Rabu, 18 April 2012

Memanfaatkan Limbah Air Wudhu

Memanfaatkan Limbah Air Wudhu

Air, hanya terdiri dari tiga huruf, namun sangat berguna. Air menutupi hampir  71 persen permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di Bumi. Apabila tidak dijaga dengan baik, kekeringan dan kelangkaan akan terjadi dan itu akan berujung pada kepunahan.
Manusia adalah makhluk bumi yang paling banyak menggunakan air, untuk minum, mencuci mandi dan melakukan aktivitas lainnya. Maka sudah sewajarnya jika manusia punya kewajiban yang lebih dari makhluk lainnya dalam menjaga air.
Sejak tahun 1993 tanggal 22 maret telah dicanangkan sebagai hari air sedunia. Tahun ini temanya adalah “Water and Food Security”. Masyarakat diingatkan untuk memelihara ketahanan air demi kelangsungan kebutuhan pangan. Tanpa air pangan akan musnah.
Perserikatanan Bangsa-bangsa (PBB) melalui UN-Water mengajak masyarakat dunia untuk mengkampanyekan slogan “Water and Food Security” mengingat semakin langkanya sumberdaya air yang layak konsumsi dan tekanan yang makin kuat terhadap air. Tindakan kecil seperti tidak membuang atau memboroskan makanan, diet sehat, mengkonsumsi makanan yang bergizi yang diproduksi dengan hemat air serta tindakan kecil yang bisa berdampak pada ketahanan air dan pangan.
Di SMAN 1 Pekanbaru, telah dimulai penjaga air dan pemanfaatan air secara bijaksana. Limbah air wudhu para warga sekolah dijadikan sebagai sarana budidaya ikan. Program ini telah dimulai  sejak tahun 2010. Ide budidaya ikan ini merupakan ide dari para guru pembinaan lingkungan sekolah yang melihat limbah air wudhu yang masih bisa digunakan kembali. Karena mudah diolah dan tidak terlalu kotor.
Ditambah lagi, masih banyak sisa-sisa bahan pembangunan sekolah yang tidak terpakai yang bisa digunakan untuk membuat kolam sederhana dengan ukuran tidak terlalu besar, yakni sekitar 3 x 1 meter. Ikannya pun bervariasi, tentunya ikan jenis ikan kolam seperti lele, koi, dan lain-lain. Letaknya yang cukup strategis mendukung suasana hijau di sekolah semakin terasa, yakni tepatnya di kawasan kebun SMAN 1 Pekanbaru
“Disamping sebagai kolam ikan, air itu juga digunakan untuk menyiram bunga,” ujarPak Sulistia Budi sebagai Pembina lingkungan  SMAN 1 Pekanbaru.
Dengan pemanfaatan limbah air sebagai sarana budidaya ikan diharapkan tidak hanya mengurangi limbah air di sekolah yang terbuang sia-sia tetapi juga akan menghasilkan passive income (pendapatan tambahan).
Harapan pihak sekolah adalah apabila program ini dapat dikembangkan terus maka hasilnya bisa digunakan untuk program lingkungan sekolah selanjutnya. Nah, ternyata menjaga air tidak sesulit yang dibayangkan kan. Selamat hari air sedunia (melati-gsj)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Green Student Journalists | Bloggerized by Lasantha - Tebarkan virus cinta lingkungan | student_lovers_enviroment, Riau Province