Selasa, 15 Desember 2009

Harini Bambang Wahono, ”Kecoa’’ dari Kampung Banjarsari

Harini Bambang WahonoKECOA sering dianggap sebagai hewan kecil yang menjijikkan. Bahkan tak jarang banyak orang yang terperanjat ketika bertemu dengan makhluk bersayap tersebut. Entah jijik atau saking gelinya sangat jarang orang yang mau bersahabat dengan kecoa. Namun beda dengan kecoa satu ini yang selalu dikunjungi banyak orang. Bahkan kecoa ini namanya sudah tersebar hingga ke manca negara.

Dia adalah Ny Harini Bambang Wahono yang dikenal sebagai pemerhati dan pecinta lingkungan. Atas dedikasinya terhadap lingkungan mengantarkan janda berusia 79 tahun ini menerima penghargaan bergengsi bidang lingkungan. Salah satunya adalah Kalpataru.

‘’Saya ini kecoa memang begitulah pekerjaannya. Saya tak mau untuk melakukan hal-hal yang bertujuan melestarikan lingkungan,’’ ujar Harini ketika ditemui di kediamannya di Kampung Banjarsari Jakarta Selatan, tempat dimana dia mendedikasikan hidupannya untuk lingkungan dan kehidupan masyarakat yang lebih baik. Harini Bambang Wahono begitu dia dipanggil secara formal. ‘’Namun dirinya lebih senang dipanggil dengan sebutan eyang Harini,’’ ucapnya tersenyum saat GSJ berkunjung ke rumahnya, bulan lalu.

Di usianya yang tidak muda lagi, Harini masih eksis mengabdi untuk lingkungan hidup terutama di Kampung Banjarsari yang mempelopori kampung hijau ditengah ibukota Jakarta.
Sebutan sebagai kecoa bukanlah gelar yang diberikan orang lain kepadanya. Namun sebutan itu justru berasal dari anaknya nomor dua yang setia menemaninya berkunjung ke acara bertema tentang ligkungan. ‘’Waktu itu kami diundang untuk mengikuti acara bertema tentang lingkungan hidup di Australia. Entah mungkin karena terharu atau bagaimana anak saya bilang di kampung kita hanya kecoa ya bu, tapi kok di sini kita malah diistimewakan,’’ cerita Harini mengulang perkataan anaknya.

Istri mantan pejuang kemerdekaan ini, mengakui memang menyayangi tanaman sejak kecil. Kecintaannya itu dimulainya dari orangtuanya. ‘’Karena kebetulan ayah saya adalah seorang mantri lingkungan, jadi sejak kecil saya sudah dididik untuk sayang dan cinta pada lingkungan,’’ ulasnya.

Harini memulai kisah mulanya merintis Kampung Banjarsari hingga menjadi kampung percontohan bukan hanya di Jakarta namun juga bagi Indonesia dan Negara-negara tetangga. Rasa pedulinya pada lingkungan semakin berkembang dari hasil didikan pemerintah Jepang ketika masih menduduki Indonesia.

Awalnya hanya dimulai dari sekitar rumahnya saja, dia menanam beberapa tanaman bermanfaat. Setelah di kawasan rumahnya, Ny Bambang ini berusaha untuk mendekati warga satu demi satu. Mulanya cukup sulit, namun semua itu dijalaninya dengan semangat dan pantang menyerah. Sedikit demi sedikitpun masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya mulai tergugah untuk ikut mempedulikan lingkungan.(Ivit Sutia GSJ dan Enda Kaswara GSJ)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Green Student Journalists | Bloggerized by Lasantha - Tebarkan virus cinta lingkungan | student_lovers_enviroment, Riau Province