Minggu, 11 Desember 2011

GSJ News: Ekoenzim, Penambal Ozon dari Dapur

Ekoenzim, Penambal Ozon dari Dapur
 

MENIMBANG: Relawan muda-mudi Tzu Chi (Tzu Ching) menimbang gula aren dan sampah organik sebelum digunakan sebagai ekoenzim.
 
Sampah organik memang sangat berguna, selain dipergunakan untuk kompos, sampah-organik dapat dijadikan ekoenzim. Seperti yang dilakukan oleh para relawan Yayasan Buddha Tzu Chi yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan dan pelestarian lingkungan hidup beberapa minggu terakhir ini makin menggiatkan kampanye pembuatan ekoenzim.
Tujuan akhirnya adalah agar masyarakat dapat mengurangi dan memanfaatkan sampah rumah tangga semaksimal mungkin dan menghindari penumpukan sampah yang dapat mencemari lingkungan. Sabtu (26/11) lalu, sekitar seratus muda-mudi (Tzu Ching ) Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia berkumpul bersama di Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng, Jakarta Barat, untuk mempelajari dan mendukung gerakan pelestarian lingkungan dengan memproduksi ekoenzimnya masing-masing.
“Ekoenzim adalah cairan hasil fermentasi dari sampah-sampah organik rumah tangga seperti kulit buah dan sayur-mayur yang telah layu,” ungkap Hasan Basri yang membawakan acara pelestarian lingkungan tersebut.
Melalui metode sederhana ini, sampah-sampah yang biasanya memenuhi keranjang sampah rumah kita dapat dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga. Sangat mudah dan menyenangkan, ekoenzim bisa digunakan sebagai cairan penganti sabun cuci piring, detergen, cairan pembersih lantai, dan yang paling terkenal adalah cairan penyulut kompos dan kompos itu sendiri. Dengan bantuan ekoenzim, kompos menjadi cepat matang sehingga jika dimanfaatkan sebagai pupuk organik tanaman pun akan tumbuh lebih subur tanpa merusak lingkungan dengan pupuk kimia.
Logikanya, pembuatan pupuk kompos biasanya akan mengundang serangga dan menghadirkan aroma tidak sedap. Tapi dengan teknik fermentasi dan dengan cara yang benar, proses pembuatan dan hasil ekoenzim sama sekali tidak lengket, dan tidak berbau. Hasilnya justru adalah cairan yang beraroma manis seperti alkohol dan bisa mengusir serangga. Hal ini dipicu karena aroma cairan ini tidak disukai oleh serangga.
Kehebatan ekoenzim lainnya adalah gas buangan selama proses fermentasinya. Ya, gas buangan hasil fermentasi ozon (O33), Ozon ini kemudian dapat terangkat ke lapisan stratosfer untuk mengurangi gas rumah kaca dan logam berat yang terkurung di atmosfer. Selain itu ekoenzime juga menghasilkan hasilkan nitrat (NO3) dan karbon trioksida(CO3) yang dapat digunakan sebagai pupuk organik.(kevin-gsj)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Green Student Journalists | Bloggerized by Lasantha - Tebarkan virus cinta lingkungan | student_lovers_enviroment, Riau Province