Minggu, 24 Juli 2011

GSJ News: Green Weekend, Menulis itu Seperti Berenang

Green Weekend, Menulis itu Seperti Berenang

SERIUS: Para peserta sedang serius mengikuti pelatihan jurnalisitk.

Sabtu (23/7) Green Student Journalists (GSJ) mengadakan kegiatan Green Weekend yang pertama. Rencananya Green Weekend akan dilaksanakan setiap akhir pekan. Green Weekend kali ini menjadi permulaan untuk periode Juli sampai September.

“Green Weekend merupakan salah satu program untuk mengisi liburan anak-anak muda dengan mempelajari lingkungan,” ujar Andi Noviriyanti, Direktur Eksekutif Save the Earth Foundation (SEFo) beberapa waktu lalu.
Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari Sabtu dan Minggu. Hari pertama dilaksanakan di Aula BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam).
Peserta Green Weekend terdiri dari siswa-siswa dari berbagai sekolah. Diantaranya SMAN 3 Pekanbaru, SMKN 4 Pekanbaru, SMA As-Shofa, SMKN 2 Pekanbaru, dan SMAN 1 Pekanbaru serta SMAN 8 Pekanbaru. Sementara itu dari luar kota Pekanbaru juga ada yakni dari SMAN 13 Siak dan SMKN 1 Batang Pranak Indragiri Hulu.
 Diawali dengan perkenalan tentang Green Student. Kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film lingkungan tentang Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu (GSK-BB) yang diiringi dengan presentasi tentang Cagar Biosfer oleh Risky Ade Maisal, salah seorang duta Cagar Biosfer GSK-BB.
“Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu ini merupakan cagar biosfer yang ketujuh di dunia,” ungkap Risky disela presentasinya.
Selain menonton dan diskusi film-film lingkungan Green Weekend ini juga diisi dengan pelatihan jurnalistik.
“Menulis itu seperti berenang,” ujar Idris Ahmad mengawali pelatihan jurnalistik. Menurutnya menulis itu tidak perlu takut untuk memulainya, jangan peduli tulisan itu bagus atau tidak. Sama seperti berenang jangan takut tenggelam, yang penting mencebur dulu.(Timang-gsj)
“Meskipun tiap hari diberi teori untuk menulis, namun jika tidak pernah diaplikasikan maka seseorang tidak akan pernah menulis, berbeda dengan orang yang menulis langsung, meskipun tanpa teori. Intinya semua itu bisa karena terbiasa dan tidak takut untuk memulainya,” lanjutnya.
 “Kunci untuk menulis adalah mendengar dan membaca semakin sering kita menulis, semakin sedikit waktu yang kita butuhkan untuk menulis, dan semakin berkualitas tulisan kita, yang terpenting adalah fokus dan menulislah dengan menggunakan emosi” tambahnya.
Selanjutnya kegiatan dilanjutkan hari ini (Ahad-red) dengan mengunjungi Pusat latihan Gajah (PLG) di Minas yang di kelola bersama antara BBKSDA dengan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI). Seterusnya kunjungan kelapangan juga dilanjutkan ke Dalang Collection, tempat daur ulang sampah plastik di jalan Gajah Kulim, Pekanbaru.
Setelah usai kegiatan selama dua hari, peserta diwajibkan untuk membuat tulisan jurnalistik berbentuk laporan perjalanan selama mengunjungi tempat-tempat tersebut. Hal itu dimaksudkan untuk mengaplikasikan pelatihan yang telah di taja pada hari pertama.Green Weekend, Menulis itu Seperti
Berenang
Sabtu (23/7) Green Student Journalists (GSJ) mengadakan kegiatan Green Weekend yang pertama. Rencananya Green Weekend akan dilaksanakan setiap akhir pekan. Green Weekend kali ini menjadi permulaan untuk periode Juli sampai September.
“Green Weekend merupakan salah satu program untuk mengisi liburan anak-anak muda dengan mempelajari lingkungan,” ujar Andi Noviriyanti, Direktur Eksekutif Save the Earth Foundation (SEFo) beberapa waktu lalu.
Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari Sabtu dan Minggu. Hari pertama dilaksanakan di Aula BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam).
Peserta Green Weekend terdiri dari siswa-siswa dari berbagai sekolah. Diantaranya SMAN 3 Pekanbaru, SMKN 4 Pekanbaru, SMA As-Shofa, SMKN 2 Pekanbaru, dan SMAN 1 Pekanbaru serta SMAN 8 Pekanbaru. Sementara itu dari luar kota Pekanbaru juga ada yakni dari SMAN 13 Siak dan SMKN 1 Batang Pranak Indragiri Hulu.
 Diawali dengan perkenalan tentang Green Student. Kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film lingkungan tentang Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu (GSK-BB) yang diiringi dengan presentasi tentang Cagar Biosfer oleh Risky Ade Maisal, salah seorang duta Cagar Biosfer GSK-BB.
“Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu ini merupakan cagar biosfer yang ketujuh di dunia,” ungkap Risky disela presentasinya.
Selain menonton dan diskusi film-film lingkungan Green Weekend ini juga diisi dengan pelatihan jurnalistik.
“Menulis itu seperti berenang,” ujar Idris Ahmad mengawali pelatihan jurnalistik. Menurutnya menulis itu tidak perlu takut untuk memulainya, jangan peduli tulisan itu bagus atau tidak. Sama seperti berenang jangan takut tenggelam, yang penting mencebur dulu.(Timang-gsj)
“Meskipun tiap hari diberi teori untuk menulis, namun jika tidak pernah diaplikasikan maka seseorang tidak akan pernah menulis, berbeda dengan orang yang menulis langsung, meskipun tanpa teori. Intinya semua itu bisa karena terbiasa dan tidak takut untuk memulainya,” lanjutnya.
 “Kunci untuk menulis adalah mendengar dan membaca semakin sering kita menulis, semakin sedikit waktu yang kita butuhkan untuk menulis, dan semakin berkualitas tulisan kita, yang terpenting adalah fokus dan menulislah dengan menggunakan emosi” tambahnya.
Selanjutnya kegiatan dilanjutkan hari ini (Ahad-red) dengan mengunjungi Pusat latihan Gajah (PLG) di Minas yang di kelola bersama antara BBKSDA dengan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI). Seterusnya kunjungan kelapangan juga dilanjutkan ke Dalang Collection, tempat daur ulang sampah plastik di jalan Gajah Kulim, Pekanbaru.
Setelah usai kegiatan selama dua hari, peserta diwajibkan untuk membuat tulisan jurnalistik berbentuk laporan perjalanan selama mengunjungi tempat-tempat tersebut. Hal itu dimaksudkan untuk mengaplikasikan pelatihan yang telah di taja pada hari pertama.(Timang-gsj)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Green Student Journalists | Bloggerized by Lasantha - Tebarkan virus cinta lingkungan | student_lovers_enviroment, Riau Province