Sabtu, 12 November 2011

Save The Earth: Bertandang ke Rumah Jamur Jamur Lebih Baik di Banding Ayam

Bertandang ke Rumah Jamur 
Jamur Lebih Baik di Banding Ayam

“Dahulu jamur merupakan makanan kerajaan. Rasanya yang enak, kandungan protein yang dimiliki serta sangat sulitnya mendapatkan jamur, menjadikannya sebagai sayuran wajib di kerajaan-kerajaan nusantara, terutama di negeri China.”
Hal ini diceritakan  Marta (39), entrepreneur spesialis jamur yang bertempat tinggal di Jalan Garuda, Labuh Baru, Pekanbaru. Marta merupakan ibu dua anak dengan latar pendidikan perbankkan, namun siapa menyangka dengan takdirnya. Saat ini Marta menjadi petani jamur dengan omset mencapai 50 juta rupiah per bulan.

Berawal dari keseringan jalan-jalan keluar kota seperti Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali, Marta melihat banyak sekali jamur yang tumbuh di dataran tinggi daerah-daerah tersebut. Hobi dan kesukaannya terhadap jamur menggugah Marta untuk mencoba menanan jamur di dataran rendah, Riau. “Hasilnya, ternyata bisa,” sumringah Marta.
Bertani jamur ternyata sangat cocok untuk daerah perkotaan, tambahnya, karena bahan baku untuk bertani jamur sangat gampang ditemukan. Selain itu daya beli masyarakat Pekanbaru cukup tinggi karena ditunjang oleh perekonomian yang bagus. Jika perekonomian bagus, maka kepedulian masyarakat untuk hidup sehat juga tinggi. Hal ini menyebabkan prospek bisnis jamur sangat bagus.
Ada empat jenis jamur yang terdapat di rumah jamur Martha, yaitu jamur tiram (Pleurotus ostreatus), jamur merang (Volvariella volvacea), jamur kuping (Auricularia auricularia), jamur kancing (Agaricus bisporus). Jamur-jamur tersebut mengadung banyak khasiat. “Jamur mampu menurunkan kolesterol darah. Ini karena jamur mengadung banyak protein yang lebih baik daripada Ayam,” tutur Marta. Ayam mengandung protein namun juga mengadung kolesterol. Sementara jamur merupakan sayuran kesehatan yang bersih dari kolesterol, tambahnya.
Kelebihan lain dengan bertani jamur di perkotaan, selain tidak memerlukan lahan yang luas untuk menanamnya, bertani jamur juga sangat efisien dan bersih bagi lingkungan. Dalam artian tidak mengadung limbah berbahaya bagi lingkungan. “Jamur merupakan tumbuhan bersih, sebab mereka tidak akan mau tumbuh ditempat yang tidak bersih,” terang Ibu dari Sarah dan Anjani ini.
Media bertanam jamur juga bisa apa saja yang mengadung selulosa (C6H10O5), yaitu polimer berantai panjang polisakarida karbohidrat, yang berasal dari beta-glukosa. Selulosa merupakan komponen struktural utama dari tumbuhan dan tidak dapat dicerna oleh manusia. Nah, jamur merupakan tanaman non-klorofil yang tidak bisa membuat makanannya sendiri. Oleh karena itu, jamur membutuhkan inang yang mengandung selulosa untuk mendapatkan makanan dari sana agar bisa berkembang dengan baik. Oleh karena itu, Marta,  menggunakan berbagai media untuk bertanam jamur di Pekarangan rumah jamurnya. “Media tersebut bisa berupa serbuk gergaji, kardus, koran bekas, sisa atau limbah tebu, pokoknya segala sesuatu yang mengandung selulosa,” jelasnya.
Untuk membuat subrat/media tumbuhnya jamur juga sangat gampang sekali. Langkahnya adalah campur spesies/ strain (serbuk gergaji, koran bekas, limbah atau sisa tebu) yang digunakan dengan kapur (CaCO3), gypsum (CaSO4) dan air bersih. Kemudian diaduk hingga merata. Selanjutnya masukan atau distribusikan kedalam baglog polipropilen (kantong plastic ukuran satu kilogram). Padatkan adonan subrat dalam wadah tersebut. Jangan lupa untuk memberi lubang pada bagian tengah plastik dan memasang mulut plastik dengan cincin paralon , kemudian ditutup dengan kapas atau kertas minyak.
Nah langkah berikutnya adalah mengukus adonan baglog. Ehm… seperti mengukus lontong, namun cukup dengan di simpan dalam kamar uap/tempat khusus atau kukus dalam drum dengan suhu media di dalam baglog sekitar 95-120 derajat celcius selama 1-3 kali 8 jam bergantung pada jumlah substrat yang akan di panaskan. Nah selanjutnya baglog dibawa menuju tempat sterilisasi/pasteurisasi untuk dimasukkan bibit jamur. “Tunggu sampai satu bulan, maka petani sudah bisa panen jamur,” seru Marta. Setelah satu bulan, panen jamur akan dilakukan terus menerus setiap hari selama enam bulan. “bisnis yang memiliki prospek cerah,” kata Marta sambil tersenyum.
Di rumah jamur Marta memiliki cukup luas dan banyak rak-rak jamur. Namun tidak perlu khawatir jika lahan yang Anda miliki di rumah sempit, nasehatnya, bahkan dengan lahan seluas 4x6 meter saja, kita yang tinggal di kota sudah bisa bertani jamur dan menjadi pembisnis jamur.
Marta yang sudah menggeluti bisnis jamur ini sejak lima tahun yang lalu ini sekarang telah memiliki tujuh karyawan. Berbicara perihal kemanusian, Marta mengaku mengambil para pekerja dari mereka yang putus sekolah dan penggangguran. “Saya tidak mengutamakan pengalaman kerja, karena nanti para karyawan juga akan didik cara-cara bertani jamur,” tambahnya.
Bahkan Marta telah membina lima kelompok tani untuk Pekanbaru terkait dengan bertani jamur. Dan telah melakukan pelatihan pertanian jamur di Kabupaten-Kabupaten yang ada di Riau. “Kita hidup berjamaah, jika hanya saya sendiri, maka tidak akan mampu memenuhi kebutuhan warga Pekanbaru terhadap jamur. Oleh karena itu, saya menggandeng para petani untuk bersama-sama menanan jamur,” ujarnya.
Saat ini saja, CV Agro Jamur Lestari, perusahaan jamur yang dikelola oleh Marta hanya cukup memenuhi 50 persen kebutuhan masyarakat Pekanbaru. “Umumnya jamur-jamur tersebut kami kirim ke pasar modern (mal), pasar tradisional, restoran-restoran dan hotel-hotel. Namun kami baru hanya mampu memenuhi kebutuhan warga kota sebanyak 50 persen,” kata wanita yang bercita-cita memasyarakatkan jamur di Pekanbaru ini.
Jamur merupakan sayuran sehat yang baik untuk kesehatan serta tidak ada efek samping bagi mereka yang memakannya. Selain itu, jamur juga masuk ke dalam olahan apa saja. Jamur akan selalu dicari dan diminati oleh masyarakat. Oleh sebab itu, Marta selalu berusaha untuk mengembangkan bisnis jamur ini dengan melakukan pembinaan kepada masyarakat.  Jika masyarakat sudah bisa bertani jamur dengan baik, maka untuk mengelola pemasaran jamur, kami juga berencana membuat koperasi jamur. Koperasi ini akan mengurus tentang produksi, distribusi dan marketing dari petani-petani jamur di Riau, harapnya. Marta juga berpesan untuk masyarakat dan petani jamur bahwa jika mau hidup sehat selalulah komsumsi jamur, jika ingin ekonomi sehat, marilah berbisnis jamur.(tya-gsj/new)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Green Student Journalists | Bloggerized by Lasantha - Tebarkan virus cinta lingkungan | student_lovers_enviroment, Riau Province