Selasa, 15 November 2011

Cara Gaul Jaga Lingkungan (Resty Ika Prahesty): Peduli Masa Depan Sendiri

Peduli Masa Depan Sendiri
 
 
Setiap orang selalu menyerukan untuk saling menjaga lingkungan. Sudah kah Anda memulainya? Ironisnya kadang kita hanya omdo alias omong doang. Jadi menjaga lingkungan kita ini mulai dari diri sendiri.

Kalian sering liat nggak sih, orang-orang yang bermobil (mengendarai atau memiliki mobil sendiri). Nah ketika mengemudi mobil dengan laju maksimum, seenakknya dan arogan (catatan bukannya saya jelous sama mereka ya) eh… tiba-tiba syuutt… membuang sampah sembarangan dari dalam mobilnya yang sedang melaju tersebut. Dan itu terjadi di depan mata kalian. Nggak banget deh!

Kalau semua orang yang memiliki mobil seperti itu, penuh tuh jalan raya dengan sampah. Katanya orang modern dengan kendaraan paling mutakhir abad ini. Tapi kok otak mereka nggak mengatakan hal yang sama ya?

Solusinya menurut saya simple aja kok. Misalnya siapin sendiri tong sampah di dalam mobil. Nah buang tuh sampah yang memang ke tempatnya. Bukan ke jalanan macam orang yang tidak beretika begitu. Plus kalo tong sampahnya sudah penuh dan kalian sedang mengemudi, mampir bentar ke pom bensin dan buang sampah yang sudah penuh di tempatnya tersebut ke tong sampah umum di pom bensin. Easy kan?

Selain tentang etika berkendara dan sampah-sampah nggak pentingnya. Adalagi nih gadget yang sangat digemari orang-orang, notebook. Notebook barang mewah, tapi itu dulu. Sekarang notebook sudah menjadi barang primer alias kebutuhan. Tapi ada hal yang sering aku temui. Dan ini biasanya berhubungan dengan kebiasaan buruk.

Seringkali para pengguna notebook membiarkan laptop atau perelengkapan mereka tersebut tidak terpakai dengan power masih menyala, program masih jalan dalam kondisi yang sangat lama bahkan hingga semalam suntuk. Ini jelas nggak bagus banget kan? Boros listrik. Katanya mau hemat energi tapi kok masih suka membiarkan power laptop nyala begitu lucunya malah ditinggal tidur. Udah gitu, paparan elektron atau radiasi bisa menimbulkan efek negatif kepada orang yang ada didekatnya. Apalagi kepada kita yang lagi tidur di dekat laptop yang tengah menyala. Plus itu juga berbahaya bagi ozon kita.

So, pake aja deh segala sesuatu itu sesuai dengan kebutuhan. Sama dengan pemakaian lampu. Nyalakan saja mana yang perlu. Tapi jangan salah, ini bukan berarti aku menyuruh kalian ke tempat yang remang-remangnya. Ketawa amat keras (KAK).

By the way, kalau boleh curhat nih. Aku selalu bosan dengan jawaban-jawaban dari cowok-cowok yang bilang kalau nggak ngerokok itu nggak keren. Tapi bagi aku cowok yang nggak ngerokok itulah yang keren. Karena dia nggak ikut-ikutan mencemari udara. Dan, kalau dia disamping kita dia nggak akan kasih penyakit ke kita.

Udah tahu dong, kalau perokok pasif itu (orang yang tidak merokok) lebih rentan terkena penyakit berbahaya (khususnya untuk efek-efek negatif merokok) daripada perokok aktif. Itulah alasan aku kenapa cowok gak ngerokok itu keren. Tanpa merokok dia telah menjaga kesehatan dirinya, menjaga kita para cewek-cewek dari bahaya menjadi perokok pasif. Dan yang pasti bisa menjaga lingkungan juga dengan menjadikan udara bersih tanpa asap rokok.

Itu semua ide-ide dari aku tentang menjaga lingkungan. Sesuatu yang menurut kita terkadang biasaaaa banget. Namun kadang alam menyatakan lain. So sebagai generasi muda, jangan hanya generasi tua yang peduli dengan kita. Kita juga harus peduli dengan masa depan kita sendiri.***

Kiriman:
Resty Ika Prahesti
Mahasiswa Pendidikan Kimia
UIN Suska Riau
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Green Student Journalists | Bloggerized by Lasantha - Tebarkan virus cinta lingkungan | student_lovers_enviroment, Riau Province