Kamis, 12 Juli 2012

Ribuan Titik Api Tiap Tahun Menyelimuti Riau

Ribuan Titik Api Tiap Tahun Menyelimuti Riau
Persoalan titik api dan kabut asap sepertinya menjadi persoalan  yang  tak tertuntaskan bagi Provinsi Riau. Setiap tahun,  Riau diselimuti kabut asap  dengan jumlah yang tidak sedikit.

Laporan Desriandi Candra Pekanbaru desriandicandra.riaupos@yahoo.com
  
Persoalan titik api (hotspot) harus  ditangani  secara bersama-sama.  Karena tidak  mungkin  persoalan besar seperti  ini  hanya  dilimpahkan pada  satu  atau  dinas  di instansi  pemerintah.  Namun  keterlibatan kalangan perusahaan dan masyarakat  harus  ikut  bersatu  padu menangani persoalan  titik  api  yang muncul  akibat  terbakarnya  hutan dan  lahan,  baik  disengaja  atau  tidak.
Dari data Badan Lingkungan Hidup  (BLH)   Provinsi   Riau  menunjukkan  adanya peningkatan jumlah titik  api   (hotspot)  di  Riau  dari  tahun ke  tahun.  Jumlahnya  tidak  tanggung-tanggung, ada ribuan titik hotspot  yang  mengelilingi  Riau.  Sehingga,  wajar  kalau  Riau  tak  henti-hentinya dengan persoalan kabut asap.
Penyebarannya  pun tidak  hanya dalam  lingkungan  kawasan hutan tanaman industri (HTI), tapi juga masuk pada  areal  penggunaan  lahan  lainnya  (APL)  yang  di dalamnya termasuk  kawasan  lahan  perkebunan  m asyarakat.
Di tahun 2010, titik  hotspot  yang terjadi  di areal perkebunan di 12 Kabupaten/kota  di  Riau  mencapai 259  titik  hotspot,  kawasan  Hutan Tanaman  Industri  (HTI)  mencapai 425  titik  hotspot,  eks  HPH  75  titik hotspot, Area Pengunaan Lain   (APL)  778  titik   hotspot  dengan jumlah titik hotspot yang terjadi selama tahun 2010  sebanyak 1.537   titik  hotspot.
Selanjutnya,  tahun 2011  jumlahnya  meningkat. Untuk area perkebunan tercatat sebanyak  542  titik hotspot,  kawasan  HTI sebanyak  1.075  titik hotspot,  eks  HPH  sebanyak  194  titik  hotspot,  APL  sebanyak  1.660 titik  hotspot,   dengan total  titik  hotspot  yang  terpantau  sebanyak  3.471  titik  hotspot.
Persoalan  kabut  asap  masih  menjadi  “PR”  di tahun 2012. Hingga minggu  kedua  Juni  2012  jumlah titik  hotspot yang terjadi diareal perkebunan  210  titik   hotspot,  HTI sebanyak  431  titik  hotspot,  eks  HPH sebanyak  105  titik  hotspot,  APL  sebanyak  743  titik  hotspot.
“Sampai  minggu  kedua  Juni  2012 ini tercatat sebanyak 1.489 titik hotspot  yang  terpantau  di  Riau,” ungkap  Kepala  BLH  Provinsi  Riau Akmal  JS  didampingi  Kasubid  Pengendalian Kerusakan Lingkungan Manipol,  Rabu (13/6)  pekan  ini.
Dikatakannya,  upaya  yang  dilakukan  BLH  Provinsi  Riau untuk mencegah  terjadinya  kebakaran  hutan  dan  lahan  yang  bisa  menyebabkan kabut asap yang menyelimuti Riau,  memberikan  pemberian  teknis dan menghimbau perusahaan maupun masyarakat untuk  peduli dengan  lingkungannya. Tidak melakukan  pembakaran  hutan  dan lahan  untuk  pembukaan  area  perkebunan.
Akmal  JS menegaskan, kalau fungsi  BLH  hanya  melakukan pengawasan  dan  upaya  pencegahan  dini.  D alam  bidang  pencegahan, BLH  Riau  lebih  banyak  memberdayakan keberadaan Masyarakat Peduli  Api  (MPA)  yang  sudah  dibentuk dimasing-masing kabupaten/kota.  Sampai  sekarang,  sudah tercatat  sebanyak  1.316  orang MPA yang  tersebar  di  12  Kabupaten/kota.
“Dan ini sifatnya hanya upaya pencegahan,”  jelasnya.  Sebagai  upaya  memaksimalkan  peran  dari  MPA  dimasing-masing  kabupaten/kota di Riau, Badan Lingkungan Hidup  (BLH)  Provinsi  Riau  menyerahkan  bantuan  10  unit  alat  pemadam  kebakaran  (Damkar).  Bantuan 10 unit Damkar  di peruntukan bagi  Masyarakat  Peduli  Api  (MPA) di 10  kabupaten/kota  di  Riau  diluar Kota  Pekanbaru  dan  Kota Dumai sebagai  upaya  pencegahan  kebakaran  hutan  dan  lahan yang  terjadi.
Bantuan 10 unit Damkar  tersebut merupakan  bantuan  dana APBD Riau  2012.  BLH  menilai,  peran  MPA dalam  mengantisi pasi kebakaran  hutan  dan  lahan sangat penting. Dikatakannya,  persoalan  kebakaran hutan  dan  lahan memang selalu
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Green Student Journalists | Bloggerized by Lasantha - Tebarkan virus cinta lingkungan | student_lovers_enviroment, Riau Province