Senin, 09 Januari 2012

Cara Mengajak Teman Menjaga Lingkungan (Agus Yogi Radinpradipta): Contohkan dengan Aksi Nyata

Contohkan dengan Aksi Nyata
Kiriman:
Agus Yogi Radinpradipta 
Institut Pertanian Stiper (Instiper) Jogjakarta
Co GSJ Pelalawan

MENGAJAK temen menjaga lingkungan, pasti semua orang punya pengalaman itu. Jika tidak ada, ehm.. itu urusan mereka, hehehe…. Bagi saya, mengajak temen menjaga lingkungan adalah bagian dari aktivitas saya sehari-hari. Sebab dulu, 2010-2011 selain sebagai siswa di SMAN 1 Pangkalan Kerinci, saya juga aktif di organisasi lingkungan sekolah yang di beri nama Beesa, atau Bee SMAN 1 Pangkalan Kerinci. Kemudian saya juga bagian dari coordinator Green Student Journalists (GSJ) Riau Pos daerah Pelalawan. Sekarang saya telah kuliah di Yogyakarta, but go green is still my style.

Namun sebelum saya melakukan penyelamatan lingkungan atau mengajak teman-teman menjaga lingkungan saya harus membenahi diri untuk cinta lingkungan terlebih dahulu. Dari sinilah cinta akan menjadi sayang, dari sayang pasti kita akan menjaganya. Nah, bagaimana bukti kita menjaganya, dimulai dari hal yang sekecil mungkin. Misalnya, pertama, selama saya kos di Yogyakarta, saya menyiapkan tong sampah khusus untuk plastik dan dipisahkan dari kertas. Sampah kertas dikumpulkan menjadi satu dan bisa dijual. Perbuatan saya ini, kerap ditiru oleh teman-teman saya sesama kos. Kadang kami mengumpulkan sampah kertas bersama-sama untuk di jual kembali. Meski sempat terpikir untuk mendaur ulang sendiri. Namun karena keterbatasan waktu, mungkin itu lain kali saja. Jika banyak waktu pasti saya manfaatkan. Bagi saya di sini melalui perbuatan atau aksi nyata, saya telah mengajak teman-teman saya menjaga lingkungan.

Kedua, menanam tumbuhan di sekeliling kita, contoh kecil bunga saja. Ketiga, mematikan lampu dan AC setelah keluar ruangan. Biasanya dalam hal ini saya juga kerap mengingatkan teman-teman. Kita juga sama-sama menyadari selain hemat energi juga hemat biaya listrik. Keempat, berjalan kaki ketika pergi kuliah, kendaraan ada tapi saya mengunakannya ketika penting dan darurat saja kalau sehari-hari biasanya jalan kaki karena untuk mengurangi pencemaran udara.

Kemudian saya juga punya pengelaman bekerja sama dengan teman-teman dan pihak lain untuk menanam pohon. Seperti yang telah kami lakukan pada tanggal 18 Desember 2011 lalu, di kawasan merapi yang terkena letusan gunung merapi beberapa tahun silam. Sekitar 8.000 pohon telah kami tanam dengan menggerakkan 100 mahasiswa Instiper, sekaligus dengan diadakanya pelantikan UKM olahraga. Ibarat pepatah yang mengingatkan “sambil menyelam minum air sekaligus menangkap ikan”. Hehehe…

Sekali jalan ada dua pekerjaan yang didapat yang bermanfaat dan bermakna. Nah, dulu ketika SMA saya mengajarkan kepada adik-adik kelas saya untuk melakukan pemanfaat barang-barang bekas yang ada di sekeliling mereka. Seperti sampah plastik yang diolah menjadi beberapa produk yang bernilai seperti tas, vas bunga. Dan kertas juga kami jadikan sebagai produk bernilai seperti hiasan, sandal, dan lain-lain. Kami membuat tanah dari kertas bekas ujian atau ulangan yang tidak terpakai lagi di sekolah. Sekarang sekolah saya tempat menimba ilmu di SMA dulu memiliki tanah dari kertas. Seru.

Selain itu, saya juga mengajak teman-teman dan adik-adik kelas saya untuk ikut aktif di kegiatan GSJ Riau Pos. karena dari kegiatan tersebut kami mendapat banyak ilmu tentang lingkungan dan menulis tentang pengalaman lingkungan yang kami miliki. Semua yang saya lakukan tersebut muncul dari rasa cinta, pengetahuan, informasi dan pengalaman yang saya peroleh untuk lingkungan. Lagipula lingkungan memang sangat penting dalam kehidupan kita. Sesuatu akan terlihat indah jika lingkungan kita indah.***
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Green Student Journalists | Bloggerized by Lasantha - Tebarkan virus cinta lingkungan | student_lovers_enviroment, Riau Province