Tampilkan postingan dengan label our green inspiration. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label our green inspiration. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Januari 2012

Our Green Inspiration (Joseph J. Romm): Jaga Lingkungan dengan Tulisan

Joseph J. Romm
Jaga Lingkungan dengan Tulisan

 ZOMBI  IKLIM: Joe Romm berfoto bersama zombi iklim yaitu sebuah acara yang memprotes industri yang tidak ramah lingkungan.

Joseph J. Romm itulah namanya. Tapi kini ia lebih dikenal dengan nama Joe Romm, seorang blogger dan penulis yang memiliki perhatian yang tinggi terhadap lingkungan dan perubahan iklim. Melalui blognya ia menyebarkan virus-virus cinta lingkungan.

Lahir pada tanggal 27 Juni 1960, Joseph J. Romm atau yang lebih dikenal dengan Joe Romm. Romm kecil dibesarkan di Middleton, New York dari ayah seorang manager editor, Al Romm dan ibu seorang penulis, Ethel Grodzins Romm. Setelah menyelesaikan studinya di Middletown High School, Romm melanjutkannya di Massachusetts Institute of Technology.

Setelah menyelesaikan Phd nya pada tahun 1987, Romm bekerja sebaga asisten khusus untuk keamanan internasional di Rockefeller Foundation. Lalu, dari tahun 1991 sampai 1993 ia menjadi peneliti di Institute Rocky Mountain. Berangkat dari sini dia melakukan analisis lingkungan pertama dari sistem bahan bakar untuk Global Environment and Technology Foundation.

Sejak itu juga ia mulai menulis banyak buku tentang lingkungan. Salah satunya diterbitkan pada tahun 1999 dan menjadi acuan terbaik bagi perusahaan dengan teknologi yang maju untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Judul bukunya tersebut adalah Cool Companies: How the Best Businesses Boost Profits and Productivity by Cutting Greenhouse Gas Emissions.

Selasa, 03 Januari 2012

Our Green Inspiration: (Gavin Birch) Sang “Pemungut Sampah”

Gavin Birch
Sang “Pemungut Sampah”

>>internet
SAMPAH: Husin Abdullah bersama masyarakat sekitar pantai Sengigi tengah mengumpulkan sampah yang ada di sekitar pantai.

Gavin Birch itulah namanya dulu. Tapi ketika ia mulai menetap di Lombok ia lebih dikenal dengan nama Husin Abdullah. Dilahirkan di Selandia Baru dan dibesarkan di Perth, Australia. Dia sering mengunjungi Pantai Senggigi di Lombok. Orang-orang disana sering menyebutnya sebagai “turis gila”. Hal itu karena pekerjaannya yang selalu bergumul dengan sampah setiap mengunjungi pantai Senggigi.

Namun, Husin seakan tidak perduli dengan gelar yang disematkan warga sekitar padanya. Ia hanya bertekad untuk mengajak orang banyak untuk bisa hidup bersih. Baginya Indonesia itu harus bersih dan hijau.

Minggu, 25 Desember 2011

Our Green Inspiration: (Francisco Pineda) Hentikan Eksplorasi Tambang Emas El Salvador

Francisco Pineda
Hentikan Eksplorasi Tambang Emas El Salvador


Eksplorasi tambang emas semakin meresahkan masyarakata di El Salvador. Tak lain karena ini berhubungan langsung dengan keselamatan air yang menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat pedesaan di sana. Oleh karena itulah dengan beraninya Fransisco Pineda memimpin gerakan warga untuk memberhentikan operasi tambang emas yang telah menghancurkan serta membuat terjadinya krisis air di El Salvador.

Selasa, 20 Desember 2011

Our Green Inspiration (Raoul Du Toit): Selamatkan Badak Hitam

Raoul Du Toit
Selamatkan Badak Hitam


Kondisi habitat badak di Zimbabwe semakin menyusut ketika itu. Ditambah lagi dengan perburuan yang semakin mengancam keberadaannya. Badak hitam Afrika itu pun diambang kepunahan. Raoul sebagai seseorang yang telah menghabiskan banyak waktu luangnya di alam terpanggil untuk ikut serta menyelamatkan sia-sisa dari peradaban badak hitam tersebut.

Raoul memulai karirnya di bidang lingkungan ketika mempelajari dampak lingkungan dari proyek tenaga air di selatan Afrika. Dan kemudian ia direkrut di sebuah organisasi internasional yang terkoordinasi dan bekerja untuk konservasi badak dan gajah di seluruh benua. Dari sini, Raoul pun mulai mempromosikan model inovatif untuk konservasi badak yang terkait dengan pembangunan pedesaan.

Minggu, 11 Desember 2011

Our Green Inspiration: (Olya Melen) Pembela Hukum Bagi Lingkungan

Olya Melen
Pembela Hukum Bagi Lingkungan


Sebagai seorang pengacara Olya Melen membuktikan bahwa ia juga bisa berpartisipasi dalam menjaga lingkungan. Hal ini dimulai ketika terjadi pembangunan kanal besar yang akan memotong jantung dari Delta Danube yaitu salah satu lahan basah dunia yang paling berharga yang terletak di pantai Laut Hitam, Rumania dan Ukraina.
Delta Danube ini adalah sebuah labirin dari danau dan sungai yang mencapai luas lebih dari 1 juta hektar. Tak hanya itu saja ini juga merupakan “tempat tidur” bagi buluh terbesar di dunia dan banyak satwa unik lainnya. Bahkan tempat ini telah ditetapkan sebagai lahan basah yang penting secara internasional dalam Konvensi Ramsar. UNESCO pun menetapkannya sebagai situs warisan dunia dan Biosphere Reserve.
Dan sebagai seorang pengacara Olya Melen pun ikut serta berjuang menggunakan jalur hukum untuk menghentikan sementara pembangunan dari kanal besar tersebut. Dimana kanal ini secara otomatis akan berpengaruh pada ekosistem yang ada di Delta Danube tersebut.

Minggu, 04 Desember 2011

Our Green Inspiration: (Wayan Sutiari Mastoer) Menyulap Sampah jadi Bunga

Wayan Sutiari Mastoer
Menyulap Sampah jadi Bunga

internet
KARYA: Bunga kering hasil karya Wayan Sutiari Mastoer tampak indah.
Sampah identik dengan hal yang menjijikkan. Namun, di tangan wanita yang satu ini sampah bisa seketika berubah menjadi sesuatu yang berguna dan bermanfaat. Dia adalah Wayan Sutiari Mastoer. Baginya sampah sebusuk apapun bisa diolah menjadi barang yang berguna.

Membuat bunga kering dengan bahan baku sampah baik organik maupun non-organik sudah digeluti Wayan sejak tahun 1997. Itu sekitar dua tahun sejak ia pensiun sebagai karyawan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Untuk mengisi waktu, di awal menjalani pensiunannya, ia sempat ikut kursus merangkai bunga kering.
Alhasil, dari sinilah ternyata semua berawal. Berbekalkan ilmu kursus tersebut Wayan pun mengembangkan usaha bunga kering berbasis sampah. Dan ternyata ini juga bermanfaat bagi orang sekitarnya. Karena usaha Wayan ini bisa menjadi sebuah lahan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar tempat tinggalnya.

Minggu, 27 November 2011

Our Green Inspiration: (Lulut Sri Yuliani) Batik Mangrove

Lulut Sri Yuliani 
Batik Mangrove
Wanita kelahiran 1965 ini dulu sempat menggeluti profesi sebagai guru. Namun, kemudian ia keluar untuk bisa fokus dalam menekuni pelestarian lingkungan hidup. Meski demikian, ketika itu Lulut tak takut soal pemasukan di keluarganya yang mungkin akan berkurang setelah ia keluar dari pekerjaannya sebagai guru.

Sejak saat itu pun ia kian intensif dalam melakukan pendampingan lingkungan kepada masyarakat di daerah tempatnya tinggal, yakni di Kelurahan Kedung Baruk, Kecamatan Rungkut, Surabaya, Jawa Timur.

Mantan aktivis karang Taruna ini juga giat menanam pohon bakau sejak tahun 1996. Dan ketika itu ia memulai dengan menghijaukan pekarangan rumahnya sendiri. Baru kemudian perlahan ia menularkan kepada warga yang ada di sekitar rumahnya. Karena itulah ketika itu ia sering membawa bibit bakau kemana-mana. Jadi, ketika ada warga atau tetangganya yang ingin menanam, ia pun segera memberikannya.

Senin, 21 November 2011

Our Green Inspiration: (Soleman Ngongo) Penjaga Pintu Air pun Turut Jaga Lingkungan

Soleman Ngongo
Penjaga Pintu Air pun Turut Jaga Lingkungan


Dibalik kesederhanaannya ternyata ada sesuatu yang luar biasa dari Soleman Ngongo yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga pintu air. Ia merawat dan menjaga 240 pintu air primer, 140 sekunder dan 160 pintu air tersier. Dan bayangkan saja dengan penghasilan perbulan 500 ribu rupiah pun ia tetap ikhlas mengerjakan pekerjaannya tersebut.

Selasa, 15 November 2011

Our Green Inspiration (Olga Speranskaya): Lingkungan Bukanlah Politik

Olga Speranskaya
Lingkungan Bukanlah Politik


Ia adalah seorang direktur untuk sebuah program lingkungan sejak tahun 1997, yaitu the Chemical Safety Program at the Eco-Accord Center for Environment and Sustainable Development. Karena itulah ia kerap melakukan kampanye lingkungan terutama yang berhubungan dengan penggunaan polutan organik, juga melarang penguburan dan penyebaran bahan kimia berbahaya, serta memberikan informasi kepada para pembuat keputusan di pemerintahan untuk perubahan kebijakan di berbagai negara.

Fisikawan ini juga tak hanya sekedar berkoar-koar. Melalui pekerjaannya, Speranskaya juga memberikan pendidikan kepada ratusan orang tentang bahayanya bahan kimia. Ia juga telah merangkul banyak aktivis untuk bersama-sama menyatukan suara.

Selain itu menurut Speranskaya, ketika palu dan sabit akhirnya jatuh di Uni Soviet hampir dua dekade lalu. Ratusan ton pestisida usang dan bahan kimia lainnya tertinggal dan tersebar di 15 republik yang baru saja merdeka. Disimpan di dalam kantong robek dan gudang yang hampir rubuh. Dan masalah semakin bertambah buruk, karena bahan kimia itu bisa meresap ke dalam tanah dan akhirnya mengancam kehidupan manusia.

Sabtu, 12 November 2011

Our Green Inspiration: (Yuyun Ismawati) Bali Fokus Berantas Sampah Bali

Yuyun Ismawati
Bali Fokus Berantas Sampah Bali

Bali memang terkenal dengan keindahan alamnya. Ini jugalah yang mengundang banyak wisatawan baik domestik maupun dari luar negeri untuk mencecap indahnya Bali. Tapi, ada masalah utama yang paling penting dibalik keindahan panorama alam bali. Sampah, ya setiap wisatawan yang mendatangi dan kemudian meninggalkan Bali akan meninggalkan rata-rata lima kilogram sampah per orangnya. Sungguh ironis memang. Inilah yang mengetuk pintu hati insinyur lingkungan hidup Indonesia ini. Dialah Yuyun Ismawati.

Kamis, 29 September 2011

Our Green Inspiration: Beth Rickard Pejuang Energi Terbarukan dari Arcata


Beth Rickard 
Pejuang Energi Terbarukan dari Arcata

Kamis, 22 September 2011

Our Green Inspiration: “Pak Gubernur” Jaga Kelestarian Bumi

Barnabas Suebu (Gubernur Papua 2006-2011)
“Pak Gubernur” Jaga Kelestarian Bumi


Tak hanya yang berprofesi sebagai petani ataupun nelayan yang bisa dekat dengan alam serta gigih menjaga lingkungan. Gubernur yang notabane-nya adalah seorang kepala daerah pun bisa menunujukkan perhatiannya terhadap lingkungan.

Jumat, 16 September 2011

Our Green Inspiration: “Baba Akong” dan Bakau

“Baba Akong” dan Bakau

USIANYA memang tak lagi muda. Namun, semangatnya dalam melestarikan lingkungan sangat luar biasa. Victor Emanuel Rayon, itulah nama lengkapnya. Sehari-hari ia biasa dipanggil dengan panggilan Baba Akong. Sejak bencana Tsunami melanda Ende Flores pada tahun 1992, ia pun bertekad untuk kembali menanami lahan bakau yang ikut habis karena bencana tersebut, karena menurutnya hutan bakau bisa sebagai pelindung dari terjangan tsunami.

Jumat, 09 September 2011

Our Green Inspiration: Pohon Sumber Kehidupan

Pohon Sumber Kehidupan
 

MESKI jasadnya telah terkubur. Tapi semangat Almarhum Badri Ismaya dalam menyelamatkan lingkungan masih terasa hingga sekarang. Ia adalah salah seorang tokoh penting dalam upaya penyelamatan daerah aliran sungai Ciliwung Hulu dan juga penghijauan kawasan Cisarua.

Minggu, 14 Agustus 2011

Our Green Inspiration (Kholifah): Ibu Rumah Tangga juga Bisa!

Kholifah
Ibu Rumah Tangga juga Bisa!


Kholifah, Itulah nama ibu rumah tangga biasa yang berasal dari desa Kedungringin, Beji, Pasuruan, Jawa Timur ini. Namun dibalik semua itu ia tercatat menjadi salah satu penerima kalpataru pada tahun 2010. Kholifah menerima Kalpataru untuk kategori perintis lingkungan. Apa sih yang telah dilakukannya?

Our Green Inspiration (Severn Suzuki): Ketika Yang Muda Berbicara

Ketika Yang Muda Berbicara
“Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya”. Itulah salah satu kutipan dari pidato yang disajikan oleh Severn Suzuki dalam World Summit di Rio De Jeneiro pada tahum 1992.

Jumat, 05 Agustus 2011

Our Green Inspiration (Tim Flannery): One World, One Humanity, One Destiny

Tim Flannery
One World, One Humanity, One Destiny

 
TIM Flannery adalah salah satu ahli lingkungan sekaligus pahlawan lingkungan hidup yang banyak mengampanyekan upaya-upaya penyelamatan lingkungan melalui tulisannya. Ilmuwan asal Australia ini menyambaikan banyak pemikiran lewat buku-bukunya.

Minggu, 24 Juli 2011

Our Green Inspiration: Suyadi Si “Profesor Mangrove”

Suyadi
Si “Profesor Mangrove"
SUYADI, begitulah nama yang disematkan untuknya sedari kecil. Lahir di Rembang pada tanggal 15 Juni 1940, kini pun ia masih menetap di Rembang. Karena kecintaannya pada Rembang, selama 40 tahun ia menanam dan merawat hutan bakau atau yang lebih dikenal dengan mangrove di pesisir pantai Rembang, Jawa Tengah.

Senin, 18 Juli 2011

Our Green Inspiration (Bang Idin): "Si Jampangan Penghijau"

"Si Jampangan Penghijau"


H Chaerudin, itulah nama lengkap pria yang lahir pada tahun 1956 ini. Masa mudanya dihabiskan di pinggiran Kali Pesanggrahan yang kala itu masih asri dan hijau. Dimana terukir sebuah kenangan indah tentang kemurnian alam. Hal inilah yang menginspirasinya untuk berjuang memperbaiki alam yang rusak.

Minggu, 10 Juli 2011

Our Green Inspiration (Toto Sugito): Bike To Work, Be a Lifestyle

Bike To Work, Be  a Lifestyle


BERSEPEDA merupakan salah satu kegiatan yang sudah familiar di kehidupan kita. Karena selain menyehatkan, ini juga merupakan salah satu langkah untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor. Ya, paling tidak juga bisa mengurangi emisi karbon yang menggerogoti bumi ini. Nah, karena itulah Toto Sugito yang merupakan Managing Director di firma arsitektur Anggara Architeam menggagas sebuah gerakan yang akhirnya menghasilkan komunitas bersepeda. Komunitas ini dikenal dengan Bike to Work (B2W) atau Bersepeda ke Kantor.

 
Design by Green Student Journalists | Bloggerized by Lasantha - Tebarkan virus cinta lingkungan | student_lovers_enviroment, Riau Province