Minggu, 10 Juli 2011

GSJ News: CPI Pulihkan Lahan Tandus

CPI Pulihkan Lahan Tandus

TONGKOS: Dua orang pekerja di sebuah kebun sawit terlihat sedang menyebar tongkos-tongkos sawit.

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kerusakan lingkungan disekitar kita. Salah satunya dengan mengembalikan lahan tandus menjadi lahan yang bisa dimanfaatkan kembali. Riau dengan jumlah perkebunan kelapa sawitnya yang besar, tidak menutup kemungkinan untuk menghijaukan lahan tandus secara besar-besaran.
Pasalnya tandan kosong (tongkos) kelapa sawit yang merupakan hasil samping dari proses pengambilan minyak kelapa sawit, ternyata dapat dimanfaatkan untuk memulihkan lahan tandus. Tongkos sawit tersebut memiliki kandungan nutrisi yang cukup sebagai media penghijauan dengan tanaman sejenis kacang-kacangan dan rerumputan.
Salah satu instansi yang telah menerapkan pemulihan lahan tandus tersebut adalah PT Chevron Pacific Indonesia (CPI). Perusahaan ini telah mengadakan pemulihan lahan tandus sejak tahun 2000 lalu. Tidak hanya dengan penghijaun seperti penanaman pohon, namun juga memperbaharui unsur hara tanah dengan menggunakan tongkos kelapa sawit.
Menurut Okta Heri Fandi Staff media relation PT CPI, daerah operasi Chevron di Sumatera yang berbukit memungkinkan banyaknya lahan kritis yang berpotensi untuk menjadi erosi.
“Salah satu upaya untuk mengurangi dampak lahan kritis di wilayah operasi adalah menggunakan tandan kosong sawit sebagai media penghijauan,” terangnya.
Disamping proses pengerjaan yang mudah, tongkos sawit banyak tersedia, gampang didapatkan dan murah. Untuk pengusahaan pengadaan tongkos sawit CPI bekerjasama dengan pengusaha tempatan melalui program Local Business Development (LBD).
“Kalau bahan lain, yang lebih baik digunakan adalah lumpur dari pembersihan kanal atau parit. Namun, hal itu harus berkaitan dengan kegiatan lainnya. Artinya, tidak semudah jika kita menggunakan tongkos sawit,” tegas Okta.
Pada tahap awal, tongkos sawit disebar dalam kondisi rapat di atas lahan yang akan dipulihkan. Sebelum dan sesudah penyebaran harus dibantu dengan tanah hitam yang ditebar di sela-sela tongkos sawit. Setelah itu lahan belum bisa langsung siap ditanami, baru berfungsi untuk menjaga kelembaban tanah. Kemudian setelah tongkos sawit membusuk dan berbaur menjadi tanah, lahan yang di pulihkan itu bisa ditanami semacam kacang-kacangan.
Kegiatan yang dilakukan CPI termasuk dalam Corporate Responsibility perusahaan, khususnya terkait masalah Environment, Health and Safety (lingkungan, kesehatan, dan keselamatan) di wilayah operasi CPI.
Awalnya kegiatan ini di mulai di area operasi CPI minas, namun hingga sat ini lokasi yang telah dipulihkan CPI di antaranya di Balam dan Bangko Kabupaten Rokan Hilir dengan lokasi yang cukup banyak.
“ Sampai saat ini tingkat kebehasilan kegiatan itu sudah hampir mencapai 100 persen,” ujar Okta.
Sejauh ini, respons dari masyarakat sekitar terhadap kegiatan tersebut cukup positif. Karena, setelah tongkos disebar akan muncul semacam jamur yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Selain itu, program ini juga melibatkan masyarakat sekitar yang digandeng kontraktor CPI melalui skema LBD.
Okta juga menjelaskan bahwa pemanfaatan media tongkos sawit itu di lakukan CPI dengan sustainable selama masih ada lahan yang perlu dipulihkan. Meskipun pada saat ini masih terbatas pada daerah-daerah operasi CPI saja.(asrul-gsj/new)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Green Student Journalists | Bloggerized by Lasantha - Tebarkan virus cinta lingkungan | student_lovers_enviroment, Riau Province