Senin, 20 Februari 2012

Program Lingkungan Yang Aplikatif: Sulap Hijau

   Menjejaki usia bumi yang semakin tua dan maraknya isu global warming membuat kita harus lebih peka terhadap lingkungan. Benteng pertahanan bumi dari serangan luar angkasa atau yang biasa kita sebut ozon kini sedikit demi sedikit mulai menipis bahkan ada yang berlubang, hal ini akan mengganggu kesehatan dan cuaca di bumi. Belum lagi tentang masalah semakin berkurangnya paru-paru dunia akibat dilalap si jago merah maupun di lalap para pelaku illegal logging. Masalah ini akan semakin kompleks dengan semakin ketaranya dampak yang di timbulkan seperti banjir, longsor dan sebagainya. 

   Yang berlalu biarkanlah berlalu, namun jangan biarkan ia berlalu sebelum kita mampu mengambil pelajaran darinya. Walaupun semuanya telah terjadi pada lingkungan kita, tidak ada salahnya kita berusaha memperbaikinya. Jangan sampai kita berputus asa untuk terus menjaga lingkungan dan menjadikannya hijau lagi seperti dahulu. Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk menjaga lingkungan. Ayo kita terapkan rumus 3M ala Aa Gym untuk menjaga lingkungan, yakni MULAI DARI DIRI SENDIRI, MULAI DARI YANG PALING KECIL DAN MULAI SAAT INI JUGA (ACTION!).
 
    Sebelum kita mencoba program yang besar kita harus beginning from our self terlebih dahulu, karena sesuatu yang besar itu dibangun dari yang kecil. Setiap kita harus membiasakan diri untuk menjaga lingkungan, misalnya membuang sampah pada tempatnya, merawat tanam-tanaman yang ada, tidak menebang hutan sembarangan dan lainnya. Setelah semua perkara yang menyangkut kesadaran diri sendiri terhadap lingkungan beres, maka saatnyalah kita meluncur kepada program lingkungan hidup yang sedikit agak lebih besar.

   Salah satu sugesti saya untuk program lingkungan yang aplikatif dilaksanakan di Riau adalah “Sulap Hijau”. Sulap hijau merupakan ajang penyulapan barang-barang bekas menjadi barang yang ‘wah’ dan bernilai jual tinggi. Saya sarankan dilaksanakan oleh PKK dengan dukungan dari pemerintah. Adapun teknisnya yaitu terlebih dahulu kita bisa memberikan bimbingan atau semacam kursus Sulap Hijau secara rutin kepada ibu-ibu PKK atau siapa saja yang berminat. Ada baiknya juga jika hal ini di buat berkelompok, disini kita akan membimbing dan memberikan pengarahan kepada setiap kelompok untuk menghasilkan product terbaik yang bernilai jual tinggi. Bimbingan atau kursus ini harus diterapkan di seluruh daerah di RIAU dan akan diperlombakan setiap tahunnya mulai dari tingkat Desa, Kecamatan, Kabupaten, dan se-RIAU. 
 
   Jika hal ini terwujud, maka sampah-sampah yang berserakan akan berubah menjadi aksesoris dan barang-barang yang menarik. Tentu saja ini sangat menguntungkan kita semua, Ibu-ibu rumah tangga yang semulanya tidak mempunyai pekerjaan kini dapat memanfaatkan waktu luangnya untuk mengeksplorasikan ide-ide kreatifnya dalam bidang sulap-menyulap barang bekas, lingkungan kita akan semakin bersih dan nyaman karena berkurangnya sampah-sampah. 

   ‘Sekali mendayung dua tiga pulau terlampai.’ Begitulah kira-kira pepatah yang cocok untuk program Sulap Hijau ini. Karena dengan program ini, secara tidak langsung telah berbuat banyak untuk lingkungan dan perekonomian. Memang program ini tampak sepele, namun ia akan memberikan kontribusi yang besar bagi lingkungan dan perekonomian RIAU jika dilaksanakan secara sungguh-sungguh dan tidak hangat-hangat tahi ayam (Semangat di awal-awal saja). Sebagus apapun perancangan program tidak akan terwujud jika dilaksanakan secara setengah hati dan tidak konsisten.***
 
Dikirim Oleh:
Umi Masitah
Mahasiswa Teknik Informatika Politeknik Negeri Bengkalis


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Green Student Journalists | Bloggerized by Lasantha - Tebarkan virus cinta lingkungan | student_lovers_enviroment, Riau Province