Rabu, 25 Januari 2012

For Us Bike Community: CMBC, Asiknya Menelusuri Bukit dengan Berepeda


Menelusuri bukit atau gunung dengan bersepeda sudah biasa, namun menelusuri bukit dengan sepeda gunung (MTB) dapat membuat kita memperoleh sesuatu yang baru. Challenger Mountain Bike Club atau yang biasa disebut CMBC Pekanbaru merupakan salah satu klub sepeda gunung (MTB) yang dapat menyalurkannnya, club ini ada Indonesia khususnya Pekanbaru.
“CMBC sendiri berdiri pada tannggal 12 Mei 2004 yang pada mulanya hanya beranggotakan 10 orang yan gmana Suyatno dan Syaiful merupakan dua orang pioner dari berdirinya klub sepeda gunung ini,” jelas Edward yang merupakan ketua ke III CMBC yang kini menjabat sebagai penasehat.
Dikomandoi oleh Robin Gunawan yang kini memegang tongkat estafet ke VI ketua CMBC, club ini dari waktu ke waktu telah memiliki cukup banyak anggota. Mulai dari yang tua hingga yang muda, mulai dari eksekutif muda sampai berbagai golongan pekerjaan tanpa mengenal kasta semua ada di club ini membaur dalam kebersamaan.
Selain demi menjaga lingkungan untuk tetap bersih terbebas dari polusi, CMBC sendiri memiliki visi dan misi dalam setiap tahunnya, seperti untuk terus berjuang menjadi club sepeda gunung (MTB) terbaik khususnya di kota Pekanbaru.
“Misi kami yakni membina kegiatan bersepeda, khususnya sepeda gunung. Selain itu kami juga ingin mengajak masyarakat untuk memasyarakatkan kegiatan bersepeda seperti Bike to Work, Bike to School maupun Bike to Campus,” tambah Edward yang merupakan asli kelahiran Palembang ini.
Tenayan, Rumbai dan Alamayang merupakan rute dalam kota yang sering ditempuh anggota CMBC. Selain berkumpul pada setiap hari minggu pagi di car free day dengan beroff road ria, setiap 3 atau 4 bulan sekali CMBC juga melakukakan aktifitas keluar kota. Seperti melakukan touring ke luar kota menjajal single track di Sumatera Barat terutama kota Payakumbuh ataupun Bukit Tinggi.
Track Gunung Sago, Track Gunung Singgalang dan Manggilang merupakan salah satu lokasi yang sering dipilih setiap melakukan touring. Hal ini dipilih karena rata-rata track sendiri hampir 90 persennnya merupakan offroad, seperti menyebarang sungai, menobros semak-semak, melewati lembah dan terutama mendaki tanjakan curam.
Challenger Mountain Bike Club sendiri merupakan salah atu club sepeda yang juga sangat perduli terhadap lingkungan sekitar, seperti pada tahun 2007 saat Sungai Siak meluap dimana CMBC melakukan bakti sosial. Selain itu setiap melakukan touring, club sepeda ini sangat menjaga kebersihan lingkungan sekitar mereka. Salah satunya dengan membawa perbekalan seperti nasi yang hanya dibungkusi dengan daun pisang, biasa nasi ini disebut nasi berburu, sehingga tidak menimbulkan sampah baru.
“Berbeda jika kita membawa nasi bungkus setiap mendaki gunung, sampah plastik yang ada pasti akan sulit terurai bahkan bisa bertahun-tahun lamanya, karena itu kami memerintahkan setiap anggota untuk hanya membawa perbekalan berupa nasi berburu yang hanya dibungkusi daun pisang,” lajut Edward pria kelahiran 40 tahun silam ini.
Challenger Mountai Bike Club sendiri sudah cukup terkenal, hal ini dibuktikan dengan dipercayanya anggota CMBC untuk ikut serta melakukan survey track sepeda gunung untuk acara Petualang  yang diselenggarakan oleh salah satu stasiun TV swasta yang ada di Indonesia.
Semoga saja dengan adanya club sepeda seperti ini, kelak ke depannya akan banyak masyarakat yang lebih memasyarakatkan budaya bersepeda dan akan lebih memperdulikan lingkungan alam sekitarnya, terutama Challenger Mountain Bike Club sendiri yang akan lebih peduli terhadap keindahan dan juga kelestarian alam terutama perbukitan ataupun pegunungan.

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Green Student Journalists | Bloggerized by Lasantha - Tebarkan virus cinta lingkungan | student_lovers_enviroment, Riau Province