Tampilkan postingan dengan label Hot Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hot Info. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Januari 2010

EPA Tetapkan Kapal Ramah Lingkungan

Foto EPA Kapal Ramah LingkunganBadan Lingkungan Hidup (The Environmental Protection Agency's (EPA) Amerika membuat terobosan baru sebuah peraturan standar emisi bagi mesin dan bahan bakar yang digunakan kapal-kapal besar berbendera Amerika Serikat dan Kanada sebagai upaya memangkas emisi diesel laut yang berbahaya bagi lingkungan.

Peraturan itu selaras dengan standar internasional yang diharapkan pada perbaikan kualitas udara yang signifikan di seluruh dunia. "Standar yang lebih kuat akan membantu kapal-kapal besar lebih bersih dan lebih efisien serta melindungi jutaan orang Amerika dari emisi diesel berbahaya, "kata Sekjen EPA Lisa P. Jackson.

"Sejumlah pelabuhan telah mengidentifikasi emisi diesel sebagai salah satu ancaman kesehatan terbesar yang dihadapi penduduk dunia khususnya anak-anak. Peraturan baru ini menandai langkah maju dalam memotong polusi berbahaya di udara yang kita hirup yang sangat membayakan kesehatan, lingkungan dan perekonomian kita. "jelas Lisa seperti dilansir situs jaringan berita lingkungan ENN.

Menurutnya, polusi udara yang bersumber dari kapal-kapal besar seperti kapal tanker minyak dan kapal kargo, akan tumbuh dengan cepat seiring dengan meningkatnya aktivitas lalu lintas pelabuhan bongkar muat, karenanya diperlukan sebuah peraturan yang mengatur standar emisi bagi kapal-kapal besar.

Pada tahun 2030, strategi domestik dan internasional diharapkan mampu mengurangi dan menekan tingkat emisi dunia. Catatan tahunan EPA melaporkan emisi nitrogen oksida (NOx) yang bersumber dari mesin diesel laut sebesar 1,2 juta ton dan emisi partikel oleh sekitar 143.000 ton. “Ini sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan,” ujar Lisa yang pernah menghadiri pelantikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

”Kalau aturan ini dilaksanakan dengan sepenuhnya ini akan mengurangi emisi NOx dari kapal sekitar 80 persen, dan partikel emisi sebesar 85 persen, dibandingkan dengan emisi saat ini,”ujarnya.

EPA membantu pemerintah AS menetapkan standar mesin diesel kapal yang ramah lingkungan dengan menggunakan generator portabel kecil untuk lokomotif mesin dengan kekuatan 4.000 kilowatt atau lebih untuk mesin standar dengan per-silinder perpindahan hingga 30 liter per silinder, yang sebelumnya menggunakan dua mesin tenaga penggerak yaitu tenaga penggerak utama dan mesin Bantu yang boros energi.

Pengurangan emisi dari strategi ini akan bermanfaat bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan. EPA memperkirakan bahwa di tahun 2030, upaya ini akan mencegah antara 12.000 dan 31.000 kematian prematur dan memaksimalkan 1,4 juta jam kerja yang hilang.

Tak hanya itu, badan lingkungan hidup Amerika memperkirakan manfaat kesehatan tahunan di tahun 2030 sebagai akibat dari polusi udara yang menyebabkan kerugian biaya kesehatan senilai $ US 110 dan $ US 270 miliar atau hampir 90 kali lipat, namun kalau mengikuti standar yang ditetapkan EPA hanya membutuhkan biaya kesehatan senilai $ US 3.1 milyar.

Clean Air Act, merupakan peraturan yang dikeluarkan EPA untuk mengontrol emisi kapal laut di wilayah perairan Amerika Serikat dan Kanada. Peraturan ini juga diadopsi oleh Organisasi Maritim Internasional (IMO) PBB.

Kebijakan ini sepatutnya menginspirasi pemerintah Indonesia dalam hal Kementerian Lingkungan Hidup untuk membuat peraturan serupa mengingat luas wilayah laut Indonesia yang mencapai 5,8 juta km persegi dari Sabang hingga Merauke yang merupakan jalur lalu lintas pelayaran niaga dunia, sangat rawan untuk dicemari aktivitas kapal-kapal asing maupun dalam negeri yang masih menggunakan mesin yang tidak ramah lingkungan dan berpotensi merusak ekosistem laut. (Marwan Azis/EPA/ENN).

Sabtu, 09 Januari 2010

Jenis-jenis Plastik yang Aman

Jenis-jenis Plastik yang AmanPlastik adalah barang yang sangat akrab dengan kehidupan kita. Tapi sadarkah bahwa ternyata tidak semua plastik aman untuk dipakai, apalagi sebagai wadah makanan. Baca tips di bawah ini untuk bisa membedakan plastik yang aman dan sehat, dan plastik yang berbahaya bagi kesehatan.

#1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate)

Contoh produk: botol minuman (misalnya Aqua).
Produk-produk dengan bahan #1 dan #2 direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat apalagi panas. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret.

#2. HDPE (high density polyethylene)
Contoh produk: botol susu yang berwarna putih
Sama seperti #1 PET, #2 juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.

#3. V atau PVC (polyvinyl chloride)
Contoh produk: cling wrap, botol
Adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.

#4. LDPE (low density polyethylene)
Contoh produk: tempat makanan, botol-botol yang lembek.
Barang-barang dengan kode #4 dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan #4 bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.

#5. PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik.

#6. PS (polystyrene)
Contoh produk: tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll.
Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.

#7. Other (biasanya polycarbonate)
Contoh produk: tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga.
Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate.

Selasa, 05 Januari 2010

Dampak Lingkungan Akibat Penggunaan Kertas

Dampak Lingkungan Akibat Penggunaan KertasTahukah bahwa untuk memproduksi sejumlah kertas, dibutuhkan banyak kayu dengan diameter 15-20 cm, tinggi 40 meter, kemudian air dan juga energi? Sementara untuk proses produksinya menghasilkan sejumlah emisi dan juga limbah.

Jika kita ingin tahu berapa besar dampak lingkungan akibat penggunaan kertas kita tiap tahun, coba ikuti langkah-langkah di bawah ini:

1. Pilah-pilah sampah kertas yang kita gunakan berdasarkan jenis. Misalnya: kertas HVS, kertas koran, atau kertas yang dilaminating (misalnya brosur/company profile)
2. Hitung rata-rata pengunaan kertas untuk tiap jenis dalam 1 tahun (dalam kg atau ton)
3. Kemudian kunjungi papercalculator.org
4. Masukkan data-data di atas, dan mulailah menghitung

Ternyata jika kertas yang sudah kita gunakan didaurulang, maka dampak lingkungan yang kita sumbangkan pun akan ikut berkurang. Selain itu, kertas yang diberikan zat pemutih (bleaching), pada proses produksinya menggunakan kayu, air dan energi jauh lebih banyak dibanding kertas yang tidak menggunakan pemutih.

Jangan lupa untuk terus berupaya mengurangi penggunaan kertas

Sumber: Hitung Dampak Lingkungan Akibat Penggunaan Kertas/Tahun
GreenLifeStyle.or.id

Senin, 04 Januari 2010

Bahaya Baterai Bekas

Bahaya Baterai BekasBaterai bekas banyak di rumah? jangan buang sembarangan!, berbahaya. Hal ini tertuang dari tulisan yang berjudul "Kenapa baterai bekas gak boleh dibuang ke tempat sampah?" yang pertama kali dipublikasikan di GreenLifeStyle.or.id

Apa bahaya baterai bekas?

Baterai bekas merupakan sampah B3 (Bahan Berbahaya & Beracun), karena di dalamnya baterai bekas mengandung berbagai logam berat, seperti merkuri, mangan, timbal, kadmium, nikel dan lithium, yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan kita.

Baterai bekas yang dibuang sembarangan mencemari tanah, air tanah, sungai, danau...dan akhirnya meracuni air dipakai untuk minum, mandi dan mencuci. Berbahaya bukan??!

Lalu diapakan sebaiknya baterai bekas ini?. Jangan buang sampah baterai ke tempat sampah. Kumpulkanlah sampah baterai di rumah/kantor, lalu berikan ke tempat pengumpulan baterai.

Jenis Baterai Berbahaya
- baterai ukuran AA, AAA, C & D
- baterai jam tangan (yang kecil seperti tablet)
- baterai lithium: baterai HP, kamera digital, baterai laptop, dll
- baterai rechargeable

Jumat, 01 Januari 2010

Setiap Pekan, Nikmati Kebebasan di Car Free Day

Baru-baru ini, Dirlantas Polda Riau mempelopori hari bebas kendaraan atau yang lebih dikenal dengan istilah Car Free Day. Program ini bukan saja memberikan ruang bebas bagi masyarakat untuk menikmati udara pagi dan berolahraga namun juga diyakini memberikan sumbangan untuk penekanan pemanasan global.

Setakat ini, program positif ini baru di laksanakan yang di Pekanbaru setiap hari Ahad. Car Free Day ini memanfaatkan ruas Jalan Gadjah Mada hingga Jalan Diponegoro mulai pukul 05.00 WIB-09.00 WIB. Sesuai namanya kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat tidak diperkenankan melintas selama jadwal Car Free Day.

Program bebas kendaraan bermotor ini memberikan kesempatan warga agar bebas berolahraga di kawasan tersebut, serta menjaga kelestarian lingkungan dengan mencegah polusi udara yang lebih parah seiring meningkatnya penggunaan kendaraan bermotor di Propinsi ini.

Program ini mendapat tanggapan positif dari sejumlah masyarakat. Seperti yang diungkapkan Arifin, warga Sail. ‘’Program seperti ini sejak dulu harus ada. Semoga ini bukan hanya sekedar mengikuti trend ibukota tapi benar-benar diperuntukkan bagi kelestarian dan kebersihan lingkungan kota Pekanbaru terutama dari bahaya polusi asap kendaraan,’’ katanya.

Car Free Day diperuntukkan bagi para pejalan kaki yang ingin melakukan olahraga ringan atau sekadar menghabiskan akhir pekannya dengan berjalan-jalan serta bersantai tanpa terganggu oleh asap kendaraan. Saat ini memang sudah sangat sulit kita menemukan ruas atau bahkan trotoar yang terbebas dari benda yang dipanggil kendaraan bermotor. Ketika terjadi kemacetan lalu lintas maka trotoar akan menjadi alternatif bagi pengendara sepeda motor untuk terus berjalan hal ini menghalangi para pejalan kaki untuk memakai trotoar.

‘’Saya berharap dengan Hari Bebas Kendaraan ini masyarakat akan terilhami untuk senantiasa menjaga diri mereka sendiri dan lingkungan dari polusi udara,’’ ucap Lia Fitria seorang Mahasiswa UR.(ivit sutia GSJ)

Kamis, 31 Desember 2009

Mengapa Harimau Menyerang Manusia?

Mengapa Harimau Menyerang Manusia?Masyarakat yang bermukim berdekatan dengan Suaka Margasatwa Kerumutan Desa Tanjungsari, Kecamatan Kuala Cinaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, dalam dua bulan terakhir ini resah karena berkeliarannya harimau di daerah mereka.

"Tak pernah selama ini daerah kami didatangi harimau walau kami tinggal dekat hutan Kerumutan. Tapi sejak kawasan hutan Kerumutan dibuka untuk dijadikan kebun akasia milik perusahaan kertas, maka hewan buas itu selalu menampakkan diri di kampung kami," ujar Kepala Desa Tanjungsari, Misnanto di Kuala Cinaku, Selasa.

Misnanto mengatakan kawasan hutan Kerumutan membentang di tiga kabupaten yakni Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu) dan Indragiri Hilir (Inhil).

Hutan Kerumutan di bagian Inhu mencakup dua desa yakni Desa Pulau Jumat dan Desa Tanjungsari yang merupakan wilayah perbatasan Inhu-Inhil.

Ia mengatakan, walau harimau yang masuk ke wilayah desanya tidak memangsa manusia, tetap saja kehadiran hewan buas yang dilindungi pemerintah itu sangat menakutkan masyarakat.

Misnanto menjelaskan, hewan berbelang itu dalam dua bulan terakhir ini rajin mengunjungi perkampungan penduduk. Saban sore masyarakat dapat mendengar auman suaranya yang lantang dan menjelang magrib biasanya harimau terlihat berkeliaran.

"Kalau dah sore, warga kami tidak ada yang berkeliaran lagi diluar rumah, maklumlah kawasan tempat tinggal kami ini kampung yang dikelilingi kawasan konsesi perusahaan dan hutan Kerumutan yang masih tersisa," kata Misnanto.

Dikatakannya, hewan yang disapa dengan sebutan "Tuk Belang" itu jumlahnya cukup banyak yang mereka ketahui dari jumlah jejak telapak kaki yang ditemui warga.

Hewan tersebut telah memangsa seekor babi yang terperangkap dalam jerat dan seekor anjing yang menjaga pondok di kebun nenas.

"Saya sudah mengadukan perihal kehadiran "Tuk Belang" ke pemerintah daerah baik camat, Dinas Kehutanan maupun Polisi Hutan. Nemun hingga sekarang belum ada tanggapan. Kami yakin harimau itu keluar sejak kawasan hutan tempat tinggalnya dibabat PT RAPP untuk tanaman akasia," katanya.

Menurut Misnanto, pemerintah hendaknya cepat tanggap terhadap berkeliarannya hewan buas itu sebab tidak hanya harimau kadang beruang madu, hewan yang juga berada di kawasan Suaka Margasatwa Kerumutan, muncul ke perkampungan penduduk.

"Saya kadang jadi bingung dengan sikap pemerintah. Masyarakat dilarang membabat hutan tapi perusahaan dibolehkan bahkan hutan cagar alam yang seharusnya dilindungi boleh dirambah perusahaan," ungkap Misnanto.

Tiadanya predator

Sementara itu, Kepala Wilayah II Konservasi dan Sumber Daya Alam (KSDA) Rengat, Edy S saat dihubungi ANTARA News di Rengat, mengatakan, pihaknya belum mendapatkan laporan perihal adanya binatang buas yang meresahkan warga Kuala Cinaku.

Edy mengemukakan kawasan tempat tinggal penduduk di Desa Tanjungsari yang berdekatan dengan hutan Suaka Margasatwa Kerumutan itu memang rawan dengan berkeliarannya hewan buas baik itu harimau Sumatra (Phantera tigris sumatrae) maupun beruang madu (Helarctos malayanus), dua hewan bertubuh besar yang terdapat di Kerumutan.

"Sebelumnya kami telah mengimbau masyarakat setempat untuk berhati-hati terhadap hewan buas yang dilindungi itu. Lagi pula di sekitar Kerumutan memang terdapat kawasan konsesi milik perusahaan kertas. Hewan-hewan tersebut keluar dari habitatnya karena tidak ada lagi predator yang menjadi makanannya," ungkap Edy.

Ia mengatakan, di kawasan Suaka Margastwa Kerumutan diperkirakan terrdapat 15 - 20 ekor harimau Sumatra, dengan luas areal suaka 120.000 hektare.

"Wajar harimau keluar mencari makan, karena kawasan sekelilingnya telah beralih fungsi jadi hutan tanaman sejenis . Masyarakat diminta tetap waspada," tutur Edy.

Desa Tanjungsari dapat ditempuh dari Pekanbaru dengan menyusuri jalan lintas timur Sumatra menuju Kuala Cinaku, Kabupaten Indragiri Hulu sejauh 300 kilometer dan kemudian menyeberangi sungai Indragiri menuju Desa Tanjungsari

--------------------------
Mengapa Harimau Menyerang Manusia? dikutip dari Antara: Hutan Rusak, Harimau Ancam Warga

Rabu, 30 Desember 2009

Komik Energi Nuklir

komik tentang bahaya nuklirAda komik bagus dari Greenpeace yang bercerita tentang penggunaan nuklir sebagai pembangkit. Galakkan penggunaan energi yang bersih dan sehat untuk lingkungan lewat komik.

Untuk mendownload komik tentang lingkungan ini silakan klik disini.

Selasa, 29 Desember 2009

Memetik Manfaat dari Budidaya Lebah Madu

Budidaya Lebah MaduMadu lebah sejak dulu memang dikenal sebagai obat mujarab menyembuhkan berbagai penyakit. Bahkan dalam Alquran disebutkan madu sebagai obat yang menyembuhkan bagi manusia. Kini madu lebah tidak hanya didapatkan secara alami dari pohon Sialang, namun juga melalui pembudidayaan lebah madu.

Budidaya lebah madu ini bukan saja bermanfaat menambah pendapatan masyarakat dari hasil produksi lebah madu, namun juga akan ikut membantu menyadarkan masyarakat untuk menanam dan memelihara pakan lebah sehingga lingkungan jenis lestari dan hijau.

Budidaya lebah madu ini mulai banyak ditekuni oleh masyarakat di Riau. Bahkan budidaya lebah madu dijadikan andalan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satunya adalah di Desa Kuapan Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Di desa ini terdapat areal model lebah madu dengan luas sekitar 10 hektare.

Masyarakat Kuapan ini, membudidayakan lebah madu. Jenis lebah madu budidaya yang memiliki nama ilmiah apis serana. Dalam membudidayakan lebah madu peternak mendapatkan binaan langsung dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Indragiri Rokan. Luas areal model lebah madu di Desa Kuapan mencapai 10 hektare. Terlibat didalamnnya 20 petani lebah yang juga merupakan warga desa setempat.

Ridwan, salah seorang warga Desa Kuapan yang memilih menjadi petani lebah budidaya. Usaha lebah madu budidaya ini, dimulai Ridwan sejak tahun 1999. Ridwan memanfaatkan areal perkarangan rumahnya yang terlihat cukup asri dengan berbagai jenis tanaman kita bisa saksikan puluhan stum atau koloni lebah madu budidaya.

Awalnya budidaya tersebut dimulai Ridwan dan anaknya Desri Hamzah usai mengikuti pelatihan yang digelar BPDAS Indragiri Rokan di Kuok, Kampar. Apalagi selain modal pelatihan, sebagai peserta pelatihan dirinya juga mendapat dukungan untuk kegiatan budidaya berupa koloni lebah serta beberapa jenis tanaman yang menghasilkan bunga sebagai pakan ternak.

‘’Waktu itu ada yang datang ke desa yang difasilitasi kepala desa untuk mengadakan pelatihan budidaya lebah maju. Saya coba untuk mengikuti pelatihan tersebut. Kami diberikan ulasan serta dilatih mengenali potensi budidaya lebah madu. Setelah mendapat pelatihan, saya pribadi mulai memikirkan kehidupan kita sendiri dan masyarakat. Kemudian kami mulai menekuni budidaya lebah madu. Alhamdulillah sampai sekarang ini penghasilan lebah sebagian terbantu dengan lebah madu,’’ ungkap Ridwan.

Ridwan sendiri sejak memulai usaha ini sebagai petani lebah madu budidaya hingga lima tahun pertama yakni sampai tahun 2004 dengan tekun bekerja menjadi petani lebah madu namun di tahun berikutnya usaha ini dikembangkannya dengan menghasilkan stum atau koloni tempat lebah-lebah bersarang.

‘’Kalau dulu madu yang dihasilkan dari budidaya saya jual keliling pakai kendaraan dari Kuok sampai Pekanbaru. Biasanya saya memasarkannya dua kali seminggu. Penghasilan satu hari bisa sampai 700 ribu. Kemudian saya memberi label madu budidaya supaya lebih mudah dipasarkan. Ternyata banyak pengusaha yang berminat dan tertarik untuk membeli madu hasil budidaya saya,’’ ucapnya.

Kini Ridwan mulai memetik hasil dari kerja kerasnya itu. Namun usaha budidaya yang telah berkembang itu tidak semata-mata hasil pengembangan usahanya. Tidak kalah penting karena adanya upaya Ridwan menyediakan pakan bagi lebah apis serana, caranya dengan terus menanam tanaman yang menghasilkan bunga di sekitar rumahnya. Wajar jika kini di pekarangan rumahnya dipenuhi tanaman yang berbunga sepanjang tahun seperti jambu air, durian, pepaya rambutan, karet, kelapa dan jenis tanaman lainnya yang menghasilkan bunga sebagai pakan untuk lebah madu.

Lingkungan yang masih hijau dengan ragam tanaman tidak saja tanaman kehutanan juga tanaman serbaguna dalam kaitannya dengan areal model labah madu atau budidaya lebah ketersediaan tanaman yang banyak menjadi faktor penentu keberhasilan budidaya lebah. Dengan berlimpahnya tanaman khususnya yang memiliki bunga akan memberi pakan berlimpah bagi lebah-lebah yang dibudidaya.

Budidaya lebah madu ini ternyata tidak saja membawa dampak positif bagi upaya perbaikan lingkungan yang ditandai dengan dorongan untuk terus menambah jenis tanaman untuk menyediakan bunga bagi pakan lebah madu budidaya namun secara ekonomis menguntungkan masyarakat.

‘’Bukan hanya perekonomian masyarakat yang meningkat namun lingkungan desa kami juga kini lebih terasa hijau,’’ sebut Desri Hamzah, peternak lebah madu lainnya.

Di Riau sebenarnya juga masih ada kelompok yang memanfaatkan madu lebah asli dari pohon sialang. Seperti di Desa Lubuk Kembang Bungo, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan yang sebagian masyarakatnya memetik hasil dari madu sialang.

Pohon sialang merupakan istilah untuk semua jenis pohon yang dihinggapi lebah hutan untuk bersarang menghasilkan dan menyimpan madu dari bunga tanaman di hutan tersebut. Kegiatan produksi madu dari lebah di hutan-hutan sekitar desa sejak tiga tahun terkahir telah beralih menjadi mata pencaharian utama sejumlah warga desa sebelumnya mereka lebih banyak melakoni kegiatan bertani dan berkebun.

‘’Madu hutan tidak saja telah memberikan manfaat bagi ekonomi dan penghasilan keluarga namun juga berkaitan dengan kondisi lingkungan,’’ ucap Rintang, salah seorang pemanjat pohon sialang.

Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Indragiri Rokan, Ir B Herudoyo Tjiptono mengungkapkan sebagai sektor yang terbilang luas dilakukan masyarakat di Provinsi Riau. Selain itu juga ikut memperbaiki lingkungan dan peningkatan penghasilan masyarakat kegiatan ini juga mendukung program pemerintah Provinsi Riau.

‘’Selain itu kami juga berupaya menggelar pelatihan untuk peningkatan kemampuan warga yang menjadikan budidaya lebah madu dan madu hutan sebagai mata pencarian,’’ ulasnya.

Banyak keuntungan dari pembudidayaan lebah madu. Keuntungan secara ekonomis tidak saja dirasakan oleh peternak lebah madu budi daya namun juga warga setempat. Contohnya saja pekerjaan pembuatan stum atau koloni lebah ini selain ikut memberi peluang kerja bagi warga yang berminat juga berkontribusi bagi pengembangan lebah madu di Provinsi Riau.

Untuk sekadar diketahui satu unit stum dijual seharga 250 ribu rupiah beserta lebahnya. Kini pemasarannya tidak saja di sekitar Kampar dan Provinsi Riau umumnya, namun peminat juga berasal dari provinsi tetangga seperti Kepulauan Riau, Jambi dan Sumatera Barat. Sedangkan keuntungan lainnya adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan hijau.(ndi)

Sabtu, 26 Desember 2009

Gerakan Cinta Hijau, Kapolda Riau Taman 10.000 Pohon

Gerakan Cinta Hijau, Kapolda Riau Taman 10.000 PohonKapolda didampingi unsur Muspida dan seluruh Kapolres Se-Riau taman 10.000 pohon produksi dalam gerakan cinta hijau atau Go Green. Simbolis penanaman di halaman Mapolsek Siak Hulu.

Hijaukan Dunia, Kapolda Riau Brigjen Pol Adjie Rustam Ramja didampingi unsur Muspida yakni Sekda Provinsi Riau, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Bupati Kampar dan seluruh Kapolres Se-Riau, Rabu (16/12) sekitar pukul 08.00 WIB taman 10.000 pohon produksi dalam gerakan cinta hijau atau Go Green. Simbolis penanaman di halaman Mapolsek Siak Hulu.

Selain itu seluruh pohon produksi siap taman tersebut nantinya akan ditanam seluruh perkantoran dan Asrama Polri, selain itu juga ditanam dibeberapa titik-titik yang dianggap perlu adanya penghijauan. Selain itu hal tersebut juga merupakan salah satu 100 hari kerja Polri di kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dan Budiono.

"Gerakan cinta hijau ini juga merupakan salah satu sistem keja 100 hari Polri dalam kepemimpinan SBY Budiono, selain itu hal ini juga salah satu peningkatan atau pendekatan Polri ke Masyarakat menuju era repormasi," terangkan Brigjen Pol Adjie Rustam Ramja dalam paparannya dihadapan seluruh undangan dan Muspida tingkat I dan II.

Sumber: Riauterkini.com
Foto: KamparKab.go.id

Sabtu, 19 Desember 2009

Seluruh Dunia Berharap Ada Kesepakatan Global di Kopenhagen

 Kesepakatan Global di KopenhagenKopenhagen, - Hingga tiga hari menjelang penutupan Konferensi Perubahan Iklim 2009 para negosiator belum menyepakati perjanjian bersama yang akan diambil. Hingga Rabu (16/12) malam waktu Indonesia masih terdapat jurang lebar antara negara maju dan negara berkembang.

Jurang itu terkait persoalan Protokol Kyoto. Pihak negara berkembang menilai ada agenda tersembunyi yang dimainkan negara maju, di antaranya ditunjukkan dengan pergantian Presiden COP-15 dari Connie Hedegaard kepada Perdana Menteri Denmark Lars Lokke Rasmussen saat para negosiator memulai sidang setelah malam sebelumnya begadang hingga pukul 07.00 pagi.

”Hasilnya bisa jadi mengarah pada pernyataan politis dari para kepala negara dan pemerintahan,” kata Ketua Negosiator RI Rachmat Witoelar kepada wartawan, Rabu (16/12).

Apabila benar terjadi, seluruh pembahasan yang ada akan menjadi status quo hingga disepakati ada pertemuan lanjutan—kemungkinan paling cepat diadakan Juni 2010. Hal itu bertentangan dengan kemauan negara-negara berkembang dan negara pulau-pulau kecil bahwa hasil COP-15 harus adil, ambisius, dan mengikat di Kopenhagen.

Bersikukuh

Sebaliknya, negara maju kukuh pada sikapnya mewajibkan negara yang berkembang pesat, seperti China dan India, turut diwajibkan menurunkan emisi. Sikap ini bertentangan dengan kesepakatan yang dibuat di Bali dua tahun lalu.

Di luar persidangan, ribuan pendemo berseru agar negara maju membayar utang iklim mereka, yakni dengan menanggung beban terbesar secara finansial ataupun komitmen lain.

Tudingan negara berkembang mengenai agenda tersembunyi muncul dari Brasil, China, India, Sudan, dan Ekuador ketika Rasmussen menyatakan, sudah ada draf teks dari Kelompok Kerja Adhoc Aksi Kerja Sama Jangka Panjang (AWG-LCA) pada sesi sidang sebelum mendengar pernyataan para pemimpin negara. Protes muncul karena draf teks sebelumnya belum jelas.

”Kami tidak bermaksud menghalangi persidangan, tetapi kami datang ke sini dengan tujuan jelas, yakni kesepakatan yang mengikat negara maju yang diputuskan secara terbuka,” kata wakil delegasi China. China meminta agar ada penjelasan lebih lanjut mengenai draf teks itu.

Meskipun begitu, Lars memutuskan melanjutkan persidangan untuk mendengar pandangan para pemimpin negara dan pemerintahan. Pada sesi ini Presiden Venezuela Hugo Chavez mendapat tepuk tangan meriah saat dengan tegas menyebut ”Kekayaan sebagai penyebab kehancuran planet”, yang diarahkan kepada sistem ekonomi kapitalis.

Masih ada optimisme
Sebelumnya, dalam siaran pers yang digelar pukul sembilan malam waktu Kopenhagen (dini hari waktu Indonesia), Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyerukan optimismenya bahwa akan ada keputusan yang adil, ambisius, dan komprehensif.

Kesepakatan mengurangi emisi gas rumah kaca dalam jumlah besar, melindungi kelompok paling rentan, yang ditunjukkan dengan pembangunan ekonomi yang ramah lingkungan.

Di Kopenhagen, ia percaya, 130 pemimpin negara lebih akan mengesahkan perjanjian yang kuat. Perjanjian yang akan mengikat seluruh pihak pada 2010.

Berkaca pada sisa waktu yang mepet, ia mengingatkan para delegasi untuk fleksibel, tidak terus-menerus ngotot pada posisi awalnya atau menekan pihak lain, tanpa membuka kemungkinan solusi lebih cepat. ”Ini waktunya konsensus,” katanya.

Ia juga meminta agar para pihak, baik negara maupun kelompok negara, tidak saling menuding atau menyalahkan kelompok lain. Hingga kemarin hal ini masih terjadi. ”Semua pihak tahu apa yang harus dilakukan saat ini dan diharapkan dunia. Untuk itu, kenapa saya optimistis akan ada perjanjian yang disepakati di sini,” lanjutnya.

Pada pembukaan pertemuan tingkat menteri, Sekretaris Eksekutif Yvo de Boer menyatakan, dunia menunggu perjanjian yang ambisius, dari anak-anak hingga orang dewasa. Ratusan lembar surat dari Jerman, 1.000 burung kertas lipat tanda harapan dari anak-anak di Australia, dan 350 lukisan anak dari AS ia terima sebagai tanda harapan.

Di lapangan, berbagai proyek persiapan terkait skema pendanaan iklim sudah dijalankan dan terus dikembangkan. ”Semua bergantung pada Anda semua untuk mewujudkan harapan. Mari mengambil langkah nyata,” ujar Yvo.

Secara khusus, Rachmat Witoelar mengatakan, delegasi RI diminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjadi penengah atas perbedaan lebar antara negara berkembang dan maju. ”Saya secara pribadi diminta sidang untuk menjadi fasilitator pertemuan,” ujarnya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan berpidato di forum pertemuan tingkat tinggi pada hari Kamis pukul 16.00-20.00 waktu Indonesia.

Sumber: Kompas

Minggu, 29 November 2009

Plastik Ramah Lingkungan Segera Hadir

plastik-ramah-lingkunganILMUWAN berhasil melakukan proses rekayasa bahan polimer untuk pembuatan plastik. Terobosan ini membuka jalan untuk memproduksi plastik ramah lingkungan secara komersil.

Tim yang berasal dari Kaist University dan LG Chem di Korea Selatan fokus meneliti polylactic acid (PLA), bahan polimer berbahan dasar bio sebagai kunci memproduksi plastik dari bahan yang dapat diperbaharui.

“Bahan polyester dan polimer yang kita gunakan setiap hari sebagian besar berasal dari minyak fosil yang dibuat melalui proses kimia dan penyulingan,” kata pemimpin studi Sang Yup Lee, seperti dikutip dari Times of India.

Lee menambahkan, ide memproduksi polimer dari bahan biomas yang bisa diperbaharui telah menarik perhatian publik akhir-akhir ini. Hal itu dikarenakan meningkatnya kepedulian akan masalah lingkungan dan terbatasnya sumber fosil alami.

Itu sebabnya, PLA dipandang sebagai alternatif yang sangat baik untuk menggantikan plastik berbahan dasar minyak bumi. PLA bersifat biodegradable, aman dan tidak beracun bagi manusia.

Hingga saat ini, PLA diproduksi melalui dua langkah fermentasi dan polimerisasi yang kompleks dan mahal. Dengan terobosan baru, ilmuwan bisa melakukan rekayasa E coli secara metabolis untuk menghasilkan polylactic acid copolymers melalui fermentasi langsung.

Lee menyebutkan, cara ini membuat produksi PLA dan lactate-containing copolymer lebih murah dan potensial untuk dikomersialkan.

Sabtu, 10 Oktober 2009

Formulir Pendaftaran Perkemahan dan Pelatihan Jurnalistik GSJ

Ingin ikut acara Green Student Journalists dalam rangka penghijauan PLTA Koto Panjang? sekarang kamu bisa mendownload pebdaftarannya disini:

- Formulir Pendaftaran
- Surat Izin Orang Tua
- Surat Izin Sekolah

Silakan download file-file diatas untuk keperluan pendaftaran acara Go Green PLTA Koto Panjang. Pendaftaran masih diterima hingga tanggal 17 Oktober 2009.
Setelah file terdownload, diprint, diisi formulirnya lalu diantar/dikirim ke alamat Redaksi Riau Pos Jl.HR Soebrantas KM 10.5, Panam Pekanbaru.

Jumat, 09 Oktober 2009

Writing Competition 2009, Road to Copenhagen

Do you want to chance to report on the UN framework for Climate Change Convention in Denmark live and on the scene? Enter our competition by writing a news article on the topic 'Children and Young People and The Climate Change Challenge' that answer either on thase questions :

* What will be impact of climate change on Indonesian children in 10-15 years from now?
* What can children do to combate climate change in Indonesia?

We are accepting submissions nationwide...

More info: Click here for the brochure
or Emai: r2copenhagen@thejakartapost.com

 
Design by Green Student Journalists | Bloggerized by Lasantha - Tebarkan virus cinta lingkungan | student_lovers_enviroment, Riau Province