Senin, 22 Oktober 2012

Jelutung untuk Restorasi Suaka Margasatwa

HUJAN deras yang mengguyur Desa Temiang, Bukit Batu, Bengkalis bak ucapan selamat datang kepada rombongan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Flagship Conservation Sinar Mas Forestry dan ketika melakukan pengecekan tanaman jelutung untuk restorasi kawasan Suaka Margasatwa (SM) Bukit Batu, Senin (15/10) lalu.
Dengan memakai speedboat, rombongan melanjutkan perjalanan air menuju lokasi penanaman yang berjarak tempuh 25 menit dari Desa Temiang. Sesekali terdengar teriakan, “awas kepala,” dari arah belakang speedboat. Itu berarti komando untuk merunduk, menghindari hantaman pokok kayu yang melintang di atas kepala, tak jarang rombongan setengah jongkok di dasar speedboat saking rendahnya pohon yang melintang.
Lokasi yang akan dituju terletak di bagian hulu Tasik Menyan. Kawasan itu disebut juga dengan lokasi empat. “Lokasi empat memiliki luas 13 hektare,” terang Rudi Krisdiawadi, staf Flagship Conservation SMF yang juga berperan sebagai guide.
Dari penanaman Juli hingga Oktober 2012, sudah 20 hektare kawasan SM Bukit Batu yang direstorasi. Semua kawasan itu terbagi dalam lokasi satu, dua, tiga dan empat. Hingga total jelutung yang telah ditanami mencapai 11 ribu batang, dengan jarak tanam 3x5 meter dan 5x5 meter.
Kabid Wilayah II KSDA Riau, Memen Suparman, yang turut hadir dalam perjalanan tersebut menyatakan bahwa penanaman pohon jelutung di kawasan konservasi merupakan bagian dari program pengkayaan kawasan konservasi yang vegetasinya sudah jarang.
Sehingga diharapkan dengan adanya restorasi tersebut maka keanekaragaman hayati dan kerapatan hutan di kawasan konservasi SM Bukit Batu tetap terjaga.
“Lihat, pohon jelutung ini tumbuh dengan baik di sini,” teriak Memen, begitu sebutannya sambil menunjuk sebatang pohon jelutung yang nampak segar dan tumbuh sumbur. (tya-gsj/dac)

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Green Student Journalists | Bloggerized by Lasantha - Tebarkan virus cinta lingkungan | student_lovers_enviroment, Riau Province