menjadi cepat matang sehingga jika dimanfaatkan sebagai pupuk organik tanaman pun akan tumbuh lebih subur tanpa merusak lingkungan dengan pupuk kimia.&lt;br /&gt;Logikanya, pembuatan pupuk kompos biasanya akan mengundang serangga dan menghadirkan aroma tidak sedap. Tapi dengan teknik fermentasi dan dengan cara yang benar, proses pembuatan dan hasil ekoenzim sama sekali tidak lengket, dan tidak berbau. Hasilnya justru adalah cairan yang beraroma manis seperti alkohol dan bisa mengusir serangga. Hal ini dipicu karena aroma cairan ini tidak disukai oleh serangga.&lt;br /&gt;Kehebatan ekoenzim lainnya adalah gas buangan selama proses fermentasinya. Ya, gas buangan hasil fermentasi ozon (O33), Ozon ini kemudian dapat terangkat ke lapisan stratosfer untuk mengurangi gas rumah kaca dan logam berat yang terkurung di atmosfer. Selain itu  ekoenzime  juga menghasilkan hasilkan nitrat (NO3) dan karbon trioksida(CO3) yang dapat digunakan sebagai pupuk organik.(kevin-gsj)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-6549984796457772218?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/6549984796457772218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/gsj-news-ekoenzim-penambal-ozon-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/6549984796457772218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/6549984796457772218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/gsj-news-ekoenzim-penambal-ozon-dari.html' title='GSJ News: Ekoenzim, Penambal Ozon dari Dapur'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-N862ks8dk-I/TuP94r4UEqI/AAAAAAAAAvo/uwpk7nj8UsQ/s72-c/36-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-4629853216443108202</id><published>2011-12-04T07:53:00.001+07:00</published><updated>2011-12-04T07:55:05.792+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Box'/><title type='text'>Green Box: Pupuk Kompos</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;Ndit and Mbun is coming back... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-02-WFYwlKF8/TtrEzq53HgI/AAAAAAAAAvg/JO4BjEOxcIY/s1600/ndit+39oke.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="112" src="http://4.bp.blogspot.com/-02-WFYwlKF8/TtrEzq53HgI/AAAAAAAAAvg/JO4BjEOxcIY/s400/ndit+39oke.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-4629853216443108202?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/4629853216443108202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/green-box-pupuk-kompos.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/4629853216443108202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/4629853216443108202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/green-box-pupuk-kompos.html' title='Green Box: Pupuk Kompos'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-02-WFYwlKF8/TtrEzq53HgI/AAAAAAAAAvg/JO4BjEOxcIY/s72-c/ndit+39oke.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-851799468620666841</id><published>2011-12-04T07:48:00.001+07:00</published><updated>2011-12-04T07:53:26.422+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='For Us'/><title type='text'>For Us: Pundi Uang Berubah Menjadi Bencana</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;Pundi Uang Berubah Menjadi Bencana&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-u8bIR6uWdT4/TtrEY9B1fWI/AAAAAAAAAvY/SXNVHeY0oGs/s1600/suasana.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://1.bp.blogspot.com/-u8bIR6uWdT4/TtrEY9B1fWI/AAAAAAAAAvY/SXNVHeY0oGs/s320/suasana.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;Aktifitas penambangan pasir di sepanjang sungai Kampar, tampak pompong pengangkut pasir melintas&amp;nbsp; diantara mesin penghisap pasir.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Sungai Kampar banyak memberikan manfaat kepada masyarakat tepian sungai dan disekitarnya. Bagaimana tidak sungai ini menghasilkan sumber daya alam berupa ikan, pasir, batu, dan air yang jernih. Bagi beberapa masyarakat yang ingin membangun rumah,  maka cukup mengambil pasir sesuai dengan kebutuhan menggunakan cangkul dan sekop.&lt;br /&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Laporan  Mashuri Kurniawan, Kampar&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mashurikurniawan@riaupos.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan puluhan anak-anak bermain dihamparan pasir yang luas di sisi sungai itu akan selalu terlihat pada sore harinya. Bahkan beberapa anak menggembala hewan pemeliharaannya seperti sapi, kerbau dan kambing. Setelah bermain diatas pasir permainan dilanjutkan ke Sungai Kampar. Bermain dan mandi di sungai yang jernih, menyegarkan dan bersahabat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan itu terlihat jelas ketika Riau Pos, akhir pekan lalu menelusuri Sungai Kampar di sepanjang Desa Kampung Pinang, Kecamatan Perhentian Raja, Kabupaten Kampar. Banyak juga masyarakat yang mengambil batu-batuan untuk dipecah dan akan dijual sebagai bahan untuk pembuatan jalan. Tapi, secara manual atau dengan menggunakan cangkul dan sekop saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1980-an keindahan alam disepanjang Sungai Kampar sangat terasa alami. Saat ini jaman telah berubah, pola pikir dan pola hidup masyarakat juga sudah berubah, sungai Kampar sudah tidak dapat bersahabat lagi. Apa yang dirasakan oleh masyarakat adalah dampak dari sebuah pemanfaatan sumber daya alam yang berlebihan atau eksploitasi. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pengerukan pasir menjadi salah satu potensi pemilik modal untuk mengumpulkan uang tanpa menghiraukan keseimbangan lingkungan. Truk tiap hari hilir mudik masuk keluar membawa pasir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga luar kota. Pasir truk tersebut memberikan bukti bahwa eksploitasi tetap tidak pernah mati. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt; Penambangan pasir jelas akan membuat sungai semakin dalam dan air akan mengalir ke sungai berlebihan.Dampak lain adalah beberapa ruas jalan pun rusak parah akibat banyaknya lalu lintas truk pengangkut pasir yang nonstop tiap hari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan Riau Pos berharap dapat merasakan kesejukan rerimbunan hutan tepian sungai. Itu tidak bisa dipenuhi. Sepanjang perjalanan terlihat jelas tepian sungai yang berubah fungsi menjadi perkebunan. Daerah tepian sungai ini erdiri dengan tegap perkebunan sawit dan karet.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan lebih miris lagi, tanah tepian sungai banyak yang longsor masuk kedalam sungai.  Air Sungai Kampar terlihat keruh oleh tanah dengan warna coklat susu. Salah satu penyebab keruhnya air di sungai ini diindikasi karena  meningkatnya aktivitas penambangan pasir dan batu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kekeruhan air di bagian hilir lokasi penambangan selalu lebih tinggi dibandingkan hulunya. Sepanjang penyusuran sungai dapat dijumpai beberapa lokasi penambangan sirtu ini. Bahkan aktivitas penambangan ini dilakukan dengan menggunakan alat berat seperti excavator dan alat sedot pasir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kapal pompong mengalir disepanjang sungai menampung pasir yang sudah di sedot. Air sungai keruh akibat penambangan pasir. Namun demikian, penambangan pasir masih saja terjadi disepanjang aliran sungai. Bahkan, pembangunan jalan sering dilakukan, namun kerusakan jalan-pun tak pernah henti seiring dengan tingginya volume permintaan pasir sungai ini. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Upaya pemerintah daerah setempat meminimalisir penambangan lokasi-lokasi penambangan  juga tidak efektif. Beberapa masyarakat disepanjang aliran Sungai Kampar mengeluh dengan adanya penambangan pasir ini. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka, Sungai Kampar tidak lagi jernih seperti tahun 1970-an hingga 1980-an. Pada tahun tersebut, ikan sangat mudah didapat. Sumber daya alam pasir dan batu dilakukan secara manual. Itu juga, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang diutarakan salah seorang Desa Kampung Pinang, Kecamatan Perhentian Raja, Syafrizal (58), penambangan pasir sekarang ini sudah cukup banyak dilakukan disepanjang Sungai Kampar. Cara melakukan penambangan juga dengan alat berat. Bukan seperti dahulu, yang menurut Syafrizal hanya dilakukan secara manual. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;‘’Kami dahulu mengambil pasir Sungai Kampar hanya dengan sekop dan cangkul. Itu dilakukan untuk mememnuhi kebutuhan pembangunan rumah saja. Tidak, seperti sekarang pasir dikeruk dengan alat berat. Air sungai sekarang keruh. Ikan juga tidak banyak lagi,’’ ceritanya kepada Riau Pos. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bagi Syafrizal Sungai Kampar merupakan potensi alam yang banyak memberikan manfaat bagi masyarakat yang tinggal sepanjang alirannya. Sebelum adanya penambangan pasir dengan alat berat, ikan geso, baung, selais dan jenis ikan sungai lainnya sangat banyak. Sumber ikan ini menjadi pendapatan tambahan bagi masyarakat dahulunya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sejak adanya pengerukan pasir, banyak masyarakat tepian sungai berkebun dan beternak saja. Dia berharap, penambangan pasir jangan dilakukan secara berlebihan. Dengan begitu, tidak akan terjadi masalah banjir, keruhnya air sungai, hilangnya keindahan dan potensi ikan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Disepanjang aliran Sungai Kampar, memang tidak ada lagi masyarakat yang melakukan aktivitas menangkap ikan. Namun, ada diantara mereka yang sengaja memasang keramba ikan disepanjang aliran. Ikan yang dimasukan dalam keramba dibeli dari pemasok dari luar daerah. Sebagiannya, merupakan ikan dari Sungai Kampar, tapi tidak begitu banyak. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Warga lainnya, Sofyan Huzaimir (47) mengatakan, Sungai Kampar dahulu banyak digunakan untuk mandi. Bahkan sebagian masyarakat banyak menggunakan air sungai dahulunya untuk di minum. Karena airnya jernih. Sekarang, kata Sofyan, masyarakat hanya menggunakan air Sungai Kampar untuk mandi saja. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Namun lanjutnya, tidak seluruh masyarakat yang mempergunakan air Sungai Kampar untuk mandi. Hanya beberapa masyarakat saja. Banyak masyarakat yang memanfaatkan air sumur untuk memenuhi kebutuhan hari-hari. Karena, air sungai itu tidak jernih lagi dan sudah tercemar.   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Aksi protes puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Sungai Kampar juga pernah melakukan unjuk rasa di halaman gedung DPRD Riau, menuntut pemulihan sungai yang tercemar akibat berbagai tindak eksploitasi penambangan pasir tidak terkendali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Koordinator Umum Aliansi Mahasiswa Peduli Sungai Kampar (Ampar) Rico Febputra  menegaskan, perlu tindakan segera untuk menyelamatkan lingkungan sungai terpanjang kedua di Sumatra itu dari tindak eksploitasi ilegal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dia menilai penggerusan berbagai material di Sungai Kampar oleh perorangan maupun perusahaan di Kabupaten Kampar di luar batas toleransi. Apalagi disinyalir sebagian besar pengelolanya tidak memiliki izin (liar). Kerusakan lingkungan akibat penambangan pasir kian parah, hingga menimbulkan abrasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kampar, Jalinus mengatakan, penambangan pasir harus mempunyai izin dari pemerintah daerah. Kondisi dilapangan menurut dia, banyak penambangan pasir dilakukan secara ilegal atau tanpa izin. Namun lanjutnya, yang dilakukan masyarakat untuk sekedar memenuhi kebutuhan keluarga. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, kata dia, banyak masyarakat yang tidak mengetahui bahwa pundi uang berupa pasir bisa menjadi musibah. Lingkungan bisa terganggu akibat kerusakan yang terjadi di sepanjang aliran Sungai Kampar. Pembinaan itu yang terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kampar.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sosialisasi tentang musibah yang bakal disebabkan akibat penambangan pasir dilakukan secara terus oleh Pemkab kampar. Dengan begitu, masyarakat bisa melakukan penambangan pasir, tanpa harus merusak lingkungan sepanjang aliran Sungai Kampar. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Jalinus mengakui, banyak kapal pompong mengangkut pasir. Itu dilakukan masyarakat sepanjang aliran sungai. ’’Mereka hanya melakukan penambangan pasir untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kita akan mencari solusi agar ini bisa diminimalisir,’’ ungkapnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dari penuturan Jalinus, Pemkab Kampar sudah membuat perencanaan akan melegalkan penambangan pasir untuk masyarakat. Izinnya diberinama Izin Tambang Rakyat. Surat dari Distamben Kampar sudah masuk Kementerian Pertambangan dan Energi. Dengan adanya izin tersebut diharapkan penambangan pasir disepanjang Sungai Kampar tidak lagi dilakukan secara berlebihan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dia juga mengatakan bahwa fenomena kegiatan pertambangan di kabupaten kampar kedepan adalah pelaksanaan penertiban kegiatan tanpa izin yang menggunakan peralatan mekanis dan atau penertiban pemegang izin yang belum sepenuhnya memenuhi kewajiban, sesuai ketentuan undang – undang nomor 4 tahun 2009, tentang pertambangan.***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-851799468620666841?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/851799468620666841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/for-us-pundi-uang-berubah-menjadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/851799468620666841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/851799468620666841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/for-us-pundi-uang-berubah-menjadi.html' title='For Us: Pundi Uang Berubah Menjadi Bencana'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-u8bIR6uWdT4/TtrEY9B1fWI/AAAAAAAAAvY/SXNVHeY0oGs/s72-c/suasana.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-637677017445933311</id><published>2011-12-04T07:42:00.001+07:00</published><updated>2011-12-04T07:47:35.623+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Save The Earth'/><title type='text'>(Pengelolaa Cagar Biosfer GSK-BB) Peran Berbeda dengan Satu Tujuan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Pengelolaa Cagar Biosfer GSK-BB&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;Peran Berbeda dengan Satu Tujuan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-CCAk1PkVeY8/TtrC50s6V8I/AAAAAAAAAvQ/xPVNZQxuyZQ/s1600/rakor+9.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://1.bp.blogspot.com/-CCAk1PkVeY8/TtrC50s6V8I/AAAAAAAAAvQ/xPVNZQxuyZQ/s400/rakor+9.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;tya-gsh/riau pos&lt;br /&gt;RAKOR: Rapat Koordinasi (Rakor) Renacana aksi pengelolaan Cagar Biosfer GSK-BB dilaksanakan, di Hotel Premier, Kamis (1/12) di Pekanbaru.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;CAGAR Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu (GS-BB) dipandang sebagai nilai strategis untuk meningkatkan citra Provinsi Riau di mata dunia. Ia telah menjadi aset daerah, nasional dan global. Namun, apakah pengelolaanya telah dilakukan dengan baik?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-DIyFgVGuLaU/TtrC30CGyBI/AAAAAAAAAvI/1oFu2QWdP6g/s1600/rakor+21.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://4.bp.blogspot.com/-DIyFgVGuLaU/TtrC30CGyBI/AAAAAAAAAvI/1oFu2QWdP6g/s320/rakor+21.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan (Pusdalbanghut) Regional I, Banjar Yulianto Laban, dalam laporannya sebagai ketua penyelenggara Rapat Koordinasi (Rakor) Penyusunan Rencana Aksi Pengelolaan Terpadu Cagar Biosfer GSK-BB di Pekanbaru (1/12) lalu. Banjar melihat bahwa pengelolaan aset dan kekayaan sumber daya alam konservasi tersebut belum dilakukan dengan baik. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan saya menyimpulkan bahwa Cagar Biosfer GSK-BB belum dikelola dengan baik. Oleh karena itu kami mengumpulkan para pihak untuk menyamakan persepsi terhadap pengelolaan cagar biosfer tersebut,” tuturnya. Rakor ini, tambahnya, kurang lebih diikuti oleh 40 peserta. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mereka  merupakan stakeholder terkait dalam lingkup eselon I/II Kementrian Kehutanan, Para pihak pengelolaan Cagar Biosfer GSK-BB MAB-UNESCO/LIPI yang keanggotaannya adalah Pemerintahan Propinsi Riau, Balai Besar KSDA Riau, Dinas Kehutanan Propinsi Riau, Bappeda, Sekretaris Badan Koordinasi Penyuluhan, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Riau. Serta juga diikuti oleh Pemerintahan Kabupaten Siak dan Kabupaten Bengkalis antara lain Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Bappeda dan BLH Kabupaten/Kota, Pelaku Usaha Kehutanan dan Pemerhati Lingkungan di Propinsi Riau.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Staf Ahli Hubungan Kemasyarakatan Gubernur Riau, berharap Rakor tersebut dapat menyatukan gerak langkah berbagai pihak untuk menyelamatkan lingkungan yang semakin hari semakin memprihatinkan. “Pengelolaan Cagar Biosfer GSK-BB kedepan perlu rencana aksi yang disusun secara terpadu bersama instansi terkait yang bersifat multi-pihak dengan melibatkan unsur-unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, Lembaga Swadaya masyarakat, tokoh-tokoh masyarakat, media masa dan lainnya,” ungkapnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt; Hal tersebut, tambahnya, diharapkan mampu memberi dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat secara optimal serta mendukung kelestarian cagar biosfer secara berkelanjutan. Sehingga cita-cita cagar biosfer untuk menjaga keseimbangan kehidupan antara manusia dengan lingkungan dapat tercapai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Berbagai ide dan inspirasi kemudian bermunculan dalam Rakor yang diadakan di Hotel Premiere ini. Tentu saja, sesuai dengan peran masing-masing dalam pengelolaan cagar biosfer ketujuh di Indonesia itu. Misalnya saja dari Balai Besar KSDA Riau, yang ternyata setiap tahun memiliki program Desa Konservasi untuk membina masyarakat yang tinggal di zona penyangga (Buffer Zone). “Jika tidak ada Rakor ini, maka masing-masing pihak tidak akan mengetahui perannya dalam pengelolaan cagar biosfer tersebut,” ucap Banjar selaku ketua penyelenggara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kepala Bappeda Riau, Ramli, dalam Rakor tersebut menegaskan bahwa Pemerintah Riau berkomitmen mengelola cagar biosfer sebaik mungkin dengan telah membentuk Badan Pengelolaan Cagar Biosfer GSK-BB.  “Hal tersebut ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Riau Nomor  Kpts. 920/V/2010 Tanggal 14 Mei 2010 Tentang Pembentukan Badan Koordinasi Pengelolaan Cagar Biosfer GSK-BB,” serunya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tugas Badan Pengelolaan ini adalah melaksanakan koordinasi dan komunikasi antara berbagai pihak melalui pembagian peran dan tanggungjawab dalam mengimplementasikan konsepsi Cagar  Biosfer  GSK-BB yang mencakup kawasan konservasi, lansekap alami dan kawasan budidaya. Selain pembentukan Badan Pengelolaan, Pemerintah Riau, menurut Ramli, juga memiliki komitmen melaksanakan pengelolaan berkelanjutan di zona transisi cagar biosfer dengan empat langkah. Pertama, membentuk pengelolaan CB GSK-BB yang kolaboratif. Kedua, Perlindungan lingkungan terhadap keanekaragaman hayati yang terdapat di cagar biosfer. Ketiga, pemberdayaan masyarakat tempatan di area transisi, dan keempat, peningkatan layanan masyarakat yang berhubungan dengan lingkungan dan kegiatan ekowisata.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Pemerintahan Bengkalis, melalui kepala Bappeda Bengkalis, Jondi Indra Bustian, juga menyatakan bahwa lima dari misi Kabupaten Bengkalis, empat di antaranya saling berkaitan dengan Cagar Biosfer GSK-BB. “Hal itu menggambarkan bahwa pengelolaan Cagar Biosfer GSKBB sangat berperan penting dan strategis untuk pengembangan masyarakat daerah,” tuturnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Misi yang terkait itu antara lain, rincinya, meningkatkan kualitas SDM terutama  pembangunan sektor pendidikan, kesehatan, kependudukan dan ketenagakerjaan. Selanjutnya, menanggulangi kemiskinan dan memberdayakan ekonomi kerakyatan, perekonomian pedesaan serta kelompok masyarakat minoritas dan terpinggirkan; Mengembangkan perekonomian daerah dan masyarakat serta meningkatkan investasi dan UMKM dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya alam yang terbarukan; Meningkatkan infrastruktur daerah antara lain peningkatan prasarana jalan, jembatan, pelabuhan, energi listrik, pengelolaan sumber daya air, pengelolaan lingkungan, penataan ruang dan perumahan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama juga dituturkan oleh Bappeda Siak, Yan Prayana, bahwa sejak semula Kabupaten Siak telah berperan dalam mensupport hingga saat ini mengelola kawasan konservasi bertaraf internasional tersebut. Hal itu dibuktikan dengan Surat Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Siak kepada Bupati Siak No. 522.5/PHRL/2304 bertanggal 10 Oktober 2007, Surat Bupati Siak kepada Gubernur Riau No. 522.51/DISHUT/77 bertanggal 29 Februari 2008 dan,  Surat Pernyataan Masyarakat Desa Tasik Betung Kabupaten Siak tertanggal 18 Juli 2008. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Hingga kemudian pengelolaan cagar biosfer ini tidak mungkin kita biarkan begitu saja,” ujarnya. Di antara program pengelolaan yang dilakukan oleh pemerintah Siak adalah dengan Pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) dilima kecamatan yang berada di kawasan cagar biosfer, baik itu di zona inti, penyangga dan transisi. Kecamatan tersebut antara lain Sungai Mandau, Siak, Sabak Auh, Bunga Raya dan Koto Gasib. Wilayah Siak sendiri mewakili lahan seluas 219.929 hektare yang termasuk sebagai kawasan Cagar Biosfer GSK-BB.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu juga pihak swasta dalam Rakor tersebut, Sinar Mas Forestry. Melalui General Manager Flagship Conservation Program And Stakeholder Relations, Haris Surono Wardi Atmodjo, menyatakan telah meminta izin kepada pemerintah untuk mengelola zona penyangga cagar biosfer sebagai tempat restorasi ekosistem. “Sebagian dari areal Cagar Biosfer GSK-BB, terdapat kawasan hutan produksi seluas kurang lebih 46.654 hektare yang tidak dibebani perizinan (open access),” ungkapnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kawasan open acces tersebut merupakan areal eks Hak Pengusahaan Hutan (HPH) PT. Dexter Timber Perkasa Indonesia (DTPI) seluas kurang lebih 31.495 haktare yang merupakan bagian dari Area Inti Cagar Biosfer. Selanjutnya ada eks Hutan Produksi Terbatas (HPT) PT Multi Eka Jaya seluas  kurang lebih 15.459 Ha yang merupakan bagian dari Zona Penyangga Cagar Biosfer. Kawasan ini rawan mengalami pembalakan liar, pembakaran, dan merupakan tempat masuk orang-orang ke kawasan inti cagar biosfer karena area ini tidak memiliki pengelola dan penjagaan khusus. “Oleh karena itu dengan niat tulus dari hati ingin merestorasi kawasan ini dengan menanam tanaman asli sesuai dengan habitatnya semula,” tutur Haris.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama juga ditutur oleh Yuyu Arlan, Manager Flagship Conservation Project SMF, bahwa kawasan ini sangat rentan terhadap aktivitas yang merugikan pengelolaan Cagar Biosfer GSK-BB. Kesempatan terbuka untuk siapa saja yang ingin merestorasi kawasan itu. “Hanya saja jangan menanamnya dengan tanaman industri,” ungkapnya.&lt;b&gt;(tya-gsj/new)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-637677017445933311?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/637677017445933311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/pengelolaa-cagar-biosfer-gsk-bb-peran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/637677017445933311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/637677017445933311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/pengelolaa-cagar-biosfer-gsk-bb-peran.html' title='(Pengelolaa Cagar Biosfer GSK-BB) Peran Berbeda dengan Satu Tujuan'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-CCAk1PkVeY8/TtrC50s6V8I/AAAAAAAAAvQ/xPVNZQxuyZQ/s72-c/rakor+9.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-6057919418587858343</id><published>2011-12-04T07:40:00.001+07:00</published><updated>2011-12-04T07:42:08.322+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='our green inspiration'/><title type='text'>Our Green Inspiration: (Wayan Sutiari Mastoer) Menyulap Sampah jadi Bunga</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Wayan Sutiari Mastoer&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;Menyulap Sampah jadi Bunga&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-edmbfKJl9aI/TtrByBo3oNI/AAAAAAAAAvA/Vx_nLzKsshk/s1600/34-bunga+kering.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-edmbfKJl9aI/TtrByBo3oNI/AAAAAAAAAvA/Vx_nLzKsshk/s1600/34-bunga+kering.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;internet&lt;br /&gt;KARYA: Bunga kering hasil karya Wayan Sutiari Mastoer tampak indah.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Sampah identik dengan hal yang menjijikkan. Namun, di tangan wanita yang satu ini sampah bisa seketika berubah menjadi sesuatu yang berguna dan bermanfaat. Dia adalah Wayan Sutiari Mastoer. Baginya sampah sebusuk apapun bisa diolah menjadi barang yang berguna.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Membuat bunga kering dengan bahan baku sampah baik organik maupun non-organik sudah digeluti Wayan sejak tahun 1997. Itu sekitar dua tahun sejak ia pensiun sebagai karyawan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Untuk mengisi waktu, di awal menjalani pensiunannya, ia sempat ikut kursus merangkai bunga kering.&lt;br /&gt;Alhasil, dari sinilah ternyata semua berawal. Berbekalkan ilmu kursus tersebut Wayan pun mengembangkan usaha bunga kering berbasis sampah. Dan ternyata ini juga bermanfaat bagi orang sekitarnya. Karena usaha Wayan ini bisa menjadi sebuah lahan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar tempat tinggalnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Meski berstatus pensiun ternyata ia mampu untuk melakukan sesuatu yang lebih berarti dan menyenangkan dibandingkan ketika sedang bekerja. Bahkan berkat kerja kerasnya juga ia bisa membuat galeri bunga kering dan souvenir yang diberi nama “Semi Indah”. Tak hanya itu saja, Wayan pun juga menjabat sebagai ketua Asosiasi Pengusaha Bunga Kering dan Bunga Buatan Indonesia (Aspringta).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Uniknya lagi Wayan tidak hanya sekedar mendaur ulang sampah dari rumah tangga dan biji-bijian kering saja. Sisik ikan yang berasal dari pasar pun ikut digarapnya. Wayan pun juga sering diundang untuk menjadi pembicara dalam pelatihan-pelatihan ke berbagai daerah di Nusantara ini. Dan permintaannya hanyalah agar pelatihan itu dilaksanakan secara massal atau pesertanya dalam jumlah banyak. Ini dikarenakan umurnya yang sudah tidak muda lagi. Jadi, kalau sekali banyak ilmunya juga akan semakin banyak tersebar. Namun, meskipun  begitu jika ada juga satu orang yang datang padanya untuk berguru ia pun tetap akan memberikan ilmunya tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Berkat kegigihannya ini pun ia akhirnya dianugerahi Kalpataru pada tahun 2006 dalam kategori perintis lingkungan. Ternyata barang terbuang seperti sampah pun bisa menjadi barang berguna yang layak jual. So, mari kita jaga kebersihan. &lt;b&gt;(afra-gsj/int/new)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-6057919418587858343?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/6057919418587858343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/our-green-inspiration-wayan-sutiari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/6057919418587858343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/6057919418587858343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/our-green-inspiration-wayan-sutiari.html' title='Our Green Inspiration: (Wayan Sutiari Mastoer) Menyulap Sampah jadi Bunga'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-edmbfKJl9aI/TtrByBo3oNI/AAAAAAAAAvA/Vx_nLzKsshk/s72-c/34-bunga+kering.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-8188847369161474068</id><published>2011-12-04T07:39:00.001+07:00</published><updated>2011-12-04T07:40:36.385+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Techno'/><title type='text'>Green Techno: Sagu Alternatif Bahan Baku Biofuel</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Sagu Alternatif Bahan Baku Biofuel&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-iyKCLv6DEpo/TtrBZRbL7bI/AAAAAAAAAu4/N0ZZhsI6yaU/s1600/34-sagu.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="120" src="http://4.bp.blogspot.com/-iyKCLv6DEpo/TtrBZRbL7bI/AAAAAAAAAu4/N0ZZhsI6yaU/s320/34-sagu.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;SAGU: Batang kelapa sawit ternyata mengandung sagu yang bisa digunakan sebagai bahan baku alternatif baru untuk biofuel.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Polemik pemanfaatan berbagai macam tanaman, seperti kelapa sawit, jagung dan tebu maupun tanaman pangan lainnya masih terus berlanjut. Berangkat dari hal inilah Universiti Malaysia Sarawak mencoba mengambil pendekatan lain dalam produksi biofuel dari kelapa sawit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Universitas ini telah menghabiskan waktu selama 10 tahun untuk melakukan penelitian terhadap kelapa sawit yang melibatkan berbagai elemen di dalamnya. Riset ini difokuskan pada batang pohon kelapa sawit yang mengandung sagu. Disini sagu merupakan bahan baku yang cukup potensial. Karena batang pohon tersebut merupakan suatu limbah produksi yang sering tidak dimanfaatkan lagi. Nah, untuk merealisasikan hal ini, Unimas bekerja sama dengan Sarawak Land Consolidation and Rehabilitaition Authority untuk menangani pertahanan dan menyediakan fasilitas pabrikasi guna mendukung riset ini. (afra-gsj/int/new)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-8188847369161474068?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/8188847369161474068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/green-techno-sagu-alternatif-bahan-baku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/8188847369161474068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/8188847369161474068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/green-techno-sagu-alternatif-bahan-baku.html' title='Green Techno: Sagu Alternatif Bahan Baku Biofuel'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-iyKCLv6DEpo/TtrBZRbL7bI/AAAAAAAAAu4/N0ZZhsI6yaU/s72-c/34-sagu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-7029674094781172326</id><published>2011-12-04T07:36:00.001+07:00</published><updated>2011-12-04T07:39:28.715+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Green'/><title type='text'>Menuju Konferensi Iklim PBB 2012 dan Lima Perusahaan Raih Proper Emas</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-yYe-bE59Og8/TtrA34pJzgI/AAAAAAAAAuo/in2-IcA-v9Q/s1600/34-qatar.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-yYe-bE59Og8/TtrA34pJzgI/AAAAAAAAAuo/in2-IcA-v9Q/s320/34-qatar.gif" width="266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;KONFERENSI: Konferensi iklim PBB 2012 atau yang lebih dikenal dengan Conference of The Parties atau COP 18 direncanakan akan dilaksanakan di Qatar.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Menuju Konferensi Iklim PBB 2012&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;TAHUN 2012 bagi Qatar untuk menjadi tuan rumah Konferensi Iklim PBB selanjutnya yang dikenal dengan Conference of The Parties atau COP 18. Sedangkan untuk tuan rumah pda pertemuan tingkat menteri yang dilaksanakan sebelum konferensi tersebut akan diadakan di Korea Selatan. &lt;br /&gt;Dan pekan ini telah dimulai pertemuan 2011 di kota Duban, Afrika Selatan. Dimana para juru runding berupaya untuk mencapai perjanjian mengenai pengurangan emisi gas rumah kaca guna menahan apa yang dikatakan oleh para ilmuwan sebagai cuaca yang lebih ekstrim karena perubahan iklim. &lt;b&gt;(afra-gsj/int/new)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-c1WuwS91o-w/TtrBCeLrpDI/AAAAAAAAAuw/cqNh6lw33uQ/s1600/34-wapres.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-c1WuwS91o-w/TtrBCeLrpDI/AAAAAAAAAuw/cqNh6lw33uQ/s1600/34-wapres.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;PROPER: Wakil Presiden RI, Boediono serahkan anugerah Proper kepada lima perusahaan yang memperoleh predikat emas pada Rabu lalu.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Lima Perusahaan Raih Proper Emas&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anugerah lingkungan untuk program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup atau Proper dari Kementerian Lingkungan Hidup diserahkan oleh Wakil Presiden RI, Boediono di Jakarta, Rabu lalu.&lt;br /&gt;Proper ini diserahkan kepada lima perusahaan yang memperoleh predikat emas dari tim penilai yang terdiri dari Dewan Pertimbangan Proper 2010-2011 dan Instansi Lingkungan Hidup di delapan provinsi.&lt;br /&gt;Lima perusahaan yang mendapat predikat emas tersebut adalah PT Holcim Indonesia Tbk - Cilacap Plant, PT Pertamina Geothermal Area Kamojang, Chevron Geothermal Salak Ltd, PT Medco E&amp;amp;P Indonesia-Rimau Asset dan PT Badak NGL. Penghargaan Proper sendiri telah dimulai sejak 1996. Dalam Proper tahun ini sebanyak 1.002 perusahaan yang dinilai. 106 perusahaan memperoleh predikat hijau.&amp;nbsp; Sedangkan yang mendapatkan predikat biru sebanyak 552 perusahaan, merah sebanyak 283 perusahaan dan hitam sebanyak 49 perusahaan. &lt;b&gt;(afra-gsj/int/new)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-7029674094781172326?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/7029674094781172326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/menuju-konferensi-iklim-pbb-2012-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/7029674094781172326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/7029674094781172326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/menuju-konferensi-iklim-pbb-2012-dan.html' title='Menuju Konferensi Iklim PBB 2012 dan Lima Perusahaan Raih Proper Emas'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-yYe-bE59Og8/TtrA34pJzgI/AAAAAAAAAuo/in2-IcA-v9Q/s72-c/34-qatar.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-3170157132445753293</id><published>2011-12-04T07:34:00.001+07:00</published><updated>2011-12-04T07:36:30.130+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Teacher'/><title type='text'>Green Teacher: (Bambang Kariyawan) Walau Sebatas Kata</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-dfbZirS0i_g/TtrALp6zwKI/AAAAAAAAAug/SusjSUjBMFY/s1600/34-bambang.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-dfbZirS0i_g/TtrALp6zwKI/AAAAAAAAAug/SusjSUjBMFY/s1600/34-bambang.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;Bambang Kariyawan Ys, M.Pd&lt;br /&gt;Guru SMA Cendana Pekanbaru&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Walau Sebatas Kata&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tidak tersentuh saat mendengar lagu Ebiet G. Ade berbicara tentang kerusakan dan bencana alam. Siapa yang tidak bersemangat ketika Ully Sigar Rusadi mengajak kita mencintai alam dengan bait-bait lagu alamnya. Siapa yang tidak tersentuh ketika penyair membacakan puisinya tentang kerontangnya alam. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tidak terhenyak ketika para cerpenis menuturkan cerita sastra dengan tema telah habisnya hutan kita. Dan siapa tidak terkaget-kaget ketika essay yang ditulis mengungkapkan fakta-fakta kerusakan alam karena kerakusan segelintir orang?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ternyata memang banyak  cara membangun karakter cinta bumi pada siswa di sekolah. Tentunya hal itu dilakukan sesuai dengan latar belakang seorang guru yang bertugas membimbing siswa untuk mencintai alam. Ada yang melakukan dengan gerakan menanam sejuta pohon, memanfaatkan dan mendaur ulang bahan bekas, produksi barang yang ramah lingkungan, dan beragam pembuatan kebijakan untuk membuat siswa memiliki karakter cinta bumi. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada cara lain yang kelihatan sederhana namun juga memiliki kekuatan untuk membuat siswa cinta akan bumi ini yang telah semakin mengkerut dan menciut ini. Cara tersebut adalah dengan mengolah kata-kata melalui karya tulis berupa syair lagu, puisi, cerita pendek, dan essay bertema lingkungan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Seperti sebuah peribahasa bijak mengatakan bahwa  “ujung pena lebih tajam dari ujung pedang”. Melalui pengolahan kata dengan pilihan kata-kata yang kuat dan cara yang tepat maka kesadaran akan cinta bumi akan akan lebih menyentuh hati siswa. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sekolah perlu memfasilitasi kreativitas siswa dalam dunia mengolah kata ini. Saat ini banyak media yang mengakomodir siswa menyalurkan hasil kreativitasnya dalam dunia mengolah kata ini. Syair lagu dengan tema bumi, puisi bertema lingkungan, cerpen ber-setting alam, essay yang berisi upaya pemeliharaan lingkungan menjadi alternatif untuk mendalami karakter cinta bumi.  Saat ini telah banyak penyaluran karya-karya tersebut untuk dipublikasi secara luas dan tentunya berefek terhadap penyadaran diri untuk mencintai bumi ini. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Seorang guru perlu membangun kemampuan mengolah kata siswanya agar setiap kata-kata yang dirangkai menghasilkan kekuatan bagi pembaca untuk sadar akan kecintaannya pada lingkungan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Saat ini penulis sedang melakukan itu melalui kegiatan ekstrakurikuler menulis. Penulis mengajak siswa menulis dan merangkai kata lewat beragam genre tulisan dengan menyisipkan pesan-pesan untuk mencintai bumi. Beberapa karya siswa telah terpublikasi dan secara bertahap mulai diikuti oleh siswa-siswa lain  untuk menuliskan dengan tema dan pesan mencintai bumi dalam karyanya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Walau sebatas kata bukan berarti kekuatan kata yang dimunculkan tidak pernah memiliki kemampuan untuk mengubah banyak hal. Sejarah telah mencatat bahwa banyak kekuatan kata telah mengubah masyarakat. &lt;br /&gt;Maka ketika melalui perbuatan kita tidak mampu lagi untuk mengubah sesuatu, maka janganlah pernah lelah untuk mengubah sesuatu dengan kata-kata dalam tulisan. Dengan sebatas kata, kita bisa mengubah dunia.***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-3170157132445753293?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/3170157132445753293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/green-teacher-bambang-kariyawan-walau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/3170157132445753293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/3170157132445753293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/green-teacher-bambang-kariyawan-walau.html' title='Green Teacher: (Bambang Kariyawan) Walau Sebatas Kata'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-dfbZirS0i_g/TtrALp6zwKI/AAAAAAAAAug/SusjSUjBMFY/s72-c/34-bambang.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-1966510755600745058</id><published>2011-12-04T07:31:00.001+07:00</published><updated>2011-12-04T07:33:45.030+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cara Gaul Jaga Lingkungan'/><title type='text'>Cara Gaul Jaga Lingkungan: (Tengku Maulina Nindia Puri) Mulai Dari Gengmu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-j2_SymfxoKw/Ttq_oYFbWHI/AAAAAAAAAuY/ybZ7W9GzYvM/s1600/35-Nia.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-j2_SymfxoKw/Ttq_oYFbWHI/AAAAAAAAAuY/ybZ7W9GzYvM/s320/35-Nia.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tengku Maulina Nindia Puri&lt;br /&gt;Mahasiswa Hubungan Internasional,UNRI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Mulai Dari Gengmu&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Semua orang tahu bahwa pada hari ini peduli lingkungan merupakan dasar untuk kualitas hidup kita hari ini dan untuk anak-anak kita di masa depan. Berbagai aspek kehidupan dihubungkan dengan lingkungan. Semua bernada hijau dan mengacu pada natural. Mulai dari green activity (aktivitas hijau) hingga green economic atau ekonomi berkelanjutan.  Semua itu demi satu hal, kualitas hidup yang mungkin akan lebih baik dikemudian hari. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Namun pendapat para ahli yang menyatakan bahwa kondisi lingkungan lima tahun kedepan tidak bisa lagi dikembali seperti semula, seolah mengecilkan usaha kita selama ini dalam menjaga lingkungan. Dan, saya lebih memilih untuk just do it, urusan bagaimana nanti biar Tuhan yang menentukan. Toh, masa depan adalah misteri dan masa lalu telah pergi. Saatnya sekarang kita menjaga lingkungan yang kita miliki sekarang. Jika rusak perbaiki, jika telah hilang jangan disesali namun jangan sampai apa yang masih tersisa juga ikutan hilang hanya karena kita tidak belajar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kerap di antara kita bahkan banyak dari kita menyalahkan industri utama di beberapa masalah lingkungan seperti polusi atau pengeluaran energi yang berlebihan, tetapi kita tidak menyadari bahwa kita juga bisa membantu menambah polusi atau menjaga lingkungan mulai dari rumah kita sendiri.  Ada beberapa cara atau tips yang bisa kita terapkan dalam menjaga lingkungan di rumah. Di antaranya adalah memulai dari makanan kita. Dapatkan buah-buahan lokal dan sayuran organik. Makanan organik bermakna tidak menggunakan pupuk kimia dan pestisida. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sehingga hal itu akan menyehatkan dan juga ramah terhadap lingkungan. Karena kita tidak memupuknya dengan bahan kimia.  Buah-buahan lokal juga akan mengurangi ketergantungan buah impor dan petani buah juga akan semakin sejahtera.  Apalagi bagi teman-teman yang lagi diet. Bahan makanan organic, buah dan sayuran wajib untuk melengkapi diet kalian. Namun itu berarti juga perekonomian petani akan membaik Karena kita lebih memprioritaskan buah-buahan lokal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Okey, mungkin hal tersebut lebih berguna bagi anak rumahan, dalam artian mereka yang lebih senang sendiri dan melakukan segala sesuatunya tanpa tim dan independen. Karena di sini tema tulisannya adalah cara gaul menjaga lingkungan maka saya harus memberikan ide cara gaul tersebut (meskipun makna cara gaul di sini saya belum dapat, tapi kenapa tidak dicoba).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu merasa anak gaul, maka sudah sepantasnya kamu mengerti dengan persoalan lingkungan dan turut serta dalam menjaganya. Karena pasti tidak akan tercipta pergaulan yang baik jika lingkungan tempat kamu bermain atau nongkrong bersama tema-temanmu rusak dan tidak terurus. Boro-boro senang malah jadi bad mood.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Setelah kamu benar-benar merasa care terhadap lingkungan. Beranikah kamu mempresentasikan tentang berbagai persoalan lingkungan kepada teman-temanmu. Misalnya saja di Pekanbaru, tempat nongkrong anak-anak geng mobil itu di kawasan  Jalan Diponegoro. Nah, jika kamu beneran gaul, gih kesana, ajak mereka dan kenalkan cara mengemudi aman dan ramah lingkungan. Mengapa harus memakai peralatan tertentu untuk menjaga efek negatfnya terhadap lingkungan. Dan ajak mereka meninggalkan mobilnya di rumah. Kemudian menggunakan kendaraan umum. Jika kamu bisa melakukan itu  baru gaul dan siapa tahu kamu terpilih sebagai generasi muda inspiring, whos know? Yah, jika ribet dan masih terlalu luas, tidak ada salahnya mulai dari teman-teman gengmu dulu. Mereka pasti mau mendengarkan. Jika tidak mau itu pasti orang aneh.***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-1966510755600745058?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/1966510755600745058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/cara-gaul-jaga-lingkungan-tengku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/1966510755600745058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/1966510755600745058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/cara-gaul-jaga-lingkungan-tengku.html' title='Cara Gaul Jaga Lingkungan: (Tengku Maulina Nindia Puri) Mulai Dari Gengmu'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-j2_SymfxoKw/Ttq_oYFbWHI/AAAAAAAAAuY/ybZ7W9GzYvM/s72-c/35-Nia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-1154209423393135163</id><published>2011-12-04T07:30:00.001+07:00</published><updated>2011-12-04T07:31:08.363+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='green word'/><title type='text'>Green Word, ahad-4 Desember 2011</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Menyebarkan virus yang berguna bagi kehidupan adalah menularkan virus-virus&amp;nbsp; cinta lingkungan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;gsj crew&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-1154209423393135163?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/1154209423393135163/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/green-word-ahad-4-desember-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/1154209423393135163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/1154209423393135163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/green-word-ahad-4-desember-2011.html' title='Green Word, ahad-4 Desember 2011'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-1388997853322039645</id><published>2011-12-04T07:29:00.001+07:00</published><updated>2011-12-04T07:30:21.367+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cara Unik Jaga Lingkungan'/><title type='text'>Cara Unik Jaga Lingkungan: (Novia Trisha Izzati Eldrin) Pohon dan Tempat Bermain</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Pohon dan Tempat Bermain&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-brxvBWrKlNE/Ttq-3JAs79I/AAAAAAAAAuQ/Et6oPZ542uk/s1600/36-novia.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-brxvBWrKlNE/Ttq-3JAs79I/AAAAAAAAAuQ/Et6oPZ542uk/s320/36-novia.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Saya bernama Novia Trisha Izzati Eldrin, saat ini saya tercatat sebagai siswi di SMP Muhammadiyah, kelas dua. Saya berumur 14 tahun. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman menurut saya cara unik menjaga lingkungan itu, ya dengan menanam pohon. Apalagi kalau yang ditanam pohon mangga dan durian, pasti deh seru pas udah panen buahnya. Hehe… walaupun kata orang cara ini sudah lumrah dan jadul. Tapi tunggu dulu. Selama ini kan kita selalu menanam pohon mahoni atau pohon pelindung lainnya. Kalau menanam pohon buah dibilang malah akan berkebun. Padahal pohon buah tetap saja punya dua manfaat, buah dan oksigen yang dihasilkannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Adalagi nih cara unik lainnya, yaitu dengan menjadikan sebuah lokasi yang hijau sebagai tempat wisata atau foto-foto. Misalnya di taman belakang dekat kampus  Universitas Riau yang ada pohon tinggi menjulangnya. Pohon sejenis pinus tersebut sangat indah dijadikan tempat untuk berfoto santai. Nah, kalau sudah begitu kita pasti nggak tegakan menebang atau merusaknya, akhirnya kita jaga deh lingkungan di sekitarnya. Serukan?***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-1388997853322039645?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/1388997853322039645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/cara-unik-jaga-lingkungan-novia-trisha.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/1388997853322039645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/1388997853322039645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/cara-unik-jaga-lingkungan-novia-trisha.html' title='Cara Unik Jaga Lingkungan: (Novia Trisha Izzati Eldrin) Pohon dan Tempat Bermain'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-brxvBWrKlNE/Ttq-3JAs79I/AAAAAAAAAuQ/Et6oPZ542uk/s72-c/36-novia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-2382436510829421856</id><published>2011-12-04T07:27:00.001+07:00</published><updated>2011-12-04T07:28:51.722+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Cagar Biosfer'/><title type='text'>Info Cagar Biosfer: Masiswa Penelitian di GSK-BB</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Masiswa Penelitian di GSK-BB&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-FogW7rXaE9Q/Ttq-mcElhzI/AAAAAAAAAuI/TnYpcKynGZM/s1600/36-Resam%252C.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-FogW7rXaE9Q/Ttq-mcElhzI/AAAAAAAAAuI/TnYpcKynGZM/s320/36-Resam%252C.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;&amp;lt;&lt;diah-gsj pos&lt;br="" riau=""&gt;RESAM: Satu di antara tumbuhan pandan berduri yang eksotis di Cagar Biosfer GSK-BB adalah Resam.&lt;/diah-gsj&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu (GSK_BB) menjadi tujuan penelitian yang diminati banyak pihak. Sesuai dengan tujuan dan fungsi awalnya. Hal serupa juga dilakukan oleh  mahasiswa jurusan Biologi Fakultas FMIPA Universitas Riau, Diah Sulistio Ningrum. Ia melakukan sebuah penelitian mengenai hewan endemik tanah di cagar biosfer. Penelitian tersebut guna untuk menyelesaikan tugas akhir kuliah atau untuk skripsinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memasuki kawasan GSK-BB, Diah biasa ia dipanggil, bercerita bahwa terlebih dahulu harus meminta izin ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau . Sebab, memasuki kawasan cagar biosfer tersebut harus mematuhi prosedur. Artinya tidak boleh sembarangan, harus dengan izin terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain melengkapi administrasi yang sudah ditentukan oleh BBKSDA Riau, mahasiswa biologi yang terdiri dari enam orang itu merancang atau mempersiapkan keperluan mereka ketika berada di kawawasan cagar biosfer tersebut. Seperti, mempersiapkan persediaan makanan, dan perlengkapan keamanan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Kami memang merancang bahkan mempersiapkan dengan detail apa-apa saja yang akan kami perlukan saat berada di cagar biosfer. Selama sebelas hari kami kan melakukan penelitian di sana. Kami harus membawa persediaan makanan sebelum berangkat,” tuturnya. Ia juga menambahkan, bahwa tempat menginap mereka di sana, ya, jauh dari masyarakat. Jadi, persiapan sebelum berangkat memang harus matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian yang mereka lakukan sangat unik. Dengan tujuan untuk mengambil sample, mahasiswa semester akhir FMIPA Universitas Riau tersebut meneliti hewan-hewan endemik tanah. Seperti cacing tanah, semut, rayap dan serasah (daun). Penelitian itu berlangsung di perbatasan Desa Temiyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat di perbatasan tersebut hanya ada penginapan yang sudah disediakan khusus untuk para peneliti. Maka tidak satupun aktifitas masyarakat terlihat di sana. Perjalanan yang mereka tempuh pun tidak menggunakan jalur darat. Melainkan menggunakan jalur air. Dan untuk mencapai lokasi-lokasi penelitian, mereka menaiki pompong.(pia-gsj/new)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-2382436510829421856?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/2382436510829421856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/info-cagar-biosfer-masiswa-penelitian.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/2382436510829421856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/2382436510829421856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/info-cagar-biosfer-masiswa-penelitian.html' title='Info Cagar Biosfer: Masiswa Penelitian di GSK-BB'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-FogW7rXaE9Q/Ttq-mcElhzI/AAAAAAAAAuI/TnYpcKynGZM/s72-c/36-Resam%252C.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-5844968223804964680</id><published>2011-12-04T07:26:00.001+07:00</published><updated>2011-12-04T07:27:24.313+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GSJ News'/><title type='text'>GSJ News: Konsep Alami Dalam Pengendalian Hama</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Konsep Alami Dalam Pengendalian Hama&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Potensi pestisida, insektisida maupun herbisida sebagai zat kimia yang dapat menimbulkan pengaruh negatif terhadap kesehatan menyebabkan para ahli harus bekerja keras untuk mencari solusi untuk memecahkan persoalan tersebut. Salah satu penyakit yang dapat ditimbulkan oleh pestisida adalah penyakit kanker, mutagenic agent (penyebab mutasi genetik), radang     kulit, dan alergi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Berbagai cara yang tepat untuk mengendalikan serangan hama pada pertanian adalah dengan meningkatkan musuh alami atau predator bagi hama tersebut. Sementara untuk mencegah beberapa penyebab penyakit yang disebabkan oleh serangga parasit dapat menggunakan senyawa-senyawa alami yang dapat diperoleh dari ekstrak tanaman-tanaman yang tidak menimbulkan efek negatif. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Seperti pada pengendalian larva nyamuk Aedes Aegypti yang dapat menyebabkan penyakit demam berdarah dangue (DBD) dapat menggunakan ekstrak daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb). Ekstrak daun pandan wangi mempunyai pengaruh terhadap tingkat kematian larva Aedes aegypti. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selain menggunakan serangga predator untuk pengendalian hama, juga dapat menggunakan beberapa jenis bakteri untuk mengendalikan jumlah populasi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), salah satunya adalah bakteri Pseudomonas aeruginosa yang dapat mengendalikan berbagai pathogen (penyebab penyakit tanaman) seperti yang sering dijumpai pada tanaman tembakau atau yang sering disebut Tobacco mosaic virus (TMV). &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;“Selain bakteri ada juga pengendalian hama dari jenis jamur, seperti jamur Cordyceps sp. Yang dapat membunuh serangga,” jelas Salpa Hartanto, mahasiswa jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Riau saat ditemui di sela-sela praktikum mata kuliah pengendalian biologis, Jum’at (25/11) lalu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt; “Semakin aktif kita mempergunakan bahan-bahan alami dalam mengatasi serangan OPT tentunya akan membantu mengurangi gangguan kesehatan yang sering ditimbulkan akibat penggunaan pestisida dan zat kimia beracun lainnya,” tambahnya.&lt;b&gt;(diah-gsj/new)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-5844968223804964680?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/5844968223804964680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/gsj-news-konsep-alami-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/5844968223804964680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/5844968223804964680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/gsj-news-konsep-alami-dalam.html' title='GSJ News: Konsep Alami Dalam Pengendalian Hama'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-2913985913905994896</id><published>2011-12-04T07:24:00.001+07:00</published><updated>2011-12-04T07:26:30.944+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GSJ News'/><title type='text'>GSJ News: Green Festival 2011</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Green Festival 2011&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-mdlrDwH64MQ/Ttq9_cIsSEI/AAAAAAAAAuA/9Flpksubqak/s1600/36-1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://2.bp.blogspot.com/-mdlrDwH64MQ/Ttq9_cIsSEI/AAAAAAAAAuA/9Flpksubqak/s320/36-1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;&amp;lt;&lt;stand ada="" berdesak-desakan&amp;nbsp;="" di="" disekitar="" festival="" green="" i="" info="" kepada="" macam="" menerangkan="" pameran,="" pameran:="" panitia="" pengunjung.&lt;="" pengunjung="" sedang="" segala="" sementara="" sibuk="" stand="" tampak="" tempat="" yang=""&gt;&lt;/stand&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Maraknya isu lingkungan seperti pemanasan global dan perubahan iklim telah menyita perhatian dunia. Saat ini kita telah merasakan sebagaian dari akibatnya seperti perubahan cuaca yang tidak menentu, kekeringan dan meningkatnya panas bumi. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan pemerintah maupun pihak swasta telah banyak melakukan kegiatan lingkungan seperti kampanye maupun even - event green. Salah satunya yang baru - baru ini diadakan adalah Green Festival  yang berlangsung selama tiga hari (24-26/11) di monumen pancasila Jalan Dipatiukur Bandung. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan tahun keempat diadakannya green festival yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang betapa pentingnya menjaga dan merawat bumi dari kerusakan lingkungan yang dapat mengancam keberlangsungan hidup manusia. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Acara yang dibuka oleh Walikota Bandung ini disambut antusias oleh masyarakat kota Bandung, khususnya para siswa sekolah yang sengaja datang untuk menyaksikan acara tersebut.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt; “Acara ini sangat bagus karena mengajarkan kita untuk hidup hijau dan disini saya juga mendapatkan pelajaran mendaur ulang kertas “ ucap  Hasna Latifah siswa SMKN 5 Bandung yang mengunjungi acara itu&lt;br /&gt;Green Festival tahun ini mengangkat tema gaya hidupku untuk bumi dan Bandung merupakan kota pertama sebagai tempat penyelengara, karena pada bulan Desember ini, Green Festival juga akan di adakan di Kota Surabaya dan Jakarta. Acara ini di selengarakan oleh  7 perusahaan yang tergabung dalam forum pengagas cinta lingkungan dan bumi yaitu Aqua danone, Pertamina, Kompas, Metro tv,Tupperware, APP dan radio Delta serta bekerja sama dengan pemerintah Provinsi Jawa Barat.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt; Ihfani Fathiyah, salah seorang panitia mengatakan kegiatan ini sangat positif dan memberikan manfaat kepada setiap pengunjung selain itu setiap pengunjung juga di beri bibit pohon buah untuk di bawa pulang.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan terbagi menjadi dua session yaitu indoor dan out door. Untuk bagian indoor diadakan di dalam sebuah tenda besar yang di dalamnya di bagi menjadi enam zona yaitu zona pohon, zona energi, zona trasportasi, zona air, zona sampah dan zona iklim. Setiap zona memiliki nilai positif dan di jaga oleh panitia yang memberikan informasi seputar zona yang mereka tempati. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Satu dari keenam zona yakni zona tranportasi merupakan zona yang paling banyak di kunjungi oleh siswa, diantaranya SD IT AL MAQUM Bandung. Di zona ini di sediakan sepeda yang bisa dicoba oleh setiap pengunjung sehinga para siswa SD tersebut sangat bersemangat.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt; “Anak-anak yang di bawa rata-rata berasal dari kelas 2, sekolah kami memang di undang oleh dinas pendidikan untuk menghadiri kegiatan ini. Berada di zona transportasi ini anak-anak diberi pengajaran untuk hemat energi, dan kebetulan sebagaian besar siswa-siswa memang mengunakan sepeda untuk pergi kesekolah “ ucap Maya Metakania guru pembimbing mereka.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk kegiatan out door diisi dengan stan -stan dari pemerintah jawa barat, seperti Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah(BPLHD) Jawa Barat, yang membangi-bagikan brosur tentang pemanfaatan kotoran sapi sebagai energy alternative.  Kegiatan seperti ini harusnya dapat di adakan di seluruh daerah di Iindonesia agar dapat memberikan pemahaman kepada masayarakat tentang pentingnya menjaga dan merawat bumi.  Sebab segala tindakan yang kita lakukan terhadap lingkungan akan berpengaruh besar terhadap keberlangsungan mahkluk di bumi.&lt;b&gt;(edo janfien/gsj/fikom unpad/new)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-2913985913905994896?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/2913985913905994896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/gsj-news-green-festival-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/2913985913905994896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/2913985913905994896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/12/gsj-news-green-festival-2011.html' title='GSJ News: Green Festival 2011'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8bdmPmI/AAAAAAAAADg/EbX3ZtkMfig/S220/gsj.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-mdlrDwH64MQ/Ttq9_cIsSEI/AAAAAAAAAuA/9Flpksubqak/s72-c/36-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5675374768903518302.post-4319786986042159163</id><published>2011-11-27T09:35:00.001+07:00</published><updated>2011-11-27T09:36:43.158+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Box'/><title type='text'>Green Box: Matikan Keran Air</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;Ndit and Mbun is back.... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Bp1936uRpW4/TtGiC-aVvOI/AAAAAAAAAtw/IK7jlEH42vE/s1600/ndit.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="112" src="http://2.bp.blogspot.com/-Bp1936uRpW4/TtGiC-aVvOI/AAAAAAAAAtw/IK7jlEH42vE/s400/ndit.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5675374768903518302-4319786986042159163?l=greenstudentjournalists.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/feeds/4319786986042159163/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/11/green-box-matikan-keran-air.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/4319786986042159163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5675374768903518302/posts/default/4319786986042159163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/11/green-box-matikan-keran-air.html' title='Green Box: Matikan Keran Air'/><author><name>green student journalists</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16238116598155146666</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://1.bp.blogspot.com/_o42imcKJ0x4/TRtE8
