Senin, 13 Agustus 2012

Ngabuburit Pakai Sepeda

SORE HARI: Fly over di pertigaan Jalan Sudirman-Imam Munandar saat ini sering menjadi lintasan bagi pesepeda terutama pada sore hari menjelang saat berbuka puasa. Tampak sejumlah pemuda mulai memanfaatkan jembatan layang yang sebentar lagi akan menjadi ikon baru Kota Pekanbaru itu.(Foto :Teguh GSJ)

BANYAK cara yang dapat kita lakukan untuk bersepeda di bulan puasa, salah satunya dengan ngabuburit atau bersepeda sore.  Seperti yang dilakukan oleh lima pemuda yang ditemui Riau pos Bike Community bersepeda setiap sore di bulan puasa. Feryan Al Fatha, Hermawan, Bagus Darmawan, Ponco Rafael serta Boby Restu.
Bersepeda telah menjadi pilihan utama mereka untuk menghabiskan waktu sore hari sambil menunggu buka puasa. 
“Kami hampir setiap hari ngabuburit dengan bersepda bersama-sama, biasanya kami start dari jalan lumba-lumba menuju bandara sejak pukul lima sore,” terang Feryan Al Fatha.
Selain itu pria yang masih menyandang status mahasiswa di pasca sarajana manajemen Universitas Riau ini juga mengatakan, bila bersepeda merupakan salah satu kegiatan yang positif. Selain bisa menunggu waktu berbuka, dengan bersepeda setiap sore maka badan akan terasa sehat terutama di bulan puasa.
Banyak manfaat yang dapat kita rasakan jika kita bersepeda di bulan puasa. Seperti untuk tetap menjaga kebugaran tubuh selama menjalankan ibadah puasa. Selain itu juga bisa untuk tetap menjaga stamina tubuh, tentunya dengan porsi bersepeda yang dikurangi dari hari biasanya selain bulan puasa.
“Kenapa kami memilih bersepeda? Selain bersepeda tidak terlalu melelahkan, kita juga bisa menikmati udara serta pemandangan wajah kota yang cukup bagus pada sore harinya,” ujar Hermawan kepada Riau Pos Bike Community.
Untuk tempat tujuan bersepeda, kelima pria ini memilih Bandara Sultan Syarief Qasim II yang baru sebagai tempat tujuan mereka ngabuburit.
“View disini bagus, selain itu jalan menuju ke bandara juga cukup mulus aspalnya (Jalan Sudirman). Selain itu, di bandara baru ini polusinya masih cukup sedikit dikarenakan masih minimnya kendaraan bermotor yang berlalu-lalang disini,” tambah Hermawan pria berusia 25 tahun ini.
Untuk itu, kelima pria ini juga berpesan bahwa ngabuburit yang positif ialah bersepeda. Apalagi jika bersepeda dersama-sama, puasa tidak terasa dan pastinya puasa lacar. (teguh-gsj/dac)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Green Student Journalists | Bloggerized by Lasantha - Tebarkan virus cinta lingkungan | student_lovers_enviroment, Riau Province