Tampilkan postingan dengan label GSA Campaign. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GSA Campaign. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Mei 2011

GSA Campign: Keseharian yang Ramah Lingkungan

Fitri Sylvia Damanik
Mahasiswi Agribisnis Universitas Riau

Kita sering didogma dengan perilaku-perilaku perusahaan, kelompok atau kalangan tertentu yang tidak ramah lingkungan. Tidak jarang kita melihat konflik hanya gara-gara ada pihak yang begitu dirugikan oleh perilaku yang tidak ramah lingkungan.

GSA Campaign: Jangan Lupa Merawat Pohon


Kiriman:
Joni Kurniawan  
Siswa SMAN 2 Pangkalan Kerinci

Minggu, 01 Mei 2011

GSA Campaign (Fiky Two Nando): Kurikulum Pendidikan Lingkungan

Foto: Fiky TN
Awal bulan Mei dikenal juga sebagai hari pendidikan. Di sini juga terdapat konsep pendidikan lingkungan. Namun belum semua sekolah memasukan pendidikan lingkungan menjadi kurikulum mereka. Padahal berdasarkan pemilihan sekolah adiwiyata, kurikulum pendidikan lingkungan mendapatkan point tertinggi dari berbagai aspek yang dinilai termasuk kebersihan sekolah atau lingkungan tempat belajar.

Senin, 25 April 2011

GSA Campaign (Kastania Lintang): Berterimakasih Pada Pertiwi

Foto: Kastania Lintang

22 April dimeriahkan oleh warga dunia sebagai hari bumi. Masyarakat di Indonesia juga mengenal dan sebagian dari kita juga memperingatinya. Namun, apakah makna peringatan hari bumi tersebut bagi kita sendiri? Bagi masyarakat yang mengenal bumi dengan ibu pertiwi?

Minggu, 17 April 2011

GSA Campaign (Dini Tiara Sasmi): 3M Solusi CLimate Change

Foto: Dini Tiara Sasmi
 
Persoalan lingkungan terus menjadi perdebatan banyak pihak, bukan hanya antar personal namun juga antar Negara. Seperti berbagai konferensi perubahan iklim yang telah diadakan oleh United Nation (PBB) masih belum menemukan solusi penyelesaian yang pas. Namun kelestarian lingkungan terus terancam, tingkat pemanasan global terus naik setiap tahunnya.
Kita sebagai individu yang secara langsung akan merasakan dampak pemanasan global tersebut salah satunya adalah perubahan iklim, tidak bisa berdiam diri dan merasa baik-baik saja. Sekarang, kita juga harus berbuat sesuatu. Nah, simplenya saja adalah melakukan 3M, yaitu mulai dari diri sendiri, mulai dari hal terkecil dan mulai dari sekarang. Sederhanakan? Namun, percayalah dengan begitu maka kita telah menjadi bagian dari penyelamat bumi.

Senin, 11 April 2011

GSA Campaign (Bima Tresna Abimanyu): Menjaga Lingkungan dengan Karya

Foto: Bima Tresna Abimanyu
Kidung-kidung tentang lingkungan terutama tentang keindahan alam Indonesia bukan hal yang langka untuk kita dengar. Hal tersebut menggambarkan bahwa seseorang bisa menjaga lingkungan dengan karya atau dengan bakat yang mereka miliki.
Tahun 2010 lalu, terinspirasi dari hal ini, maka Save the Earth Foundation (SEFo) Riau Pos, menggelar kegiatan pemilihan duta lingkungan. Ini merupakan cara SEFo dalam menjaga lingkungan.
Kita sebagai anak bangsa pasti memiliki segudang bakat yang bisa kita manfaatkan untuk menjaga lingkungan. Sebut saja, para Voice of Jokie (VJ) disebuah stasiun tivi swasta yang kerap menyampaikan pesan sebelum penutupan acara mereka, save our earth ‘coz its only one. Itu merupakan salah satu cara menyelamatkan lingkungan. Jadi guys, beragam bakat yang kita miliki, mari kita gunakan untuk hal positif, terutama menjaga lingkungan ini.

Minggu, 03 April 2011

GSA Campaign (Anisya Atika Putri): Menjaga Lingkungan dengan Musik

Foto: Anisya Atika Putri

Menjadi seseorang yang memiliki skill dibidang tertentu, baik itu seni, akademis, sosial dan beragam skill lainnya bukan hal yang gampang. Namun kesemua itu bisa di pelajari, sebab tidak ada yang tidak mungkin. Hanya saja, turut andil menjaga kelestarian alam dengan skill yang kita miliki, hal tersebut belum tentu mampu dilakukan oleh semua orang. Meskipun juga bisa dipelajari, kecintaan terhadap lingkungan tumbuh dari dalam hati. Seperti halnya saya yang menyukai seni musik. Saya memiliki beberapa tips untuk teman-teman yang mungkin juga punya hobi bermusik. Saat ini, kita mengenal musik perkusi, nah, memiliki seperangkat peralatan perkusi dari bahan daur ulang, atau yang tidak lagi terpakai akan menambah seni sekaligus akan memberi paradigma kepada masyarakat untuk selalu memanfaatkan barang bekas. Menciptakan jingle tentang lingkungan, juga akan semakin menambah kekaguman orang kepadamu. So, bagaimana menurutmu?***

Minggu, 27 Maret 2011

GSA Campaign (Martua Siahaan): Hemat Kertas ATM

Foto: Martua s.
Anjungan Tunai Mandiri (ATM) atau bisa juga disebut dengan Automated Teller Machine merupakan sarana transaksi yang efektif, fleksibel dan efisien. Hayo, siapa yang tidak mengakui hal tersebut? Setiap melakukan transaksi, maka secara otomatis mesin akan menanyakan apakah kita akan mencetak resi (kertas laporan transaksi) atau tidak?
Jika pilihannya iya maka secarik kertas mungil akan keluar dari tempat khusus. Namun terkadang banyak para pemakai ATM yang malah membuang kertas itu kembali karena mereka tidak membutuhkannya. Aneh bukan? Coba bayangkan berapa kertas harus masuk tong sampah karena kita tidak butuh laporan transaksi tertulis (pengecualian untuk yang butuh). Jadi jika Anda melakukan transaksi melalui ATM, tapi tidak membutuhkan resi secara manual dari kertas mungil tersebut, sebaiknya tekan tidak saja. Karena itu berarti anda telah membantu mencegah penebangan beratus-ratus batang pohon.

Senin, 21 Maret 2011

GSA Campaign (Tyara Nur Tresna Hade): Bersepedalah!

 foto: Tyara
Bersepedalah!

Tips ini bukan hanya sekedar ide atau saran bagi teman-teman, namun sekaligus sebagai tantangan untuk mengatakan bahwa I  like  to ride  my bicycle. Sebab dengan berkendaraan sepeda, bukan hanya tubuhmu yang akan sehat namun lingkungan juga. Nah, bersepeda bisa menjadi satu lagi hal yang bisa kamu lakukan, supaya bumi tercinta kita ini bisa bertahan lebih lama. Sebab bersepeda bisa mengurangi polusi udara karena gas karbon yang udah menebal. Sehingga laju global warning juga bisa ditekan. Sekarang, saatnya mengeluarkan sepedamu dari gudang. Sebenarnya tidak memaksa kamu untuk mengendarai sepeda ke sekolah atau ke kampus. Tapi coba gunakan sepeda untuk hal-hal kecil, seperti pergi les atau saat jalan-jalan ke minimarket dekat rumah. It’s actually quite fun.

Minggu, 13 Maret 2011

GSA Campaign (Yonatan Lubis): Penyeimbang Ekosistem

Foto: Yonatan Lubis

BEBERAPA waktu lalu saya mengikuti kegiatan pelatihan dan monitoring raptor (elang) di Pekanbaru. Kegiatan yang baru pertama kali diadakan di Sumatera tersebut, telah membuka mata saya, bahwa manusia sangat perlu melestarikan keberadaan hewan-hewan yang berada di tingkat teratas rantai makanan. Sebab mereka merupakan indikator kerusakan lingkungan dan penyeimbang ekosistem. 
Jika keberadaan mereka langka hingga hilang dari habitatnya. Hal tersebut bertanda lingkungan disekitar itu telah rusak dan ekosistemnya tidak lagi seimbang. Oleh karena itu, kita, perlu memahami peran penting hewan-hewan predator dan raptor seperti harimau, singa,  elang dan sebagainya. Sebab kalau bukan manusia yang melestarikannya, siapa lagi?***  

Minggu, 06 Maret 2011

GSA Campaign (Ma'shum Abdul Jabbar): Memancing Lebih Baik

Foto: Ma'shum Abdul Jabbar

 
Memancing Lebih Baik

Memancing di sungai atau danau sudah menjadi hobi sebagian besar orang apalagi di daerah Riau. Tapi siapa sangka kalau jalan cepat untuk mendapatkan ikan bukan dengan memancing lagi, melainkan dengan bom dan racun. Tentu saja, kita tahu bahwa cara ini tidak baik untuk perkembangbiakan ikan. Sebab ikan kecil dan besarpun akan turut mati. Lambat laun manusia kan semakin kesulitan untuk menemukan dan menangkap ikan. Nah, bagi yang hobi makan ikan, yuk, lebih baik kita memancing saja. Baik itu sendiri atau bareng dengan teman dan keluarga, lebih seru, kan? Apalagi sekarang banyak kolam pancingan yang bisa dimanfaatkaan. Jadi sekalian menjaga populasi ikan tetap banyak, kita juga sudah melakukan hal positif bagi lingkungan. Plus, kebersamaan dengan orang-orang yang kita sayangi.***

Minggu, 27 Februari 2011

GSA Campaign (Devi Herlin): Tanpa Plastik

 
Tanpa Plastik

SETIAP kali mengadakan kegiatan di kampus, sekolah ataupun instansi-instansi lainnya. Kita selalu menggunakan steoroform sebagai tempat makanan massal dan minuman mineral kemasan dari gelas atau botol plastik. Sadar atau tidak sadar, kegiatan kita tersebut telah menjadi bagian dari aksi penumpukan massal sampah plastik dan steoroform. So, what should we do? Gampang jawabannya. Untuk makan siang peserta, jika diruangan, usahakan selalu prasmanan dan minuman dari gelas yang bisa dipakai ulang. Kemudian jika kegiatan outdoor mintalah kepada peserta untuk selalu membawa kotak nasi dan tabung minuman kosong dari rumah. Untuk nanti diisi ketika di lokasi acara. Yah, lelah, mungkin. Bikin pekerjaan lebih repot juga. Tapi apakah kita ingin terus memupuk bumi ini dengan sampah plastik jika itu saja sudah dianggap merepotkan?***


Devi Herlin
Mahasiswa  Hubungan Internasional
Universitas Riau

Minggu, 20 Februari 2011

GSA Campaign (Robby A.): Rubah Gaya Hidup

Foto: Robby Anggriawan
Siapa bilang untuk menjaga dan melestarikan lingkungan itu susah? Sebagai pelajar dan mahasiswa, kita juga bisa melakukannya. Salah satunya dengan cara merubah gaya hidup, yaitu menggunakan saputangan daripada tissue. Remaja pada umumnya lebih senang menggunakan tissue daripada saputangan bahkan hanya untuk menyeka keringat.  Disadari atau tidak, hal ini memberikan dampak pada lingkungan dan pemanasan global. Apa bahan dasar untuk membuat tissue? Ya, kayu lah. Semakin banyak kita menggunakan tissue, maka semakin banyak pohon-pohon yang ditebang untuk membuat kertas tipis tersebut.  Dengan menggunakan saputangan, hal tersebut bisa dihindari. Jika saputangan yang kita gunakan sudah kotor, saputangan bisa kita cuci, disetrika dan bisa digunakan lagi. Jadi, gunakanlah saputangan, lebih bijak dan hematlah dalam memakai tissue.***

Minggu, 13 Februari 2011

GSA Campaign (Mega Yulianti): Hindari Banjir, Yuk!

Foto: Mega Yulianti


Setiap kali hujan turut agak lebat, jalan-jalan di kota Pekanbaru, umumnya selalu tergenang air, hingga menyebabkan banjir sementera. Padahal Kota Pekanbaru merupakan kota yang tengah mempersiapkan diri menjadi kota metropolis. Kondisi banjir yang sering kita alami bisa merusak reputasi kota ini. Oleh karena itui perbaikan lingkungan juga harus ditingkatkan. Untuk menjaga agar kota bertuah ini tidak menjadi kota berkuah, kita harus menjaganya dengan cara-cara simple tapi berkelanjutan. Misalnya dengan merawat pohon pelindung jalan sebagai tempat serapan air hujan. Tidak membuang sampah-sampah ke selokan agat tidak mampet ketika hujan. Dan, yang lebih penting adalah memulainya dari diri sendiri. Tingkatkan kepedulian diri kita masing-masing dan keluarga terhadap kebersihan lingkungan di sekitar. Hal kecil yang bisa kita lakukan misalnya memisahkan sampah organik dan anorganik juga bisa diterapkan dalam keluarga. Nggak mau kan Pekanbaru banjir terus? So, mari kita jaga kota tercinta ini dengan menghindari banjir***

Minggu, 06 Februari 2011

GSA Campaign (M. Fauzi A.): Lestarikan Titipan CB GSKBB


ISU global mengenai lingkungan mulai mencuat beberapa dekade ini. Semua dikarenakan telah timbulnya efek-efek negatif dari tangan-tangan manusia yang tidak bertanggung jawab. Seiring dengan itu, banyak pula lahir inisiatif dari masyarakat untuk mengembalikan keadaaan seperti sedia kala.
Selain itu banyak pula bermunculan organisasi atau komunitas yang peduli terhadap lingkungan. Organisasi atau komunitas ini seringkali menciptakan berbagai terobosan untuk mengurangi dampak negatif tersebut.
Tidak terkecuali juga di Provinsi Riau. Bumi Lancang Kuning yang sebelumnya dihinggapi title “penghasil polusi udara” yang mulai mencoba untuk memperbaiki citranya melalui peresmian Cagar Biosfer Giam Siak Keci Bukit Batu (CB GSK-BB) pada tanggal 26 Mei 2009 di Korea Selatan.
Hal ini juga membuktikan bahwa Provinsi Riau juga dapat memberikan kontribusi bagi lingkungan. Selain itu banyak kelebihan pada CB GSK-BB ini yang tidak dimiliki oleh cagar biosfer lainnya. Antara lain pertama, pada aspek nature. Lalu juga pada aspek culture serta adventure.
So, What are you waiting for? Kita telah memiliki titipan yang sangat luar biasa. Sekarang tinggal tugas kita masyarakat Riau untuk terus memoles dan mempertahankan cagar biosfer tersebut. Serta yang harus diingat alam itu bukan sekedar warisan, tapi titipan yang harus dilestarikan***

Minggu, 30 Januari 2011

GSA Campaign: Your Green, Your Life!


HAI Sobat! Kayaknya udah basi banget ya, sama yang namanya global warming. Eits, tunggu dulu. Selama ini kita terlalu sepele dengan lingkungan sekitar kita. Padahal, lingkungan ini menjadi salah satu faktor kenyamanan dalam hidup kita. Toh, siapa juga yang mau kalau lingkungannya jadi nggak nyaman. Kali ini, aku punya tips buat kalian supaya kalian nggak boros energi lagi. Pertama, biasakan tidur nggak usah pake AC. Kalau kita terus-terusan nyalain AC, kan kasian tuh, orang tua kita bayar listriknya mahal-mahal. Kedua, biasakan buang sampah pada tempatnya. Nah, ini hal yang sering kita anggap sepele dalam hidup kita. Kalian tahu nggak, sampah plastik yang sering kita buang sembarangan. Butuh ratusan tahun untuk hancur didalam tanah! Bayangkan saja, satu hari saja manusia memakai berjuta-juta plastik di dunia ini.
Kemudian biasakan menghemat listrik. Yap, terutama lampu. Nggak usah nyalain lampu deh kalau kalian mau tidur. Sebelum tidur, matikan lampu kamar kalian. Ngapain juga takut sama gelap, gelap aja nggak takut sama kita. Seterusnya, biasakan menghemat air. Nah, ini juga hal yang perlu kita perhatikan dalam kehidupan kita. Ilmuwan memprediksikan ditahun 2070 nanti, kita akan dilanda kekeringan panjang. Maka dari itu sobat, mulai dari sekarang, ayo kita hemat dalam pemakaian air. Dan yang terakhir sering-seringlah menanam bibit pohon. Baik di halaman rumah, pot bunga, atau di lingkungan sekitar kalian. Tapi, pada intinya, kegiatan positif ini bisa kalian terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Membiasakan diri dengan hal-hal yang baik merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mulailah dari diri sendiri! Kalau kita yakin, pasti kita bisa!***

Jumat, 28 Januari 2011

GSA Campaign (Teguh Budianto): Perwujudan Sederhana Green IT World


KLASIFIKASI kebutuhan primer, sekunder dan tersier bagi mayoritas mahasiswa di Riau bisa dikatakan sudah berubah total. Siapa yang bisa menyangka bahwa notebook dan personal komputer menjadi kebutuhan utama yang tidak bisa lepas dari keseharian mahasiswa tersebut. Bahkan kemampuan dalam mengoperasikan komputer adalah sebuah tuntutan pribadi, termasuk bagi mahasiswa yang tidak ingin sekalipun untuk bisa mengoperasikannya. Tidak hanya itu, selain di gunakan untuk bekerja pengguna komputer memanfaatkan perangkat ini sebagai media hiburan serta komunikasi melalui situs jejaring sosial. Melihat dari realita yang terjadi, ada hal lain yang seharusnya dipikirkan selain manfaat dan berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh perangkat tersebut, yaitu asupan energi yang diperlukan untuk mengoperasikan perangkat tersebut.
Berikut ini terdapat beberapa tips agar dapat meminimalisir penggunaan energi untuk pemanfaatan komputer yang jauh lebih baik. Selain itu sebagai langkah sederhana untuk mewujudkan dunia teknologi informasi yang hijau (Green IT World).
Pertama, jika belum memiliki komputer dan dalam waktu dekat ingin membelinya, sebisa mungkin pilihlah komputer dengan teknologi prosesor hemat energi.
Kedua, lebih baik menggunakan monitor LCD ( Liquid Crystal Display ) daripada monitor CRT (Cathode Ray Tube), karena lebih hemat energi. Ketiga, manfaatkan teknologi power management (sleep and hibernate) yang dapat menghemat energi ketika komputer tidak sedang digunakan. Keempat, kurangi penggunaan kertas yang berlebihan. Usulkan dosen untuk memanfaatkan fasilitas email dan blog pada saat pengumpulan tugas kuliah. Atau bisa memanfaatkan kertas bekas yang sisi lainnya masih kosong, jika memang harus mencetak dokumen di atas kertas.
Kelima, tips yang paling mudah adalah matikan komputer/laptop setelah selesai digunakan. Jangan lupa mencabut adaptor listrik dari saluran listrik, tips ini dapat menghemat penggunaan baterai.
Semoga tips-tips sederhana di atas bermanfaat dan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Guys, hal sederhana mampu mengubah banyak hal jika dimulai dari kesadaran individu.***

 
Design by Green Student Journalists | Bloggerized by Lasantha - Tebarkan virus cinta lingkungan | student_lovers_enviroment, Riau Province