Minggu, 11 Desember 2011

GSJ News: BMC Unri Selamatkan Mangrove Riau

BMC Unri Selamatkan Mangrove Riau
 
Belukap Mangrove Club atau yang disingkat BMC didirikan pada tanggal 2 Desember 2009 dan diresmikan oleh jurusan pada tanggal 5 januari 2010. Nama BMC sendiri diambil dari nama spesies mangrove Belukap.
“Belukap sendiri merupakan salah satu situs legenda mangrove di kota Dumai Provinsi Riau,” terang Syahrial, Pencetus, pendiri serta Ketua Umum Belukap Mangrove Club.
Awal berdirinya BMC yakni ketika beberapa mahasiswa Universitas Riau Ilmu Kelautan sedang melakukan kuliah kerja nyata di kota Dumai, disana mereka melihat kondisi hutan mangrove yang terus mengalami kerusakan dan luasnya pun makin berkurang.
Karena itu, perlu dilakukan berbagai upaya untuk memulihkan kembali hutan mangrove yang rusak agar dapat kembali memberikan fungsinya bagi kesejahteraan manusia dan mendukung pembangunan wilayah pesisir. Atas dasar pemikiran tersebut dan atas kemauan yang keras serta partisipasi dari beberapa mahasiswa Ilmu Kelautan untuk melestarikan hutan mangrove maka berdirilah lembaga ini.
“Diawal berdirinya BMC itu hanya beranggotakan 19 orang mahasiswa Ilmu Kelautan, yang ke-19 orang ini juga diangkat untuk memiliki hak veto dalam lembaga ini,” tambah Syahrial atau yang biasa yang dipanggil Rialkelahiran Dumai 29 Februari 23 tahun lalu.
Lembaga ini merupakan study club yang berada di bawah naungan Jurusan Ilmu Kelautan Universitas Riau dan berkoordinasi dengan Badan Otorita Mahasiswa Ilmu Kelautan (BOM-IK). BMC ini saat ini mempunyai 4 orang pembina yang semuanya merupakan profesor diantaranya, Aras Mulyadi, Sofyan Husein Siregar, Rasoel Hamidy dan Bintal Amin.
BMC mempunyai misi untuk meningkatkan keahlian dan potensi mahasiswa Ilmu Kelautan dalam pembibitan dan penanaman tumbuhan mangrove serta pensosialisasian tumbuhan mangrove kepada khalayak ramai khususnya mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Riau. Sementara visi BMC adalah sebagai pusat kegiatan mahasiswa dalam rehabilitasi dan pensosialisasian tumbuhan mangrove khususnya di jurusan Ilmu Kelautan dan mahasiswa di kawasan Sumatera pada umumnya.
“Tujuan BMC ini sukup banyak diantaranya melestarikan hutan mangrove dan melatih serta memberikan ilmu kepada mahasiswa jurusan Ilmu Kelautan dalam hal rehabilitasi hutan mangrove khususnya pembibitan, penanaman dan pensosialisasian,” jelas Fahriansyah Sekretaris umum BMC.
Sejak berdiri tahun 2009, kini BMC sudah beranggotakan 23 orang. Lembaga ini juga telah banyak melakukan berbagai macam kegiatan.Terutama kelestarian hutan mangrove yang sudah mulai terlupakan.(teguh-gsj)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Green Student Journalists | Bloggerized by Lasantha - Tebarkan virus cinta lingkungan | student_lovers_enviroment, Riau Province