Senin, 20 Februari 2012

Cara Mengajak Teman Menjaga Lingkungan: Ganti Label Fotografi

   Aku suka sekali hunting foto. Bisa dibilang nih, hampir setiap liburan aku menghabiskan waktu untuk sekedar foto-foto. Tapi teramat disayangkan sekali, beberapa waktu lalu aku hunting di taman kota. Dan tanpa disengaja hasil pemotretanku penuh dengan objek yang tidak mengenakkan mata memandang. “Sampah” ya sampah.Terang saja aku kecewa, yang awalnya ingin mengambil foto taman malah dibarengi dengan pecahan-pecahan sampah yang masih berserakkan. Aku berpikir “Kemana nih petugas kebersihan taman?”

   Dibalik pertanyaanku itu, terselip suatu tanda tanya lagi nih teman. “Kenapa harus menunggu petugas taman untuk membersihkannya?” dalam artiannya aku dan sesama teman fotografer mendongkrak inisiatif tersebut lebih dalam. Dan akhirnya, tema foto pun aku ganti dengan label “Nothing Sampah”. So, menurut aku sih tema itu pantas disandang oleh fotografer pemula seperti aku. Alhasil ide tersebut sudah tampak hasilnya. Dimanapun aku hunting foto, secara langsung modelnya pun aku haruskan untuk menjaga kebersihan lingkungan demi lighting yang bagus. Teman-teman sesama fotografer pun mengindahkan ideku itu.

   Tidak hanya saat hunting saja, aku sering share dengan teman-temanku soal dampak buruk dari tidak terjaganya kondisi lingkungan saat santai. Apalagi sekarang ini, dunia fotografi paling diminati. Disinilah aku menangkap peluang lebih banyak lagi. Bertemu dengan teman-teman baru yang berlatar belakang berbeda namun sama-sama menggeluti dunia kamera. Dengan alasan untuk menjaga hasil foto yang baik, bersih dan alami, aku menyuntikkan sedikit ajakan buat temen-temen agar turut serta memperhatikan lokasi fotonya. 

   Nah, jika sudah seperti itu, paling tidak mereka sadar dan mau melakukan hal yang sama. Meskipun cepat atau lambat. Fotografer mana sih yang mau hasil fotonya urak-urakkan. Secara tidak langsung pun nantinya mereka akan mengutip sampah juga. Hal yang mungkin jarang dilakukan bahkan sering disepelekan, namun yakin saja. Membangkitkan semangat serta kesadaran orang dengan cara sendiri itu lebih baik dan pasti hasilnya lebih baik lagi.

   Cara yang simple dari hobi pun bisa aku lakukan untuk mengajak teman turun tangan menjaga lingkungan sekitar. Tidak harus menyediakan tempat sampah dimana kita berada, tidak harus elit terhadap bungkusan belanja atau apalah. Yang jelas, cara ini yang buat aku yakin. Mungkin karena hobi kali ya! Alhamdulillah ya sesuatu, hobiku ini membawa berkah buat temen-temen khususnya sesama fotografer.

   Ngembangin bakat jadi seorang fotografer emang harus konsekuen dengan hasil fotonya. Dan aku nggak mau dong hasil fotoku rusak cuma karena satu kata “sampah”. Padahal nggak butuh waktu 1 tahun lho untuk mengutipnya dan membuang ketempat sampah. Aku heran, apa sih yang membuat banyak orang berat untuk buang sampah pada tempatnya. Kadang nih ya “buanglah sampah pada tempatnya” itu disalah artikan. Ada yang bilang, buanglah sampah pada tempatnya, ya tempat dimana suka-suka orang membuangnya. Mau dipinggir jalan, sungai atau di depan rumah orang.

   Ya, itu emang sudah fakta. Tidak bisa dipungkiri lagi soal itu. Maka dari itu nih temen-temen. Ngejalanin sesuatu itu harus dari niat dulu. Seperti yang aku lakuin sekarang ini, lewat hobi dan mengganti label fotografi, orang-orang terdekat kita makin sadar akan pentingnya lingkungan. Jangan cuma ngaku generasi muda aja. Buktiin dong kalau temen-temen juga punya cara lain untuk menjaga lingkungan kita. Ini caraku, apa caramu?***

Dikirim Oleh:
Uli Sundari
Mahasiswa FKIP Bahasa dan Seni Universitas Riau
Reaksi:

1 komentar:

Tri Anung Anindita mengatakan...

uli sundari, uli kkn di desa siberakun kec benai kan ? aku teman satu klp.. blh mnta no hp nya ? biar mdh komunikasi.. ok

Posting Komentar

 
Design by Green Student Journalists | Bloggerized by Lasantha - Tebarkan virus cinta lingkungan | student_lovers_enviroment, Riau Province