Senin, 28 Mei 2012

Launching Bank Sampah


 

 BERKONTRIBUSI terhadap pengurangan sampah yang ada disekitar kita bisa dilakukan dengan banyak  hal. Diantaranya dengan bergabung menjadi nasabah di bank sampah seperti yang dilakukan oleh SMAN 1 Pekanbaru. Selain jadi nasabah dengan bekerjasama dengan Dalang Collection, SMAN 1 juga mengadakan launching bank sampah sendiri di sekolah, Kamis (24/5) lalu. Setiap warga SMAN 1 di wajib kan untuk membawa sampahnya kesekolah.

Kegiatan tersebut di hadiri oleh kepala BLH kota Pekanbaru Drs Adriman dan pihak dinas pendidikan, Drs Musdar SPd dan Sofia Seffen, pendiri dalang collection. Selain launching bank sampah SMAN 1 juga mengadakan sosialisasi adiwiyata dan melakukan MOU kemitraan dengan 15 sekolah di pekanbaru. Sekolah sekolah yang telah menandatangani MOU itu akan menjadi sekolah bimbingan SMAN 1 pekanbaru untuk dijadikan sekolah hijau.

Dalam kesempatan itu Drs Adriman beserta perwakilan 15 sekolah yang mengikuti sosialisasi juga sempat mengunjungi bank sampah yang berupa kotak-kotak terpisah berisi sampah berdasarkan jenisnya masing- masing. Ada kotak berisi botolbotol plastik, kaleng-kaleng minuman, kertas, koran, kardus dan dedaunan.

Khusus untuk dedaunan para siswa yang tergabung di kurikulum Pengembangan Diri (PD) mengolahnya sendiri menjadi kompos. Di Tempat tersebut juga ada mesin penggilangan daun, dan poster-poster yang menunjukkan proses pengolahan daun menjadi kompos.

Dalang Collection sendiri sebagai penginisiasi bank sampah, saat ini sudah bekerjasama dengan enam sekolah yang ada di pekanbaru. Menurut Sofia Seffen pendiri dalang collection sekolah-sekolah yang bergabung dengan bank sampah menghasilkan hampir 10 juta perbulan.

“Jadi bank sampah ini nggak main-main. Hampir 10 juta perbulan uang yang diterima oleh sekolah sekolah itu dari penukaran sampah dengan dalang collection,” kata Sofia.

Menurut Drs Adriman, kehadiran bank sampah mengusung nilai yang berarti dengan misinya mengurangi sampah agar tidak begitu saja dibuang di TPA.

“Bank sampah ini mengurangi sampah langsung dari sumbernya, jadi kita tidak perlu membuangsampah di TPA sampai menumpuk lagi, tapi cukup memisahkannya antara organik, non organik dan sampah kertas kemudian menukarkannya dengan dalang collection,” ujarnya.

Drs Adriman juga mengakui bahwa saat ini BLH kota Pekanbaru juga sudah bergabung dengan bank sampah, sehingga setiap pegawainya diharuskan membawa sampah ke kantor setiap hari kamis.(asrulgsj/
dac)



0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Green Student Journalists | Bloggerized by Lasantha - Tebarkan virus cinta lingkungan | student_lovers_enviroment, Riau Province