Senin, 18 Juli 2011

Konservasi Air (M. Sobirin): Kehidupan Ini Dibangun Di Atas Air

Kehidupan Ini Dibangun Di Atas Air


AIR  adalah sumber kehidupan. Semua makhluk hidup yang ada di atas muka bumi ini membutuhkan air guna mempertahankan kelangsungan hidup mereka. Tidak hanya itu, bisa dikatakan bahwa semua makhluk hidup ini sangat bergantung pada asupan air yang ada. Tanpa air makhluk hidup tidak ubahnya seperti daun-daun kering yang berguguran di musim kemarau. Satu persatu berjatuhan tanpa daya ke tanah, menumpuk, kemudian pada akhirnya membusuk. 
Bisa dipastikan akan ada begitu banyak masalah yang timbul jika pada suatu kesempatan manusia, hewan, maupun tumbuhan tidak bisa memperoleh air yang bisa mereka pergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Atau yang jauh lebih mengerikan lagi adalah jika air yang ada di muka bumi ini benar-benar tidak dapat dipergunakan atau bahkan tidak bisa lagi ditemukan untuk selama-lamanya. Maka dari itu, Manusia! bersiap-siaplah menyaksikan bumi yang sekarang kita diami ini berputar tanpa ada kehidupan di dalamnya. Sebab hidup sejatinya di bangun di atas air.
Akan tetapi air yang seharusnya menjadi sumber kehidupan di muka bumi ini ternyata kini sudah tidak perawan lagi. Terlalu banyak air yang kotor dan tercemar bahkan mengandung racun yang mematikan. Ada begitu banyak ikan yang mati secara sia-sia di sungai, danau, rawa, dan juga di  laut. Mereka bahkan mati di rumahnya sendiri yaitu di dalam air. 
Ada begitu banyak hewan yang tiba-tiba saja merasa lehernya tercekik setelah meminum air yang seharusnya mampu menjadi penawar dahaga bagi mereka. Ada begitu banyak tanaman yang mati sebelum tumbuh jadi dewasa manakala menghirup air yang kini tak lagi sama seperti dulu, saat tanah di sekeliling mereka masih berlumut basah.
Bahkan ada  begitu banyak manusia yang menjerit, meronta, mengaduh, memprotes berbagai macam penyakit yang dari hari ke hari terus menerus merongrong tubuh-tubuh mereka. Dari luar maupun dari dalam hanya karena mereka tidak mampu mendapatkan air bersih hari ini. Dan sungguh ini suatu ironi. Kalau kita mau jujur, mencoba menyelam lebih jauh ke dalam hati sanubari, semua kekacauan ini semata-mata karena disebabkan oleh ulah tangan manusia itu sendiri. Banyak hal buruk yang dilakukan manusia sejak dahulu hingga sekarang tanpa memperhatikan akibat dari perbuatan mereka tersebut. Illegal loging yang membuat pohon-pohon berkurang, sehingga pusat penyimpanan air tanah juga semakin menghilang. Membuang sampah sembarangan, bahkan sampah itu juga dibuang ke sungai sehingga sungai-sungai yang dulunya menjadi pusat peradaban, sekarang menjadi sumber kematian. 
Demi kelangsungan hidup yang lebih baik lagi, tolong mulai dari sekarang janganlag lagi kita mengotori tangan kita ini dengan cara membuang berbagai macam limbah industri yang pada dasarnya sangat berbahaya ke sungai, danau, maupun ke laut. Ini hanya untuk menjaga ikan dan biota yang terkait dengannya agar tetap bisa hidup dan memberikan manfaatnya untuk kehidupan kita. Atau tidak usahlah kita terlalu rakus memberangus kayu-kayu hutan negeri ini. Sebab ketika satu kehidupan ini bisa saja musnah, maka akan banyak kehidupan lainnya yang ikut selesai. Seperti air yang kesuciannya tetap terjaga di bawah rimbun daun pepohonan dan akar-akarnya yang dalam menembus tanah. Biarkanlah jiwa kita menjaga itu semua. Karena kehidupan sejatinya dibangun di atas air.***

Kiriman:
Muhammad Sobirin
Mahasiswa Mahad Sa’ad Bin Abi Waqqosh Universitas Muhammadiyah Palembang
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Green Student Journalists | Bloggerized by Lasantha - Tebarkan virus cinta lingkungan | student_lovers_enviroment, Riau Province