Senin, 21 Mei 2012

OSIS Juga Harus Peduli Lingkungan



MERAWAT dan melestarikan bumi pertiwi ini tidak dapat dilakukan jika hanya seorang diri. Kerjasama dan partisipasi dari berbagai pihak sangat dibutuhkan. Sadarakan hal tersebut, SMA Negeri 8 Pekanbaru tidak hanya melibatkan ekstrakurikuler lingkungan Ecological Youth Environmental Source (EYES), namun juga organisasi-organisasi lain, misalnya OSIS untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan lingkungan.
Pada Selasa (15/5) EYES dan OSIS mendapat bimbingan dan apengarahan langsung dari Kepala Sekolah SMAN 8, Drs. H. Nurfaisal MPd, Waka Humas Nurhafni MPd dan didampingi Pembina OSIS Mahadir SPd. Pengarahan yang berlangsung selama satu jam itu bertempat di aula SMAN 8. Dalam pengarahannya, Nurfaisal lebih banyak memberikan motivasi kepada EYES dan OSIS. “Menjaga kebersihan itu sebenarnya tidak susah. Kalau memang dari hati kita sendiri itu masih berat, ya pasti susah. Tapi kalau dari hati itu sudah ikhlas, semuanya bisa kita lakukan. Orang lain pun kalau sudah melihat kita seperti itu pasti juga tergerak hatinya,” ujar Nurfaisal memotivasi. Di samping motivasi, beliau juga menyampaikan bimbingan melalui cara pengolahan sampah yang baik dan benar dan upaya-upaya melestarikanlingkungan lainnya. Sampah memang masalah yang seolah-olah tidak ada habisnya. Untuk itu, penyampaian ini begitu ditekankan beliau. Apalagi di SMAN 8 kini sudah tersedia ‘bank sampah’
Bank sampah di SMAN 8 adalah berupa sebuah wadah kaca besar yang dapat langsung terlihat di lobi ketika kita memasuki kawasan sekolah Adiwiyata ini. Ke dalam wadah ini, dimasukkan sampah-sampah anorganik seperti kemasan minyak goreng, detergen, makanan ringan, dan lain-lain. Tapi sampah yang dimasukkan harus dalam keadaan bersih, kering dan tidak terlalu rusak.
Selanjutnya sampah-sampah anorganik yang sudah terkumpul ini akan diolah menjadi celemek, dompet, kotak tisu dan dijual di warung 8R SMAN 8. Hasil dari penjualan ini menjadi salah satu sumber pemasukankas EYES sendiri.
EYES dan OSIS menginformasikan kepada seluruh warga sekolah mengenai bank sampah tersebut. Mereka juga mengajak untuk membawa sampah-sampah anorganik dari rumah masing-masing. Ini akan membantu mengurangi sampah rumah tangga(reduce) dan sekaligus mewudkan salah satu program 8R.
“Kita misalkan saja ada 350 orang di SMAN 8. Jika setiap anak membawa satu sampah anorganik setiap bulannya, maka sudah ada 350 sampah di bank sampah itu dan 350 sampah juga yang sudah dikurangi di rumah tangga. Daripada sampah-sampah itu dibakar atau dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Air) yang beribu-ribu tahun terurainya, lebih baik dimasukkan ke bank sampah agar bisa diolah,” jelas Nurhafni saat pengarahan.
Selain melibatkan OSIS dan EYES, sikap cinta terhadap lingkungan ini sudah mulai ditanamkan sejak dini pada siswa-siswi materikulasi 2012/2013. Materikulasi adalah salah satu program SMAN 8 dimana murid-murid yang sudah dinyatakan lulus di SMAN 8 akan dibagi dalam beberapa kelompok dan belajar seperti biasa layaknya murid SMA di SMAN 8 Pekanbaru. 
Murid materikulasi diwajibkan membawa tempat air minum sendiri dari rumah. Ini juga salah satu upaya mengurangi limbah plastik yang sulit diuraikan. Apalagi di setiap kelas sudah disediakan air minum dalam dispenser sehingga para murid tidak kesulitan mengisiulang air minum mereka. Selain itu para murid juga diajarkan cara membuat bunga darilimbah kantong plastik. Beberapa siswa/siswi SMAN 8 Pekanbaru masuk ke kelas-kelas materikulasi dan mendemonstrasikan cara membuat bunga-bunga tersebut. Lalu para murid materikulasi diwajibkan membuat 10 buah bunga dan dibawa keesokan harinya. Bunga-bunga itu akan disusun di papan bunga untuk memberi sambutan dalam acara-acara di SMAN 8 Pekanbaru. “Murid materikulasi memang diarahkan dalam kegiatan lingkungan sejak dini agar nantinya mereka terbiasa dengan program-program lingkungan lainnya. Ini juga untuk memperkenalkan pada mereka tentang sekolah Adiwiyata,”ujar Nurhafni mengakhiri.(yayanggsj/dac)



0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Green Student Journalists | Bloggerized by Lasantha - Tebarkan virus cinta lingkungan | student_lovers_enviroment, Riau Province