Senin, 21 November 2011

GSJ news: SMAN 1 Pangkalankerinci Resmikan LAB Alam

 SMAN 1 Pangkalankerinci  Resmikan LAB Alam
 
foto:ari aditya/gsj
PELEPASAN: Kadis Pendidikan beserta rombongan dan Kepala Sekolah SMAN 1 Pangkalan Kerinci dalam pelepasan burung
di laboratorium alam.
 
Senin pagi yang cerah mengawali acara rutin upacara pagi di SMAN 1 Pangkalan Kerinci (14/11) lalu. Tidak seperti biasanya dalam upacara kali ini lebih istemewa, karena upacara kali ini dihadiri oleh beberapa pejabat dari Kabupaten Pelalawan satu di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan yaitu MD Rizal Abbas SPd MPd yang sempat menjadi pembina upacara rutin pada hari senin tersebut.
 
“Kita adalah bagian dari alam, alam adalah bagian dari kita maka jagalah alam seperti menjaga kita sendiri,” ucap Kadis Pendidikan dalam amanatnya saat upacara.
 
Seusai upacara dilanjutkan dengan acara peresmian laboraturium alam dan green kantin SMAN 1. Seluruh warga SMAN 1 turut menyaksikan pemotongan pita bertanda dibukanya secara resmi laboraturium alam dan kantin tersebut oleh Kadis Pendidikan. Berbagai jenis hewan seperti kelinci, burung merpati dan ayam hutan juga dilepaskan di laboratorium alam tersebut.
 
Di dalam laboratorium alam ini berisikan berbagai tanaman apotik hidup seperti jahe, kencur, kumis kucing 
dan berbagai jenis bunga.
 
“Lab alam ini nantinya akan menjadi sebuah tempat untuk media pembelajaran bagi siswa-siswi SMAN 1 Pangkalan Kerinci dan sebagai area hijau,” ujar Hj Nuraida SPd, Kepala Sekolah SMAN 1 Pangkalan Kerinci.
 
Dalam kesempatan ini Kadis Pendidikan Kabupaten Pelalawan beserta rombongan menyempatkan diri untuk mencoba menikmati makanan yang terdapat di green kantin SMANSA, dengan diiringi oleh penampilan musik dari sanggar musik SMAN 1 Pangkalan Kerinci.
 
Sebuah program baru juga mulai di jalankan oleh salah satu ekstrakulikuler SMAN 1 Pangkalan Kerinci yaitu BeeSA atau yang lebih dikenal dengan peternak lebah , mereka mengolah sampah organik dari hasil sisa-sisa makanan kantin.
 
Pengolahan sampah ini dilakukan dengan memasukkan sampah organik kedalam sebuah lubang yang telah dibuat di sekitar area pepohonan SMAN 1 Pangkalan Kerinci.
 
“Sampah organik yang telah dimasukkan kedalam lubang nantinya bisa menjadi pupuk untuk pepohonan dan untuk mengurangi limbah sampah yang dihasilkan dari kantin sekolah” ungkap Salmiyati SPd, pembimbing ekskulikuler BeeSA.(ari-gsj Siak/new)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Green Student Journalists | Bloggerized by Lasantha - Tebarkan virus cinta lingkungan | student_lovers_enviroment, Riau Province