Selasa, 26 Juni 2012

Industri Serat Sabut Kelapa Ramah Lingkungan


PERKEMBANGAN IPTEK di kancah dunia sudah tidak dapat dipungkiri lagi keberadaannya. Untuk itu, banyak sekali perubahan yang terjadi disekitar kehidupan manusia. Berbagai sektor mata pencaharian manusia adalah dampak dari IPTEK tersebut. Sayangnya, tidak semua  dampak yang dihasilkan adalah positif terutama bagi lingkungan sekitar. Sehingga dibutuhkan alternatif lain agar dihasilkan sesuatu yang ramah lingkungan.

Salah satu dari pengaplikasiannya adalah  sifat  fisika-kimia  serat. Sifat tersebut mengundang kesadaran konsumen untuk kembali ke bahan alami yang tentunya ramah lingkungan.  Serat sabut kelapa salah satunya.

Sifat fisika-kimianya yang dapat menahan kandungan air dan unsur kimia pupuk, serta dapat  menetralkan keasaman tanah menjadikan  hasil dari serat  sabut kelapa ini mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi. Sehingga meningkatkan pendapatan petani/pedagang buah kelapa.

 Pemanfaatan sabut kelapa sebagai bahan baku industri ini menjadi komoditi perdagangan. Terbukanya kesempatan kerja baru, yaitu dalam bentuk adanya pedagang pengumpul sabut kelapa serta usaha jasa transportasi.

“Selain itu, digunakan sebagai media  pertumbuhan tanaman hortikultur dan media tanaman rumah kaca. Sehingga, dapat menetralisir efek rumah kaca dan ramah lingkungan,” ucap  Kiprah  Piawi,  Siswi  SMAN Pintar  Kabupaten Kuantan Singingi.

Serat sabut kelapa  dimanfaatkan menjadi bahan baku industri karpet, jok dan dashboard kendaraan,  kasur,  bantal, dan hardboard. Serat  sabut kelapa juga dimanfaatkan untuk pengendalian erosi. Serat sabut kelapa diproses untuk  dijadikan Coir Fiber Sheet  yang digunakan untuk lapisan kursi mobil, Spring Bed dan lain-lain.

“Tidak salah bila orang menyebut kelapa adalah jenis pohon yang serba guna. Mulai dari akar sampai daun dan terutama buahnya. Terutama sabut kelapanya juga dapat dimanfaatkan sebagai alat-alat  industri  dan kebutuhan rumah tangga yang ramah  lingkungan,” ucap Ayu Kumala Rezeki, Siswi SMAN 1  Teluk  Kuantan.(Lia-gsj/dac)

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Green Student Journalists | Bloggerized by Lasantha - Tebarkan virus cinta lingkungan | student_lovers_enviroment, Riau Province