Kamis, 13 September 2012

Hylarana Rawa Miliki Perbedaan Jarak Genetik

Hylarana Rawa: Katak Langka yang ditemukan Giam Siak Kecil dengan perbedaan jarak genetik.(Ft Internet)

PENEMUAN  Spesies Katak Baru di Giam Siak Kecil Spesies katak baru dari genus atau marga Hylarana berhasil diidentifikasi peneliti. Katak ini ditemukan di rawa-rawa gambut yang ada di Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, bagian dari Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu di Riau, sebuah provinsi di bagian tengah Pulau Sumatera.
Spesies katak baru bernama Hylarana Rawa yang diidentifikasi oleh Masafumi Matsui dari Kyoto University serta Mumpuni dan Amir Hamidy dari Pusat Riset Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu sudah dipublikasikan di the Herpetological Society of Japan pada Juni 2012.
Amir Hamidy menjelaskan menurut hasil analisis molekuler spesimen katak yang diteliti memiliki perbedaan jarak genetik cukup besar yakni antara 13,9 persen dan 15,7 persen dari jenis-jenis lain sekerabatnya sehingga dikategorikan sebagai jenis baru.
“Umumnya jarak genetik di gen 16 SRNA antar jenis katak hanya tiga persen sampai empat persen. Penemuan ini sangat menguatkan bahwa spesimen ini merupakan jenis baru,” kata Amir, peneliti LIPI yang sedang belajar di Kyoto University, Jepang.(melati-gsj/dac)





Para peneliti selanjutnya juga mencari karakter morfologi yang membedakan katak jenis baru itu dengan katak jenis-jenis lain yang sekerabat, dan berhasil mengidentifikasi salah satu karakter seks sekunder pada spesimen katak jantan yakni keberadaan kelenjar di lengan atas atau humeral gland yang sangat besar dibandingkan dengan ukuran badannya.
    Selain memiliki humeral gland yang merupakan ciri seks sekunder katak jantan beberapa marga, katak jenis baru itu juga memiliki ukuran tubuh yang relatif kecil untuk ukuran katak dewasa marga Hylarana, serta selaput kaki yang minimum.
“Karena bukti-bukti kuat telah kami temukan selanjutnya kami mendiskripsikannya sebagai jenis baru. Jenis baru ini kami beri nama Hylarana rawa. Nama spesies ini kami ambil dari kata ‘rawa’ yang merupakan habitat dari jenis ini,” jelasnya.
    Habitat Hylarana rawa merupakan rawa gambut yang pH-nya cukup rendah (asam). Tidak semua jenis katak bisa hidup di daerah rawa gambut yang asam, hanya jenis-jenis tertentu saja yang bisa beradaptasi dengan kondisi lingkungan seperti itu.(melati-gsj/dac)

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Green Student Journalists | Bloggerized by Lasantha - Tebarkan virus cinta lingkungan | student_lovers_enviroment, Riau Province