Tampilkan postingan dengan label Green Teacher. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Green Teacher. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Januari 2012

WINNERS OF THE YEAR !!!

Winners of  The Year



TIDAK terasa ya sudah setahun berlalu. Begitu juga dengan halaman For Us kita ini. Nah, untuk edisi kali ini akan diumumkan penulis terbaik rubrik Cara Gaul Jaga Lingkungan. Dan, pengumuman spesial untuk penulis terbaik rubrik Green Teacher, yang memang sudah ditunggu-tunggu sejak lama, hehe...

Langsung saja ya,pertama kita umumkan untuk rubrik Cara Unik Jaga Lingkungan. Nah, Gadis yang satu ini kuliah di UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Tepatnya di Jurusan Pendidikan Kimia. Tulisannya yang berjudul Peduli Masa Depan Sendiri cukup memukau karena bahasa yang digunakan oleh penulis mengalir serta mudah dicerna oleh pembaca. Terlebih lagi isinya yang diramu dengan cukup apik sehingga menghasilkan suatu solusi yang simple dalam menjaga lingkungan. Resty Ika Prahesti, itulah namanya. Sedikit cuplikan dari tulisan Resty yaitu sebagai berikut:

“Siapin sendiri tong sampah di dalam mobil. Nah buang tuh sampah yang memang ke tempatnya. Bukan ke jalanan macam orang yang tidak beretika begitu. Easy kan?”
Next,  kita akan mengumumkan pemenang untuk rubrik Green Teacher yang diperuntukkan bagi guru-guru yang perduli terhadap lingkungan. Penasaran gak sih!

Ok, penulis terbaik pertama di peruntukkan kepada guru kita dengan tulisan berjudul “Jangan Jaim Mengajar Lingkungan”. Salmiyati Spd, itulah nama guru kita tersebut. Sehari-hari ia mengajar mata pelajaran Biologi di SMAN 1 Pangkalan Kerinci. Selain menginspirasi tulisannya juga menceritakan bahwa aktifitas lingkungan di sekolah tersebut telah di praktekkan dan bentuk nyata. Great!

One more, runner up Green Teacher kita adalah Bambang Karyawan YS M Pd dari SMAN Cendana Pekanbaru.Tulisannya dengan judul “Walau Sebatas Kata” berhasil menarik perhatian tim penilai Winner Of The Year. Itu karena idenya sebagai guru yang super keren. Bambang mengajak para guru untuk mengajarkan cara mencintai lingkungan melalui karya-karya seperti, lagu, puisi hingga cerpen. Seru kah?

Congratulations to the winners and happy new year 2012!


Untuk edisi berikutnya ada berita gembira nih! Edisi Green Teacher akan dibuka untuk umum tapi dengan tema berbeda yakni Program Lingkungan yang Aplikatif untuk Dilaksanakan di Riau. Nah, bagi yang memiliki program aplikatif tersebut silahkan deskripsikan dalam 500 kata, lalu kirimkan beserta biodata diri ke email gsj.ripos@gmail.com. Ditunggu paling lambat hari rabu setiap minggunya! Ayo kirim secepatnya!!!
Sedangkan untuk mahasiswa dan pelajar SMA/sederajat tema rubriknya tentang bagaimana cara kamu mengajak teman untuk mencintai lingkunga. Eits... jangan lupa sertakan contohnya, OK!. Ditunggu ya tulisannya! Happy New Year 2012***

Minggu, 25 Desember 2011

Green Teacher (Siti Aminah S Pd )Menonton Film dan Seminar

Menonton Film dan Seminar
Kiriman:
Siti Aminah S Pd
Guru Bahasa Inggris
SMKN 1 XIII Koto Kampar
Bagi saya, lingkungan itu nomor satu.  Karena kita hidup di lingkungan. Lingkungan yang kita miliki sekarang ini hanya satu. Tuhan hanya menganugerahkan satu bumi kepada manusia. Meskipun banyak upaya oleh para ahli astronomi atau angkasa untuk mencari planet pengganti bumi. Namun hingga saat ini belum ditemukan yang benar-benar sama. Subhanallah  ciptaan Allah SWT.

Selasa, 20 Desember 2011

Green Teacher (Yuli Wastuti): Ajarkan Kearifan Lokal

Ajarkan Kearifan Lokal

Masyarakat Indonesia merupakan bagian dari rumpun besar Melayu dunia. Kita memiliki beranekaragaman kebudayaan dan adat istiadat. Riau tidak kalah dengan daerah-daerah lain. Riau kaya akan kearifan lokal yang menjadi budaya dan tata prilaku masyarakatnya. Kearifan tersebut berlaku bukan hanya antara manusia. Namun juga menjadi sebuah khasanah hidup bagi hubungan dengan Tuhan dan alam.

Kearifan masyarakat Melayu Riau terhadap alam tak terperi dan terbilang bijaknya. Kita memiliki pendahulu/nenek moyang yang sangat santun menyikapi alam. Mereka berkebun, mereka bertani namun mereka tidak pernah mengeksploitasi. Mereka memelihara, mencintai, menyayangi dan mengasihi. Mereka menjadikan alam sahabat. Bagi mereka jika alam kesakitan maka manusia akan lebih sakit menanggung akibatnya.
Itu gambaran tentang penghargaan pendahulu kita kepada alam. Alam diibaratkan sebagai sumber daya namun juga sumber bencana. Oleh karena itu jika manusia mampu mengelola alam tersebut tanpa merusak keseimbangannya antara sumber daya dan bencana. Ia akan menjadi kehidupan bagi manusia. Begitu juga sebaliknya alam akan menjadi bencana jika sumber daya yang dikandungnya dikuras habis, sebab alam juga butuh diri mereka sendiri untuk mampu memenuhi kebutuhan manusia.

Minggu, 11 Desember 2011

Green Teacher (Nurhasanah, S.Pd): Pendidikan Environmentalisme

Pendidikan Environmentalisme

Kiriman:
Nurhasanah, S.Pd
Guru Bahasa Indonesia,
Madrasah Aliyah Muhammadiyah 2 Pekanbaru
Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia telah jadi korban ketidakadilan global. Kekayaan alam Indonesia yang harusnya dapat manfaatkan secara arif demi kesejahteraan rakyatnya telah berubah menjadi kutukan. Praktek exploitasi alam terus menjadi pilihan walau beragam peringatan telah diberikan oleh berbagai organisasi dan pemerhati lingkungan dalam dan luar negeri, bahkan alam pun sudah bertindak maha dahsyat. Walhi, menyatakan bahwa akibat intensitas dan luapan bencana yang terus bertambah sembilan bulan dalam setahun Indonesia menghabiskan sumberdayanya hanya untuk mengurus bencana.

Minggu, 04 Desember 2011

Green Teacher: (Bambang Kariyawan) Walau Sebatas Kata

 Bambang Kariyawan Ys, M.Pd
Guru SMA Cendana Pekanbaru

 
Walau Sebatas Kata
Siapa yang tidak tersentuh saat mendengar lagu Ebiet G. Ade berbicara tentang kerusakan dan bencana alam. Siapa yang tidak bersemangat ketika Ully Sigar Rusadi mengajak kita mencintai alam dengan bait-bait lagu alamnya. Siapa yang tidak tersentuh ketika penyair membacakan puisinya tentang kerontangnya alam.

Siapa yang tidak terhenyak ketika para cerpenis menuturkan cerita sastra dengan tema telah habisnya hutan kita. Dan siapa tidak terkaget-kaget ketika essay yang ditulis mengungkapkan fakta-fakta kerusakan alam karena kerakusan segelintir orang?

Ternyata memang banyak cara membangun karakter cinta bumi pada siswa di sekolah. Tentunya hal itu dilakukan sesuai dengan latar belakang seorang guru yang bertugas membimbing siswa untuk mencintai alam. Ada yang melakukan dengan gerakan menanam sejuta pohon, memanfaatkan dan mendaur ulang bahan bekas, produksi barang yang ramah lingkungan, dan beragam pembuatan kebijakan untuk membuat siswa memiliki karakter cinta bumi.

Minggu, 27 November 2011

Green Teacher: (Titin Triana SH MH) Lingkungan Untuk Generasi Muda

Lingkungan Untuk Generasi Muda

Kiriman:
TITIN TRIANA SH MH
Guru SMA PGRI Tembilahan dan Dosen Univeritas Islam Indragiri Hilir
Lingkungan hidup yang meliputi air, lautan, udara, kekayaan alam yang terkandung dalam bumi, maupun mahluk hayati semuanya adalah ciptaan Tuhan YME. Sebagai ciptaan Tuhan maka bumi dengan segala isinya dan udara di atasnya serta laut, perlu dijaga kelestariannya. Permasalahan lingkungan hidup telah menjadi isu global yang menjadi perdebatan bangsa-bangsa di dunia. Negara-negara maju mengklaim, bahwa negara-negara berkembang dalam proses pembangunan nasionalnya lebih banyak melakukan perusakan lingkungan hidup, disebabkan karena keterbatasan sumber daya manusianya dalam mengelola lingkungan dengan teknologi modern yang lebih ramah lingkungan.

Senin, 21 November 2011

Green Teacher: (Adrison Aribai) Ikuti Kegiatan Lingkungan

Ikuti Kegiatan Lingkungan

 
Krisis lingkungan yang kita alami saat ini terus merongrong berbagai bidang kehidupan manusia.Misalnya musim yang tak lagi menentu. Kadang prediksi menyatakan bahwa sekarang musim penghujan, tahu-tahunya cuaca malah cerah, panas menyengat. Hal itu tentu saja berdampak negatif pada kehidupan kita. Terutama mata pencaharian masyarakat yang langsung bersentuhan dengan alam misalnya pertanian. Tidak menentunya kondisi cuaca dan iklim menyebabkan musim panen dan tanam yang juga tidak lagi tepat waktu. Akibatnya petani mengalami gagal panen (fuso). Siapa yang nak di salahkan di sini? Alam? Atau manusia?

Selasa, 15 November 2011

Green Teacher: (Eli Agustina M Pd) Duta Lingkungan Sekolah

Duta Lingkungan Sekolah

Eli Agustina
Dekade terakhir ini, Pemerintah melaksananan program Go Green, di mana-mana terdapat promosi mengenai Go Green melalui reklame, iklan-iklan media visual ataupun media audio visual. Promosi ini mengajak kita menyukseskan program ini. Pun kami dari  Yayasan As-shofa mencanangkan program Go Green  dengan tema “Hijau berbuah dan Asri”.

Sabtu, 12 November 2011

Green Teacher: (Roswenidar) Menjadi Kreatif

Menjadi Kreatif

Seiring dengan perkembangan zaman, manusia mulai mencari cara praktis dan mudah untuk memanfaatkan lingkungan demi menghasilkan kebutuhan secara kompleks. Seringkali usaha ini tidak memikirkan bagaimana menjaga llingkungan agar tetap harmonis, malah manusia telah menimbulkan kerusakan pada lingkungan. Kondisi lingkungan sekarang sangat memprihatinkan dan jelek.

Kamis, 29 September 2011

Green Teacher (Latif Saksena): Maksimalkan Slogan dengan Tindakan

Maksimalkan Slogan dengan Tindakan


ADA kalanya setiap dinding sekolah yang kosong kita isi dengan berbagai slogan-slogan. Terutama slogan-slogan  yang isinya mengajak kita untuk menjaga kebersihan lingkungan. Akan tetapi slogan tadi tidak kita pedulikan. Slogan tadi fungsinya hanya seperti hiasan belaka tanpa ada isinya. Padahal isi dari sebuah slogan sangat penting bagi kita. Banyak slogan yang mengajak kita untuk menjaga kebersihan, tapi apa kenyataannya? Siswa masih membuang sampah sembarangan, selain ini siswa juga merobek-robek kertas dalam kelas dan bila memakan jajan di tempat/kantin sekolah kerap bungkusnya dibuangnya juga di tempat tersebut, padahal di sana telah disediakan tempat sampah.

Kamis, 22 September 2011

Green Teacher (Asnetty, S.Pd): Beri Mereka Motivasi

Beri Mereka Motivasi


Berbagai info tentang kondisi bumi dan perkiraan usia bumi untuk bertahan marak diberitakan di berbagai media. 20 tahun mendatang, kecukupan air, keasrian lingkungan, keberadaan pohon dan hutan serta ketersediaan makanan pun masih dipertanyakan. Kondisi bumi yang semakin lama semakin terpuruk dan kurangnya kepedulian penduduknya untuk memperbaiki serta menjaganya menjadi faktor yang akan memperberat bumi menuju titik krisisnya.

Jumat, 16 September 2011

Green Teacher (Elpisno): Tugas Bersama

Tugas Bersama
 
Kehancuran ekosistem yang mengganggu keseimbangan alam sejauh ini nyaris hanya menjadi perhatian para aktivis lingkungan saja, selain para aparat terkait. Para generasi mudapun terutama pelajar seperti tidak peduli dengan semua permasalahan yang tengah dihadapi oleh lingkungan ini. Tak jarang mereka menertawakan teman-teman sebaya mereka yang memiliki kepedulian lebih kepada lingkungan. Membuang sampah pada tempatnya seperti bodoh bagi mereka, atau bahasa anak-anak sekarang culun.

Minggu, 14 Agustus 2011

Green Teacher (Hermalinda, Spd): Ayo, Ajak Siswa Cinta Hutan

Ayo, Ajak Siswa Cinta Hutan


Environmental degradation atau kerusakan lingkungan merupakan perubahan yang terjadi pada lingkungan hidup tempat manusia tinggal, dimana akan mengganggu keseimbangan lingkungan karena ikut berubahnya peran komponen-komponen yang berada dalam lingkungan tersebut. Berkurang atau hilangnya fungsi dari komponen-komponen tersebut memutuskan mata rantai suatu sistem ekosistem. Kerusakan lingkungan dapat disebabkan oleh faktor alam seperti gempa bumi dan letusan gunung berapi. Selain itu campur tangan manusia yang tidak peduli lingkungan misalnya dengan telah tercemarnya lingkungan udara, air, dan tanah oleh tangan jahil manusia. Yang paling menyedihkan adalah rusaknya lingkungan diakibatkan keserakahan manusia yang menyulap alam menjadi gersang, tandus, dan kerontang dengan melakukan deforestation secara liar, pembangunan pemukiman yang tak terencana, pembakaran hutan, industrialisasi, dan akibat dari intensifikasi pertanian.

Green Teacher (Zulkarnadi): Kebersihan Sebagian dari Iman

Kebersihan Sebagian dari Iman 
Kebersihan merupakan sebagian iman, kata-kata itu mungkin sudah tidak asing lagi kita dengar. Apalagi di lingkungan sekolah. Kebersihan adalah penampilan fisik jasmani, sementara itu iman adalah tertanam dalam hati. Sehingga kebersihan merupakan perwujudan nyata dari sekian perwujudan iman dan kebersihan sendiri merupakan duta sekaligus juru bicara iman. Banyak cara yang dapat kita terapkan dan kita ajarkan kepada anak untuk bisa mencintai dan menjaga lingkungan, sehingga lingkungan kita terutama lingkungan aktivitas belajar mengajar jauh dari yang namanya kotor ataupun tidak kondusif. Misalnya saja dengan menjaga kebersihan dilingkungan seko lah dengan tidak membuang sampah sembarangan merupakan hal yang kecil.

Minggu, 24 Juli 2011

Green Teacher (DARMAWATI): Kenalkan Kebersihan dan Keindahan

Kenalkan Kebersihan dan Keindahan
 
 
UNTUK mengenalkan kebersihan serta keindahan kepada siswa itu memang tidak mudah, tidak hanya teori saja, namun harus lebih ditekankan terhadap praktek. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mempraktekkan bagaimana caranya menjaga kebersihan dan keindahan. Misalnya saja ketika siswa baru saja diterima di sekolah, saat acara masa orientasi siswa, sebaiknya siswa tidak hanya dikenalkan dengan lingkungan sekolah saja. Namun dalam hal ini, kita dapat juga mengajarkan kepada siswa untuk hidup bersih, sehat, dan indah. Hal ini dapat kita lakukan dengan mengadakan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan sekolah.

Senin, 18 Juli 2011

Green Teacher (Karyatin, S.Pd. ): Kombinasi IPS dan IPA

Kombinasi IPS dan IPA


KONDISI lingkungan global saat ini benar- benar sangat  memprihatinkan sekali. Hal ini terbukti dengan banyaknya lingkungan serta alam kita yang telah tercemar, seperti pencemaran limbah pabrik, Kemudian penebangan hutan sembarangan, tradisi ladang berpindah, pembakaran hutan untuk areal perkebunan baru dan sebagainya. Meskipun terdengar sudah kuno, namun kerusakan alam akibat hal-hal di atas masih sering terjadi di Indonesia. 

Minggu, 10 Juli 2011

Green Teacher (Astatisal): Turunkan Suhu Bumi

Turunkan Suhu Bumi



Siangnya panas malamnya dingin, seperti kita semua ketahui suhu di bumi kini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Bahkan menurut United Nations World Meteorological Organization (UNWMO), lembaga khusus PBB yang bertugas untuk memantau cuaca dan iklim ini, melaporkan pada pekan lalu suhu terpanas di Bumi sempat mencapai 118,4 derajat Fahrenheit atau pada suhu 48 derajat Celsius. Memang suhu ini bukanlah suhu terpanas yang pernah tercatat di bumi, namun dengan naiknya suhu dibumi ini cukup mengkhawatirkan, tidak hanya bagi manusia saja melainkan seluruh makhluk hidup yang menempati bumi.

Minggu, 03 Juli 2011

Green Teacher (Drs. Suntono ): Green Mos

Green MOS


Saat ini sekolah-sekolah sedang mempersiapkan diri untuk menerima siswa baru. Baik itu siswa SD, SMP maupun SMA. Setiap tahun ajaran baru, beragam kegiatan telah diagendakan dalam kegiatan penyambutan siswa baru yang kerap disebut dengan Masa Orientasi Siswa (MOS). Para guru hingga pengurus OSIS telah siap sedia menyambut penghuni baru sekolah. Itu merupakan kegiatan rutin tahunan umumnya di sekolah-sekolah di Indonesia.

Minggu, 26 Juni 2011

Green Teacher (Asrin Hamzah): Ajarkan Siswa Cegah Pemanasan Global

Ajarkan Siswa Cegah Pemanasan Global


PEMANASAN global atau yang biasa kita sebut  Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. hal ini disebabkan karena ulah manusia juga yang tidak mencintai kelestarian lingkungannya. Seperti banyaknya sampah yang berserakan dan juga kerusakan hutan yang disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri.

Minggu, 19 Juni 2011

Green Teacher (Mirnawati S.Pd) :Ajarkan Cinta Lingkungan Sejak Dini

Ajarkan Cinta Lingkungan Sejak Dini



Akibat pengelolaan lingkungan hidup yang kurang tepat, bahkan terkesan tidak pernah peduli dengan berbagai dampak yang diakibatkannya. Serta terjadinya polusi terhadap lingkungan, akan memunculkan problematika yang sulit untuk diatasi. Bumi yang semakin panas, pencemaran lingkungan terjadi di mana-mana, banjir yang sepanjang tahun terjadi, dan kekeringan pada musim kemarau, merupakan efek negatif dari manajemen lingkungan yang salah yang telah dilakukan oleh manusia.

 
Design by Green Student Journalists | Bloggerized by Lasantha - Tebarkan virus cinta lingkungan | student_lovers_enviroment, Riau Province