Tampilkan postingan dengan label Green Community. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Green Community. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 September 2012

1 keluarga 20 Sepeda Onthel?

GOWES BERSAMA: Ahad pagi menjadi rutinitas rutin seluruh anggota keluarga Azuar. Sebanyak 20 sepeda onthel terparkir di garase rumahnya.(Ft.Teguh_GSJ)

MEMILIKI satu sepeda onthel saja sudah cukup membuat sebuah kebanggaan bagi yang memilikinya, namun jika memiliki 20 sepeda onthel? Ya, paling tidak semua sepeda onthel itu merupakan milik dari satu keluarga yang berkepalakan Azuar.
Azuar sendiri bekerja sebagai Kasubab Umum dan Kepegawaian Dinas Pendapatan Provinsi Riau. Beralamatkan jalan Aceh gang Aceh 2 no. 141 Tangkerang Pekanbaru, disinilah terparkirla 20 sepeda othel dengan berbagai jenis dan bentuk milik pribadinya didalam garasi rumahnya.
“Mengoleksi onthel sebenarnya baru saya lakukan baru-baru ini, tepatnya sejak Januari 2012. Mulai yang saya dapat dalam keadaan baik-baik saja maupun yang sudah rusak,” ucap Azuar yang juga melaksanakn program Bike to Work ini.
Untuk daerahnya sendiri, Azuar beserta istri dan anak-anaknya bahkan sempat mencari keluar provinsi untuk mendapatkan semua koleksi onthel-onthelnya. Seperti dari Payakumbuh. Sementara untuk harganya cukup bervariasi, mulai yang satu jutaan hingga lima jutaan.
“Awalnya sih karena dari dulu saya sejak kecil sudah naik sepeda, kemana-mana juga naik sepeda. Untuk itu saya ingin bernostalgia dengan zaman dulu dengan cara mengoleksi sepeda serta bersepeda ria, terutama onthel,” terang Azuar yang juga merupakan ketua dari Laskar Onthel Korwil Tangkerang.
Beranggotakan seorang istri serta lima orang anaknya, Azuar juga mengajak seluruh anggota keluarganya untuk beronthel ria. Hari Minggu pagi menajdi hari rutin keluarga ini untuk bersepeda. Selain itu, touring keluar kota juga menjadi salah satu agenda wajib bagi keluarga ini. seperti ke Siak dan juga Bangkinang.
“Naik onthel itu sangat nyaman dan seru, sekaligus kita bisa mengenang zaman dulu sehingga kita dapat terus memperhatikan nilai sejarahnya,” ujar Puan Ita istri Azuar saat ditanyakan pengalamannya menaiki sepeda onthel.
Diantara semua koleksinya tersebut, ada satu yang membuat Azuar cukup berbangga memilikinya. Hal ini dikarenakan saat mengikuti salah satu event sepeda yang ada di Pekanbaru, sepeda onthel milik Azuar menjadi sepeda yang paling menarik untuk dilihat oleh Gubernur Riau HM Rusli Zainal. (teguh-gsj/dac)

Kamis, 06 September 2012

Peraturan Pemerintah yang “Menyenangkan” Pesepeda

DEMO: Beberapa anggota komunitas pesepeda berdemo menuntut hak pesepeda beberapa waktu silam di sekitar pustaka Soeman HS.(Ft. Teguh_GSJ)


TIDAK sembarangan, pesepedapun juga memiliki undang-undang yang menaungi. Undang-undang tersebut dikeluarkan pada tahun 2009 no 22. namun hingga ini belum terlihat realisasainya. Apa saja isi undang-undang tersebut diantaranya?
Pertama, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengutamakan keselamatan pejalan kaki dan pesepeda. Hal ini terlampir pada pasal 106.
Kedua, pesepeda berhak atas fasilitas pendukung keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran dalam berlalu lintas. Hal ini terdapat pada pasal 62.
Ketiga, pemerintah harus memberikan kemudahan berlalu lintas bagi pesepeda. Hal ini juga terdapat pada pasal 62.
“Sayangnya sampai saat ini undang-undang tersebut hanya sekedar tulisan yang menyenangkan kita para pesepeda sementara. Namun tidak ada realisasi yang kongkrit untuk mewujudkan hak-hak pesepeda seperti jalur sepeda, parkir sepeda dan lainnya,” terang Hendri Bhirowo ketua B2W Riau-Pekanbaru kepada Riau Pos Bike Community. (teguh-gsj/dac)

Senin, 27 Agustus 2012

Tetap Gagah Meski Bersepeda

GOWES BERSAMA: Beberapa anggota Brimob Polda Riau saat gowes beberapa waktu lalu (ft Teguh GSJ)

SIAPA bilang sepeda hanya untuk warga sipil, anggota kesatuan di kepolisian seperti Satuan Brigadir Mobil (Brimob) pun berhak bersepeda. Bahkan tetap terlihat gagah meskipun menaiki sepeda menuju kantor. Paling tidak itulah yang dirasakan beberapa orang Brimob Polda Riau yang tergabung kedalam Goweser Kosen Harkam Brimob.
“Kami bersepeda bersama-sama sudah cukup lama, setidaknya dimulai dari tahun 2011. Pada saat itu pionnernya terdiri dari 11 orang. Yang mana terdapat AKBP Pradah Pinunjul selaku Waka Sat Brimob Polda Riau salah satu diantara 11 orang tersebut,” ucap IPDA Budi Rahmadi Ketua Komunitas Klub sepeda brimob ini kepada Riau Pos Bike Community.
Seiring berjalannya waktu, saat ini semakin banyak anggota brimob yang telah menggunakan sepeda. Baik itu menuju kantor maupun pulang kantor. Terhitung sudah 31 orang anggota aktif yang tergabung kedalam komunitas sepeda brimob ini.
Selain gowes menuju maupun pulang kantor, Goweser Kosen Harkam Brimob ini juga memiliki jadwal rutin untuk gowes bersama-sama. Seperti setiap hari Rabu, Kamis siang dan juga Ahad pagi. Biasanya untuk rutenya sendiri yakni keliling-keliling Kota Pekanbaru.
“Selain berolahraga, dengan bersepeda bersama-sama seperti ini kami juga bisa memupuk rasa kebersamaan antar sesama. Dengan bersepeda juga, kita bisa mengetahui bahkan menikmati pemandangan bangunan kota yang mungkin tidak dapat kita rasakan jika memakai kendaraan bermotor,” terang AKBP Pradah Pinunjul pionner dan juga penasihat dalam komunitas sepeda ini.
Pria ramah yang juga mengagumi sosok burung elang ini juga mengatakan, untuk menunjang kawan-kawan yang juga ingin menggunakaan sepeda, koperasi Brimob Polda Riau juga meyediakan kredit untuk membantu membeli sepeda. Sehingga nantinya tidak membebankan.
Untuk safety saat bersepeda terutama bersepeda keliling kota, seluruh anggota Goweser Kosen Harkam Brimob juga sangat menomor satukan keamanan. Seperti bersepeda lengkap dengan baju, helm beserta sepatu.
Dalam mengikuti event sepeda yang ada di Riau khususnya Pekanbaru sendiri, Goweser Kosen Harkam Brimob tidak pernah ketinggalan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya hadiah-hadiah yang telah mereka bawa pulang.
Kedepannya, Goweser Kosen Harkam Brimob juga berharap semoga semakin banyak orang-orang tidak hanya anggota brimob yang mulai menggunakan sepeda. baik menuju tempat kantor, maupun hanya sekedar berjalan-jalan saja keliling kota. (teguh-gsj/dac)

Senin, 13 Agustus 2012

Puasa? Still Night Ride

BERSAMA: Beberapa pembina P2C2 saat  buka bersama beberapa waktu lalu di Tugu Songket.(Foto : Teguh GSJ)

KOMUNITAS sepeda Fixie Pekanbaru atau yang biasa disebut Fixstop, Rabu (8/8) malam melaksanakan aktivitas mereka bersepeda di malam hari meskipun di bulan puasa. Bersepeda di malam hari atau yang biasa disebut Night Ride ini sebenarnya merupakan kegiatan yang telah menjadi rutinitas seluruh anggota Fixstop setiap Minggunya.
Untuk malam Kamis yang lalu, Fixstop memilih untuk menikmati malam penuh berkah ini dengan bersepeda mengelilingi kota Pekanbaru. Start sejak pukul delapan malam dari depan gubernuran, rute yang dipilih antaralain menuju MTQ serta Pelita Pantai.
Beranggotakan 22 sepeda, Fixstop sangat menghiasi keindahan malam jalanan kota Pekanbaru dengan gemerlap lampu sepeda mereka masing-masing.
“Asyik banget, apalagi kalau ramai-ramai. Selain itu kebersamaannya berasa apalagi di bulan puasa seperti ini, jadi puasa bukanlah halangan untuk kami untuk bersepeda di malam hari,” terang salah satu anggota Fixstop kepada Riau Pos Bike Community. (teguh-gsj/dac)

Jumat, 27 Mei 2011

Green Community: Jikalahari, Penyelamat Hutan Riau

Jikalahari, Penyelamat Hutan Riau
 
Prihatin dengan deforestasi yang terjadi di Riau maka pada tanggal 26 Februari 2002 tiga puluh organisasi kemasyarakatan dan pencinta alam Riau mengadakan kesepakatan untuk melakukan usaha-usaha penyelamatan hutan Riau. Dengan visi perlunya kesinergian dalam rangka penyelamatan hutan Riau maka dibentuklah suatu jaringan (networking) yang kemudian membentuk komunitas khusus dengan nama Jaringan Kerja Penyelamatan Hutan Riau dengan akronim JIKALAHARI.
 

Minggu, 15 Mei 2011

Green Community: PAB, Regenerasi dengan Sekolah Alam

BELAJAR: Darwis M Saleh sedang menunjukkan bentuk daun, buah dan batang bakau kepada para siswa Sekolah Alam yang tengan belajar langsung dari alam. 
 
Kiriman:
Darwis Mohammad soleh
Ketua PAB
 
Pecinta Alam Bahari merupakan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat yang concern terhadap pelestarian alam bahari khususnya penyelamatan Kawasan Hutan Mangrove Kuala Sungai Dumai. LSM ini berdiri sejak Mei 1998. Bulan tersebut merupakan bulan yang bersejarah bagi kami termasuk bagi bangsa ini, karena pada masa itu gejolak terjadi di mana-mana, melalui reformasi.

Green Community: KMPH Saatnya Petani dan Nelayan Beraksi


Bersampan: Kegiatan Bersampan merupakan salah satu cara bagi KMPH untuk memantau dan mengetahui keadaan hutan rawa gambut.

Kiriman dari:
Sugimin
Ketua Komunitas Masyarakat Peduli Hutan
Komunitas Masyarakat Peduli Hutan (KMPH) merupakan komunitas masyarakat yang berada di sekitar wilayah Cagar Biosfer GSKBB blok Bukit Batu, tepatnya masyarakat Desa Temiang, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis. Keberadaan komunitas ini akan turut menentukan masa depan kawasan konservasi tersebut . Komunitas yang terdiri dari masyarakat yang sebagian besar adalah petani dan nelayan ini bergerak dibidang restorasi atau pemulihan hutan rawa gambut yang telah terdegadrasi dan terambah illegal loging.

Minggu, 01 Mei 2011

Green Community: Dipuncak Merpati Gunung Merapi

XPDC MAPALA OASIS STIE INDRAGIRI - RENGAT
Dipuncak Merpati Gunung Merapi
PUNCAK MERAPI: Tim Mapala Oasisi STIE Indragiri sedang berada dikawasan kawah Gunung merapi.
DALAM perjalannya Mapala Osis STIE Indragiri – Rengat sudah banyak melakukan program  yang berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia , khususnya dikalangan pengurus dan anggota yang pada akhirnya diharapkan dapat tumbuh dan berkembang kearah  yang lebih positif.

Senin, 25 April 2011

Green Community: Agro Pemuda Mandiri (APM) Dedikasi Petani

SIMBOLIS: Sekretasi Agro Pemuda Mandiri (APM), Wan Syahputra Lubis,  berjabat tangan dengan warga dalam rangka kegiatan sosialisasi pertanian dan penyerahan bibit tanaman kepada masyarakat.

 
Kiriman:
Wan Syahputra Lubis
Sekretaris Agro Pemuda Mandiri (APM)

Pada 27 Desember 2010 lalu, di Pasir Pengaraian, lima orang pemuda setempat sepakat mendirikan sebuah komunitas lingkungan yang didedikasikan untuk para petani. Mereka merupakan para mahasiswa pencinta alam, dari jurusan pertanian dan seorang dosen. Dengan sebuah kecintaan terhadap petani lokal mereka menamakan komunitas tersebut dengan Agro Pemuda Mandiri (APM).

Minggu, 17 April 2011

Green Community: River Defender Komitmen Untuk Perairan Riau


AKSI: River Defender bekerjasama dengan Koalisi Rakyat Untuk Hak Atas Air (KRuHA) Wilayah Riau Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Pasukan Khas Angkatan Udara (PASKHAS AU), mahasiswa, pelajar dan masyarakat membersihkan Sungai Sail dalam rangka hari air sedunia, bertepatan pada tanggal 22 Maret dengan tema Water for Cities, Responding to The Urban Challenge (Air Perkotaan dan Permasalahannya).

Kiriman:
Dedi Adni Saputra
Anggota Unit SARS River
Defender


River defender merupakan sebuah komunitas yang memiliki misi penyelamatan lingkungan khususnya sungai dan perairan lainnya. Nama River Defender sendiri muncul begitu saja pada Juli 2010 lalu. Berawal dari kesamaan hobi dan kepedulian para pengurusnya terhadap kondisi sungai di Riau, maka River Defender pun terbentuk.

Senin, 11 April 2011

Green Community: Cinta Kasih yang lahir dari Sampah

Kiriman:
Kevin Audrino B
Anggota Relawan Tzu Chi

Tzu Chi (bahasa mandarin, berarti memberi dengan cinta kasih) adalah yayasan sosial lintas agama, ras, suku, bangsa dan negara. Didirikan  oleh Master Cheng Yen, seorang Bhiksuni (biarawati agama Buddha) pada tahun 1966 yang menghimbau para ibu rumah tangga setiap pagi sebelum pergi berbelanja ke pasar, menghemat dan menabung 50 sen dollar Taiwan (sekitar Rp 200,- sekarang) ke dalam celengan bambu.

Minggu, 03 April 2011

Green Community: Menjaga Elang di Suaka Elang

PELATIHAN: Salah satu kegiatan yang dilaksanakan di SuakaElang adalah pelatihan untuk para pelajar yang ingin mengenal tentang elang lebih dalam. Tampak para peserta pelatihan tengah berfoto bersama di depan basscamp Suaka Elang di kaki Taman Nasional Gunung Salak. Bogor.
 
Suaka Elang merupaka sebuah organisasi yang disebut juga dengan perkumpulan (bukan tempat atau hutan yang dijadikan suaka margasatwa). Hal itu terinspirasi dari keberadaan burung elang itu sendiri. Elang merupakan salah satu jenis raptor yang banyak terdapat di Indonesia, namun tidak banyak orang tau pihak yang mengerti tentang keberadaan mereka. Untuk itulah dibuat sebuah organisasi perlindungan elang yang diberi nama Suaka Elang.

Minggu, 27 Maret 2011

Green Community: Alam Sarana Kebersamaan H2Tc

KEBERSAMAAN: Anggota Hore-hore Tosca community (H2Tc) foto bersama usai kegiatan pelantikan kepengurusan yang baru Maret 2011. Kemping merupakan kegiatan rutin setiap kali perekrutan dan peresmian anggota baru di komunitas ini.
Berawal dari teman-teman bermain sepakbola sore hari, usai kesibukan di kampus. Beberapa orang yang  tergabung dalam tim sepakbola tersebut menamakan diri mereka sebagai Hore-hore club. Dengan fisofofi selalu senang dan bahagia menjalankan aktivitas dalam kondisi apapun (tentu saja hal-hal yang positif).  Selang beberapa lama, hore-hore club telah memiliki beberapa orang anggota tetap. Hingga kemudian pada 20 April 2005, mereka mulai memikirkan untuk membuat sebuah komunitas yang lebih resmi lengkap dengan struktur kepengurusan dan program kerjannya. Dan terciptalah Hore-Hore Tosca Community (H2Tc).

Senin, 21 Maret 2011

Green Community: Rain Bentuk Rain Riau

RAIN RIAU: Anggota Rain Riau foto bersama ketika kegaitan pelatihan monitoring dan identifikasi raptor di Riau
 
RAPTOR merupakan burung pemangsa yang dalam bahasa masyarakat awamnya disebut dengan elang. Raptor menempati posisi tingkat teratas dari rantai makanan. Keberadaannya sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan. Keberadaan mereka juga dapat dijadikan sebagai indikator kerusakan lingkungan. Tidak banyak masyarakat yang peduli dengan keberadaan raptor, selain karena paradigma yang menganggap mereka sebagai hewan liar dan tidak harus dijaga. Selain itu, keberadaan mereka juga tidak terlalu populer dikalangan masyarakat, selain sebagai peliharaan yang mencerminkan kehebatan. Ini merupakan paradigma yang salah. Melebihi alasan dari semua itu, kami hadir untuk menyelamatkan para raptor dari kepunahannya. Karena itulah terbentuk sebuah jaringan kelompok kerja yang bergerak dalam upaya penelitian dan pelestarian burung pemangsa ini di Indonesia, yang diberi nama Rain (Raptor Indonesia).

Minggu, 13 Maret 2011

Green Community: Ekspedisi Mapala Suska ke Gunung Tertinggi di Sumatera

MEMBENTANGKAN BENDERA: Gunung Kerinci, Jambi menjadi saksi keberanian Mapala Suska. Mahasiswa yang tergabung dalam kegiatan pecinta alam ini berhasil mencapai puncak gunung tertinggi di Sumatera tersebut.


Kiriman: M Afdhol
Koordinator Ekspedisi
UIN Suska Riau

EKSPEDISI ini pada awalnya terinspirasi dari keingintahuan dan program kerja divisi Alam Bebas di Mapala Suska terhadap Gunung Kerinci, Jambi. Sehingga jauh hari kami telah mempersiapkan segalanya, mulai dari fisik, mental, dan peralatan untuk ekspedisi ini.

Minggu, 06 Maret 2011

 ANGGOTA CLUB: anggota komunitas sepeda gunung CMBC beristirahat sejenak dan mengambil gambar bersama usai bersepeda rutin yang dilakukan setiap minggunya. 

Kiriman
Edward Marzeno
Track Developer CMBC
CMBC Pekanbaru
  Picu Adrenalin  
Bermula dari seorang pesepeda gunung asal Jakarta bernama Suyatno, yang kebetulan dipindah tugaskan ke Kota Pekanbaru pada tahun 2003. Challenger Mountain Bike Club (CMBC) mengayuh jejak kisahnya.

Minggu, 27 Februari 2011

Green Community: GAC Ala Mapala Polipera UPP

 
Kiriman:
Anang Susanto
Ketua Mapala Polipera Universitas Pasirpengaraian (UPP)
 
GAC Ala Mapala
Polipera UPP
Greening and Adventure Competition (GAC) merupakan kegiatan Mapala Polipera Rokan Hulu yang diperuntukkan bagi siswa SMA. Yaitu kegiatan pembinaan kepada generasi muda yang masih duduk dibangku sekolah tentang pemahaman lingkungan.
Kegiatan ini telah dilaksanakan dua kali. Dan, aksi kedua kompetisi pelajar SMA se-Rokan Hulu tahun ini bekerja sama dengan Dishutan, Disbudpar Rokan Hulu, dan Rokan Lepidoptera, dibantu Sispala Silvagreen SMA 1 Tambusai tahun ini sangat meriah dan tepat sasaran.
Acara dilaksanakan  akhir pekan Jumat, Sabtu dan Ahad, Tanggal 18-20 Februari 2011 di Objek Wisata Hapanasan. Pembukaan dilakukan oleh perwakilan dari Rektor Universitas Pasir Pengaraian (UPP), Bapak Mahrijal ST, Purek I  UPP.
Tujuan dilaksanakan kegiatan Greening And Adventur  Competition II (GAC II) ini untuk memupuk rasa cinta akan alam dan wisata Rokan Hulu, membina ketangguhan, sportivitas dan kreativitas, membangun jiwa sosial dan hidup sederhana, memberi pendidikan dan pemahaman pentingnya hutan.
Sukses kegiatan pertama pada Desember 2009 di Objek Wisata Suaman tahun lalu. GAC kedua tahun ini memberi dampak peningkatan peserta dan kualitas kegiatan walau dilaksanakan selama tiga hari.
Peserta terdiri dari 156 siswa SMA sederajat se Rokan Hulu. Utusan dari berbagai kecamatan se-Rokan Hulu yakni Kecamatan Rambah, Rambah Hilir, Tambusai, Tambusaiutara, Kepenuhan, Ujung Batudan Rokan IV Koto. Tim itu kemudian dibagi dalam 13 tim putra dan 13 tim putri. Tiap tim terdiri enam orang.
Ada tiga kategori lomba yang diikuti peserta, yaitu lomba adventure competition, outbond, pentas seni dan hastakarya.
Selain lomba juga dilaksanakan kegiatan, penanaman, temu bicara, diskusi, anjang sana dan malam api unggun. Kegiatan lain yang tidak kalah menariknya adalah pengetahuan tentang lingkungan. Berupa pengenalan kupu-kupu yang dibimbing oleh Yusri Syam, seorang peneliti Serangga Kupu-kupu di Gedung Pusat Informasi Kupu-kupu Sumatera, Objek Wisata Hapanasan Rokan Hulu.
Saat dilakukan diskursus singkat, peserta dengan antusias banyak menanyakan tentang berbagai hal terkait dengan kupu-kupu. Ini menunjukkan bahwa keingintahuan tentang kupu-kupu sebagai tolok ukur tanaman sangat tinggi. Kemudian 165 peserta bersama dengan 40 panitia mengunjungi Gedung Pusat Informasi Kupu-kupu Sumatera dan penangkarannya. Di sini peserta sekali lagi dijelaskan tentang metamorfosis kupu-kupu serta ditunjukkan langsung jenis pakan tanaman ulatnya.
Setelah itu Yusri mengajak seluruh peserta dan panitia menanam beberapa tanaman pakan kupu-kupu di depan gedung dan penangkaran secara simbolis. Kegiatan itu diwakilkan oleh beberapa orang yaitu dekan UPP, Dishutan, Disbudpar, Gempala, Panitia  yang diketuai oleh Ihyaul Abdul Kohar dan Peserta GAC. II sebagai kenang-kenangan. Selanjutnya penanaman 500 bibit tanaman dari Dishutan Rohul di sekitar objek wisata Hapanasan.
Akhirnya pukul 17.00 WIB Dekan Agro Kultur UPP, Ihsan Gunawan, menutup kegiatan ini dengan pengumuman hasil kompetisi, yaitu juara umum jatuh kepada SMA 1 Tambusai, Kategori Adventure competition. Juara I putra (pa) SMA 2 Rambah Hilir, Juara I putri (pi) SMA 1 Tambusai. Kategori Outbond, Juara I pa SMA 1 Tambusai, Juara I pi SMA 2 Rambah Hilir, Kategori Pentas Seni dan Hasta Karya Juara I pa SMA 1 Rokan IV Koto, Juara I pi SMA 2 Rambah Hilir. Selamat untuk yang juara.

Minggu, 20 Februari 2011

Green Community: Duta Lingkungan Hidup IPB


 AKSI: Duta Lingkungan Hidup IPB mengkampanyekan hari anti tembakau.

Kiriman:
Bintan Badriatul Ummah
Anggota Duta Lingkungan Hidup IPB
Seiring dengan memanasnya isu global warming, banyak berdiri komunitas peduli lingkungan. Mulai dari komunitas skala dunia seperti greenpeace sampai club-club yang di bentuk di sekolah-sekolah. Salah satunya adalah komunitas Duta Lingkungan Hidup Institute Pertanian Bogor (IPB) yang  terdiri dari mahasiswa-mahasiswa peduli lingkungan dari berbagai fakultas. Komunitas ini merupakan tempat para mahasiswa IPB mendedikasikan dirinya untuk respect terhadap berbagai isu lingkungan yang terjadi saat ini.
Institut Pertanian Bogor dikenal dengan Green Campus. Selain lokasinya di pinggiran kota bogor, kampus ini memiliki pohon rindang yang berjejer di sepanjang jalan lingkar kampus. Bahkan, IPB memiliki hutan dalam kampus sebagai laboratorium praktikum mahasiswa Fakultas Kehutanan. Untuk memperathankan citra ini, mahasiswa pun harus mendukung program universitas untuk menciptakan IPB yang benar-benar Green campus.


Pada tahun 2010, Badan Eksekutif Mahasiswa IPB mengadakan pemilihan Duta Lingkungan Hidup IPB sebagai bagian dari rangkaian acara memperingati hari bumi dan kepedulian terhadap lingkungan. Penyeleksian duta lingkungan hidup IPB dilakukan disetiap fakultas dan dipilih oleh juri terbaik, diambil dari dosen yang concern dan peduli terhadap lingkungan.

Setelah terpilihnya duta lingkungan hidup ini, mereka menjalankan beberapa program yang telah ditetapkan oleh BEM IPB di bawah divisi kementrian Lingkungan Hidup KM IPB. Program tersebut diantaranya adalah mengkampanyekan sepeda kampus, kampanye Hari Tanpa Tembakau Sedunia, penggalangan dana untuk korban Wasior dan Merapi, sosialisasi green life style dan study banding ke Desa sengked dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Duta Lingkungan Hidup IPB terpilih pun sering diundang untuk menghadiri Seminar lingkungan bahkan menjadi pembicara dalam talk show.


Duta Lingkungan Hidup terpilih berharap kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan akan terus berkesinambungan meskipun periode BEM IPB berakhir. Hal ini memunculkan ide untuk membentuk Komunitas Duta Lingkungan Hidup IPB sebagai wadah kegiatan  peduli lingkungan bagi mahasiswa. Oleh karena itu, Duta Lingkungan Hidup IPB bersama dengan divisi Soslingmas (sosial lingkungan masyarakat) BEM KM IPB berhasil membentuk Komunitas Duta Lingkungan Hidup IPB pada 3 Januari 2011 di student centre yang dihadiri oleh Duta Lingkungan Hidup IPB,  menteri (sebutan untuk ketua divisi atau pengurus BEM KM IPB) Soslingmas 2011, dan menteri Lingkungan Hidup 2010. Pada saat itu juga, seluruh anggota komunitas Duta Lingkungan Hidup IPB mengangkat Pardi, Duta Lingkungan Hidup Fakultas Perikanan dan Kelautan, sebagai ketua Komunitas.

Komunitas Duta Lingkungan Hidup IPB terdiri dari Duta Lingkungan Hidup IPB terpilih. Memang terlihat sedikit eksklusif karena seolah-olah komunitas ini hanya untuk para Duta Lingkungan Hidup IPB saja. Namun, untuk tahap selanjutnya komunitas ini boleh diikuti siapa saja. untuk tahap awal, komuitas ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak untuk kegiatan-kegiatan peduli lingkungan dimana mahasiswa dapat menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan kampus. Untuk kedepannya, komunitas ini diharapkan bisa mengajak generasi muda khusunya mahasiswa IPB untuk menjadi pribadi yang peduli lingkungan dan dapat menerapkan green lifestyle dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun beberapa kegiatan yang akan dilakukan kedepannya adalah operasi semut di lingkungan kampus, sosialisasi gerakan bersih dengan mengadakan Lomba Fakultas Terbersih, pengenalan duta lingkungan fakultas kepada dekan dan mahasiswa,  mengadakan lomba-lomba yang bertemakan lingkungan menanamkan mind set  bahwa green lifestyle itu penting dan peduli lingkungan untuk masa depan. Saat ini, komunitas pun baru membuat blog yang isinya mengenai kegiatan-kegiatan komunitas ini selanjutnya. Jadi teman-teman bisa melihat aktifitas kami dengan mengunjungi www.dutlingipb.blogspot.com.***

Minggu, 13 Februari 2011

Green Community: Mahasiswa Peduli Lingkungan

Kiriman:
Amanah Ramadiah
Ketua Umum Green
Community UI 2011

FOTO BERSAMA: Pengurus dananggota GCUI berfoto bersama setelah melakukan aksi lingkungan.

Mahasiswa UI peduli lingkungan civitas akademika
Komunitas hijau bergabung bersatu bersama membangun UI
Mewujudkan UI peduli lingkungan bersama GCUI
Kami hadir untuk lingkungan yang hijau
Green Community UI

Sepenggal lirik dari mars sebuah komunitas yang berumur genap satu tahun pada tanggal 25 Januari 2011 lalu merupakan penyemangat komunitas bernama Green Community University of Indonesia (GCUI). Umur tersebut masih seperti jagung yang baru tumbuh dengan dua pucuk daun hijaunya. Walaupun usianya ma-sih seumur jagung, tetapi komunitas ini telah banyak me-lakukan kontribusi terhadap lingkungan dengan kegiatan-kegiatan penghijauannya. Baik untuk para mahasiswa dan lingkungan di sekitaran kampus, maupun kepada masya-rakat di luar kampus.

Minggu, 06 Februari 2011

Green Community: MSDC Selami Dunia Bawah Air

Kiriman
Ari Anggoro
Ketua MSDC
FAPERIKA UNRI


INDONESIA merupakan negara maritim dengan 81 persen (setelah ditambah dengan zona ekonomi ekslusif) daerah territorialnya berupa perairan. Kesemua itu menyimpan kekayaan sumber daya yang tidak bisa dianggap enteng. Baik diatas permukaan maupun di bawahnya.
Dunia bawah air, menyimpan beragam potensi untuk dimanfaatkan. Terutama dalam persoalan lingkungan. Koral dan terumbu karang yang merupakan potensi bahwa air, merupakan media penyerap karbon yang besar.
Kesemua itu harus dijaga dan dirawat. Untuk menjaganya banyak cara dilakukan, mulai dari budidaya, pemugaran hingga transplantasi. Namun yang kami lakukan dalam community bahwa air kami adalah mempelajari dan meneliti dunia bawah air. Selain sebagai sumber science, dunia bawah air juga bisa dijadikan hobi paling menarik melalui kegiatan diving, snorkling dan yang lebih penting adalah ramah lingkungan.

 
Design by Green Student Journalists | Bloggerized by Lasantha - Tebarkan virus cinta lingkungan | student_lovers_enviroment, Riau Province