Rabu, 07 November 2012

Jadi Percontohan Dunia

CAGAR Bisofer Giam Siak Kecil Bukit Batu (GSK-BB) merupakan satu-satunya cagar biosfer di Riau yang telah diakui oleh dunia internasional. “Brand Cagar Biosfer GSK-BB merupakan citra penting untuk pengembangan kawasan ini ke dua internasional,” ungkap Yohannes Purwanto, Direktur Man and Biosphere (MAB) UNESCO  untuk Indonesia dalam kegiatan Ekspose dan Field Trip Wisata Alam Cagar Bisofer ke Blok Suaka Margasatwa Bukit Batu dan Budaya Melayu yang diselenggarakan di Universitas Riau, Jumat (2/11).
Di Indonesia sendiri terdapat delapan cagar biosfer, pasca diresmikannya Cagar Biosfer Wakatobi, pada Juli 2012 lalu. Cagar Bisofer GSK-BB memiliki beragam keunikan, selain karena didominasi oleh kawasan gambut tropis terbesar di Indonesia, kawasan ini juga di inisiatif oleh swasta, pertama di dunia. Oleh karena itu, turut sertanya pihak swasta (private sector) dalam pengelolaan kawasan konservasi ini menjadi nilai khas sendiri Cagar Bisofer GSK-BB.
“Saat ini sudah ada beberapa Negara di dunia yang pengelolaan kawasan cagar biosfernya telah melibatkan pihak swasta,” tambah Purwanto.
Oleh karena itu, Negara-negara tersebut menjadikan Cagar Biosfer GSK-BB sebagai pedoman dalam konsep pengelolaan kawasan konservasi yang dibiayai oleh swasta. “Salah satu contohnya adalah Spanyol,” serunya.
Bukan hanya dibidang pengelolaan, kawasan Cagar Biosfer GSK-BB juga sangat kaya dengan keanekaragaman hayati dan view alam yang sangat indah. Hal itu disampaikan oleh Haris Gunawan, Direktur Eksekutif Center Tropical Peat Swamp Restoration and Concervation (CTPRC) Indonesia ketika ditemui ditempat yang sama. Ia menyatakan bahwa Cagar Biosfer GSK-BB memiliki tasik-tasik yang unik dan indah.
Ketika musim hujan tasik di kawasan cagar biosfer itu akan meluap dengan air hitamnya. Ia juga menambahkan bahwa dalam kondisi ini, para nelayan (penduduk tempatan, red) bisa memanen ikan khas air gambut.
Sebaliknya ketika musim kemarau datang, air tasik akan menyusut. Dan, tasik-tasik di Cagar Biosfer GSK-BB dapat dijadikan sebagai kawasan atau field untuk meneliti atau mengematai kehidupan makhluk hidup yang ada di kawasan lindung itu. “Tak jarang kami menyaksikan harimau dan anaknya sedang bermain di tasik yang sedang mengering,” tutur Haris sambil tersenyum.(tya-gsj/dac)

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Green Student Journalists | Bloggerized by Lasantha - Tebarkan virus cinta lingkungan | student_lovers_enviroment, Riau Province