Minggu, 04 Desember 2011

GSJ News: Konsep Alami Dalam Pengendalian Hama

Konsep Alami Dalam Pengendalian Hama

Potensi pestisida, insektisida maupun herbisida sebagai zat kimia yang dapat menimbulkan pengaruh negatif terhadap kesehatan menyebabkan para ahli harus bekerja keras untuk mencari solusi untuk memecahkan persoalan tersebut. Salah satu penyakit yang dapat ditimbulkan oleh pestisida adalah penyakit kanker, mutagenic agent (penyebab mutasi genetik), radang kulit, dan alergi.

Berbagai cara yang tepat untuk mengendalikan serangan hama pada pertanian adalah dengan meningkatkan musuh alami atau predator bagi hama tersebut. Sementara untuk mencegah beberapa penyebab penyakit yang disebabkan oleh serangga parasit dapat menggunakan senyawa-senyawa alami yang dapat diperoleh dari ekstrak tanaman-tanaman yang tidak menimbulkan efek negatif.

Seperti pada pengendalian larva nyamuk Aedes Aegypti yang dapat menyebabkan penyakit demam berdarah dangue (DBD) dapat menggunakan ekstrak daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb). Ekstrak daun pandan wangi mempunyai pengaruh terhadap tingkat kematian larva Aedes aegypti.

Selain menggunakan serangga predator untuk pengendalian hama, juga dapat menggunakan beberapa jenis bakteri untuk mengendalikan jumlah populasi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), salah satunya adalah bakteri Pseudomonas aeruginosa yang dapat mengendalikan berbagai pathogen (penyebab penyakit tanaman) seperti yang sering dijumpai pada tanaman tembakau atau yang sering disebut Tobacco mosaic virus (TMV).

“Selain bakteri ada juga pengendalian hama dari jenis jamur, seperti jamur Cordyceps sp. Yang dapat membunuh serangga,” jelas Salpa Hartanto, mahasiswa jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Riau saat ditemui di sela-sela praktikum mata kuliah pengendalian biologis, Jum’at (25/11) lalu.

“Semakin aktif kita mempergunakan bahan-bahan alami dalam mengatasi serangan OPT tentunya akan membantu mengurangi gangguan kesehatan yang sering ditimbulkan akibat penggunaan pestisida dan zat kimia beracun lainnya,” tambahnya.(diah-gsj/new)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Green Student Journalists | Bloggerized by Lasantha - Tebarkan virus cinta lingkungan | student_lovers_enviroment, Riau Province