Kamis, 22 September 2011

GSJ News: Musim Hujan di Pekanbaru

Musim Hujan di Pekanbaru

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan awal musim hujan 2011-2012 di sebagian besar wilayah Indonesia akan terjadi pada bulan Oktober dan November 2011 yang berarti bulan ini memasuki akhir musim kemarau. Namun sebagian kecil di wilayah Sumatera sudah mengalami musim hujan lebih dahulu sejak Agustus, termasuk Riau.

Musim hujan yang datang setiap tahun ini bisa dipersiapkan kehadirannya agar tidak mengganggu aktifitas sehari-hari. Caranya adalah memahami dampak hujan bagi lingkungan, baik dampak positif maupun dampak negatif, serta melakukan kegiatan yang tepat pada musim hujan.
Dampak positif hujan bagi lingkungan adalah memberikan air buat kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan. Hujan meningkatkan ketersediaan air tanah, ditandai dengan meningkatnya muka air permukaan (sumur). Hujan meningkatkan kelembaban udara dan menurunkan suhu lingkungan. Tutupan awan di angkasa turut mengurangi teriknya matahari di siang hari.
Air hujan juga mampu menangkap debu yang beterbangan akibat polusi dan melarutkan debu yang  menempel di permukaan daun dan bangunan.
“Berhubung kemarin ada polusi karena kebakaran hutan di Riau. Hujan sangat membantu untuk menetralisirkan keadaan cuaca menjadi segar seperti biasanya,” ujar Harry, mahasiswa  TI semester akhir di Politeknik Caltex Riau.
Air hujan juga mampu meningkatkan kelembaban tanah, sehingga pertumbuhan vegetatif tanaman berlangsung lebih cepat.
Hujan juga dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Hujan yang turun pertama kali, setelah kemarau panjang, akan dapat menyebabkan erosi percik di permukaan tanah. Intensitas hujan yang makin tinggi akan menyebabkan peristiwa erosi, tanah longsor dan banjir.
Peristiwa longsor dan banjir akan dianggap sebagai gangguan atau bencana apabila sudah merugikan harta benda dan mengancam nyawa manusia. Pada volume curahan yang sama (harian), curah hujan yang sangat deras dan berlangsung cepat akan lebih berbahaya daripada hujan gerimis dan berlangsung lama.
Sebagian besar masyarakat  di kota-kota besar selalu mengkhawatirkan akan banjir. Seperti di Pekanbaru, ketika hujan deras mengguyur, maka akan ada beberapa  jalan yang ruasnya tergenang air. Pemandangan ini akan merugikan para pengendara kendaraan bermotor yang melintasi jalan tersebut.
“Mesin sepeda motor yang sedang menyala akan terganggu apabila air genangan tersebut masuk ke dalamnya. Dan sepatu saya sering basah karena percikan air atau terkena langsung karena ada macet di jalan tersebut.” ungkap Randy, siswa kelas XII SMAN 10 Pekanbaru.
Disamping mengetahui dampak positif dan negatif dari musim hujan, melakukan kegiatan yang tepat juga dapat mengisi aktifitas di musim hujan. Seperti menanam pohon. Awal musim hujan adalah waktu yang tepat untuk melaksanakan penghijauan di lahan kritis, lahan terbuka hijau, hutan kota dan sepanjang pinggir jalan raya.
Pemilihan jenis tanaman keras berakar tunggang dan dalam, batangnya kuat serta tidak mudah patah, dan dedaunan yang rimbun sangat direkomendasikan.
Bila perlu jenis tanaman buah dapat direkomendasikan karena pada umur lebih dari lima tahun mampu memberikan nilai tambah dan tidak mudah ditebang.(Risky-gsj/new)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Green Student Journalists | Bloggerized by Lasantha - Tebarkan virus cinta lingkungan | student_lovers_enviroment, Riau Province