Kamis, 13 September 2012

Peran Jeruk Bagi Lingkungan

Jeruk:  Jeruk merupakan salah satu buah yang sudah dikenal masyarakat. Selain mengandung vitamin C juga bisa menyembuhkan beberapa penyakit.(Ft.Lia_GSJ)

Jeruk merupakan salah satu buah yang sudah dikenal masyarakat. Selain mengandung vitamin C juga bisa menyembuhkan beberapa penyakit, yaitu menurunkan kolesterol, menyembuhkan bibir pecah-pecah, sariawan dan lainnya.
Buah ini merupakan salah satu jenis buah paling popular di belahan dunia manapun. Rasanya yang variatif, mulai dari manis, asam, hingga campuran keduanya. Sehingga membuat buah ini mudah akrab dengan lidah masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia.
“Terlebih tak cuma buahnya saja yang bermanfaat dan halal dikonsumsi. Kulit jeruk pun bermanfaat bagi kehidupan manusia,” kata Dedeh Srigayanti, mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jurusan Ilmu Komunikasi dan Humas sambil tersenyum.
“Bagian buah jeruk yang sering terlupakan ini dapat dijadikan sebagai bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar fosil,”tambahnya.
Dunia teknologi yang semakin canggih telah membuka wahana baru tentang semua itu. Membuka cakrawala melakukan eksperimen sesuatu yang telah Allah SWT ciptakan. Karena semua sumber daya alam yang telah Allah ciptakan tentu ada manfaatnya bagi kehidupan manusia itu sendiri.
Menimbang saat ini kondisi lingkungan juga semakin buruk akibat penggunaan bahan bakar fosil yang tidak ramah lingkungan. Sehingga jumlahnya semakin lama sudah mulai menipis. Bagitu banyak dampak yang ditimbulkan akibat penggunaan bahan bakar ini, salah satunya yang menjadi masalah global dan perlu penanganan segera yaitu mengenai isu global warming.
“Dampak ini tidak hanya berpengaruh terhadap keadaan lingkungan saja, namun juga berdampak terhadap kehidupan makhluk hidup yang ada di bumi,” sambung Melani Imelda Dahlia yang juga Mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Bandung Jurusan Ilmu Komunikasi dan Humas meyakinkan.
Kulit jeruk ini ternyata mengandung minyak atsiri yang mudah menguap dan terbakar. Minyak atsiri yang telah diketahui sangat baik sebagai alternatif bahan bakar  yang ramah lingkungan. Sehingga  nantinya diharapkan dapat dijadikan sebagai alternatif pengganti bahan bakar fosil. Bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis tentunya.    Dari kulit jeruk itu juga terdapat sebuah bahan kimia bernama limonene yang bisa digunakan untuk keperluan kosmetik dan produk kebersihan.
Saat ini para ahli tengah mengembangkan segala kemungkinan untuk menggantikan bahan bakar minyak yang semakin lama semakin habis. Selain itu semakin meroketnya harga bahan bakar, membuat banyak orang berlomba-lomba untuk menemukan bahan bakar alternatif.
Winda Hidayatul Habibah, Mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jurusan Biologi mengatakan, semua tidak terlepas dari ulah manusia itu sendiri. Akibat kerakusan segelumit manusia di belahan bumi ini, semua lapisan masyarakat dunia merasakannya.
“Sehingga dibutuhkan alternatif untuk memanipulasi hal tersebut. Tentunya semua adalah bahan yang ramah lingkungan. Agar global warming dapat dicegah,” ujarnya lagi.
Kulit jeruk dipilih karena hampir di seluruh dunia mengkonsumsi jeruk. Apalagi Brazil yang terkenal sebagai negara penghasil jus jeruk terbesar di dunia. Dari sini saja terdapat sekitar 8 juta ton kulit jeruk yang terbuang sia-sia.
Selain kulit jeruk, beberapa limbah lain yang bisa diproduksi menjadi bahan bakar alternatif diantaranya jerami, kerang, kulit apel, kopi, dan padi. Berdasarkan latar belakang di atas, maka perlu dilakukan penelitian tentang kulit jeruk. Supaya potensi minyak atsiri yang ada di dalam kulit jeruk dapat di dimanfaatkan kepada masyarakat, sehingga dapat membantu mengatasi masalah tentang bahan bakar.(lia-gsj/dac)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Green Student Journalists | Bloggerized by Lasantha - Tebarkan virus cinta lingkungan | student_lovers_enviroment, Riau Province