Rabu, 07 November 2012

Lindungi Pohon dari “Hama” Baru

KINI, pepohonan yang menghijau di Kota Pekanbaru, disekitar ruas-ruas jalan utama yang ditanan sebagai pelindung dan berfungsi sebagai bagian upaya penciptaan ruang terbuka hijau, menghadapi hama baru.

Hama ini bukan jenis hama hewan, tapi “hama” dari paku-paku yang ditancapkan di tanaman pelindung ini. Merasa peduli akan keberlangsungan pohon-pohon yang ada disepanjang kota Pekanbaru dari kepunahan terjangan “hama” baru ini, ratusan mahasiswa Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Islam Riau (UIR), Jumat (2/11) pekan ini melakukan aksi sterilisasi pohon dari spanduk, banner, pamflet, baliho yang dipasang sembarangan oleh masyarakat yang dicabut.
Begitu banyaknya paku yang bersarang dibatang-batang pohon ini. Tentunya kondisi ini sangat membahayakan bagi kelangsungan hidup dari pohon tersebut. Ditengah gencar-gencarnya program pemerintah untuk menanam pohon tapi hari ini, pohon yang berada di bilangan Kota Pekanbaru banyak yang “dianiaya”, diperlakukan semena-mena.
Berdasarkan hasil temuan dilapangan ribuan paku masih bersemayam jelas dibatang-batang pohon tersebut. Bahkan sudah ada yang tenggelam dan tertutup oleh pertumbuhan kulit pohon. Selain itu juga dilakukan penanaman pohon pelindung di kawasan pinggiran sungai Siak.
Kegiatan ini dihadiri Dekan Fakultas Teknik UIR, Prof Dr Ir Sugeng Wiyono MMT, Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (Fordas) Riau, Ir Mardianto Manan MT yang juga Ketua Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota UIR, kalangan dosen-dosen, Dinas Kebersihan Kota Pekanbaru, Camat Lima Puluh Kota Pekanbaru, Lurah Pesisir, tokoh masyarakat setempat, RT, RW.
Penanaman di fokuskan di sepanjang daerah sempadan sungai Siak Kelurahan Pesisir Kecamatan Lima Puluh. Ini bertujuan disamping untuk mencegah terjadinya erosi.  Nantinya keberadaan pohon ini diharapkan berfungsi mencegah terjadinya pelebaran daerah sempadan sungai. Karena kondisi saat ini sempadan sungai Siak terus mengalami pelebaran akibat erosi.
Ketua Jurusan PWK UIR, Ir Mardianto Manan MT mengatakan, paku sangat membahayakan bagi pertumbuhan pohon. Karena paku-paku yang ditancapkan untuk memasang baliho dan spanduk itu, akan menimbulkan karat. Karat yang masuk ke batang pohon menyebabkan pohon tadi, dalam waktu dua sampai tujuh tahun menjadi lapuk dan mati.
Karena itu, harus dibersihkan dari pepohonan yang ada. Pohon ini dengan susah payah ditanam pemerintah untuk kenyamanan masyarakat Kota Pekanbaru. satu batang pohon memberikan banyak oksigen yang dibutuhkan manusia dan mahluk hidup lainnya.
“Kita akan terus kawal kota kita untuk mewujudkan kota Pekanbaru menuju kota yang humanis atau manusiawi yang membuat para penghuninya aman, nyaman, sejuk seperti Negara Singapura,” ungkap Juwanda Putra, Koordinator Lapangan bersama Rian Ketua Pelaksana kegiatan aksi sterilisasi tersebut.
Kegiatan aksi sterilisasi dibagi dua tim. Dengan dua arah yang berlawanan, guna menghindari terjadinya kemacetan. Tim pertama bergerak menyusuri pohon-pohon dari UIR menuju pelita pantai dan tim kedua bergerak dari pelita pantai menuju UIR.
Aksinya dilakukan dalam rangka menyambut Hari Tata Ruang se-Dunia yang akan tanggal 8 November 2012 nanti. Dalam memperingati Hari Tata Ruang se-Dunia ini, mahasiswa jurusan PWK UIR ini melakukan penanaman ratusan pohon di Jalan Datuk Batu, dengan mengusung konsep lingkungan hijau perkotaan.
Kegiatan ini merupakan salah satu dari tiga rangkaian kegiatan yang dilakukan, setelah sebelumnya melakukan aksi sterilisasi spanduk, banner, pamflet, baliho dibatang pohon bersama Dispenda Kota Pekanbaru.(dac)

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Green Student Journalists | Bloggerized by Lasantha - Tebarkan virus cinta lingkungan | student_lovers_enviroment, Riau Province