Senin, 27 Februari 2012

GSJee News: SMAN 8 Implementasikan Pendidikan Lingkungan

FOTO BERSAMA: Para pembicara dan peserta seminar berfoto bersama saat usai acara

   SMAN 8 Pekanbaru, Senin (21/2) lalu melaksanakan seminar yang bertemakan “Implementasi Pendidikan Berkarakter dan Lingkungan dalam Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP)” . Acara tersebut dimulai pada pukul 08.00 WIB. Seminar yang ditujukan bagi para guru ini diisi oleh tiga pembicara. Dua pembicara berasal dari pusat dan satu orang berasal dari Pekanbaru.
   Acara dibuka oleh protokol dan kata sambutan dari Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, Nurhafni M Pd. Dalam sambutannya Nurhafni panggilan akrabnya menyampaikan dasar pelaksanaan Undang-Undang No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, Permendiknas No 78 tahun 2008, tentang implementasi kebijakan pendidikan dalam upaya peningkatan mutu lulusan. Kemudian, Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : 2 tahun 2000 tentang pedoman pelaksanaan Adiwiyata , serta kesepakatan bersama Kementrian Negara Lingkungan Hidup.

   “Atas dasar undang-undang dan peraturan pemerintah tersebut acara ini diadakan. Selain itu, tujuan dari pelaksanaan acara ini adalah memberikan pemahaman kepada peserta seminar tentang pendidikan budaya karakter dan berwawasan lingkungan,” jelas Afni

   Seminar ini dihadiri oleh 105 orang guru-guru SMA sederajat se Provinsi Riau dan berlangsung selama sehari. Pembicara yang berasal dari pusat adalah Dra Asmawati Fachrani N M Pd dari pengembangan dan perekayasa kurikulum dan Dra Renni Diastuti M Psi. Keduanya berasal dari Pusat Kurikulum Balai Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Balitbang Kemendikbud RI).

   Kedua pembicara ini menguraikan tentang cara mengimplementasikan atau menerapkan pendidikan berkarakter ke dalam proses pengajaran di sekolah. Tak lupa juga disampaikan materi pengenalan pendidikan anti korupsi dimana korupsi juga terjadi di sekolah-sekolah.
Pembicara yang berasal dari kota Pekanbaru adalah Dr Mubarak M Si dari kepala pusat penelitian lingkungan hidup. Dalam seminar tersebut, Mubarak menekankan bahwa pendidikan lingkungan juga penting untuk diperoleh siswa-siswi di sekolah. Selain itu, diharapkan setelah seminar ini selesai rencana ini dapat segera diterapkan.

   “Acara ini acara yang bermanfaat tentunya bagi kita semua untuk dapat mengintegrasikan pendidikan berkarakter dan lingkungan ke dalam mata pelajaran masing-masing. Kemudian diharapkan supaya kita dapat meluruskan kembali karakter bangsa yang sudah rusak karena budaya asing sehingga ciri khas Indonesia yang sudah baik dapat dikembalikan,” ujar Nurfaisal, Kepala Sekolah SMAN 8 dalam sambutannya.

   SMAN 8 dipilih menjadi lokasi seminar karena sekolah ini adalah sekolah yang mendapat penghargaan lingkungan dari pemerintah pusat, di antaranya adalah Adiwiyata. Kebanyakan orang berpikir bahwa menjadi Green School adalah siap fisik seperti keadaan sekolah yang rimbun dan adminstrasi. Namun yang lebih penting adalah kesiapan warga sekolah.

   SMAN 8 memperoleh penghargaan Adiwiyata selama 3 tahun berturut-turut sejak tahun 2009. Oleh karena itu, kini SMAN 8 sedang dalam tahap menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri. Untuk melewati tahap ini salah satunya adalah dengan membina sekolah-sekolah untuk menjadi Green School. Saar ini SMAN 8 sudah membina sepuluh sekolah. Diharapkan dengan pembinaan ini, sekolah-sekolah lain juga mendapat penghargaan lingkungan.

   “Hal yang pertama kali harus diperhatikan dalam menjadi Green School adalah kesiapan seluruh warga sekolah itu sendiri baik itu para guru, murid, orangtua, dan pihak-pihak lain yang selalu mendukung hal ini dan mengimplementasikannya di lingkungan sekitar. Jika hal ini sudah ada, maka akan terbentuk suatu sistem peduli terhadap lingkungan dengan sendirinya. Tentu saja menjadi Green School tidak akan terasa terlalu berat,” ujar Nurfaisal mengakhiri.(yayang-gsj/new)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Green Student Journalists | Bloggerized by Lasantha - Tebarkan virus cinta lingkungan | student_lovers_enviroment, Riau Province