Minggu, 24 Juli 2011

Info Green (ahad-24 Juli 2011)

Perubahan Laut Rusak Kerang dan Perekonomian


KANDUNGAN kimia di laut berubah akibat dari polusi gas yang berasal dari rumah kaca. Penelitian terbaru dari Woods Hole Oceanographic Institution di Massachusetts mengatakan bahwa keasaman laut menjadi masalah yang serius.
Jika tidak segera ditangani juga akan berdampak pada rusaknya populasi kerang. Begitu pula dengan area yang mengandalkan kerang sebagai sumber pendapatan. Seperti  Senegal, Madagaskar dan Haiti. Meskipun begitu, ini tetap akan berdampak pada seluruh dunia.
Polusi  gas dari efek rumah kaca dalam jumlah besar mengubah kandungan kimia di laut. Jika tidak ada tindakan penanganan, ilmuwan memprediksikan populasi kerang akan rusak, begitu pula dengan area yang mengandalkan kerang sebagai sumber pendapatan.
Jackie  Savitz, ilmuwan senior mengatakan bahwa Keadaan ini akan berdampak langsung kepada bidang pariwisata dan juga bidang perikanan. Dengan seperti ini, tidak heran jika negara seperti Amerika Serikat dan Inggris akan terkena dampaknya juga. Penelitian menyatakan hewan laut, seperti moluska dan karang, merupakan spesies paling terancam. (afra-gsj/int/new)

Umbi Bunga Bangkai Pangan Alternatif

SIAPA sangka, umbi bunga bangkai dengan jenis Amorphophallus paeniifolius bisa digunakan sebagai sumber pangan alternatif. Ini dikarenakan umbi bunga ini memiliki kesamaan dengan talas atau umbi-umbi lainnya. Karena itulah para peneliti tertarik untuk mempelajari potensinya.
Kini, ada dua institusi yang tengah mempelajari potensi bunga tersebut yaitu Laboratorium Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor Mustaid Siregar mengatakan bunga bangkai yang dikenal dengan nama lain “suwek” ini sudah dikonsumsi masyarakat sejak masa penjajahan.
Amorphophallus paeniifolius bukan termasuk jenis bunga bangkai yang langka. Bunga ini bisa hidup di beberapa daerah Indonesia mulai dari Sumatra, Jawa, hingga Nusa Tenggara. (afra-gsj/int/new)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Green Student Journalists | Bloggerized by Lasantha - Tebarkan virus cinta lingkungan | student_lovers_enviroment, Riau Province