Minggu, 25 Desember 2011

Cara Gaul Jaga Lingkungan (Stephanie Anggun Mering): Ubah Kebiasaan

Ubah Kebiasaan
Kiriman:
Stephanie Anggun Mering
SMA Cendana Pekanbaru
TAK pernah terlintas di pikiran saya akan masa depan bumi ini setelah 50 tahun ke depan. Bila kini banyak orang yang bersikap acuh tak acuh terhadap lingkungan dan sumber daya yang terkandung di dalamnya. Pernahkah kita berpikir akan kelangsungan hidup anak cucu kita dengan lingkungan dan sumber daya yang mungkin sudah sangat menipis karena telah habis terpakai oleh kita?

Ketika saya mengikuti seminar tentang topik lingkungan, saya sadar akan satu hal, ternyata selama ini kita telah mewariskan neraka bagi anak cucu kita. Segala sumber daya kita pakai secara habis-habisan. Dengan melesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi, bukannya manusia dapat memanfaatkannya untuk masa depan yang baik. Sekarang malah banyak manusia yang menyalahgunakan kemajuan tersebut untuk memakai hasil alam tanpa mengenal batas. Beberapa oknum-oknum yang tidak bertangung jawab hanya dapat memakai, kemudian ditinggalkannya dalam keadaan rusak, seperti kata pepatah “habis manis, sepah dibuang.”

Mungkin pada saat itu manusia dapat menikmati semua sumber daya secara bebas.Namun pada suatu hari nanti, mungkin 50 tahun mendatang, semua itu akan berhenti di satu titik puncak dimana bumi telah kehabisan segala suatunya. Di titik itulah manusia akan menyesal akan perbuatannya di hari-hari sebelumnya. Bayangkan anak cucu kita nanti, mungkin saja di masa-masa mereka air sudah menjadi salah satu sumber daya yang sangat langka. Air yang sekarang selalu dipandang sepele orang banyak itu mungkin saja akan menjadi emas yang berharga di kemudian hari.

Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menyelamatkan bumi kita ini. Mulai dari kebiasaan kecil contohnya seperti menghemat air dan menghemat segala sesuatu yang biasa kita pakai dalam kegiatan sehari-hari. Selain menipisnya Sumber Daya Alam (SDA), perusakan lapisan ozon bumi juga semakin lama semakin parah. Tak pernah kita sadari bahwa ada beberapa kelakuan kita yang secara sengaja maupun tidak sengaja telah merusak lapisan pelindung bumi. Ada pula dampak-dampak yang mungkin terjadi bila lapisan ozon semakin menipis. Contohnya saja terjadi penaikan suhu dari suhu normal suatu tempat. Kota kita pun sempat mengalami penaikan suhu dari suhu normalnya, yaitu 300C. Penaikan suhu ini tergolong dampak-dampak yang masih biasa.  

Bayangkan, apa yang akan terjadi di tahun-tahun berikutnya bila kita terus melakukan kegiatan yang selalu merugikan bumi kita. Mungkin orang-orang akan banyak yang terjangkit penyakit atau bahkan mati karena permasalahan tersebut. Contohnya saja kanker kulit, sinar ultra violet (UV) B yang datang akibat menipisnya lapisan ozon bumi dapat mengakibatkan kanker kulit bila kulit seseorang terlalu lama terpampang oleh sinar tersebut.

Terlalu banyak permasalahan di bumi ini. Permasalahan tersebut terjadi akibat tingkah laku manusia yang seenaknya sendiri. Kita selalu melakukan sesuatu tanpa berpikir panjang, maka dari itu mulai dari sekarang. Selamatkanlah bumi kita demi masa depan anak cucu kita. Janganlah wariskan neraka pada mereka. Mari lakukan kegiatan-kegiatan positif yang bermula dari hal-hal yang kecil, karena dengan melakukan hal-hal kecil tersebut,berarti kita telah menyelamatkan sepersekian persen dari kerusakan bumi kita.

So, nggak kalah gaul kan? Mengubah kebiasaan dengan lebih ramah pada lingkungan bisa memperpanjang usia bumi. Kalian pilih yang mana? Gaul dengan cara merusak diri dan lingkungan serta mewariskan neraka kepada anak cucu kita. Or, Save the world for a better future!***
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Green Student Journalists | Bloggerized by Lasantha - Tebarkan virus cinta lingkungan | student_lovers_enviroment, Riau Province