Senin, 12 Maret 2012

GSJee: Serunya Belajar di Alam

   SAMPLE: Para mahasiswa Stipar sedang melakukan pengambilan sample tanah.
   Belajar di alam sangat mengasyikan. Hal inilah yang sedang dilakukan mahasiswa Institut Pertanian (Instiper) Yogyarakrat, Sabtu, (3/3) lalu. Mahasiswa Instiper angkatan 2011 tersebut berjumlah 425 orang. Didampingi delapan Koordinator Asisten Ilmu tanah, pembelajaran dilakukan di Kabupaten Gunung kidul, Provinsi Yogyakarta.

   Menurut keterangan Enny Rahayu, dosen Ilmu Tanah, kegiatan ini dilakukan agar mahasiswa Instiper tidak bingung dalam pembelajaran ilmu tanah sekaligus merefrehsingkan diri dari kesibukan kampus. Untuk pembelajaran mahasiswa mengamati tanah regusol, latosol, dan renzina di tempat yang berbeda. 

   “Mengamatai struktur tanah, kandungan kimia yang ada didalam tanah, dan bentuk fisik dari tanah,” ungkap Enny sekaligus sebagai Dosen ilmu tanah.

   Walaupun kegiatan ini diawali dengan hujan deras mahasiswa Instiper tetap semangat. Tujuan utama dalam kegiatan ini adalah Desa Sanan kecamatan Kalasan, Gunung Kidul didesa ini mengamati tentang profil tanah regusol meliputi Fisologi tanah, timbunan mikro, Kemas Muka tanah, erosi dan pengerusan untuk sempel diambil tiga lapisan.

   Tujuan kedua, di desa Salam kecamataan Phatuk mengamati profil tanah latosol. Pengamatan dilakukan dengan mengambil tiga lapisan untuk diamati tekstur tanah, struktur, kosistensi, warna, bahan kasar, perakaran, bahan organik dan Ph tanah. Kemudian untuk profil tanah renzina dilaksanakan di desa Sundowo Kidul kecamatan Neglipar, untuk pengamatan ini hanya diambil satu sample saja,

   Ketika di kelas mahasiswa hanya mendapatkan teori dan praktek sehingga mahasiswa hanya tahu yang ada dikampus saja dan masih belum tahu bagaimana bentuk aslinya sebelum melihat langsung profil tanah. Dengan belajar langsung di alam mahasiswa akan udah memahami penjelasan dosen di kelas. 

   “Kami merasa fresh dari kesibukan kampus, karena kali ini belajarnya seru dan tidak membosankan,” ungkap Ahmad Sidik mahasiswa Stipar yang akrab di panggil Sidik. 

   Teman teman yang lain juga dapat melakukan hal seperti ini sekaligus melihat keadaan tanah di Indonesia apakah masih subur atau sudah mengalami kerusakan.(agus-gsj Stiper Yogyakarta/new)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Green Student Journalists | Bloggerized by Lasantha - Tebarkan virus cinta lingkungan | student_lovers_enviroment, Riau Province