Tampilkan postingan dengan label Save The Earth. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Save The Earth. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Maret 2012

Green Info: Panel Surya Hasilkan Air

    Air bersih menjadi polemik tersendiri di negeri ini. Berbagai cara pun sudah dilakukan untuk mengatasi hal tersebut. Baru-baru ini diketahui bahwa panel surya pun bisa dimanfaatkan untuk memproses air bersih. Alat bernama F CUBED ini menghasilkan air berkualitas dengan mudah dan murah.

   Teknologi ini diperkenalkan pada rapat koordinasi di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, Kamis (15/3).Tujuannya untuk mencari solusi air bersih.

   Menurut Direktur Inovasi BPPT Ridwan Djamaludin, pemerintah Indonesia lewat BPPT, LIPI, Kemenkokesra bekerja sama dengan perusahaan Australia yang menemukan F CUBED.

   F CUBED keluar dari asumsi masyarakat tentang panel surya. Biasanya orang berpikir tenaga matahari diubah menjadi tenaga listrik dulu kemudian menjadi energi untuk proses pemurnian. Sementara F CUBED tanpa menggunakan listrik.

   Alat ini juga cukup sederhana, mudah diangkut, pemasangannya tak perlu listrik, dan bertahan hingga selama dua puluh tahun. Efisiensi panel surya rata-rata di atas 60 persen. Dikatakan Ridwan, dengan kemampuan tenaga surya, satu unit alat per tiga meter persegi mampu menghasilkan kurang lebih 15-20 liter air dan tidak menimbulkan biaya energi lain. (afra-gsj/int/new)

Save The Earth: Kehidupan Gajah Sumatera tak Sedamai Kisah Mbun

 ATRAKSI GAJAH: Gajah-gajah yang ada di Pusat Latihan Gajah Minas juga dilatih untuk melakukan atraksi-atraksi. Seperti berdiri di atas meja kecil sambil mengangkat sebelah kakinya.

Senin, 12 Maret 2012

Program Lingkungan Yang Aplikatif: Berikan Kompensasi untuk Bumi

Haryono
Engineer aircraft PT Sky Aviation

    Pada umumnya masyarakat awam akan berpendapat bahwa penghasil gas karbondioksida dan juga penyebab dari global warming berasal dari kendaraan bermotor. Khususnya pada kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat.

Cara Mengajak Teman Menjaga Lingkungan: From Heart to Earth

Sri Febria
Mahasiswi Teknik Lingkungan Universitas Riau
 
 Isu pemanasan global dan perubahan iklim (climate change) bukan lagi sekedar isapan jempol. Berbagai fenomena alam seperti iklim yang kacau, panas yang ekstrim berkepanjangan, intensitas curah hujan yang kelewat tinggi diluar normal, banjir, angin ribut, puting beliung, banyak dikaitkan dengan isu pemanasan global tersebut.

Green Info: Mobil Hidrogen yang Mampu Menghilang

  MOBIL: Revolusi baru dari mobil dengan bahan bakar hidrogen. Dimana mobil ini diciptakan untuk bisa "menghilang".
    Mobil berbahan bakar hydrogen ditengarai sebagai mobil masa depan. Hal ini dikarenakan tidak adanya emisi karbon dan polutan yang dilepas selain air. Nah, belum lama ini Mercedes Benz memamerkan salah satu jajaran mobil listrik F-Cell yang dimilikinya.

Green Info: Cemara Kuning Terancam Punah

    CEMARA: Perubahan iklim ternyata juga berdampak pada kepunahan cemara kuning. 
    TIDAK hanya ekosistem laut yang merasakan secara langsung dampak dari perubahan iklim. Hutan yang termasuk ke dalam ekosistem darat pun kini mulai terancam. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Paul Schaberg bersama koleganya dari US Forest Service, sebuah badan di bawah naungan departemen pertanian Amerika Serikat, diketahui bahwa salah satu jenis cemara kuning telah mengalami penurunan dalam jumlah yang besarHal ini terungkap . 

Save The Earth: Mengenal Srikandi Lingkungan Hidup Dunia

    DI ATAS POHON: Julia Butterfly Hill ketika melakukan  protes terhadap perusahaan yang ingin menebang pohon tersebut. Julia hidup dan tinggal di atas pohon tersebut selama 738 hari.
   Kiprah perempuan tak bisa dianggap enteng. Kaum hawa ini terus memberi warna dan kekuatan dalam berbagai perjuangan. Itu sebabnya ada Hari Perempuan Sedunia yang ditetapkan setiap tanggal 8 Maret. Bertepatan dengan itu, mari kita mengenal para srikandi yang perjuangan dalam penyelamatan lingkungan hidup dunia.

Senin, 27 Februari 2012

Program Lingkungan Yang Aplikatif: Kebun, Dinding Kantor dan Parkir Mobil


   SOBAT pembaca yang budiman, pernah terjebak macet yang panjang, ditambah dengan udara yang panas, knalpot asap kendaraan bermotor yang menderu-deru, yang mengakibatkan pusing, panas, batuk, sesak nafas? Apalagi di Pekanbaru ini, wah tentunya pernah mengalaminya. Sekedar informasi nih, ternyata dalam suhu panas, terjadi penguapan bensin dari tangki bahan bakar dan dari kompartemen mesinnya. Semakin tinggi suhu, semakin besar penguapannya dan menyebabkan keluarnya zat hidrokarbon yang menyebabkan kabut polusi di atmosfer sampai sebesar 20 persen. (McPherson ). Melihat paparan tersebut betapa besarnya bahaya yang kita hadapi setiap hari. Hampir tiap hari di kota-kota besar kendaraan bermotor menyebabkan polusi sebesar 20 persen ditambah lagi jumlah kendaraan bermotor yang setiap tahunnya bertambah drastis, gawat bukan kalau tidak diimbangi dengan pola memakmurkan dunia yang sehat, kebayangkan bakalan cepet rusak dunia ini.

Cara Mengajak Teman Menjaga Lingkungan: Lingkungan Butuh Kita dan Kita Butuh Lingkungan


   MEMANG tidak dapat kita menghindar dari fakta yang satu ini. Menjaga lingkungan adalah dua kata yang jarang sekali terlintas dalam benak anak muda zaman kini. Sering kali mereka lebih terfokus pada hubungan social mereka dan cuek dengan lingkungan alam di sekitar mereka. Jujur, miris sekali melihat kondisi ini karena kalau bukan para kaum muda, siapa lagi yang akan meneruskan perjuangan menjaga lingkungan alam kita yang indah ini?

Green Info: Ponsel Bambu Ramah Lingkungan

PONSEL: Telah hadir salah satu ponsel ramah lingkungan dengan bahan dari bambu.


   PONSEL ADzero, itulah nama yang disematkan oleh penciptanya. Untuk ponsel pintar ramah lingkungan ini. Ponsel berbahan bambu pertama di dunia ini dibuat oleh mahasiswa Universitas Middlesex, London, Kieron-Scott Woodhouse.


Green Info: Shrilk, Alternatif Material Bioplastik Terkuat

SERANGGA: Serangga bisa menjadi alternatif untuk bioplastik.

   SETIAP manusia di bumi ini pasti pernah menggunakan plastik. Tentu saja kita tahu bahwa plastik juga merupakan musuh besar lingkungan saat ini. Dikarenakan membutuhkan ratusan tahun untuk menguraikan olastik tersebut.

Save The Earth: Ketika Gajah dan Manusia Hidup Bertetangga

 Gajah: Tampak pawang gajah sedang memandikan dua ekor gajah di Pusat Latihan Gajah Minas.
Hutan Talang dan Camp Chevron Pacific Indonesia (CPI) Duri, tampaknya menjadi tempat singgah bagi gajah-gajah yang kehilangan habitatnya.
Laporan Mashuri Kurniawan 
Duri, mashurikurniawan@riaupos.co.id

Senin, 20 Februari 2012

Program Lingkungan Yang Aplikatif: Sulap Hijau

   Menjejaki usia bumi yang semakin tua dan maraknya isu global warming membuat kita harus lebih peka terhadap lingkungan. Benteng pertahanan bumi dari serangan luar angkasa atau yang biasa kita sebut ozon kini sedikit demi sedikit mulai menipis bahkan ada yang berlubang, hal ini akan mengganggu kesehatan dan cuaca di bumi. Belum lagi tentang masalah semakin berkurangnya paru-paru dunia akibat dilalap si jago merah maupun di lalap para pelaku illegal logging. Masalah ini akan semakin kompleks dengan semakin ketaranya dampak yang di timbulkan seperti banjir, longsor dan sebagainya. 

Cara Mengajak Teman Menjaga Lingkungan: Ganti Label Fotografi

   Aku suka sekali hunting foto. Bisa dibilang nih, hampir setiap liburan aku menghabiskan waktu untuk sekedar foto-foto. Tapi teramat disayangkan sekali, beberapa waktu lalu aku hunting di taman kota. Dan tanpa disengaja hasil pemotretanku penuh dengan objek yang tidak mengenakkan mata memandang. “Sampah” ya sampah.Terang saja aku kecewa, yang awalnya ingin mengambil foto taman malah dibarengi dengan pecahan-pecahan sampah yang masih berserakkan. Aku berpikir “Kemana nih petugas kebersihan taman?”

Mengandalkan Alam sebagai Wahana Bermain Sambungan dari 33

   Dalam upaya untuk memberdayakan masyarakat di Desa Tasikbetung, saat ini PT Arara Abadi (Sinar Mas Forestry) dan Universitas Islam Riau (UIR) telah melakukan pengembangan budidaya ikan selais dan ikan baung. Kegiatan itu dimulai sejak April 2011. Dimulai dengan upaya pembenihan ikan selais dan baung di kampus UIR, baru kemudian dilakukan pembesarannya di Tasikbetung.

    “Ada sekitar 40 ribu bibit ikan baung dan selais yang akan dibesarkan di jaring apung yang dibuat di tasik ini. Program ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus untuk mengurangi eksploitasi ikan alam,” ujar Yuyu saat minggu kedua Februari, memasukan ikan baung ke dalam kerambah uji coba.
Dengan peningkatan ekonomi tersebut, diharapkan para orang tua di Desa Tasikbetung mampu untuk membiayai anak-anaknya bersekolah di luar desa. Semoga.***

Stasiun Isi Ulang Mobil Listrik

   Mobil listrik memang sedang marak-maraknya dikembangkan. Namun, tanpa adanya infrastruktur seperti tempat pengisian ulang bahan bakar listrik tentu ini tidak akan terlalu diminati. Hal inilah yang membuat raksasa mesin industry ABB yang bermarkas di Swiss tertarik untuk mengembangkan teknologi pengisian baterai tersebut.

    ABB bersama-sama produsen mobil listrik lainnya bekerja sama untuk merealisasikan hal ini. ABB mengambil langkah besar dengan teknologi pengisian ulang yang tidak hanya mengisi ulang mobil listrik. Namun juga meningkatkan kinerja keseluruhan dari jaringan listrik yang ada.

    Untuk mencapai hal tersebut, ABB menggandeng RWE, sebuah perusahaan energy di Jerman. Dengan bergabungnya kedua perusahaan ini maka akan memungkinkan untuk mewujudkan teknologi tersebut. (afra-gsj/int/new)

Ganggang, Terbangkan United Airlines Boeing 737-824

   Penemuan luar biasa dilakukan oleh para peneliti di Solazyme.Inc, Amerika. Mereka membuat bahan bakar pesawat terbang yang terbuat dari ganggang.

   United Airlines adalah pesawat yang pertama kalinya membuat sejarah baru dengan menggunakan biofuel dari ganggang untuk menerbangkan penumpangnya. Dengan nomor penerbangan 1403, United Airlines Boeing 737-824 berangkat dari Bandara Houston menuju O’Hare, Chicago.

   Bahan bakar terbaru ini cukup mahal. Harganya mencapai empat kali lipat dibandingkan harga bahan bakar pesawat biasa. Mempertimbangkan hal tersebut, bahan bakar pesawat dari ganggang belum dijual secara luas untuk maskapai penerbangan.

   Namun demikian itu, bahan bakar dari ganggang tersebut juga memberikan kontribusi dalam menyelamatkan lingkungan. Antara lain dapat mengurangi 85% emisi gas rumah kaca. (pia-gsj/int/new)

Save The Earth: Pembersih Zat Beracun

   Tanaman hias ternyata bisa membuat udara di rumah bersih. Dengan hanya menanam, tanaman tersebut, maka sekitar lingkungan tempat tinggal pun menjadi bersih dan segar, serta terbebas dari polusi udara.
Jenis tanaman pembersih udara ini tidak memerlukan biaya yang mahal untuk menjadikan rumah bersih dan sehat.

Selasa, 14 Februari 2012

Program Lingkungan Yang Aplikatif: Mengelola dan Bangun Hutan Kampung


   NEGARA memberikan jaminan akan manfaat sumberdaya alam bagi sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat. Hipotesisnya adalah sumberdaya alam yang melimpah seharusnya mensejahterahkan masyarakat yang hidup dan tinggal didalamnya. Sudahkan tercapai ini di Riau? Sebagai eksperimen mari kita terus kembangkan pemberian hak mengelola dan membangun hutan Kampung pada masyarakat melalui metode penebangan, penanaman dan menyisahkan sebagian pohon. Contoh inilah yang saya lihat di salah satu pengelolaan hutan di Jepang, tepatnya di Yoshina Forest, Nara Prefecture. 

Cara Mengajak Teman Menjaga Lingkungan: Jadi icon “Jaga Lingkungan”

 
   YANG jelas kita gak bakal bisa ngajak teman untuk jaga lingkungan sedang kita sendiri masih suka buang sampah sembarangan, suka merusak tanaman, menggunakan bahan bakar secara boros, menyalakan listrik tanpa kendali dan beraneka macam tindakan yang secara langsung atau tidak menyebabkan rusaknya lingkungan kita saat ini. Nah, cara yang paling ampuh adalah mulai dari diri kita sendiri. .

 
Design by Green Student Journalists | Bloggerized by Lasantha - Tebarkan virus cinta lingkungan | student_lovers_enviroment, Riau Province