Minggu, 24 Juli 2011

Green Teacher (DARMAWATI): Kenalkan Kebersihan dan Keindahan

Kenalkan Kebersihan dan Keindahan
 
 
UNTUK mengenalkan kebersihan serta keindahan kepada siswa itu memang tidak mudah, tidak hanya teori saja, namun harus lebih ditekankan terhadap praktek. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mempraktekkan bagaimana caranya menjaga kebersihan dan keindahan. Misalnya saja ketika siswa baru saja diterima di sekolah, saat acara masa orientasi siswa, sebaiknya siswa tidak hanya dikenalkan dengan lingkungan sekolah saja. Namun dalam hal ini, kita dapat juga mengajarkan kepada siswa untuk hidup bersih, sehat, dan indah. Hal ini dapat kita lakukan dengan mengadakan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan sekolah.
Memang untuk pertama kalinya siswa mungkin akan merasa keberatan melakukan hal demikian, namun melalui kegiatan seperti inilah kita dapat mendidik mereka menjadi insan yang lebih sadar untuk selalu menjaga lingkungan. Tidak hanya itu, siswa juga dapat kita bagi tugas kelompok untuk melakukan program penghijauan sekolah dengan masing-masing kelompok membawa tanaman yang nantinya dapat ditanam disekitar pekarangan sekolah. Hal ini selain memperindah lingkungan sekolah, juga dapat mengajarkan siswa untuk menghijaukan lingkungan.
Namun program penghijauan ataupun penanaman pohon, tidak hanya melibatkan guru-guru dan para siswa disekolah saja, kegiatan penghijauan selalu juga melibatkan dinas-dinas terkait dan juga perusahaan-perusahaan terkait yang ada di Riau ini. Pihak-pihak yang terkait masalah penghijauan ini tentunya dapat berkontribusi nyata terhadap masalah lingkungan saat ini. Misalnya dengan memberikan bibit pohon-pohon kepada sekolah-sekolah dan kegiatan lainnya.
Selain itu, kepada seluruh wali kelas dan siswa dianjurkan untuk membuat taman di depan kelasnya masing-masing. Hal ini dilakukan agar lingkungan sekolah tetap asri dan mempunyai daerah resapan air. Karena lebih indah dengan adanya taman, tanpa harus melakukan semenisasi.
Dan yang paling penting adalah masalah sampah. Dalam hal ini kita dapat memisahkan antara sampah organik dan sampah anorganik. Yang mana sampah organik tersebut dapat dimanfaatkan oleh siswa untuk membuat pupuk kompos. Hal ini tentunya menjadi nilai tambah tersendiri bagi siswa maupun guru karena pupuk yang dihasilkan dapat digunakan untuk memupuk tanaman-tanaman yang ada di sekolah.
Hal ini tentunya juga merupakan kebanggaan tersendiri bagi sekolah karena mampu menjadikan lingkungan sekolah menjadi lebih asri. Dan tentunya dengan lingkungan yang sehat dan bersih, insya allah para siswa dan guru akan lebih semangat dalam melakukan kegiatan belajar mengajar.
Selaku guru yang merupakan orang tua untuk para siswanya ketika siswa berada disekolah, kita sebaiknya harus selalu mengingatkan bahwa kebersihan itu sebagian dari iman, sehat itu mahal harganya. Jangan ketika saat sakit karena pola hidup kita yang tidak sehat, kita baru sadar akan pentingnya untuk menjaga kebersihan lingkungan. Karena sebaiknya menjaga kebersihan lingkungan ini harus sudah mulai kita lakukan saat muda, karena jiwa muda harus semangat menjaga lingkungan tidak boleh lemah agar kedepannya lingkungan ini dapat dinikmati secara utuh oleh para penerus kita.
Namun tentunya belum semua siswa mau untuk ikut sadar dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan. Kita sebaiknya langsung memberikan contoh nyata kepada siswa. Misalnya jika ada yang membuang sampah sembarangan, kita langsung menegurnya, dan mengarahkannya untuk membuang sampah pada tempatnya. Dengan adanya contoh nyata, para siswa tentu akan lebih menyadari pentingnya ikut andil dalam menjaga lingkungan, baik itu dalam lingkungan keluarga, sekolah maupun masyrakat. Semoga kita semua turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.***

Kiriman:
DARMAWATI
Wakil Kepala Bidang K3 SMAN 4 Pekanbaru
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Green Student Journalists | Bloggerized by Lasantha - Tebarkan virus cinta lingkungan | student_lovers_enviroment, Riau Province