Teknologi Sampah
“Door Closer dari Botol Bekas”

Sampah merupakan sesuatu hal yang tidak berguna, baik itu organik maupun anorganik. Saat ini sampah menjadi salah satu masalah lingkungan yang cukup pelik dikarenakan jumlahnya yang semakin meningkat. Peningkatan jumlah sampah berbanding lurus dengan peningkatan jumlah penduduk dan tingkat perilaku konsumtif. Penumpukan sampah yang biasanya kita lihat merupakan hal penting yang harus kita tanggulangi bersama. Sebagian besar sampah berbahaya berasal dari bahan plastik, seperti botol, bungkusan plastik, dan barang plastik lainnya. Sekitar tahun 30-an plastik ditemukan. Sejak itu pula penggunaan plastik berbahan polietilen melejit. Catatan 2006 menyebutkan, penggunaan plastik per tahun setara dengan 4.783 kali kapal Titanic, jumlah yang cukup besar. Bahan plastik memiliki struktur yang sangat kompleks, sehingga sangat sulit diuraikan secara alami karena membutuhkan ribuan tahun untuk menguraikannya. Berbagai upaya dilakukan dalam menanggulangi masalah penumpukan sampah, salah satunya adalah daur ulang. Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mengurangi sampah dan membuat barang baru yang lebih berguna. Saat ini daur ulang yang berbasis teknologi menjadi sesuatu bentuk trend dalam melestarikan lingkungan dan juga penggunaan barang daur ulang. Salah satu teknologi sampah yang bisa kita aplikasikan dikehidupan sehari-hari adalah alat penutup pintu otomatis atau lebih dikenal dengan Door Closer. Alat ini sering kita temui ditempat umum dan terletak di bagian kusen pintu.